Batasan
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 13 Sept 2026
Ehm, akhir-akhir ini aku pun sedang kesal kepada om kecil
yang sungkanan (suka tidak enak hati). Awalnya dia berkata kepadaku,
"Aku tidak pernah menolak mereka yang mau menumpang di
mobilku." Saat itu aku hanya membatin, "Itu salahmu. Kenapa tidak
pernah menolak? Pantas saja kamu digosipkan dengan beberapa wanita bersuami."
Kalau pria tidak pernah menolak wanita yang ingin menikmati
mobilnya, pasti dia akan terkesan playboy. Jika sudah menikah, pasti dia
akan sering ribut dengan istrinya karena rasa sungkannya itu. Kemudian
ada beberapa kejadian lain karena rasa sungkan itu. Maka, aku mulai
menegurnya hingga beberapa kali. Kataku kepadanya:
* Berani katakan, "TIDAK".
* Ojo yo yo tok, (Jangan berkata, "Ya", "Ya"
saja) kalau tahu itu salah, beritahu yang benar.
Pada kesempatan lain aku pun kembali menegurnya, "Kamu
tidak bisa menyenangkan semua orang, kamu bukan pizza. Kita tidak bisa
menyenangkan semua orang. Tuhan pun tidak bisa. Contoh: Ada dua orang berdoa
pada waktu yang sama di tempat yang sama. Yang satu minta hujan, yang satu
minta tidak hujan. Nah, Tuhan cuma kabulkan salah satunya sehingga pasti ada
yang tidak senang."
Kutemukan bahwa dia bergabung dengan grup BMW E30 di
Facebook (FB). Di sana dia dipanggil "Om" padahal usianya belum 30
tahun. Ini sudah biasa di medsos. Karena namaku yang maskulin, aku pun sering
dipanggil "Pak" padahal aku tidak terlahir sebagai pria. Pemilik BMW
pun diasumsikan sudah om-om, padahal ‘anak sultan’ atau salesman muda juga bisa.
Nah, di dalam grup itu dia menawarkan sparepart BMW dari
Taiwan kepada anggota grup, tetapi tidak ada list (daftar) produknya.
Beberapa orang meminta list-nya, tetapi dia minta DM (direct message).
Teman kuliahku yang menerima jastip (jasa titip) camilan dari Korea, Jepang,
atau negara lain selalu memberikan list produk.
Maka, pikirku, "List barang favoritnya saja tak
bisa dibuat. Pasti dia juga belum membuat list yang kuminta. Mungkin dia
memang tidak bisa membuat list. Kenapa dia tidak bilang sejak awal? Kenapa
dia membuatku menunggu seperti orang bodoh? Percuma minta tanggung
jawabnya. Lebih baik kukerjakan sendiri."
1 Korintus 1:27 (TB)
Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang
yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk
memalukan apa yang kuat,
Ayatnya benar sih, tetapi tetap saja aku kesal kepadanya. Karena
amat kesal, aku enggan berbicara dengannya. Kalau bicara, aku pasti marah.
Jadi, kupikir lebih baik diam. Biasanya kalau kutegur, dia akan terlihat kesal,
tetapi dia tidak membalas dan hanya mendengarkanku. Lalu beberapa waktu
kemudian dia akan mengulanginya lagi.
Maka, aku akan capek sendiri jika terus mengomelinya. Namun,
saat matahari terbenam tiba-tiba aku teringat pada suatu firman. Maka, aku
terpaksa mengirim pesan kepadanya sekalipun tampak tidak masuk akal. Bagaimana jika
dia tertular emosi negatifku? Namun, kuyakin Roh Kudus tak mungkin salah.
BUKTI KEBESARAN-MU
Tuhan Kau sempurna dalam rencana-Mu dan
karya-Mu. Kuserahkan hidupku, murnikan dengan roh-Mu.
Hidupku menggenapi firman-Mu. Tanda mujizat sertai tiap langkahku. Kau
bersamaku, di dalamku. Jadi bukti kebesaran-Mu.










