* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.

Sunday, November 8, 2026

Dia Membuat Segalanya Baik

Dalam Masalah
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 8 Nov 2026

Ini sebabnya aku pun enggan menunjukkan kepedulian kepada pria muda di gereja. Kalau dia memang sakit dan ingin sembuh, seharusnya dia mau berusaha, seperti wanita yang pendarahan selama 12 tahun. Wanita aja mau berusaha padahal badannya pasti sudah lemah.

Masa pria muda seperti dia hanya duduk menunggu, seperti pria lumpuh di kolam Betesda? Dia loh masih bisa berdiri dan berjalan. Seharusnya dia mau bergerak untuk mendekati Tuhan atau hamba Tuhan. Bukan orang lain yang harus mendatanginya.

Jika kutunggu orang lain membantuku, mungkin aku sudah binasa. Beberapa kali aku ditarik mundur seperti anak panah karena gagal menghadapi para kepala bermasalah. Seharusnya aku jatuh tergeletak. Namun, ketika kucari Tuhan, keajaiban terjadi.

Setelah kemunduran, tiba-tiba aku melaju pesat hingga melampaui keadaanku sebelum kemunduran itu terjadi. Beberapa kali hal ini terjadi sehingga saat kulihat ke belakang, aku pun bertanya-tanya, "Kok bisa ya?"

Semua itu terasa tidak masuk akal. Semua itu benar-benar melampaui targetku. Semua itu benar-benar melampaui kemampuanku. Seharusnya aku tidak sanggup, tetapi kenapa aku masih bisa berdiri dan tertawa seolah-olah hidupku selalu berjalan mulus? Ini bukan pura-pura happy, tetapi emang ada damai dan sukacita yang melampaui akal. Tuhan sanggup membuat segala yang tidak baik menjadi baik.

TANPA TUHAN SIA-SIA
Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, Maka sia-sialah. Jikalau bukan Tuhan yang mengawal kota, sia-sialah. Chorus: Sebab Dia berikan kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur. Sesungguhnya kita adalah milik kesayangan-Nya. Berbahagialah orang yang berharap kepada-Nya. Seperti anak panah di tangan pahlawan, diberkati oleh-Nya.

Yesaya 49:2 (TB) Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.

Memang benar bahwa tanpa Tuhan, aku dalam masalah. Jika bersama Tuhan, aku tetap dalam masalah. Namun, masalah tuh cuma bisa numpang lewat sambil berkata, "Hai, aku datang lagi." Lantas beberapa saat kemudian kulambaikan tangan sambil berkata kepadanya, "Bye bye problem."

Ya, seperti masalah yang terjadi pada hari ini. Wew... tiba-tiba aku mual karena sesuatu terjadi. Namun, tak lama berselang, kubisa berkata, "dadah masalah, kapokmu kapan ya?" Hahaha...

Lukas 4:13 (TB) Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

Ah, biang keroknya tak pernah menyerah. Karena masalah tak bisa dihindari, ya lebih baik jadikan masalah sebagai batu loncatan atau anak tangga menuju masa depan indah yang sudah Tuhan siapkan.

Yeremia 29:11 (TB) Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Dalam Masalah

Living with Excellence
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 8 Nov 2026

Mark E. Strong berkata lewat pak Caleb, "Di sini ada beberapa orang yang telinganya sering berdenging. Siapa orangnya? Silahkan berdiri. Saya akan mendoakan." Lalu ada satu orang pria berdiri dan pak Mark mulai mendoakannya. Sekitar semenit kemudian kulihat di seberang sana ada pria lain yang juga berdiri. Apa dia hanya ingin menjadi penonton? Jika dilihat dari penampilannya, seharusnya tidak.

Dia memakai jaket jeans biru dan masker hitam. Orang berpenampilan tertutup seperti ini biasanya tidak mau berdiri sendirian hanya untuk menonton. Jadi, mungkin saja dia juga sakit telinga. Namun, pak Mark dan pak Caleb mungkin tidak melihatnya berdiri sehingga dia tidak didoakan. Meskipun demikian, ada kesempatan kedua untuk didoakan oleh pak Mark karena pak Mark melakukan altar call. Eh, dia tidak ikut maju juga. Apa dia tidak yakin?

Ada apa dengan dia? Kudoakan saja dalam hati karena intuisiku juga berkata, "tetap jaga jarak aman." Hehehe... aku memang tidak peduli, tetapi aku memperhatikannya. Sekalipun mau mendoakannya, aku tidak mau menunjukkan kepedulianku kepadanya.

Tiap minggu aku lewat Diponegoro, tetapi baru kali ini kulihat tulisan 'Sniper' di sebuah gedung. Kata om Google, ini tempat bermain billiard. Ah, bukan tempat yang menarik bagiku. Yach, mungkin aku lebih cocok seperti anak panah karena aku sering babak belur ketika berperan sebagai fighter (pejuang) dan bisa salah target jika menjadi sniper (penembak jitu)... wkwwk... Jadi, aku sudah mulai terbiasa dengan perubahan rencana.

Sebagai sniper, targetku hanya menjadi ekor, tetapi aku malah diminta menghadapi para kepala. Mulai dari takut kepada para Firaun sampai akhirnya dibilang kurang ajar oleh para Firaun. Bagi orang yang pernah takut, ini hinaan yang seperti pujian ya... wkwwkw...

Eh, sekarang kok malah harus berurusan dengan para ekor mager yang berambisi besar? "Tuhan, aku tidak mau seperti Musa." Kelihatannya proses Yosua lebih ringan daripada Musa karena dia tidak menghadapi Firaun dan tidak mengalami pemberontakan ekor. Mungkin Yosua lebih siap daripada Musa karena dia selalu berada di dekat Musa dan mengamatinya.

Tiap kali perang, Yosua selalu menang. Meskipun demikian, Yosua pun mencatat bahwa dia sempat ditipu oleh penduduk Gibeon. Jadi, tetap saja dia pun diproses oleh Tuhan. Mungkin pula ada proses-proses lain yang tidak dituliskan olehnya. Jadi, kalau sedang diproses, jangan banyak protes karena Tuhan punya rencana yang melampaui pikiran dan kemampuan kita.

MTSD (Meski Tak Seindah Doa)
Kudatang pada-Mu dengan hati terbuka. Kubawa semua ragu kepada-Mu Bapa. Tak kuandalkan pengertianku. Engkau tahu yang terbaik. Meski tak seindah yang kudoakan. Meski tak semudah yang kubayangkan. Kasih setia-Mu ada bersamaku.
Kuasa-Mu nyata di saat ku lemah. Hadir-Mu sanggupkanku 'tuk bertahan. Jalan-Mu lebihi semua rencanaku, kuberserah. Kehendak-Mu yang jadi. Oh yang terjadi di hidupku, yang bukan mauku. Namun mau-Mu, kehendak-Mu Tuhan.

Kebanyakan pria muda zaman kekinian menerapkan prinsip ekonomi. Dengan pengorbanan sekecil-kecilnya, mereka ingin hasil sebesar-besarnya. Jadi, tidak heran jika sekarang kebanyakan pengusaha lebih suka merekrut wanita daripada pria.

Banyak kujumpai pria muda yang sering bersikap seperti kacang lupa pada kulitnya. Ketika diberi perhatian, malah salah paham. Ketika dibantu, malah merasa berhak untuk terus dibantu. Ketika diajari sedikit ilmu, langsung merasa paling bisa dan jadi malas.

Setelah diangkat dari bawah, malah merasa paling berhak menuntut. Dikit-dikit mengeluh. Dikit-dikit komplain. Dikit-dikit stres. Dikit-dikit minta healing. Dikit-dikit minta reward. Beginikah kondisi pria muda zaman sekarang? Apa mereka tidak punya daya juang dan nilai-nilai hidup?

Dia Membuat Segalanya Baik

Living with Excellence - Dr. Mark E. Strong

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 8 Nov 2026

Markus 7:37 (TB) Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

Ketika Yesus hidup excellence, itulah yang diucapkan oleh orang-orang yang melihatnya. Dia membuat segalanya baik. Kita pun harus berusaha hidup excellence seperti Yesus. Walaupun kita tidak bisa melakukan hal-hal yang luar biasa seperti yang telah Yesus lakukan. Namun, setidaknya kita berusaha hidup untuk makin serupa dengan Dia.

Alasan Kita Hidup Excellence, yaitu:
1. Memuliakan Tuhan.
2. Menjadi terang dan membawa kehidupan.
3. Membuat hidup kita lebih maju.

Cara Hidup Excellence seperti Yesus, yaitu:
1. Dekat dengan Tuhan.

Yohanes 17:21 (TB) supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Tuhan bukan hanya ingin kita dekat dengan-Nya, tetapi Dia terlebih dulu ingin kita menjadi satu dengan-Nya. Ketika Tuhan memanggil Abraham, Dia terlebih dulu memberinya janji.

Yohanes 5:20 (TB) Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.

Yesus dekat dengan Bapa dengan cara bergantung kepada Tuhan. Ketika Yesus menjadi manusia, Dia bergantung kepada Tuhan hingga pada titik bahwa Dia tidak bisa melakukannya tanpa Tuhan. Katakan, "Tanpa Tuhan, aku dalam masalah."

Ketika pertama kali dia berkhotbah, pak Mark merasa diurapi oleh Tuhan. Namun, banyak orang tertidur ketika dia berkhotbah karena dia gagap. Maka, dia hanya berkata kepada Tuhan, "Aku selesai" karena dia tidak mau berkhotbah lagi. Dia pun hanya berkhotbah selama tujuh menit. Lalu dia memuji Tuhan karena semuanya sudah selesai.

Namun, sebelum dia sempat mengangkat kepalanya, dia merasa dadanya seperti terbuka dan ada aliran air. Pikirannya menjadi jernih dan gagapnya hilang. Dia mulai bisa mengetahui hal-hal yang dialami oleh orang lain. Tuhan menjamah mereka. Orang-orang mulai bangun dari tidurnya. Saat itulah dia menyadari bahwa Tuhan sedang mangajarnya untuk bergantung kepada-Nya.

2. Melakukan Kehendak Tuhan. Selama di Bumi Yesus selalu melakukan kehendak Tuhan. Dia selalu menaati Bapa-Nya.

Yohanes 4:34 (TB) Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Ada orang berkata, "Saya suka berkhotbah, tetapi saya tidak suka orang-orangnya." Seharusnya tidak demikian. Yesus berkhotbah karena Dia menyukai orang-orangnya. Ini sebabnya Yesus menyembuhkan wanita yang pendarahan selama 12 tahun. Padahal, wanita itu hanya menjamah ujung jubah Yesus. Jadi, kita harus membuat keputusan agar hidup kita bermanfaat untuk orang lain.

Dengan melakukan kehendak Bapa, kita akan merasakan sukacita tak terucapkan dan damai yang melampaui segala pengetahuan. Kita juga akan merasa puas jika bisa melakukan kehendak Tuhan. Kepuasan seperti ini tidak bisa diberikan oleh dunia.

Ada seorang misionaris muda datang ke Meksiko selama dua minggu bersama seorang misionaris tua. Meskipun awalnya dia tidak ingin berada di sana, selama di sana dia berinteraksi dengan orang-orang di sana. Ketika tiba waktunya pulang, dia harus duduk di bak belakang truk. Dia di sana sambil melambaikan tangan kepada orang-orang di sana.

Lalu dia merasa berat untuk meninggalkan mereka. Dia merasakan panggilan Tuhan. Maka, dia menetap di sana dan akhirnya dia melakukan pelayanan yang luar biasa di sana. Mintalah kepada Tuhan hati yang mengasihi orang-orang. Gunakan talentamu untuk membantu mereka. Jangan fokus kepada hal-hal yang tidak kamu miliki karena Tuhan akan menggunakan hal-hal yang sudah ada padamu.

TUHAN INI TUGAS KAMI
Berikan pada kami hati yang mengasihi. Jiwa-jiwa yang belum mengenal kasih BAPA.
Mereka yang dalam gelap, Mereka yang tersesat, Hati kami iba seperti hati-Mu Yesus.
Tuhan, ini tugas kami, beri keberanian bagi kami. Taruhlah Roh yang rela melayani dan menyenangkan hati Tuhan, itu yang kuingini.

Dalam Masalah

Sunday, November 1, 2026

Kumenang di dalam Peperangan

Kumenang Bersama Yesus
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 1 Nov 2026

Esensi doa bukanlah tata cara atau pose doa atau kata-kata indah. Hal yang penting dalam berdoa adalah fokus kita harus kepada Tuhan dan hati kita harus apa adanya. Berlutut merupakan salah satu bentuk penghormatan. Jika kita mampu melakukannya, lakukan itu. Jika tidak kuat, untuk apa memaksakan diri? Bisa-bisa kita enggan berdoa karena tak kuat berlutut padahal tanpa doa, mudah sekali kita diserang iblis.

Selain itu, kita bisa tetap menunjukkan sikap hormat kepada Tuhan sekalipun tanpa berlutut. Tadi gembala juga berkata, "Saya tidak menyangka istri saya menyebut saya dengan kata 'Beliau'. Kami berbeda 10 tahun. Awalnya dia memanggilku, "Koko", tetapi setelah menikah, dia menjambal."

Istri gembala juga tidak menyangka bahwa dia akan menggunakan kata, "Beliau." Gembala pun tertawa dan tidak mempermasalahkan panggilan tersebut. "Bagaimana jika memanggil dengan kata, "Sayang"? Tanyanya.

Sekalipun dijambal (tidak dipanggil koko), gembala tidak merasa kurang dihormati. Aku pun biasa dijambal oleh beberapa adikku, termasuk adik-adik sepupu dan aku juga tidak merasa kurang dihormati. Sikap hormat tak selalu ditunjukkan dalam bentuk panggilan atau pose tubuh tertentu. Jadi, kita bisa tetap menghormati Tuhan sekalipun tidak berlutut atau tidak selalu memanggilnya, "Tuan."

Kadang kala kita juga menjambal Tuhan dengan langsung memanggil nama-Nya, "Yesus". Jadi, yang terpenting adalah tetap berdoa dengan sikap hati yang benar.

Kemudian Golden bertanya pula kepada Poodle, "Sadar tidak kalau mujizat Tuhan bukan cuma uang? Pembelaan Tuhan seperti dalam kisah Musa ini juga merupakan mujizat. 😊
Bilangan 12:8b (TB) Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?"
Karena ini, tidak usah takut sama omongan orang. 😄"

Nah, tiba-tiba Poodle yang biasa berkostum hitam mengenakan kostum putih. Walau tak seputih salju, sepertinya dia dan Cane harus mengaku kalah. Mau tak mau dia dan Cane harus tetap menerima target rencana Golden yang tidak berubah sekalipun caranya sedikit berubah.

Namun, mengapa Musa yang sering marah kepada bangsa yang tegar tengkuk bisa disebut lembut hati hingga dibela Tuhan? Menurut Om Google, lembut hati bukan berarti tidak bisa marah. Lembut hati berarti tidak membalas ketika difitnah atau disakiti atau disalahpahami. Ketika Miryam dan Harun memberontak, Tuhan membela Musa. Ketika Korah, Datan, dan Abiram memberontak, Musa juga dibela oleh Tuhan.

Tuhan yang sama juga membela Golden ketika pasangan ular memberontak terhadapnya. Sekalipun mereka dilindungi oleh Cane, Golden tak peduli. Sekalipun posisi Cane lebih tinggi daripada posisinya, Golden yakin kuasa doa akan selalu lebih besar daripada kuasa manusia. Mereka bukan musuh pertama dalam hidupnya. Sebelumnya juga ada ular lain yang memberontak terhadapnya.

Mereka memberontak karena dirasuki oleh roh kemalasan, roh keangkuhan, dan roh keserakahan. Karena menyadari hal ini, Golden tidak membalas ketika mereka menyebarkan rumor tentang dirinya. Bahkan, dia masih memberi mereka kesempatan untuk memperbaiki diri.

Jika mengikuti cara Cane yang diwakili oleh Poodle, Golden akan terlihat jahat di mata mereka karena caranya terasa kejam. Namun, Golden tak peduli dengan nama baiknya di mata manusia karena dia mengenal pemegang otoritas tertinggi di bumi dan sorga.

Ternyata Tuhan bukan hanya menghancurkan rencana ular, Dia pun menggagalkan target rencana Cane dan Poodle pula. Sebagaimana Dia membela Musa, Dia pun membela Golden. Padahal, Golden juga sering marah kepada mereka yang waterproof saat mendapat siraman rohani…. xixixi…

SERUKAN NAMA-NYA
Tuhanku Maha Besar, Tuhanku Maha Kuasa, Raja segala Raja. Dia tak 'kan tergoyahkan, Dia tak 'kan terkalahkan, Dia hidup dan berkuasa.
Chorus: Serukan nama-Nya Yesus Tuhan Raja. Segala kuasa tunduk dalam nama-Nya. Dia luar biasa perkasa mulia. Yesus Nama di atas s'gala nama.

Kumenang Bersama Yesus

Divine Excellence
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 1 Nov 2026

"How great is our God, sing with me how great is our God and all will see how great, how great is our God."

Setelah Golden mengalah kepada Poodle karena interupsi Raja Damai, diam-diam dia tetap berdoa. Dia berdoa agar para ular pergi sendiri, terutama ular betina yang sudah terinfeksi racun. Lalu tiga hari sebelum hari yang ditargetkan oleh Golden, sekalipun belum ada bukti, dia memberitahu dua muslimah pendukungnya perihal target Golden yang tetap sesuai rencana.

Keesokan harinya Golden baru memberitahu Poodle sambil menyodorkan bukti autentik.
Golden, "Hal ini tetap sesuai rencanaku."
Poodle, "Memangnya ular betina telah menemukan sarang baru?"
Golden, "Dia bilang begitu."
Poodle, "Jadi, dia mau keluar dengan sendirinya?"
Golden, "Ya."
Sebenarnya sih dipaksa lewat doa, tetapi tiada bukti dan saksi yang bisa menunjukkan hal ini. Jadi, Golden merasa tak perlu menjelaskan apapun kepada Poodle.

Dulu beberapa hewan berkata, "Setiap hewan yang melawan Golden pasti kalah dan pergi sendiri, padahal semua terjadi karena kebetulan." Bagi orang yang tidak mengenal Tuhan dengan baik, semuanya terlihat penuh kebetulan. Namun, bagi orang yang berdoa, tidak ada kebetulan.

Di balik semua kebetulan itu, ada doa yang tak henti dipanjatkan dan ada pujian penyembahan yang terus dilantunkan walau tak selalu dengan suara merdu. Pada saat bersamaan ada serangan iblis yang dipatahkan oleh bala tentara surga.

Ketika peperangan roh itu terjadi, siapa yang bisa melihatnya dengan indera jasmani? Tidak ada. Hanya iman yang bisa melihatnya. Namun, film Wake Up and Pray (Bangun dan Berdoa) bisa sedikit memberikan gambaran tentang peperangan di alam roh yang begitu nyata.

Nah, tadi di akhir ibadah istri gembala mengatakan bahwa dia ingin seperti gembala yang bisa berlutut untuk berdoa, tetapi dia tidak kuat. Pikir Golden, "Sama." Sejak kecil Golden tak pernah kuat berlutut lama. Ketika harus tinggal di asrama Katolik, baik pagi maupun malam, dia harus selalu berdoa dengan berlutut bersama dengan para domba dan gembala.

Dia pun mengganjal lututnya dengan sandal jepit agar tidak sakit. Namun, tetap saja sakit jika harus berdoa rosario secara utuh. Maka, dia sering memilih posisi doa yang tidak terlihat oleh gembala supaya dia bisa berlutut sambil duduk di atas kaki belakangnya.

Nah, ketika Gembala Agung memintanya pindah ke gereja Kristen, dia merasa lega karena tidak wajib berlutut lagi... xixixi... Sejak saat itu, hingga kini Golden jarang berdoa dengan berlutut. Meskipun demikian, Gembala Agung tetap mau menjawab doanya.

Yakobus 5:16b (TB) Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

HOW GREAT is OUR GOD
Verse 1: The splendor of the King, clothed in majesty. Let all the earth rejoice, all the earth rejoice. He wraps Himself in light, and darkness tries to hide and trembles at His voice, trembles at His voice.
Chorus: How great is our God, sing with me How great is our God, all will see How great, how great is our God.
Verse 2: Age to age He stands, and time is in His hands. Beginning and the end, beginning and the end. The Godhead, three in one Father, Spirit, Son. The Lion and the Lamb, the Lion and the Lamb
Bridge: Name above all names Worthy of all praise. My heart will sing How great is our God.

Kumenang di dalam Peperangan