Sunday, March 8, 2026

Khotbah bu Debby Basjir

Kopi untuk Tuhan
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 8 Maret 2026

Suatu hari papa membeli kopi jamur lingzhi yang diproduksi di Taiwan, tetapi dijual secara MLM hingga ke Indonesia. Penjual keliling di Indonesia mengatakan bahwa kopi itu bisa menurunkan kolesterol, tetapi aku dan mama tidak yakin, terutama karena harganya mahal. Lantas mama pun melarang papa makan babi agar kolesterolnya tidak bertambah-tambah.

Nah, dalam salah satu khotbahnya di YouTube bu Debby justru bercanda, "Kolesterol itu tidak ada di meja makan. Jadi, kalau suami mau makan, jangan dilarang. Kolesterol hanya ada di laboratorium. Ada putra mahkota yang selalu menakar jumlah kalorinya dan rajin check up hingga tidak ada kolesterol. Lalu suatu hari dia pergi ke Cina sambil membawa sedikit uang, yaitu Rp5 miliar. Eh, dia mati di sana karena ditabrak bus. Jadi, hidup mati tidak ditentukan oleh kolesterol."

Kemudian aku tidur. Tiba-tiba aku sudah berada di dalam pusat perbelanjaan yang selalu terang benderang karena lampunya. Aku melihat anak Pak Tani berkaos putih sedang berpatroli bersama pasukannya yang berkaos abu-abu semua. Dia berada di barisan paling depan dengan diapit oleh 2 pria di kanan dan 2 pria di kiri. Di belakangnya juga ada pria-pria lain yang berjajar rapi dalam barisan sepanjang satu meter.

Ketika semua tampak aman, dari arah berlawanan muncullah seorang pria tinggi kurus dengan wajah menyeramkan. Dia berlari mendekati pasukan tersebut. Seketika satu pasukan itu langsung berbalik arah dan lari tunggang langgang dengan tetap menjaga formasi barisan.

Dari lantai yang ada di seberang mereka, aku hanya melihat mereka berlari. Namun, seketika aku teringat sesuatu dan ikut berlari menuju ke kamarku. Aku langsung membayangkan setan itu sedang berlari di belakangku. Lalu sambil berlari aku melemparkan beberapa butir bawang putih ke arahnya, seperti Timun Mas yang melemparkan biji timun ketika dikejar Buto Ijo.

Nah, setiba di kamarku yang gelap, langsung saja pintu kututup rapat. Kemudian aku langsung bertanya kepada mama, "Ma, bisakah setan dilawan dengan bawang putih?"

Eh, seketika aku keluar dari alam mimpi. Ketika membuka aplikasi salah satu toko online, tiba-tiba kulihat kapsul bawang putih yang diklaim bisa mengatasi kolesterol. Lalu aku berkata, "Ma, katanya bawang putih bisa untuk kolesterol. Ini ada yang jual kapsulnya." Papa segera menjawab, "Ya, dulu di Taiwan aku pernah minum kapsul minyak bawang putih."

Jawabku, "Ini juga kapsul minyak bawang putih, tetapi buatan Indonesia. Ini pasti lebih murah daripada buatan Taiwan." Ya ampun, kenapa mimpiku seperti iklan Thailand? Pesannya benar-benar di luar nurul. Mimpi lihat orang Taiwan dan satu pasukannya dikejar setan. Eh, ternyata kapsul minyak bawang putih bisa mengatasi kolesterol yang seperti setan... wkwwkw...

Namun, pertanyaanku belum terjawab, "Apakah setan bisa dilawan dengan bawang putih?" Setahuku sih setan hanya bisa dilawan dengan kuasa darah dan nama Yesus.

Andaikata bawang putih bisa membuat para manipulator Taiwan jadi jujur, tentulah aku akan menaburi mereka dengan bubuk bawang putih atau meminyaki mereka dengan minyak bawang putih. Sayangnya, mereka begitu karena kedagingan, yaitu kepentingan diri sendiri. Huff...

ALLAH SUMBER KUATKU
Hanya Kau milikku di surga. Tiada yang ku ingini di bumi, hanya Kau. Tak kuandalkan kekuatanku. Namun, yang pasti Kau tetap selamanya.
Reff: Allah sumber kuatku. Allah sumber kuatku. Allah sumber kuatku dan bagianku selamanya.

Kopi untuk Tuhan

Mendengarkan Khotbah
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 8 Maret 2026

Lalu kudengar video khotbah bu Debby di YouTube tentang kopi untuk Tuhan yang tadi juga diceritakan di gereja. Karena sedang kesal dengan orang-orang Taiwan manipulatif, aku hanya membatin, "Tuhan tidak mungkin memintaku untuk membantu pemalas yang manipulatif karena Tuhan rajin dan jujur."

Maka, beberapa hari kemudian aku menulis di grup orang Taiwan itu dengan huruf mandarin, "Mulai tanggal sekian tugas tersebut akan ditangani oleh tim manipulator sendiri. Terima kasih." Lalu aku langsung meninggalkan grup tersebut tanpa menunggu tanggapan mereka.

Sebelumnya aku sudah berkata kepada anak Pak Tani dalam huruf mandarin yang dibantu oleh AI,
“* Dulu kamu marah ketika ditipu oleh orang Indonesia, tetapi sekarang malah memuji-muji orang yang sebangsa denganmu padahal dia tuh gurunya penipu dari Indonesia itu.
* Dulu kamu bilang akan berbuat A jika terjadi A, tetapi kamu justru berbuat sebaliknya. Kamu sungguh tidak manusiawi.
* Aku tidak memahami jalan pikiranmu. Mengapa kamu melakukan semua itu? Apa kamu memang rasis dan diskriminatif? Apa kamu ingin menghalalkan segala cara untuk memenangkan persaingan? Apa kamu ingin lari dari kenyataan? Apapun alasanmu, mengapa kamu harus melibatkanku?

Namun, dia tidak menanggapiku dan hanya meneruskan semua pesanku kepada guru si penipu. Lantas gurunya penipu membagikan pesanku pula kepada semua anggota tim pendukungnya. Ah, jika begitu, aku juga tidak akan bertanya lagi. Diam tak selalu emas. Jika dia diam, berarti dia tidak dapat menyangkal pernyataanku karena memang benar begitu.

Jadi, kuputuskan sendiri untuk meninggalkan tugas-tugas tak bermutu itu. Cukuplah kusampaikan pemberitahuan kepada mereka. Terserah saja jika mereka mau menyulap angka-angka itu. Mau 5 jadi 4 atau berapa pun, terserah. Aku tidak mau tahu lagi karena sudah berulang kali aku membersihkan lahannya dari penipu. Namun, berulang kali pula dia membawa penipu baru. Memang dia cocoknya ditipu karena dia juga berjiwa penipu.

Beberapa penipu yang telah keluar dari lahannya, antara lain:
* Wanita Indonesia yang memalsukan tanda tangan pimpinan dan didukung preman setempat. Setelah wanita ini dikeluarkan, preman pelindungnya juga mati kena serangan darah tinggi.
* Pria Cina yang manis di depannya dan membuat banyak orang susah di belakangnya. Akhirnya dia dikeluarkan karena dianggap tidak sopan kepada atasan. Padahal, sebenarnya dia dikeluarkan karena hasil laboratorium menyatakan bahwa ada tumor di dalam paru-parunya. Karena pelit, mereka tidak akan mau membiayai pengobatannya.
* Pria Indonesia yang malas, tetapi pintar berdiplomasi. Akhirnya dia dikeluarkan karena ada preman setempat yang melaporkan dia. Ah, kalau preman yang bicara, barulah anak Pak Tani mau mendengarkan.
* Pria Indonesia yang malas, tetapi pintar mempromosikan diri dan melayani di gereja besar. Akhirnya putus kontrak dengan alasan efisiensi.
* Pria Indonesia yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan proyek dan rajin ke gereja untuk menemukan mangsa baru. Akhirnya mengalami kesulitan arus kas dan putus kontak dengannya karena kerugian diikhlaskan.
* Pria Indonesia yang malas, tetapi pintar bahasa Mandarin, rajin melayani di gereja kecil, dan ahli dalam playing victim. Akhirnya kabur sendiri karena overthinking dan dikejar penagih hutang.

Eh, sekarang malah bawa pria penipu dari Taiwan. Siapa yang tidak bosan jika diberi persoalan yang sama secara berulang-ulang? Kenapa ada orang yang tidak pernah belajar dari kesalahannya? Bete toh. Siapa yang tidak bosan mengurusi penipu? Anak Pak Tani tuh suka memberi masalah, tetapi tidak pernah memberikan solusi. Dari dulu dia selalu lempar batu lalu sembunyi tangan. Dia memang cocoknya ditipu terus dan tidak akan pernah cocok denganku.

Mendengarkan Khotbah

Lakukan untuk Tuhan
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 8 Maret 2026

Setelah membagikan link video Pdt. Rubin Adi terkait Eskalasi Geopolitik dan Akhir Zaman melalui status WA, seorang teman muslim bertanya, "Apa yang harus dilakukan jika sampai terjadi perang?"
Jawabku, "Pasrah saja kepada Tuhan."
Balasnya, "Anakku masih kecil. Kalau mati ya apa? Masuk Surga?"

Timpalku, "Ya, masuk surga kalau sudah bertobat. Trus kamu mau gimana? Sembunyi di bunker? Percuma. Bunker pun bisa diserang. Lagipula di sini tidak ada bunker. Kalau menurut iman Kristen, kendalikan hal-hal yang bisa dikendalikan saja. Untuk hal-hal yang tidak bisa dikendalikan, serahkan kepada Tuhan. Biar Dia yang urus."

Mazmur 37:5 (TB) Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;

Nah, ini dia ayat perjamuan kudus hari ini. Jadi, memang tidak ada solusi lain selain berserah kepada Tuhan. Ini pun ada lagu populernya.

DENGAN MENYEBUT NAMA ALLAH
Dengan menyebut nama Allah jalani hidupmu. Yakinkan niatmu. Jangan pernah ragu.
Dengan menyebut nama Allah bulatkan tekadmu, menempuh nasibmu kemanapun menuju.
Reff: Serahkanlah hidup dan matimu. Serahkanlah pada Allah semata. Serahkanlah duka gembiramu agar damai senantiasa hidupmu.


Jumat kemarin terjadi hujan angin hingga mengakibatkan beberapa tiang listrik tumbang. Alhasil, aku baru tiba di rumah setelah menghabiskan waktu empat jam perjalanan. Dalam situasi yang menjengkelkan ini temanku menelepon dengan penuh kekesalan. Dia bercerita panjang lebar kali tinggi tentang atasannya yang suka memanipulasi data. Jumlah 5 ditulis 4 dan semacam itu.

Sebagai keponakan bos, dia ingin membantu bosnya membongkar kebusukan wanita itu. Namun, dia tidak bisa komputer sedangkan lawannya bisa komputer. Dia berkata, "Lawannya tidak seimbang."
Kataku, "Berdoa saja dan nanti Tuhan sendiri yang bereskan, seperti perang Gideon."
Tanyanya, "Siapa Gideon?"

"Ya ampun. Itu ada di Alkitab. Bacalah Alkitabmu. Dia itu pahlawan iman dengan 300 orang. Dia berperang dengan cara Tuhan. Setelah dia menyalakan obor dan menabuh semacam kentongan, musuhnya berperang sendiri. Yosafat juga begitu. Ketika Yosafat memuji Tuhan, sesama musuh saling perang sendiri dan dia tinggal menjarah."

Ah, banyak orang Kristen dan Katolik tidak mau membaca Alkitab. Lalu saat ada masalah, cari orang. Bagaimana jika kukatakan bahwa Gideon adalah pahlawanku? Hahaha... mungkin dia akan percaya. Dia tidak tahu bahwa orang yang dicurhatinya tuh juga sedang terjebak di dalam mobil yang tidak bergerak selama berjam-jam karena tiang listrik tak kunjung diperbaiki.

Bahkan, dia juga tidak tahu bahwa orang yang dicurhatinya juga terjebak dengan masalah yang sama dengannya, yaitu berurusan dengan para manipulator. Dia berkata, "Kamu ini pintar komputer. Pasti bisa melawan atasanku. Namun, aku ini tidak pintar komputer, mana bisa aku melawan atasanku? Dia juga jauh lebih tua dariku."

Ah, iblis (bapanya para pendusta) tuh tidak bodoh. Jika dia mau melakukan serangan, dia akan menggunakan orang-orang yang lebih pintar daripada kita. Karena temanku tidak bisa komputer, dia harus menghadapi manipulator yang pintar komputer.

Sementara itu, aku yang tidak bisa berbahasa Mandarin justru harus berhadapan dengan para manipulator yang pintar Mandarin. Ini sebabnya kita tidak mungkin melawan tipu muslihat anak-anak iblis dengan kekuatan manusia. Kalau kita pintar dalam segala hal, pasti tidak perlu Tuhan. Namun, karena keterbatasan kita, tentu saja kita harus mencari Tuhan. Jadi, nanti kalau menang perang, kita bisa berkata, "Semua ini karena Tuhan dan bukan karena kepintaranku."

Lakukan untuk Tuhan - Ibu Debby Basjir

Iman Timbul dari Pendengaran
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 8 Maret 2026

Hidup kita harus berdampak positif bagi orang-orang di sekitar kita. Jika kehadiran kita tidak diharapkan, ini tandanya kehadiran kita tidak menjadi berkat. Istri jangan bertanya kepada suami, "Jika nanti aku mati, apa kamu akan menikah lagi? Jika menikah lagi, nanti di surga, kamu akan memilih dia atau aku? Ayo jawab dengan jujur." Suami mungkin akan menjawab, "Saya ke neraka saja. Jika di dunia sudah seperti neraka karena istri, masa ke surga mau diikuti pula?"

Setelah menikah bu Debby menikmati bulan madu. Namun, setelah madunya habis, tentu saja hanya tersisa lebah. Ketika dia harus mengasuh dua orang anak tanpa pembantu dan uang menipis, madu pun habis. Perubahan situasi bisa mengakibatkan orang murtad sekalipun sudah bertobat. Ketika suami minta dibuatkan kopi, bu Debby menjawab, "Buat saja sendiri. Kita sama-sama punya dua tangan dan dua kaki. Jangan sok memiliki karunia sebagai raja. Aku juga mau diratukan."

Lalu suami bertanya, "Gula dimana?" Jawabnya, "Ada di dalam kotak bertuliskan garam supaya tidak diketahui semut." Bukankah banyak suami seperti ini? Di HP nama Yanti ditulis Yanto dan nama Santi ditulis Santo agar istri tidak tahu jika suami selingkuh. Bertobatlah! Sekarang banyak wanita Indonesia enggan menikah seperti di luar negeri karena melihat banyak suami selingkuh. Jadi, pernikahan turun dan perceraian naik.

Kalau ingin menjadi ratu, menikahlah dengan raja dan jangan menikah dengan orang yang bersaldo tipis, kecuali kamu siap menjadi babunya. Namun, Tuhan berkata kepada bu Debby, "Lakukanlah segala sesuatu seperti untuk Tuhan."

Maka, bu Debby mulai membuatkan kopi untuk suaminya. Karena kopinya untuk Tuhan, tentu saja dia buat sebaik mungkin. Jika kopinya bukan untuk Tuhan, pasti sudah diberi sianida. Karena hal tersebut, suami bu Debby pun mulai berubah. Tumben. Dia mulai mau membantu pekerjaan rumah. Jadi, jangan saling menuntut dan pikullah salib.

Bagi yang masih merokok, bertobatlah dan berhenti merokok. Ada yang berkata, "Di Alkitab tidak ada ayat yang menyatakan bahwa kita harus berhenti merokok." Jawab bu Debby, "Coba saja merokok di pom bensin. Di sana saja Anda ditolak, apalagi di Surga."

Jangan mengatakan bahwa Anda tidak bisa berhenti merokok. Jika menggunakan kekuatan sendiri, tentu saja tidak bisa. Maka, gunakan kekuatan Tuhan. Beberapa orang bersaksi bahwa mereka langsung tidak ingin merokok setelah berdoa meminta bantuan Roh Kudus. Bertobatlah! Jika tidak bertobat, percuma bisa semua bahasa, termasuk bahasa malaikat. Tuhan hanya mau menerima mereka yang hidup seturut firman-Nya.

KARNA-MU
Bukan kar'na perbuatanku atau juga kebaikanku, tapi kar'na pengorbanan-Mu, aku dis'lamatkan.
Bukan dengan kekuatanku atau juga kehebatanku, tapi kar'na kuasa salib-Mu, aku dibebaskan.
Kuterkagum pada-Mu, O Rajaku. Menebusku dengan harga tertinggi dan 'Kau beri segalanya. Kau mengangkat derajatku 'tuk menjadi anak-Mu. Bapa, Kau Rajaku.
Segala yang baik ada kar'na-Mu. Mataku tertuju hanya pada-Mu. Segala yang baik ada kar'na-Mu. Mataku tertuju hanya pada-Mu. Segala yang baik ada kar'na-Mu. Mataku tertuju hanya pada-Mu.

Iman Timbul dari Pendengaran - Ibu Debby Basjir

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 8 Maret 2026

Akhir-akhir ini kita mendengar berbagai berita buruk tentang perang Iran dan Israel. Ada pula Jakarta, Serang, Banten. Ah, lain ya... ketiganya merupakan nama kota. Siapa yang siap menyambut kedatangan Tuhan? Siapa yang tidak siap menyambut kedatangan Tuhan? Jika tidak ada yang angkat tangan, silahkan angkat kaki... hehehe...

Setiap tahun bu Debby membawa rombongan ke Israel. Tahun ini dia juga akan membawa rombongan ke Israel, tetapi tidak bisa karena penerbangan ditunda oleh pihak maskapai. Pada 2024 lalu bu Debby juga menceritakan perjalanannya ke Israel dan cara mengatasi ketakutannya.

Kata bu Debby, "Jika belum waktunya mati, tentu tidak akan mati. Jika sudah waktunya mati, di kamar mandi pun bisa mati." Jadi, serahkanlah kekuatiranmu kepada Tuhan. Asalkan kita sudah bertobat, mau kiamat tahun depan atau kiamat besok, kita sudah siap.”

Namun, seperti kata pak Caleb, "Pertobatan harus dilakukan setiap hari." Jadi, bukan hanya bertobat sekali lalu terus berbuat dosa karena ada kasih karunia. Kita ini sudah diangkat sebagai anak, jika kembali berdosa, kita justru kembali menjadi budak.

Bayangkan kita mengadopsi seorang anak yang tampak kumuh di pinggir selokan. Lalu kita memandikan dia hingga bersih. Namun, keesokan harinya anak itu justru kembali kotor di tempatnya semula. Lantas kita membawanya lagi dan membersihkannya lagi. Jika terus menerus seperti ini, apa kita tidak bosan? Tentu lama kelamaan kita akan membiarkan anak itu kembali ke sana karena dia lebih suka kotor.

Sekalipun sudah bertobat, kita masih bisa murtad. Jika sampai murtad dan menghina Roh Kudus, tentu kita akan kehilangan keselamatan kekal, kecuali kita sudah bertobat sebelum dipanggil Tuhan.

Kita bisa murtad jika kehilangan iman. Iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan. Namun, jika kita sering mendengarkan berita buruk serta tidak pernah mendengarkan firman dan mendengarkan khotbah pak Caleb atau khotbah bu Debby di YouTube (jangan lupa subscribe), tentu saja iman kita akan menjadi lemah.

Ibrani 6:4-8 (TB)
4 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus,
5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,
6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.
7 Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah;
8 tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.

Lakukan untuk Tuhan

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.