Kesatuan Tubuh Kristus
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 2 Agustus 2026
Ada pemuda Katolik yang suka pindah-pindah gereja sehingga
tiap kali kutanya, dia tak pernah menyebutkan nama gerejanya. Katanya,
"Walaupun beda gereja, satu dunia gereja Katolik semua isi liturginya
sama, hanya berbeda isi khotbah dan bahasanya."
Hahaha... rupanya Tuhan telah mempersiapkanku untuk
hal seperti ini. Siapa sangka aku tidak berpindah-pindah gereja hingga
sekarang. Oh, tahu-tahu 12 tahun sudah terlewati. Padahal, awalnya semua terasa
berat dan beberapa kali ingin pindah gereja. Hal paling menyebalkan ketika
kujumpa saudara-saudara seimanku yang berubah rupa di marketplace. Di
gereja sih semuanya manis, tetapi di luar gereja, hanya kami dan Tuhan yang
tahu.
Jadi, aku tidak perlu menggurui pemuda itu dan hanya
perlu menceritakan kisahku. Kemarin aku bertanya kepadanya, "Besok
kamu mau ke gereja mana?"
Jawabnya, "Lihat nanti aku mau ke daerah mana dulu."
Dengan tertawa aku bertanya, "Masa pindah-pindah gereja seperti wisata
kuliner? Kamu ikut orang tuamu saja."
Lalu dia berpikir untuk melakukannya setelah aku bercerita
kepadanya bahwa dulunya aku juga mau pindah-pindah gereja. Namun, sekalipun
masih satu denominasi dan satu aliran, Yesus melarangku pindah-pindah gereja.
Karena firman dan rasa empati yang Tuhan berikan, akhirnya aku pun tetap bertahan di gereja yang sama. Padahal, titi yang dulu mengajakku ke gereja juga sudah tak mau ke gereja lagi setelah dia dikhianati tunangannya yang merupakan penari di gereja. Ehm... saat itu rasanya ingin bernyanyi, "Kisah sedih di hari itu, yang s’lalu menyiksanya. Kutakut ini dia bawa sampai mati..." Namun, dorongan Roh Penghibur membuatku tetap ke gereja yang sama.
ROH KUDUS, KAU HADIR DI SINI
Roh Kudus, Kau hadir di sini. Roh Kudus,
kumengasihi-Mu. Kau lembut, Kau manis. Kaulah penghiburku, penolongku diutus
Bapaku.
Kubuka hati untuk Roh-Mu, Tuhan. Kubuka hati menyembah-Mu, Yesus. Jamahlah
kami, penuhi kami dengan kuasa Allah Maha Tinggi.
Ada saja cara Tuhan untuk mempersiapkan transportasiku.
Ketika bemo makin langka, Dia beri aku kemampuan untuk menggaji sopir online hingga
teman-temanku hanya bisa geleng-geleng kepala. Ketika
sopir online mulai bertanya-tanya tentang gerejaku yang jauh, aku pun mulai bersaksi
pula.
Kemudian kuberitahu pemuda itu bahwa dulunya selama delapan
tahun di asrama, aku juga ke kapel yang sama. Saat itu aku tidak pernah pindah
gereja karena memang tidak ada pilihan lain. Alhasil, selama di sana kupunya
lagu favorit, "Semua Bunga Ikut
Bernyanyi." 😄
Amsal 27:17 (TB) Besi
menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.
Biasanya kita suka pindah gereja karena ingin menghindari
orang-orang yang mengecewakan kita. Maka, kuberikan ayat itu kepadanya dengan
pesan, "Kalau kabur dari mereka, pasti bertemu lagi dengan mereka. Setelah
lulus, tidak perlu bertemu mereka lagi. 😄" Padahal, kadang kala
masih bisa bertemu mereka lagi loh. Namun, kalaupun bertemu lagi, pasti sudah
tidak ada masalah lagi. Lalu dia malah bertanya, "Setelah lulus itu
maksudnya apa? 🤣"
Kujawab singkat saja, "Lulus proses pembentukan, sudah beres semua urusan dengan mereka. Ini seperti ceritaku beberapa hari lalu tentang mantan bosku yang menahan gajiku atau mantan atasanku yang sempat menjadi batu sandungan. Setelah kuampuni mereka, tak kulihat mereka lagi karena mereka pindah ke GMS lain untuk mengikuti pendeta favorit mereka. Namun, aku hanya nge-fans sama Yesus, bukan pendeta."












