Sunday, September 6, 2026

Saksi Perubahan

Bercahaya Bukan Pilihan
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 6 Sept 2026

Setelah berulang kali gagal ajak-ajak orang Kristen ekstrovert untuk bercahaya. Beberapa waktu kemudian kucoba untuk mengajak seorang introvert yang kebetulan hari ulang tahunnya sama dengan Ps. Philip mantofa. Hari ultahnya mudah kuingat karena bulannya sama denganku.

Selain itu, angka awal dari tanggalnya juga sama denganku. Angka depan ini sering digunakan sebagai simbol jari tangan peace dan cheese. Kemudian angka belakang dari tanggalnya kadang kala digunakan sebagai simbol tangan pistol atau gerakan menembak. Sementara itu, tahun kelahirannya justru mengingatkanku pada kebaikan Tuhan di tengah krisis moneter karena dia dilahirkan pada tahun yang sama dengan runtuhnya orde baru.

Semula aku mau berkata kepadanya, "Kebetulan ultahmu sama dengan ko Philip. Tahukah kamu jika dulunya dia introvert sepertimu?" Namun, aku sendiri tidak kenal ko Philip versi jadoel. Maka, kugunakan kesaksian pribadiku yang tentu saja kukenal luar dalam. Hehehe... Karena pergumulanku sebagai saksi Kristus dimulai dari Roh Kudus yang mau mengambil alih Facebook (FB) pribadiku, aku pun mencari FB-nya. Hasilnya tepat sesuai dugaanku. Maka, kumulai ajakanku.

"Dulu FB-ku juga se-private FB-mu. Bahkan, aku jauh lebih pendiam daripada kamu yang sekarang. Karena amat pendiam, aku paling takut berurusan dengan orang-orang sanguin yang kebanyakan menjadi salesman. Karena hal itu, aku tidak berani ke toilet agar bisa menghindari mereka. Namun, akhirnya rasa takut berhasil kuhadapi bersama Roh Kudus. 😄

Kemudian Tuhan berkata, "kamu akan menjadi kepala dan bukan ekor, terus naik dan tidak turun", sebagai introvert, aku tidak mau lha. Namun, kamu lihat sekarang, tak ada yang bisa membatalkan rencana Tuhan, termasuk diriku sendiri. 🤭

Jadi, setelah mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus, aku sering dilatih sangkal diri dan pikul salib. Lalu tahu-tahu FB-ku tidak private lagi karena diambil alih oleh Roh Kudus. 😆

Roh Kudus tuh benar-benar penolong dan penghibur sejati. Jadi sering-seringlah berbincang dengan Dia.

ROH KUDUS, KAU HADIR DI SINI (https://youtu.be/viN8V3HJerc)
Roh Kudus, Kau hadir di sini. Roh Kudus, kumengasihi-Mu. Kau lembut, Kau manis. Kaulah penghiburku, penolongku diutus Bapaku.
Kubuka hati untuk Roh-Mu, Tuhan. Kubuka hati menyembah-Mu, Yesus. Jamahlah kami, penuhi kami dengan kuasa Allah Maha Tinggi."

Ya, begitulah ajakanku. Karena perubahan karakter adalah karya Roh Kudus, dia harus sering berbincang dengan Roh Kudus dulu. Namun, kelihatannya dia tipe charming diplomat. Ini berarti dia takut ditolak dan menghindari konflik. Oleh sebab ini, ketika kutemukan penyimpangan yang berpotensi konflik, aku tidak mengajaknya untuk membantuku.

Seperti biasanya, justru aku meminta bantuan dari orang-orang non-Kristen karena selama ini merekalah yang justru berani bercahaya bersamaku. Namun, kali ini terjadi hal tak terduga. Si Katolik introvert itu tiba-tiba turut melibatkan dirinya untuk membantuku. Inikah yang disebut berani karena kasih? xixixi...

1 Yohanes 4:18 (TB) Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Padahal, beberapa hari sebelumnya aku telah mengomeli dia ketika dia melakukan kesalahan. Namun, sebelumnya dia sudah kuberitahu bahwa aku ini tipe the perfectionist. Jadi, seharusnya dia tidak terlalu terkejut jika aku langsung menegurnya tanpa basa-basi. Jika tidak suka, aku pasti langsung bilang tidak suka. Namun, jika suka, aku akan diam dan menahan diri agar bisa menganalisa segala sesuatunya... hahaha...

Amsal 28:23 (TB) Siapa menegur orang akan kemudian lebih disayangi dari pada orang yang menjilat. 😄

HARI INI KURASA BAHAGIA
Hari ini kurasa bahagia Berkumpul bersama saudara seiman. Tuhan Yesus mempersatukan kita, Tanpa memandang di antara kita.
Bergandengan tangan dalam kasih, Dalam satu hati. Berjalan dalam terang kasih Tuhan. Kau sahabatku, kau saudaraku. Tiada yang dapat memisahkan kita.

Bercahaya Bukan Pilihan

Bercahaya untuk Bersaksi
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 6 Sept 2026

Beberapa hari lalu aku melihat postingan Instagram dari orang tak dikenal yang berbunyi, "Tidak perlu bersinar biar kelihatan. Ingat, kamu itu manusia, bukan kunang-kunang yang pantatnya bisa kelap-kelip." Sebagai introvert yang tak ingin terlihat, aku pun setuju dengannya. Namun, seketika itu juga aku ditegur oleh Roh Kudus. Tiba-tiba kuingat ayat andalan-Nya yang dulu terasa mendebarkan saat kulakukan untuk pertama kalinya.

Matius 5:14 (TB) Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Astaga. Itu loh hanya bercanda, tetapi langsung ditanggapi dengan serius. Namun, di balik candaan, ada benarnya juga sih... xixixi... Tiap kali kumau bersembunyi di bawah gantang, selalu saja teringat ayat tersebut. Bercahaya tuh enak kalau tidak sendirian. Bercahaya sendiri tuh terlihat berbeda sehingga rasanya seperti angler fish yang cari mangsa karena tidak bisa menyatu dengan lingkungan yang gelap.

Bercahaya sendiri tuh juga seperti matahari dan bulan yang terlihat sangat menonjol. Para ekstrovert pasti suka menjadi cahaya yang seperti ini. Namun, aku lebih suka bercahaya seperti bintang karena seterang-terangnya bintang, masih ada bintang-bintang lain yang sama terangnya.

Di antara bintang-bintang di langit, manakah bintang yang paling terang? Jika dilihat dengan mata biasa, semuanya terlihat sama-sama kecil dengan kapasitas cahaya yang sama. Nah, aku lebih suka bercahaya seperti ini karena aku tak akan terlihat jauh berbeda dari bintang terang yang lain.

Maka dari itu, aku suka ajak-ajak sesama Kristen untuk bercahaya. Namun, seringkali aku ditolak karena mereka takut kehilangan kenyamanan dunia sehingga mereka lebih suka cari aman. Pada akhirnya, aku harus sering-sering terlihat bercahaya sendiri alias aneh di mata dunia... hahaha... Orang dunia berpikir bahwa aku rugi karena tidak menyukai hal-hal tidak kudus seperti yang mereka lakukan, tetapi aku justru merasa damai.

BAGAIKAN BINTANG-BINTANG (Sari Simorangkir)
Verse 1: Kumau hidup seturut kehendak-Mu, Mengerjakan kes'lamatan yang telah Kau beri. Biarlah hidupku menjadi jawaban bagi setiap orang yang membutuhkan.
Chorus: Kumau bercahaya bagaikan bintang-bintang. Di tengah kegelapan terpancar terang kasih Tuhan. Kumau bercahaya bermegah dalam Dia, Menyaksikan kemurahan Tuhan, Menc'ritakan perbuatan Tuhan. Kurindu hidup s'lalu bercahaya dalam kemuliaan-Nya.
Verse 2: Setiap harga yang harus kubayar telah menjadikan aku dewasa dalam-Mu. Berikanlah hati-Mu di dalamku agar hidupku hanya untuk memuliakan-Mu.
Bridge: Menjadi alat-Mu itu rindu-Mu padaku. Firman-Mu yang menjagaku. Berikanku kuasa 'tuk genapi rencana-Mu sampai bumi ini penuh kemuliaan-Mu.

Bercahaya untuk Bersaksi - Ps. Robert Tedjasukmana

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 6 Sept 2026

Siapa suka memancing? Apa yang suka kalian pancing? Pastinya jangan suka memancing emosi atau kemarahan. Biasanya kita memancing ikan. Nah, di laut yang sangat dalam hiduplah ikan yang memiliki cahaya, yaitu angler fish.

Cahayanya digunakan untuk memancing ikan-ikan kecil. Karena di kedalaman laut sangat gelap, ikan-ikan kecil akan tertarik untuk menghampirinya karena mengira ada temannya. Namun, pada saat mereka mendekat, angler fish akan memangsanya.

Jika cahaya kita digunakan untuk memangsa orang lain, orang-orang dunia akan berkata, "Orang Kristen kok begitu?" Ini karena mereka telah mengetahui beberapa standar kekristenan. Sebagai Kristen, harusnya kita makin serupa dengan Kristus.

Siapa yang telah merasakan perubahan karakter jika dibandingkan tahun lalu? Mungkin sekarang jadi lebih sabar. Tuhan Yesus tidak berubah, baik dulu, sekarang, maupun selamanya. Namun, kita harus mau berubah agar menjadi saksi Kristus dalam perkataan dan perbuatan.

Seperti angler fish, kita pun memiliki cahaya, tetapi cahaya kita bukan untuk memangsa sesama. Kita harus bercahaya sebagai saksi Kristus yang memancarkan terang di tengah kegelapan dunia.

Bercahaya untuk Bersaksi dilakukan dengan cara:

1. Terhubung dengan Sumber Terang. Kita bisa terhubung dengan-Nya melalui doa pribadi, penyembahan yang benar, serta merenungkan dan melakukan firman. Kita tidak bisa bercahaya jika kita tidak mendekat kepada sumber terang. Maka dari itu, kita harus sering berdoa dan menyembah. Jika hanya menghafal lirik lagu atau bersenandung ketika ingat lagu tertentu, ini belum tentu penyembahan. Ketika fokus kepada Tuhan, inilah penyembahan.

2. Bersekutu dengan Sesama Terang. Hal ini bisa dilakukan dengan mengadakan mezbah doa bersama keluarga, mengikuti connect group (CG), serta memilih pasangan yang seimbang dan seiman. Suami istri bisa bergandengan tangan untuk berdoa bersama setiap hari. Jika sudah punya anak, suami istri dan anak bisa bergandengan tangan dalam doa bersama.

Selanjutnya, bisa bergabung dalam CG bersama saudara seiman lainnya. Jika ada masalah, bisa meminta bantuan ketua CG untuk mendoakan dan mengarahkan. Jangan jadikan CG sebagai syarat untuk pelayanan karena ada beberapa yang terpaksa ikut CG agar bisa melayani di gereja. Bagi yang masih single, pilihlah pasangan yang sama-sama berada di dalam terang.

2 Korintus 6:14 (TB) Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

3. Mengasihi Saudara Seiman. Hal ini ditunjukkan dengan memelihara hubungan baik, saling mengampuni, dan tidak saling membenci/ dendam.

1 Yohanes 2:9-10 (TB) Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.

Kesalahpahaman atau konflik bisa terjadi. Namun, tidak wajar jika kita membenci sesama saudara yang sama-sama telah hidup di dalam terang. Sebagai sesama orang yang percaya kepada Yesus, seharusnya kita saling mengampuni.

HIDUP dalam KASIH – GMS (Album: Indonesia di Hatiku)
Hidup dalam kasih, dalam harmoni, itulah cara kami menyembah-Mu. Kami angkat tangan dalam satu hati. Kami menyembah-Mu tinggikan nama-Mu.
Reff: S'bab Engkaulah Tuhan kami. Kami ini milik-Mu. Tenggelamkan kami semua dalam kasih yang abadi.

Bercahaya Bukan Pilihan

Sunday, August 30, 2026

Melawan Tipu Muslihat Iblis

Kamu Kenal Tetanggamu?
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 30 Agustus 2026

Tips dan Trik untuk Mencegah Iri Hati di dalam Persaudaraan atau Keluarga (terutama buat anak sulung):

1. Gunakan Hak Kesulungan untuk Mengutamakan Saudara. Jika selera saudara berbeda dengan selera kita, mungkin jauh lebih mudah karena biasanya tidak akan berebut. Namun, jika seleranya sama, biasakan mengalah hingga tak ada yang dapat mengalahkanmu.

Contoh sederhana: Setiap kali menerima makanan atau hadiah, mintalah saudara kita untuk memilih terlebih dahulu. Biarkan mereka mengambil bagian yang terbaik, seperti Abraham mengizinkan Lot untuk memilih lebih dulu.

Kejadian 13:8-9 (TB) Maka berkatalah Abram kepada Lot: "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat. Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri."

Jika kalian membaca kelanjutan kisah Abraham dan Lot, kalian akan melihat bahwa Abraham tidak rugi sekalipun hanya menerima sisa pilihan Lot. Hal yang sama juga bisa kita alami karena bersama Tuhan tempat gersang pun bisa menjadi mata air yang berkelimpahan.

Mazmur 84:6-8 (TB) Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah! Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.

2. Utamakan Kewajiban di Atas Hak. Jika saudara kita hanya mau menerima hak sebagai anak, tanpa mau mengemban kewajiban sebagai anak, terima saja kewajiban tersebut. Biarkan mereka menikmati hak mereka karena anak sulung tuh senasib dengan Yusuf yang mendapat kelebihan sebuah punggung gunung.

Kejadian 48:22 (TB) Dan sekarang aku memberikan kepadamu sebagai kelebihanmu dari pada saudara-saudaramu, suatu punggung gunung yang kurebut dengan pedang dan panahku dari tangan orang Amori."

Sebenarnya Yusuf bukan anak sulung, tetapi dia mau mengemban kewajiban sebagai anak sulung. Lantas Tuhan sendiri yang menyediakan semua yang dibutuhkannya hingga berkelimpahan. Hal yang sama juga bisa kita alami dengan caranya yang ajaib. Namun, kita harus berdoa dengan iman saat melihat jalan buntu atau diserang kekuatiran. Jika tidak, kita akan dikalahkan oleh iblis.

3. Yakinlah Kekuatan Anak Sulung Lebih Besar Daripada Anak Lain. Tuhan tidak akan memberikan tanggung jawab besar kepada anak yang lemah. Kekuatan ini bisa digunakan untuk melindungi dan mengarahkan mereka yang lemah, termasuk mereka yang mudah kuatir.

Roma 15:1-2 (TB) Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.

4. Senantiasa Bersyukur Dalam Segala Keadaan, baik atau tidak baik waktunya. Rasa syukur membuat segala yang berat terasa ringan. Mujizat 5 roti dan 2 ikan pun diawali dengan ucapan syukur. Kita bisa selalu bersyukur karena kita punya Tuhan yang luar biasa. Jadi, tidak perlu membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan saudara kita. Ojo dibanding-bandingke, nikmati wae. (Jangan dibanding-bandingkan, nikmati saja.)

Kolose 3:14-15 (TB) Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.

Pada akhirnya, beberapa orang seringkali salah paham terhadapku. Mereka pikir akulah si bungsu, padahal akulah si sulung. Karena bedanya 14 tahun, mereka pun hanya bisa terpana dan nyaris tak percaya. Hahaha... maaf ya... siapa bilang si sulung harus terlihat lebih tua daripada si bungsu? Kewajiban boleh menumpuk di pundak si sulung, tetapi rasa syukur harus makin bertambah biar wajah tidak boros.

MUJIZAT dalam BERSYUKUR
Tangan Tuhan tak kurang panjang untuk s’lalu menolong hidupku. Telinga-Nya tak kurang tajam untuk mendengar seruan hatiku.
Ada mujizat dalam bersyukur. Engkau tempat perlindunganku, Tuhan. Imanku tetap teguh dalam-Mu. Kumenang, kumenang bersama-Mu.
Haleluyah, Haleluyah, Haleluyah, Haleluyah. Haleluyah, Haleluyah, Haleluyah, Haleluyah.

Kamu Kenal Tetanggamu?

Berdiri Teguh
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 30 Agustus 2026

Suatu hari tiba-tiba aku ingin tahu alamat raja kecil. Ketika kubaca alamatnya, aku merasa tidak asing. Seketika kubuka phone book. Benar saja. Rumahnya tak jauh dari rumah mantan bosku. Namun, setahuku dia tidak tinggal di sana. Jadi, kuputuskan untuk konfirmasi.

Tanyaku, "Kamu kenal tetanggamu yang tinggal di nomer sekian?" Lalu dia menanyakan namanya dan kusebutkan nama-namanya. Bahkan, fotonya pun kusertakan. Namun, dia mengatakan bahwa dia tidak pernah melihat mereka. Kataku kepadanya, "Mungkin kamu sudah lupa, kecuali kamu masih tinggal di sana."

Lantas kukirim pesan kepada temanku yang masih menjadi karyawan mantan bosku itu, "Ce, bos masih tinggal di sana atau sudah pindah? Temanku yang tinggal tak jauh darinya tidak pernah melihatnya. Pssst... jangan bilang dia loh kalau aku nanya-nanya." Cece itu tertawa lalu memberitahuku bahwa rumahnya sedang direnovasi sehingga untuk sementara waktu dia sewa apartemen.

Sementara itu, raja kecil berkata, "Nanti kutanyakan kepada orang rumah." Lalu dia menanyakan hubungan kami dan kujelaskan bahwa mereka adalah mantan bosku. Lantas kuminta dia untuk tidak memberitahu mereka perihal keberadaanku jika dia mengenalnya. Kataku kepadanya, "Apa rumahmu itu sudah dijual? Jika sudah lama dijual, mungkin sudah lupa."

Dia pun memberitahuku bahwa rumahnya belum dijual. Owh... kebetulan sekali. Tuhan mau buat apa lagi ini? Tak lama berselang dia memberitahuku bahwa omanya kenal dengan keluarga mantan bosku. Dia juga memberitahuku bahwa mantan bosku tidak sewa apartemen, tetapi sewa rumah kepada saudaranya di dekat jalan kembar.

Namun, mantan bosku juga tidak tahu jika dia menyewa rumah kepada saudaranya raja kecil karena rumahnya tidak menggunakan nama saudaranya. Hehehe... ketahuan bohongnya. Ternyata sampai sekarang gengsi mantan bos masih dipertahankan. Mungkin sewa rumah tuh memalukan dan jauh lebih keren jika sewa apartemen. Lantas kuberitahu cece tadi, "Ce, ternyata bosmu tidak sewa apartemen, tetapi sewa rumah di daerah sana pula."

Tanpa kuberitahu detailnya, dia pun hanya bisa tertawa. Kupikir cerita sudah selesai sampai di sini. Aku pun tidur nyenyak. Namun, pagi-pagi benar aku terbangun karena alam bawah sadarku mengingat jalan kembar. Nah, mantan bosku tuh kakak beradik yang hubungan persaudaraannya bagaikan saudara kembar Esau dan Yakub.

Maka dari itu, aku mengirim pesan lagi kepada raja kecil, "Kamu tahu kisah Esau dan Yakub? Jika belum, nanti bisa kamu baca di Kejadian 25-36. Ini contoh keluarga yang tidak patut ditiru. Nah, kisah tetanggamu itu mirip mereka. Beginilah sekilas kisahnya. Si sulung seperti Esau yang punya hak kesulungan, sedangkan si bungsu seperti Yakub yang ingin merebut hak kesulungan. Mereka saling iri."

Lantas kutambahkan pesan, "Selagi persaudaraan orang kaya diuji dengan harta, persaudaraan orang pas-pasan diuji dengan kekuatiran. Harta bisa membuat saudara menjadi serakah hingga halalkan segala cara. Kekuatiran bisa membuat saudara menjadi egois.

Namun, apapun ujiannya, bersama Tuhan kita pasti bisa menjadi lebih dari pemenang di sekolah kehidupan ini. 😄 aku sudah lama menang dengan ini. Hubungan kami sudah pulih. Jadi, kalau kamu punya masalah serupa, kamu pun bisa menang bersama Bapa di surga."

SEPANJANG HARI KUNIKMATI
Sepanjang hari kunikmati pertolongan dari Tuhan. Kurasakan kelimpahan berkat-Mu oh Tuhan.
S'gala jalan yang Kau tunjukkan membawa pada kehidupan. Kurasakan kasih Tuhan pulihkan jiwaku.
Kubersyukur s'bab Roh Kudus t'lah menuntun hidupku. Kucinta Kau Yesus Tuhan. Kucinta Kau Yesus Tuhan. Sungguh Kau s'galanya bagiku.

Ah, aku tidak tahu kenapa harus bersaksi kepadanya dan apa masalahnya. Hidupnya sih terlihat sempurna, tetapi mungkin di balik kesempurnaan itu ada luka yang tersembunyi. Biasanya aku hanya bersaksi kepada mereka yang lebih dulu curhat tentang masalah mereka (ekstrovert). Namun, kali ini berbeda. Aku justru bersaksi kepada sesama orang introvert.

Bagi kami, bercerita kepada orang asing bukanlah hal yang nyaman karena rasanya seperti kura-kura tak bercangkang. Kutanya hal umum perihal jumlah saudara dan posisinya sebagai sulung atau bungsu, dia tidak mau jawab. Alhasil, aku hanya bisa bersaksi sambil menebak-nebak masalahnya.

Meskipun demikian, aku tidak mau kepo. Jika dia tidak mau cerita, aku pun tidak akan memaksanya. Cukuplah dia mendengarkan ceritaku lalu merenungkannya siang dan malam. Hahaha... mungkin dia juga bingung bertemu introvert yang agak mirip ekstrovert. Jangankan dia. Aku juga heran... introvert kok begini? … wkwwk... "Mengapa ada banyak hal kebetulan untukku bersaksi kepadanya?"

KAMI DATANG PENUHI PANGGILAN-MU
Verse 1: Kami datang penuhi panggilan-Mu Tuhan dengan apa yang dapat kami b'rikan. Kami penuhi amanat agung-Mu menyelamatkan jiwa yang tersesat.
Verse 2: Kami datang penuhi panggilan-Mu Tuhan dengan apa yang dapat kami b'rikan. Kami penuhi amanat agung-Mu melayani yang lelah dan berbeban.
Chorus: Urapi kami Tuhan dengan kuasa Roh Suci. Berikan hati yang terbeban dan penuh Kasih Ilahi. Penuhi kami dengan kuasa dari tempat yang tertinggi dan teguhkan semua kesaksian.

Melawan Tipu Muslihat Iblis

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.