Sunday, May 31, 2026

Kata Kunci Pembuka Kesaksian

Curhat tentang Orang Tua
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 31 Mei 2026

2 Petrus 1:5 (TB) Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,

Karena penasaran dengan bos aneh yang tidak peduli dengan kata ‘tidak cocok’, aku pun terpaksa mempelajari beberapa ilmu psikologi untuk mencari tahu penyebab keanehannya. Mengapa dia harus berpura-pura cocok denganku padahal sudah jelas jika nilai-nilai kami tidak cocok?

Mengapa dia selalu baik, murah hati, dan penuh belas kasih kepada penipu, pembohong, dan pemalas, tetapi selalu menjadi raja tega nan pelit kepada orang jujur dan rajin? Hehehe... ini seperti cerita perkataan istri pak Johan tadi, "Mengapa kamu selalu baik kepada orang lain, tetapi tidak baik kepadaku?"

Kata chat gpt, "Biasanya karena penipu pandai mengambil hati orang lain lewat perkataannya, sedangkan orang jujur lebih suka bertindak daripada bicara dan hasil dari tindakan tidak langsung terlihat." Ah, aku tidak percaya ada orang sebodoh itu hingga rela ditipu berulang kali. Kemungkinan besar dia memiliki fixed mindset sehingga tidak pernah belajar dari kesalahannya. Padahal, jika dia mau belajar, dia bisa melihat wujud asli para lelembut itu... wkwwkw...

Mungkin pula karena bahasa kasihnya adalah words of affirmation (kata-kata penegasan) sehingga tiap kali mendengar perkataan manis bak gulali, dia langsung merasa terbang di awan-awan. Jadi, tanpa dicek kebenarannya, dia langsung percaya begitu saja.

Namun, aku lebih cocok dengan orang yang menggunakan bahasa kasih berupa acts of service (tindakan pelayanan). Jadi, sekalipun ada yang memberiku puisi seindah surga, aku tidak akan memercayainya sebelum dia menunjukkan tindakan nyatanya. Hahaha... dari sini makin terlihat jika mereka memang tidak cocok.

Meskipun demikian, aku hanya bisa menebak-nebak karena dia merupakan salah satu misteri di dunia yang aneh tetapi nyata. Aku pun teringat kepada salah satu lagu favorit masa kecilku, "Mengapa begini, mengapa begitu? Aku ingin tahu semua ini itu. ... Kini kutahu."

Hehehe... sekalipun aku bukan lagi anak kecil, rasa ingin tahuku masih seperti anak kecil loh. Maka, aku akan terus menerus mencari tahu motif tindakannya itu. "Mengapa begini, mengapa begitu? Aku ingin tahu semua ini itu.” Aku akan merobek setiap topeng yang ada di wajahnya hingga laguku berakhir dengan kalimat, ”Kini kutahu”.

Kemudian setelah libur Idul Fitri kemarin, aku pun mulai bersaksi kepada beberapa sopir gojek yang mengucapkan kata kunci "jauh". Agar aku tidak perlu mengulang-ulang cerita yang sama, kuketik panggilan awal kekristenanku di selembar kertas bolak balik berukuran setengah A4.

Kertasnya pun kulipat hingga seukuran saku baju. Maka, tiap kali ada yang menyebutkan kata kunci, "Kok jauh?", "Jauh ya...", “Jauh sekali”, atau semacam ini, aku akan memberinya kertas itu dengan pesan, "Gerejaku jauh karena ini. Silahkan dibaca di rumah."

Hehehe... daripada menyuapi orang-orang dengan cerita tentang Yesus, lebih baik kuberi kail untuk mengetahui ceritaku. Jika pak Johan kehabisan waktu ketika harus menceritakan semua kesaksiannya, aku pun bisa kehabisan energi jika harus mengulang-ulang cerita yang sama.

Jika mereka memang penasaran, minimal mereka harus mau sedikit usaha untuk membaca, meminta orang lain untuk membaca, mengunjungi blog ini, atau mencari tahu lebih banyak tentang Yesus, Roh Kudus, GMS, dan Philip Mantofa. Sama seperti pak Johan, aku juga tidak mempermasalahkan mereka akan mencari gereja yang warna merah atau hitam. Hal yang terpenting adalah niat hatinya harus sama-sama putih agar bisa berjumpa dengan Tuhan.

Matius 6:33 (TB) Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

MENGIKUT YESUS
Verse: S’mua kar’na anug’rah-Mu hari ini ada. Bukan kar’na kuatku namun kar’na Roh-Mu.
Pre Chorus: Kubawa hatiku, penyembahanku. Ku s’makin berkurang. Yesus s’makin bertambah.
Chorus: Mengikut Yesus, itulah kesukaan hatiku. Kulepas semua hakku untuk mengenal kehendak-Nya di hidupku. Mengiring Yesus, itulah kekuatan hidupku. Kuyakin anug’rah-Nya mampu jadikanku hamba yang berkenan s’lalu.

Curhat tentang Orang Tua

Saksi Kristus
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 31 Mei 2026

"Ternyata mamaku masih dendam terhadapku. Aku mendengar dia bercerita kepada sepupuku tentang perkataanku beberapa waktu lalu." Ucap seseorang.

"Mungkin kata-katamu memang menyakitkan dia." Ujarku.

Jawabnya, "Dia mengusirku dari rumah karena kubilang aku tidak cocok dengannya dan lebih cocok dengan papaku. Masa orang tua sampai mengusir anaknya? Padahal, aku sudah berbaik hati menjaga dan merawatnya."

Jawabku, "Salahmu sendiri. Kenapa kamu harus mengatakan hal itu kepadanya? Semua ibu di dunia ini pasti akan tersinggung jika anaknya mengatakan hal itu. Jika tidak percaya, silahkan saja bertanya kepada ibu-ibu lain."

Ujarku pula, "Dia telah merawatmu sebagai ibu tunggal sejak papamu meninggal. Kamu pikir menjadi ibu tunggal itu mudah? Sebaik-baiknya kamu, kamu tidak akan pernah bisa membalas kebaikannya. Lagipula papamu telah lama tiada. Kenapa masih membanding-bandingkan mereka? Harusnya kamu hargai yang masih hidup."

Kataku kesal karena curhatnya mengganggu acara liburanku, "Jika kamu bertukar posisi dengan cecemu, aku yakin kamu pun akan melakukan hal yang sama. Cecemu harus merawat tiga anak kembar dan suaminya. Seharusnya kamu bersyukur karena diberi kesempatan lebih banyak untuk berbakti kepada mamamu."

Lanjutku, "Jika kamu masih mengungkit-ungkit kebaikanmu terhadap mamamu, artinya kamu tidak ikhlas merawatnya. Lebih baik kamu tinggalin saja dia daripada terpaksa merawatnya hingga merasa dikorbankan dan iri kepada cecemu yang tidak bisa merawatnya." Ah, sebagai anak, kenapa dia bisa perhitungan begitu? Mungkin karena dia anak bungsu yang biasa dimanja.

Aku pernah membaca cerita tentang surat yang ditulis oleh seorang terpidana mati kepada ibunya. Di dalam surat itu si terpidana mati menulis bahwa seharusnya ibunya yang dihukum mati. Dia mengingatkan ibunya bahwa sejak kecil ibunya selalu membela dan melindunginya tiap kali dia melakukan kesalahan. Karena hal ini, dia terus menerus melakukan kesalahan dan makin lama makin jahat.

Surat itu ada benarnya agar orang tua tidak terlalu memanjakan anak hingga membelanya tiap kali salah. Namun, pria itu seharusnya juga belajar dari sumber-sumber lain sehingga tidak hanya menyalahkan ibunya atas semua kejahatan yang dilakukannya.

>> Memberikan semangkok nasi akan menciptakan hutang budi, tetapi memberikan sekarung beras akan menciptakan musuh. <<

Kemudian aku berkata kepadanya, "Kata tidak cocok seharusnya hanya diucapkan jika kamu memang ingin diusir karena kata-kata tersebut selalu kujadikan alasan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan." Sejak saat itu aku berusaha mengurangi intensitas percakapan dengannya agar dia punya waktu untuk introspeksi diri. Percuma dia curhat jika tujuannya hanya untuk mencari orang yang mau membenarkan dirinya.

Namun, di kemudian hari aku bertemu bos aneh yang tidak bisa dihadapi dengan kata kunci 'tidak cocok'. Karena keanehannya, aku pun penasaran seperti villain yang berhadapan dengan Kang Robin dalam film Wonderfools, "Siapa kamu? (Kenapa mantraku tidak mempan?"

1 Korintus 1:27 (TB) Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,

Terkadang Tuhan memang memilih orang yang bodoh seperti Kang Robin untuk memalukan orang berhikmat. Dia tidak menyadari bahwa dirinya sedang berhadapan dengan orang yang berniat jahat terhadapnya. Namun, Tuhan tidak mau kita tetap bodoh sehingga kita harus menambah pengetahuan. Jangan sampai kebajikan kita justru membuat orang lain makin jahat.

Saksi Kristus - Ps. Johan Lumoindong

Menjadi Saksi Kristus
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 31 Mei 2026

Lalu ayahnya mengatakan bahwa dia akan memukulnya. "Ayo berdiri dan pukul aku," kata pak Johan. Kemudian ibunya muncul dan pak Johan diminta oleh ibunya untuk meminta maaf kepada ayahnya jika ingin menjadi hamba Tuhan.

Akhirnya pak Johan meminta maaf kepadanya. Karena tubuh kanan ayahnya tidak stroke, dia masih bisa memukuli pak Johan. Lalu kerah bajunya ditarik dan dia dipeluk oleh ayahnya yang juga meminta maaf. Mereka pun ribut lagi karena sama-sama berkata, "Aku yang salah." Dua tahun kemudian ayahnya meninggal. Saat itu ayahnya merasa beruntung karena dikasihi oleh istri dan ketujuh anaknya.

Selain menghormati orang tua, kita juga harus mengingat mereka yang telah berbuat baik kepada kita. Dalam pernikahan pak Johan juga pernah ribut dengan istri hingga istrinya membanting pintu. Mungkin dia ingin membanting pak Johan. Namun, mereka tidak pernah ribut lebih dari sejam. Dia akan melihat waktunya dan dia akan bertindak sebelum sejam. Kata istrinya, “Kamu selalu baik kepada orang lain, tetapi tidak kepadaku.” Lalu pak Johan memeluknya dan masalah selesai.

Jika dia berkhotbah sebelum menyelesaikan masalahnya, anak atau istrinya bisa berkata, "Boong. Boong. Boong." Jadi, berkhotbah di depan keluarga adalah hal yang sulit karena mereka mengenal kita dengan baik.

Ketika ribut dengan istri, tidak ada kopi, tidak ada nasi goreng, tidak ada bakmie goreng. Dia meminta Tuhan untuk mengirimkan semua itu. Namun, Tuhan justru meminta dia berbaikan dulu dengan istrinya. Jadi, dia melakukannya karena yang penting bukan siapa yang benar, tetapi yang penting masalah selesai.

Pak Johan terkena covid dua kali, yaitu sekitar tahun 2020 dan 2023. Saat itu uangnya pernah tersisa Rp250.000,- sehingga dia serahkan kepada istrinya - ras terkuat di dunia. Mereka pun mengadakan worship bersama di Instagram. Keajaiban terjadi pada saat itu. Ada banyak orang mengirimkan makanan dan obat-obatan.

Ada seorang wanita yang mengirimkan makanan karena dia buka restoran dan harus tutup. Agar makanannya tidak basi, mereka diminta untuk menjadi tester. Karena tester makanan sangat banyak, mereka pun berbagi dengan sopir dan pembantu, serta keluarga besar. Pegawai mereka pun mengira jika mereka kaya padahal mereka tidak tahu situasi sebenarnya disebabkan oleh orang yang takut makanannya basi.

Jadi, ketika kita dipilih untuk menjadi hamba Tuhan, ada penyediaan yang Tuhan berikan. Anak pak Johan pun mengikuti jejaknya sebagai hamba Tuhan. Sekitar jam 1 pagi dia mengetuk pintu kamar orang tuanya dan berkata, "Saya dipanggil Tuhan." Jawab pak Johan, "Saya tengking roh kematian."

"Bukan Pa. Saya dipanggil untuk menjadi hamba Tuhan," ujar anaknya lagi. Maka, pak Johan berkata, "Jangan lihat papa sekarang. Jika kamu melihat keadaan papa 40 tahun lalu, mungkin kamu tidak ingin menjadi hamba Tuhan." Jawab anaknya, "Tidak Pa. Tuhan memang memanggilku. Tangan-Nya melambai-lambai. Saya siap dikirim ke daerah perbatasan atau Papua atau kota pinggiran."

Agar yakin bahwa hal itu memang panggilan Tuhan, pak Johan meminta dia kuliah di universitas yang terkenal paling sulit di Silo. Ternyata Silo ada di Gaza. Istrinya tidak setuju karena hal itu sama dengan mengantar anaknya ke kematian. Lantas anaknya diminta mendaftar kuliah di Amerika. Jika dia bisa masuk sana, artinya dia memang dipanggil untuk menjadi hamba Tuhan. Ternyata dia berhasil masuk.

TUHAN yang BESAR
Kuhidup kar’na percaya. Kau yang berjanji setia. Pengharapanku s’lalu ada di dalam-Mu. Ku tidak akan menyerah meski dalam kesesakan. S’luruh hidupku dalam genggaman-Mu. Aku punya Tuhan yang besar yang t’lah berjanji dan sanggup menggenapi. Imanku bersepakat percaya kuasa-Nya. Kut’rima s’karang, kemenangan dari-Mu.

Menjadi Saksi Kristus - Ps. Johan Lumoindong

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 31 Mei 2026

Kisah Para Rasul 1:8 (TB) Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Ketika melihat bangku-bangku kosong di gereja, seharusnya kita menyadari panggilan Tuhan untuk bersaksi bagi-Nya. Kita tidak perlu berkata kepada setiap tetangga, "Bertobatlah!" karena kita bisa diusir. Namun, kita bisa melakukannya dengan mengajak anak atau saudara ke gereja.

Kisah Para Rasul 1:1 (TB) Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,

Buku pertama yang ditulis oleh Lukas adalah kitab Lukas. Kisah Para Rasul merupakan buku kedua yang ditulis oleh Lukas. Teofilus dikenal sebagai sahabat Lukas - seorang Romawi yang mengikuti Yesus. Jadi, Lukas mengingatkan Teofilus untuk tidak melupakan segala sesuatu tentang Yesus. Inilah kesaksian yang harus kita bagikan. Banyak orang bisa bersaksi di gereja, tetapi Tuhan mencari orang-orang yang mau bersaksi, baik di dalam maupun di luar gereja.

Menghormati orang tua merupakan salah satu perintah Allah yang harus ditaati dan tidak ada kata kecuali. Ayah pak Johan sangat kasar. Dia sering memukul ibunya dan dirinya sehingga sewaktu kecil dia sering kabur dari rumah. Namun, ibunya tidak pernah melawannya dan melarang semua anaknya untuk melawan ayahnya. Sekalipun tujuh anak setuju jika ibunya menceraikan ayahnya, ibunya tidak mau karena dialah yang telah memilihnya sebagai suami.

Dia justru berkata, "Jika ibu bercerai darinya, ibu akan menjadi mantan istrinya, tetapi kalian akan tetap menjadi anak-anaknya. Hormatilah ayahmu." Lantas ibunya mengingatkan pak Johan untuk fokus kepada kebaikan ayahnya. "Dulu siapa yang mengantar jemputmu ke sekolah dengan berganti-ganti mobil? Bukankah itu ayahmu?"

Ketika pak Johan dipukuli ayahnya hingga babak belur, ibunya hanya meminta dia menahannya. Setelah itu pak Johan berlari ke kamar dan menangis. Lalu ibunya membaluri dia dengan minyak dan mengingatkan dia untuk tetap menghormati ayahnya karena yang jahat bukan ayahnya, tetapi iblis.

Namun, hal itu tidak mudah karena setiap hari yang dilihat adalah ayahnya, bukan iblis. Mungkin ayahnya kecewa karena dia pernah kaya. Namun, ketika jatuh, tak ada teman yang mau menolongnya. Lalu dia lampiaskan kekesalannya itu kepada istri dan anak-anaknya.

Apapun alasannya, pak Johan pun bertekad untuk tumbuh besar agar bisa membalasnya sehingga dia mau makan banyak. Di meja makan ibunya bertanya, "Apa kamu kecewa?" Pak Johan menjawab, "Ibu tidak tahu rasanya." Ibunya segera mengingatkan pak Johan tentang bekas-bekas luka di tubuhnya sambil berkata, "Ibu juga merasakannya, tetapi jangan kecewa."

Mungkin di Indonesia hanya ada tiga orang yang mau berbuat seperti ini. Satu di Jakarta, satu di Surabaya, dan satunya mungkin berada di kota besar lainnya. Ketika pak Johan dewasa, ayahnya terkena stroke sebelah kiri. Ini seperti tiba waktunya untuk pembalasan. Dia bertanya kepadanya yang sedang duduk di kursi roda, "Ibu dimana?" Karena stroke, ayahnya tidak bisa berbicara dengan jelas. Jadi, pak Johan berkata, "Bicaramu tidak jelas."

Saksi Kristus

Sunday, May 24, 2026

Manusia Biasa

Mereka adalah Kita
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 24 Mei 2026

Bayangkan saja, di dunia ini ada banyak penderitaan yang dialami mereka yang dekat maupun mereka yang jauh. Mereka yang dekat bisa curhat masalah orang tua, pasangan hidup, kesehatan, keuangan, bisnis atau pekerjaan. Selain itu, ada banyak orang yang menghadapi masalah-masalah berat di luar sana, mulai dari balita hingga lansia. Jika tidak sempat mengisolasi diri, termasuk menghindari media sosial selama beberapa waktu, semua emosi negatif dari para korban iblis bisa terserap begitu saja ke dalam emosi INFJ dan menyebabkan mereka sangat kelelahan.

Efesus 6:12 (TB) karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Puji Tuhan ada karunia berbahasa roh. Untuk menggunakan bahasa roh sebagai senjata dalam melawan roh-roh jahat di udara, kita tidak perlu berpikir. Kita tetap bisa berkata-kata dalam bahasa roh sekalipun kepala terasa sangat berat dan menekan. Selain itu, kita juga bisa tetap mendengarkan lagu-lagu rohani untuk meringankan segala beban emosi kita.

JALAN TUHAN
Verse 1: Ada waktu di hidupku pencobaan berat menekan. Aku berseru mengapa ya Tuhan? Nyatakan kehendak-Mu.
Verse 2: Jalan Tuhan bukan jalanku. Jangan bimbang ataupun ragu. Nantikan Tuhan jadikan semua indah pada waktunya.
Chorus: Pada Tuhan masa depanku. Pada Tuhan kus'rahkan hidupku. Nantikan Tuhan berkarya, indah pada waktunya.
Verse 3: Hari esok tiada kutahu Namun tetap langkahku maju. Kuyakin Tuhan jadikan semua indah pada waktunya.
Ending: Kuyakin Tuhan jadikan semua Indah pada waktunya. Indah pada waktunya. Indah pada waktunya.

Menjelang akhir zaman kelihatannya gereja tidak akan kekurangan full timer karena gereja bisa menjadi tempat kerja teraman bagi orang jujur. Bahkan, banyak orang Kristen akan mencari perlindungan di gereja ketika mereka tidak sanggup menghadapi tekanan di marketplace dan pemerintahan.

Pengkhotbah 5:7-8 (TB) Kalau engkau melihat dalam suatu daerah orang miskin ditindas dan hukum serta keadilan diperkosa, janganlah heran akan perkara itu, karena pejabat tinggi yang satu mengawasi yang lain, begitu pula pejabat-pejabat yang lebih tinggi mengawasi mereka. Suatu keuntungan bagi negara dalam keadaan demikian ialah, kalau rajanya dihormati di daerah itu.

Jika melihat tekanan yang dunia berikan kepada orang-orang jujur, marketplace dan pemerintahan bisa makin kekurangan Gereja. Sejak kecil aku belajar bahwa gereja bukan hanya gedung karena sesungguhnya Gereja adalah kumpulan orang yang percaya kepada Kristus.

Yesaya 59:14-15 (TB) Hukum telah terdesak ke belakang, dan keadilan berdiri jauh-jauh, sebab kebenaran tersandung di tempat umum dan ketulusan ditolak orang. Dengan demikian kebenaran telah hilang, dan siapa yang menjauhi kejahatan, ia menjadi korban rampasan. Tetapi TUHAN melihatnya, dan adalah jahat di mata-Nya bahwa tidak ada hukum.

Nah, sejauh mana Gereja percaya kepada Kristus? Inilah yang menentukan masa depan bangsa. Karena berbagai tekanan hidup, kita makin kekurangan orang-orang yang mau bertindak seperti Daniel, Nehemia, atau Ester. Kita juga membutuhkan bangkitnya orang-orang yang mau bertindak sebagai Young Justice Bao. Jika tidak ada yang bertindak, Tuhan sendiri yang akan bertindak.

Yesaya 59:16 (TB) Ia melihat bahwa tidak seorang pun yang tampil, dan Ia tertegun karena tidak ada yang membela. Maka tangan-Nya sendiri memberi Dia pertolongan, dan keadilan-Nyalah yang membantu Dia.

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.