Catatan Ibadah ke-1 Minggu 2 Jan 2026
Yesus disalib
untuk menggantikan kita yang berdosa karena seharusnya kitalah yang disalib.
Namun, karya keselamatan Tuhan tidak berhenti di kayu salib. Selanjutnya, Dia
membuat kita mengalami kelahiran kembali dan memberikan Roh Kudus kepada kita.
2 Timotius 1:7 (TB) Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh
ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
Apakah semua
orang Kristen pasti bebas dari ketakutan? Sekalipun Roh Kudus berdiam di dalam
diri kita, tetap saja orang Kristen, termasuk kita sendiri masih bisa merasa
takut. Rasa takut timbul karena kita tidak membiarkan Roh Kudus menuntun hidup
kita. Jadi, kalau mau bebas takut, ijinkan Dia menuntun hidup kita.
Spektrum pandangan kita ada tiga, yaitu:
1. Ada.
Hal ini sering dilakukan oleh suami yang lebih suka meminta maaf daripada
meminta izin. Contoh: Pak Lukas suka ikan. Jika dia meminta izin istri untuk
membeli ikan lagi, tentu saja dijawab tidak boleh. Maka, dia membeli ikan dan
minta dikirim pada malam hari saat istri tidak ada. Ketika pagi tiba dan istri
melihat ikan bertambah banyak, dia akan berkata, "Ikannya melahirkan
anak." Jadi, mungkin saja ada benda-benda di rumah yang tidak terlihat.
Padahal, ada di sana.
2. Terlihat.
Semua hal yang bisa dilihat.
3. Fokus.
Ketika pria mengendarai motor lalu melihat 'malaikat', fokus pandangannya bisa
berubah ke arah wanita itu karena itulah yang penting baginya. Jadi, fokus
seringkali diarahkan kepada hal-hal yang kita anggap penting.
Cara Bebas
Takut, yaitu:
1. Fokus
menggunakan kuasa yang Tuhan berikan.
Matius 14:28-29 (TB) Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia:
"Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas
air." Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan
berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
Petrus bisa
berjalan di atas air karena fokus kepada firman Tuhan. Jangan fokus kepada
masalah, tetapi fokuslah kepada firman Tuhan.
Matius 14:28-30 (TB) Tetapi ketika dirasanya tiupan angin,
takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah
aku!"
Ketika fokus
Petrus beralih kepada masalah, dia baru merasakan angin. Kok kasep?
(Mengapa terlambat menyadarinya?) Angin badai sudah ada sejak dia berada di
dalam perahu.
2. Fokus
mengasihi di atas kepentingan pribadi. Jika hanya memikirkan diri sendiri,
kita akan merasa takut. Agar bebas takut, kita harus fokus mengasihi.
1 Yohanes 4:18 (TB) Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih
yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan
barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
3. Fokus
melakukan hal yang berguna sekalipun tidak nyaman. Contoh: Saat malam harus
tidur, bukan memikirkan hal lain atau tetap bekerja. Ini tertib.
1 Korintus 6:12 (TB) Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan
semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan
diriku diperhamba oleh suatu apa pun.
Olahraga tidak
nyaman, tetapi berguna. Diet juga tak nyaman, tetapi berguna. Jika hidup kita
berguna, tentu tidak akan berakhir dengan penyesalan.
Hakim-hakim 16:30 (TB) ... Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.
Kemungkinan besar Simson menyesal karena tidak memanfaatkan hidupnya dengan baik. Dari ayat tersebut terlihat bahwa Simson lebih produktif menjelang kematiannya.Jangan sampai
kita seperti dia. Lebih baik hidup berguna selama puluhan tahun daripada
berguna selama lima menit sebelum kematian. Jika ada potensi keturunan
diabetes, jangan hanya mengurangi gula, tetapi potong gulanya. Lalu serahkan
kepada Tuhan agar tidak terkena diabetes.
Jadi, lakukan
bagianmu lalu serahkan kepada Tuhan. Dengan demikian, kita bisa hidup tanpa
penyesalan karena masa depan sudah kita kerjakan hari ini. Namun, banyak orang
lebih suka mengejar kenyamanan daripada memuliakan Tuhan. Padahal, kita
harus melakukan kebenaran dengan sangkal diri dan pikul salib atau mati dari
diri sendiri.
Jika sudah mati
dari diri sendiri, tentu kita tidak akan marah ketika dihina, diabaikan, atau
tidak dihormati. Hal ini seperti orang mati. Sekalipun orang mati dihina, dia
akan tetap tidur dengan tenang. Tidak mungkin dia akan bangkit dan marah-marah.
Jika kita marah
ketika tidak dihormati oleh tukang parkir, berarti kita menyerahkan remote
hati kita kepadanya. Jika kita tersinggung karena tidak disapa, berarti kita
mengizinkan orang lain mengendalikan hati kita. Biarlah Roh Kudus yang menuntun
dan mengendalikan hati kita, bukan orang lain. Niscaya kita akan bebas takut
dan memuliakan Tuhan melalui hidup kita.
Filipi 4:13 (TB) Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia
yang memberi kekuatan kepadaku.
TUNTUNAN-MU ROH KUDUS (GMS Live)
Setiap saat, setiap waktu
kuperlu Kau Roh Kudus. Genggamlah erat tanganku. Kumau hidup dalam kebenaran.
Tuntunan-Mu Roh Kudus, Roh Kudus yang kuperlu. Kumau s’lalu mendengar
suara-Mu, Hidup dalam pengurapan-Mu.












