Sunday, October 11, 2026

Kamu Mau Apa?

Tidak Mau Menikah
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 11 Okt 2026

Beberapa orang menuntut kita untuk segera menikah bukan karena mereka sayang dengan kita. Sebaliknya, mereka iri dengan kita. Ada beberapa istri yang jujur berkata:
* Andai aku punya keberanian untuk tidak menikah, tiap hari aku bisa menikmati hari kemerdekaan.
* Dulu kupikir suamiku adalah orang yang tepat, tetapi makin ke sini, rasanya makin tidak tepat.
* Sebenarnya pernikahan lebih menguntungkan pria daripada wanita karena setelah menikah, pria tetap menjalankan satu profesi untuk mencari nafkah. Sementara itu, wanita bukan hanya mencari nafkah, tetapi juga menjadi asisten rumah tangga, babysitter (saat punya anak), koki, dan perawat lansia.

Biasanya ketika beberapa teman mulai mengeluhkan hal-hal tersebut, aku hanya bisa meminta mereka untuk fokus kepada hal-hal baik yang ada pada suami mereka. Karena nasi sudah menjadi bubur, kuminta mereka menambahkan topping (bawang goreng, cakue udang, dll.) ke dalam bubur tersebut, yaitu rasa syukur dan rasa syukur.

Sedari kecil aku menyadari bahwa pengajar tak selalu benar, terutama saat mengajarkan tentang pernikahan dini. Hal ini merupakan salah satu hal yang kutentang dari bapak guruku. Sekalipun dulu tak ada internet dan tidak bisa melihat berita di televisi, guru lain memberitahuku bahwa pernikahan sebaiknya tidak dilakukan setelah lulus SD. Namun, banyak orang desa, seperti satu guruku itu menganut budaya yang salah.

Alhasil, pendidikan seks sudah kami terima saat menjelang lulus SD. Eh, ketika aku pindah sekolah ke kota besar, pendidikan seks baru diberikan menjelang lulus SMP karena maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja. Meskipun demikian, tetap saja ada temanku yang hamil di luar nikah hingga sempat cuti kuliah. Jadi, guru atau pendidikan yang baik tidak menjamin muridnya menjadi baik karena hanya firman Tuhan yang bisa menjaga langkah kita.

Mazmur 119:9 (TB) Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

Nah, hari ini Tuhan bertanya kepadaku, "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu? (Matius 20:32b)" "Apa ya? Aku tidak tahu apa yang kuinginkan." Jika untuk orang lain, aku tahu. Namun, jika untuk diriku, aku tidak tahu karena rasanya hidupku sudah lengkap. Kristus cukup bagiku. Eh, setelah itu ada lagu yang membantuku untuk menjawab pertanyaan tersebut.

PENOLONG yang SETIA
Saat kuberjalan kasih-Mu menerangi langkahku. Tak kutakut, tak kubimbang kar'na kutahu Kau bersamaku.
Kau lebih tahu yang terbaik bagiku. Kau lebih sanggup pulihkan hidupku. Kuberserah, kupercaya. Hanya Yesus penolong yang setia.

Lantas kuposting foto pertanyaan itu di grup keluarga dengan tambahan pertanyaan, "Ada yang mau bakcang?" Hahaha... tentu saja banyak yang mau. Akhirnya pulang dari gereja malah bawa bakcang babi. Ternyata aku hanya mau bakcang babi... wkwwkw...

Oh, ya ampun, aku jadi ingat dulu raja kecil juga pernah memberiku bakcang babi. Saat itu dia menerima banyak bakcang dari orang yang tidak kuketahui. Namun, aku hanya mau satu sekalipun dia menawarkan lebih. Aku tidak memberitahunya bahwa bakcang depan GMS lebih enak daripada bakcang gratis itu. Meskipun begitu, aku tetap berterima kasih kepadanya. Jarang sekali dia berbagi. Ini hanya terjadi saat dia menerima. Jadi, patut disyukuri pula.

Nah, kata orang, koko papa itu sulit bertemu jodoh karena pelit. Namun, aku tidak percaya karena dia tidak pelit makanan kepada keponakannya ini. Maka, aku yakin raja kecil sebenarnya juga tidak pelit, tetapi dia punya banyak pertimbangan sebelum mulai memberi. Selain itu, sebenarnya papaku juga pelit sehingga untuk berbagi, kami harus sembunyi-sembunyi darinya. Kok bisa dia menikah? Jadi, penilaian orang tuh bisa salah. Pada akhirnya tak seorang pun bisa menyelami rencana Tuhan. Iya apa iya?

Tidak Mau Menikah

Manfaat Firman Tuhan
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 11 Okt 2026

Ketika seseorang berkata, "Saya tidak mau menikah", faktanya mereka justru menikah setelah bertemu jodohnya. Ada yang menikah dengan teman sekolahnya. Ada pula yang menikah dengan teman kerjanya.

Jika introvert mengatakan bahwa dia tidak mau menikah, seringkali ini berarti bahwa dia tidak mau dijodoh-jodohkan karena mereka lebih suka hubungan yang natural. Selain itu, mereka lebih suka menyimpan sendiri semua keinginan mereka dan tidak ingin orang lain memikirkan hal itu. Mereka ingin privasi tetap terjaga. Sayangnya, beberapa orang sok peduli dan sok mengerti padahal ada udang di balik batu.

“Dia kaya loh.”
“Emang kenapa kalau dia kaya?”
Jujur saja di dalam hatinya, mereka pasti berkata, “Ntar aku ikut kecipratan berkatnya karena aku yang menjodohkan.”

Sementara itu, ekstrovert cenderung lebih terbuka dengan perasaan mereka. "Katamu ingin menikah, kenapa tidak mau dikenal-kenalkan?" Tanyaku kepada seorang ekstrovert. Dia bilang, "Aku tidak suka dijodoh-jodohkan dan aku lebih suka perkenalan yang natural."

Lukas 6:45 (TB) Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya."

Kita sering mendengar bahwa perkataan mulut meluap dari hati. Namun, ada kalanya perkataan seseorang tak selalu sejalan dengan hatinya, terutama kalau introvert harus berhadapan dengan orang-orang kepo alias komentator. Biasanya hal ini terlihat dari perkataannya yang tidak sinkron dengan bahasa tubuh dan bahasa wajahnya. Bahkan, bisa juga tidak sinkron dengan perbuatannya. Jadi, dalam berinteraksi, kadang kala kita pun perlu menangkap pesan tersirat di balik perkataan tersurat.

Sementara itu, ketika seseorang berkata, "Saya mau menikah, sekalipun banyak kota telah disinggahi, hingga masuk ke liang lahat pun mereka belum tentu menemukan jodohnya." Semasa remaja aku sering menemani ortuku dan saudara-saudaranya ke beberapa kota. Kupikir kami akan berwisata, tetapi ternyata kami pergi ke sana karena ingin menjodohkan salah satu koko papa dengan salah satu wanita di luar sana.

Lumayan lha tiap menemaninya dalam proses perjodohan, aku selalu ditraktir bakso oleh adik papa. Enak, tidak enak, baksonya tetap kumakan karena lapar… wkwwkw… Tentu sambil menikmati indahnya pemandangan sekitar yang kehijau-hijauan. Sewaktu aku kecil, dia sering memanggilku, "keceng" (kurus) sehingga dia sering mentraktirku siobak gang djangkrik karena rukonya di Malang hanya beberapa langkah dari sana.

Setelah aku bekerja, dia berhenti memanggilku dengan nama itu. Hahaha... mungkin karena dia melihat bahwa aku tidak kurus lagi. Ketika dia tersenyum, aku tahu senyumnya tuh bukan pura-pura bahagia karena aku dapat menyerap emosi orang lain. Dia tetap bisa bahagia sekalipun tidak bertemu jodohnya.

Namun, ada kalanya dia juga bisa sedih atau marah. Ini wajar lha karena di dunia ini kita tidak mungkin bahagia sepanjang hari. Kita juga tidak mungkin sedih atau marah sepanjang hari. Setiap emosi ada masa kadaluarsanya. Sekalipun beberapa pintu telah dia masuki, tetap saja koko papa itu meninggal tanpa sempat bertemu jodohnya.

Amsal 19:21 (TB) Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana.

Nah, dari perjalanannya mencari jodoh, aku pun menyimpulkan bahwa manusia hanya bisa berencana, tetapi takdir atau keputusan Tuhan yang terlaksana. Jodoh itu tak akan kemana-mana. Jadi, daripada capek-capek mendaki bukit dan lewati lembah, seperti Ninja Hattori, lebih baik diam saja di rumah... hahaha...

Kerjakan saja tugas panggilan kita dan tidak usah pergi dari kota ke kota demi mencari jodoh, kecuali kita dipanggil menjadi misionaris keliling. Browsing jodoh di media sosial pun bisa berakhir dengan love scam. Jadi, lebih baik berdoa dulu sebelum melangkah. Seringkali jodoh terbaik justru orang yang sejalan dengan panggilan kita, yaitu orang yang bisa membuat kita makin dekat dengan Tuhan. Jadi, tak usah ambil pusing dengan tuntutan orang lain untuk segera menikah.

TUHAN yang BESAR
Kuhidup kar’na percaya ‘Kau yang berjanji setia. Pengharapanku s’lalu ada di dalam-Mu.
Ku tidak akan menyerah meski dalam kesesakan. S’luruh hidupku dalam genggaman-Mu.
Aku punya Tuhan yang besar yang t’lah berjanji dan sanggup menggenapi.
Imanku bersepakat percaya kuasa-Nya. Kut’rima s’karang, kemenangan dari-Mu.

Manfaat Firman Tuhan ~ Debby Basjir

Kebodohan Manusia
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 11 Okt 2026

1 Petrus 1:14 (TB) Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,

Dulu kita semua berbuat bodoh. Ketika masih bodoh, bu Debby mengolok-olok temannya yang pergi ke gereja, "Goblok... ngapain ke gereja? Lebih baik nongkrong di sini bersama kita." Dulu dia juga suka dugem dan merokok. Namun, seperti Paulus, setelah mengenal Yesus, bu Debby menganggap semua itu kebodohan yang merugikan. Hal terbaik adalah hidup sesuai firman Tuhan.

Filipi 3:7 (TB) Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.

Pura-pura suci itu capek. Suami istri mungkin bertengkar di rumah. Nah, ketika dekat gereja, suami berkata, "Hapus air matamu. Kita sudah hampir sampai di gereja." Lalu istri menghapus air matanya. Ketika turun dari mobil, mereka akan tersenyum dan berkata, "Syalom." Pura-pura bahagia juga capek. Menahan perut agar bisa pura-pura langsing juga capek. Lebih baik hidup benar.

2 Timotius 3:15 (TB) Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.

Kita harus membaca Alkitab agar tidak mudah digoncang oleh iblis. Jika kita berakar kuat pada firman Tuhan, kita tidak akan mudah kehilangan iman. Bangun tidur jangan langsung menyalakan televisi untuk mendengar berita politik. Nanti kalau beritanya tidak enak, suami marah kepada istri. Padahal, semua ini hanya karena politik.

Lalu istri akan marah kepada anak, “Ayo cepat ke sekolah.” Anak pun akan marah kepada pembantu, “Tidak perlu mengantarku ke sekolah.” Lalu anjing di belakang pun mati. Kejahatan itu cepat menular.

Sekarang banyak yang menulis status ipar adalah maut atau mertua adalah maut. Maut ada dimana-mana. Daripada seperti ini, buang saja televisinya daripada memikirkan hal-hal negatif. Iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan. Jadi, bangun tidur lebih baik mengikuti mezbah doa di Youtube @DebbybasjirTV dan jangan lupa subscribe. Hanya firman Tuhan yang baik untuk kita dengarkan.

SEMUA BAIK
Dari Semula t'lah Kau Tetapkan hidupku dalam Tangan-Mu, dalam Rencana-Mu Tuhan. Rencana Indah t'lah Kau siapkan bagi masa depanku yang penuh harapan.
Reff: Semua baik, semua baik. Apa yang t'lah Kau perbuat di dalam hidupku. Semua baik. Sungguh teramat baik. Kau jadikan Hidupku berarti.

2 Timotius 3:16 (TB) Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Itulah manfaat membaca firman Tuhan. Itu semua bukan untuk pasangan kita atau orang lain. Namun, semua firman Tuhan harus terlebih dahulu untuk mengubah kita. Jika firman menegur, kita bisa langsung meminta maaf atas kesalahan kita di hadapan Tuhan.

2 Timotius 3:12-13 (TB) Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.

Jika kita tidak menderita aniaya, berarti kita tidak sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan. Ketika kita difitnah, direndahkan, dan bisa membalas, tetapi justru memilih untuk bersabar dan tidak membalas, ini termasuk aniaya. Banyak orang Kristen lebih mengejar karunia. Padahal, percuma kita punya karunia jika Tuhan tidak mengenal kita.

Kebodohan Manusia ~ Debby Basjir

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 11 Okt 2026

Selagi bangsa-bangsa lain sibuk memikirkan cara untuk meningkatkan perekonomian bangsanya, bangsa kita masih sibuk mengurus ijazah. Urusan ijazah ini tidak kunjung selesai. Makin lama kita makin dibuat bingung mana yang benar dan mana yang salah. Kita harus mendoakan bangsa kita agar para pemimpinnya tidak sibuk memikirkan kepentingan politik dan golongan saja. Doakanlah kesejahteraan bangsa kita karena kesejahteraan bangsa juga akan menjadi kesejahteraan kita.

Yohanes 16:13 (TB) Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Jika ada yang memprediksi bahwa di tahun 2027 kita akan mengalami krisis, tidak usah didengarkan. Dengarkan saja firman Tuhan karena hanya Tuhan yang bisa memberitahu kita tentang hal-hal yang akan datang.

Saat ini pendeta pun bisa mengajarkan hal yang tidak benar. Katanya, "Pilih mana: berpisah secara damai atau bersama tetapi bertengkar terus? Lebih baik berpisah secara damai karena kasihan anak." Lalu beberapa orang berkomentar, "Baru kali ini ada pendeta yang waras." Justru pendeta itu tidak benar.

Sebagai orang Kristen, seharusnya kita memilih tetap bersama dengan damai. Orang yang paham firman seharusnya memilih hal ini. Ketika membahas tentang pernikahan, salah satu peserta bertanya, "Bu Debby, apa yang harus kulakukan jika suamiku sudah tiga kali berselingkuh?"

Matius 18:8-9 (TB) Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal. Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.

Jawab bu Debby, "Kebiri saja suamimu karena ada firman tersebut. Doakan terus suamimu dan ampuni tanpa batas. Kasih harus selalu mengalir karena kita punya Kristus."

Wanita itu berkata, "Saya capek. Ibu tidak tahu rasanya punya suami seperti dia. Keluargaku menyarankanku untuk bercerai."

Jawab bu Debby, "Ibu tidak boleh capek. Doakan terus. Saya juga tidak mau merasakan suami Ibu. Saya mau merasakan suami saya sendiri. Apa dia pilihan Ibu sendiri?" Wanita itu pun mengakui bahwa dulunya dia jatuh cinta kepada suaminya itu.

Bu Debby pun tetap berpesan, "Jangan lelah mendoakannya. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Jangan dengarkan saran dari keluarga sesat." Jika sudah tidak kuat, berdoa saja agar Tuhan mengambil bebanmu. Jika bebanmu adalah suamimu, biarlah Tuhan mengambilnya. Syukur-syukur jika dia sudah bertobat lebih dulu.

Anak muda sekarang pun tidak mau menikah. Katanya, "Jika sekarang sudah damai, untuk apa menikah jika hanya merusak kedamaian?" Namun, jika mau menikah, pastikan juga jantan dan betina untuk binatang. Kalau untuk manusia, harus pria dan wanita. Semua orang harus menikah, kecuali hidup selibat. Namun, hanya orang tertentu yang dipanggil untuk hidup selibat.

1 Petrus 1:13 (TB) Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu pernyataan Yesus Kristus.

Kita semua punya otak, tetapi belum tentu punya akal budi. Akal budi adalah keinginan untuk melakukan hal-hal baik. Kalau ada keinginan untuk melakukan hal-hal jahat, ini adalah akal bulus. Ingatlah pesan Bang Napi, "Kejahatan terjadi bukan hanya karena niat dari pelakunya, melainkan karena adanya kesempatan. Waspadalah! Waspadalah!"

Kalau ibadah jam 10 dan baru mandi jam setengah 10 padahal masih harus keramas dan dandan, ini tidak punya akal budi. Tidak ada yang terlambat saat menonton bioskop, tetapi mengapa terlambat saat datang ke gereja? Kalau kita digaji 6 juta lalu nyicil pajero 4,5 juta dan hanya sisa 1,5 juta untuk biaya hidup, ini namanya tidak punya akal budi. Akhirnya nanti malah pinjol dan tidak memuliakan Tuhan.

Miskin tidak masalah karena CEO pun menyamar sebagai orang miskin. Namun, tidak perlu sampai berpikir bahwa tukang parkir adalah CEO yang menyamar. Ini semua hanya ada di dalam drama.

Sunday, October 4, 2026

Berketetapan Kotor

Karunia yang Murni
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 4 Okt 2026

Anjing Air menyodorkan sebotol air jernih kepada Macan Tanah agar diberikan kepada Kerbau Air yang sedang memainkan botol kosongnya. Ketika menerima air tersebut, tentu saja Kerbau Air tidak langsung meminumnya.

Sebenarnya ketiga karakter itu mengetahui bahwa Kerbau Air tidak suka air jernih. Kerbau Air lebih suka air kuning kehijauan atau air kuning kecoklatan. Namun, saat itu di depan mereka hanya ada air jernih. Anjing Air pun ingin melihat efektivitas air bersih itu.

Sementara langit mulai menghitam, Kerbau Air berkata kepada Macan Tanah dan Anjing Air, "Apapun agamanya, baik Budha, Kristen, atau apapun, tidak ada yang bersih. Jadi, berbuat kotor juga tidak masalah, asalkan tidak terlalu banyak." Anjing Air bete mendengar perkataan tersebut yang tak jua berubah dari dulu hingga sekarang.

"Menyebalkan. Sedikit versinya itu sudah terlalu banyak bagiku. Jika memang sedikit, seteguk air hidup bisa langsung menyingkirkan niat kotornya, tetapi faktanya tidak demikian. Mengapa dia harus mengatakan hal-hal seperti itu di depan calon CEO? Mengapa Macan Tanah diam saja? Semua pria sama saja. Kalau demi Mamon, segalanya dihalalkan. Pembicaraan seperti ini selalu membuat jiwaku kering."

Mazmur 86:11 (TB) Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.

Sekalipun di dunia ini tidak ada yang bersih, seharusnya hal ini tidak dijadikan alasan untuk tetap berkubang di dalam lumpur kotor. Sekalipun kita berniat hidup bersih, kotoran memang tak bisa dihindari. Lantas apakah hal ini bisa dijadikan alasan untuk tidak mandi atau membersihkan diri dari kotoran? Apakah hal ini bisa dijadikan alasan untuk tetap memilih kekotoran daripada kebersihan? Setidaknya niat kita harus bersih dulu.

Namun, tiba-tiba Anjing Air sadar bahwa dia salah membuat generalisasi. Belum tentu Macan Tanah seide dengan Kerbau Air yang suka kotoran. Meskipun demikian, Macan Tanah tidak akan mengemukakan pikirannya. Jadi, Anjing Air hanya bisa bertanya-tanya. "Teratai bisa tetap bersih di lingkungan yang kotor, tetapi apakah teratai bisa mengubah lingkungan yang kotor menjadi bersih? 🤔 Mungkin bisa ya selama polutan di sana masih dalam batas toleransi. 🪷"

Seperti biasa, Macan Air diam tak bicara karena dia terlihat masih ingin menyenangkan semua orang. Namun, Anjing Air tak mau ambil pusing. Dia memilih untuk bernyanyi hingga jiwanya yang dahaga kembali dialiri air hidup. Lantas dia terlelap dalam mimpi.

Dia melihat ada sebuah truk besar yang memuat puluhan anak remaja. Anjing Air menutup bak tersebut lalu bergegas duduk di bangku depan (di samping sopir). Rupanya si sopir adalah Macan Tanah yang sejak tadi menemaninya. Namun, salah satu anak perempuan yang ada di bak belakang merengek-rengek minta turun.

Seketika Anjing Air menoleh ke belakang, bergegas turun, dan membuka pintu bak truk. Macan Tanah juga mengikuti langkahnya. Rupanya anak itu ingin duduk di depan bersama Anjing Air. Namun, di atas bak truk itu dia menemukan secarik kertas putih bergaris yang bertuliskan, "Jangan pilih kasih." Kalimat ini ditulis dengan tinta bolpoin hitam dan diberi lingkaran spidol biru.

Ketika Anjing Air membaca pesan tersebut, dia menyadari bahwa Macan Tanah berada di samping kanannya. Dia tetap diam seperti biasa. Maka, Anjing Air mendongak ke langit yang gelap. Seketika dia keluar dari alam mimpi. Rupanya hari sudah pagi.

Amos 3:3 (TB) Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?

Jika mimpi itu benar, seharusnya Macan Tanah memiliki nilai yang sama dengan Anjing Air. Jika tidak, Anjing Air pasti melarang dia mengemudikan truk itu. Namun, di dalam mimpi mereka telah sepakat untuk mengantar anak-anak itu ke tempat yang aman.

Meskipun demikian, di dalam dunia nyata Anjing Air tak bosan-bosannya menasihati Macan Tanah (titi ketemu gede) dan Macan Api (titi sedarah). Sepertinya Macan Tanah kurang makan asam garam kehidupan sehingga Anjing Air suka menyiraminya dengan cerita hidupnya... hahaha... Kadang kala dia nyebelin, tetapi seringkali malah bikin tertawa.

Eh, siapa sangka tiba-tiba hari ini Tikus Api (meme sedarah) di kota nun jauh di mato memberi kabar bahwa Macan Api mau ke gerejanya. Padahal, telah sekian purnama dia menjauh dari gereja karena luka yang ditorehkan oleh saudara seimannya. Wah, semoga ini pertanda baik.

LUBUK HATIKU (GMS)
Kau melukis wajahku di hadapan-Mu dan mengukir namaku di telapak tangan-Mu. Sampai masa tuaku, Kau tetaplah Tuhanku, yang akan selalu menggendong hingga putih rambutku.
Kemurahan-Mu itu membuatku tertegun. Kubulatkan hatiku mengikut-Mu.
Kuangkat tanganku Yesus, Memuji perbuatan-Mu. Sungguh tiada terukur kasih setia-Mu.
Dalam naungan sayap-Mu kumau terus menyembah-Mu.
Kasih-Mu terukir di lubuk hatiku. Kasih-Mu terukir di lubuk hatiku. Kasih-Mu terukir… di lubuk hatiku.

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.