Sunday, March 29, 2026

Drama QC Minta Kenaikan Gaji

Lagu “Holy”
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 29 Maret 2026

Lalu emak QC menunjukkan surat resignnya kepadaku setelah ditandatangani oleh anak bos sambil berkata, "Ayo, kamu juga segera ajukan. Jangan lama-lama di sini." Jawabku, "Aku sudah tidak berurusan lagi dengan Duo Manipulator sehingga tidak ada masalah. Tapi, masa kamu bener-bener mau pindah ke Jakarta? Kamu memberitahuku kalau kamu mau memindahkan sekolah anakmu agar mendapat jatah zonasi di Surabaya. Lalu anakmu bagaimana?"

Jawabnya, "Semua akan kupindahkan ke Jakarta." Ah, kelihatan sekali bohongnya. Kepada seseorang dia berkata, “Suamiku sudah lebih dulu bekerja di sana.” Kepada orang lain dia berkata, “Suamiku tidak bekerja.” Namun, kepada orang lain lagi dia berkata, “Suamiku bekerja di luar pulau.” Lantas ada yang melihat suaminya di rumah untuk menjaga anak-anaknya. Jika dia pergi bekerja, suaminya tidak boleh keluar rumah untuk melihat mereka yang menjemputnya.

Ah, aku jadi berkhayal suaminya ikut bekerja di tempat yang sama dengannya agar bisa membatalkan perselingkuhannya… hehehe… Kalaupun dia jadi resign, dia pasti pindah ke Surabaya atau tak jauh dari tempat kerjanya sekarang, posisi dan gajinya juga tak sebesar bualannya. Dia kelihatan sekali tak ingin berpisah dari selingkuhannya. Mana mungkin dia ke Jakarta? Dia pasti ingin meniru skenario drama dari beberapa orang yang resign.

Secara tak sadar, dia pernah salah kirim pesan ke grup WA umum, "Berapa standar gaji BUMN?" Padahal, dia mau bertanya kepada AI. Lalu pesan itu dihapus setelah sempat dibaca oleh beberapa orang. Hehehe... dia ketahuan mengarang drama lagi. Maka, tidak heran jika dia mengajukan resign dengan alasan diterima oleh BUMN dengan gaji yang disebutkan oleh AI.

Dulu ada pria yang resign dengan alasan mau bekerja di Korea padahal dia hanya pindah ke pabrik tetangga. Lalu disusul wanita Cina yang mengajukan resign karena patah hati setelah selingkuhannya membohongi dia dengan memberikan surat cerai palsu. Namun, akhirnya mereka berbaikan lagi sekalipun si pria tetap tidak bercerai dari istrinya. Karena hal ini, wanita Cina batal resign.

Nah, emak QC ingin meniru cara-cara mereka dan diperkuat oleh skenario AI. Aku hanya bisa tertawa dalam diam bersama serombongan penonton. Dia pun berusaha memprovokasiku dengan memberikan beberapa informasi tentang ketua manipulator. Ah, baik sekali dia. Justru aku bisa memanfaatkan informasinya untuk melepaskan diri dari Duo Manipulator. Maka, aku berkata kepadanya, "Semoga sukses, Bu." (Hahaha… sukses mengerjai Duo Manipulator.)

Apa gunanya aku membantu Duo Manipulator untuk membuat laporan barang rusak? Sebagian besar barangnya sudah disembunyikan oleh Ketua Manipulator dan timnya agar tidak kucatat. Apa mereka mau menguji kemampuan detektifku? Apa mereka ingin terlihat baik di depanku? Buang-buang waktu, pikiran, dan tenagaku saja. Produk rusak tuh urusan QC dan produksi. Masa QC tidak bisa melaporkan sendiri jumlah barang rusak di produksi? Kenapa harus mengerjai akuntan yang awam produksi?

Nah, agar skenario resign emak QC berjalan mulus dan dia bisa makan gaji buta selama setahun, dia menyarankan kepada anak bos agar dirinya digantikan oleh kedua wakilnya. Satu wakil sebagai QC dan satu wakil sebagai QA. Namun, wakil yang diminta menjadi QA, merasa tak mampu dan menangis di depannya. Dia mau memberitahu anak bos perihal ini, tetapi dihalang-halangi oleh emak QC. Jika ada orang baru yang menggantikan dia, tentu saja skenarionya bisa gagal.

Wah, kenapa kebanyakan orang yang selingkuh selalu berakhir dengan masalah keuangan dan kebohongan? Dulu rekan kerjaku juga sampai kabur dari pekerjaan karena dikejar debt collector. Sebelum kabur, dia juga pamer perhiasan emasnya yang banyak dan menutupi perselingkuhannya dariku.

Jika emak QC tidak bisa menjaga kualitas hidupnya, mungkinkah dia masih bisa menjaga kualitas produksi? Meragukan sekali... eh, bukan sekali, tetapi berkali-kali. Masa pekerjaan QC sampai dilimpahkan ke akuntan? Masa dia tidak mau bekerja lebih, tetapi masih meminta gaji lebih? Bahkan, aku belum pernah meminta tambahan gaji sekalipun membantu tugasnya sampai berlebihan. Eh, akhirnya Tuhan sendiri yang kesal dan membongkar semua kebusukan mereka… hahaha…

Beberapa perusahaan yang maju dan berkembang telah memecat karyawan yang selingkuh. Mereka menyadari bahwa perselingkuhan seringkali mengakibatkan kualitas kerja menurun karena selalu diiringi dengan kebohongan dan diikuti dengan drama picisan.

Sayangnya, dunia ini sudah jatuh ke dalam tangan iblis. Jadi, tidak semua bos memiliki standar moral yang tinggi. Di tengah arus dunia yang makin condong kepada iblis, kita sangat membutuhkan kuasa Tuhan agar tidak terbawa arus pencobaan yang makin lama makin kuat.

1 Korintus 10:12 (TB) Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!

Jika kebanyakan orang sibuk bekerja untuk uang, pewaris Kerajaan Allah seharusnya sibuk membuat uang bekerja untuknya... hahaha... Daripada mengejar gaji hingga menghalalkan segala cara, lebih baik kejar Tuhan saja.

Jika sampai diperbudak oleh uang, kita akan menjadi kesetnya para bos. Jika kita memperbudak uang, kita bisa menjadi permadani ajaib yang bisa menerbangkan orang-orang benar ke tempat yang mulia. Bahkan, permadaninya tidak akan bisa terbang jika diduduki oleh orang-orang jahat dan manipulatif.

ALLAH SUMBER KUATKU
Hanya Kau milikku di surga. Tiada yang kuingini di bumi, hanya Kau. Tak kuandalkan kekuatanku. Namun, yang pasti Kau tetap selamanya.
Reff: Allah sumber kuatku. Allah sumber kuatku. Allah sumber kuatku dan bagianku selamanya.

Lagu “Holy”

Peran Roh Kudus 2
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 29 Maret 2026

Ketika mendengar sambil menyanyikan lagu, "And the angels cry, "Holy"", tiba-tiba aku teringat pada suatu impresi, entah mimpi, entah imajinasi. Aku teringat pada suatu malam yang gelap aku berdiri di lorong yang panjang. Di depanku ada sebuah gedung besar yang megah dan di belakangku ada trotoar dengan sedikit taman kecilnya.

Tiba-tiba ada sepasang tangan yang kuat menarik dan memegang tubuhku dengan tangan kanannya lalu membuatku seolah terbang dalam posisi tidur di sepanjang lorong. Seketika aku bertanya, "Ada apa ini?" Sosok tak terlihat itu menjawab, "Ada bahaya besar yang mendekat." Lalu kulihat dinding gedung yang kutinggalkan di belakangku mulai roboh. Sosok itu berhenti ketika tiba di tempat aman. Aku kembali berdiri dengan tenang.

Mazmur 24:3-4 (TB) "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

HOLY FOREVER
Verse 1: A thousand generations falling down in worship To sing the song of ages to the Lamb. And all who've gone before us. And all who will believe Will sing the song of ages to the Lamb.
Pre-Chorus: Your Name is the highest. Your Name is the greatest. Your Name stands above them all. All thrones and dominions. All powers and positions. Your Name stands above them all.
Chorus: And the angels cry, "holy". All creation cries, "holy". You are lifted high holy. Holy forever.
Verse 2: If you've been forgiven and if you've been redeemed, Sing the song forever to the Lamb. If you walk in freedom and if you bear His Name, Sing the song forever to the Lamb. We'll sing the song forever and amen.
Chorus 2: Hear Your people sing, "holy" To the King of Kings holy. You will always be holy. Holy forever.

Ah, saat ini banyak orang enggan hidup kudus, padahal tanpa kekudusan, manusia tidak bisa melihat Allah. Sebenarnya ada cara lain untuk melihat Allah, yaitu remuk hati karena sadar akan dosa dan membutuhkan Tuhan.

Mazmur 51:19 (TB) Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Sayangnya, hal ini pun dihindari oleh para manipulator. Setelah tiga kali kupergoki emak QC berduaan dengan selingkuhannya, dia tetap tidak mau mengakuinya dengan beragam alasan. Eh, hari ini malah mantan QC pula yang berkhotbah. Di dalam Tuhan tidak ada kebetulan karena semua sudah diatur oleh-Nya.

Namun, di dalam drama buatan emak QC, ada banyak kebetulan. Tanyaku, "Mengapa kamu bisa berboncengan dengan pria itu lagi?" Jawabnya, "Aku menunggu gojek lalu kebetulan dia lewat." Masa kebetulan lebih dari sekali? Banyak saksi mata yang melihatnya, tetapi kenapa hanya ingin membohongiku? Tukang tambal ban yang berada tak jauh dari rumah kontrakannya pun tahu jika dia sering dijemput pria yang bukan suaminya.

Suatu hari dia berkata, "Aku mau curhat kepada anak bos. Kapan dia datang?" Jawabku, "Segera. Jangan lupa mengajukan kenaikan gaji sopir kalau kamu mau mendapatkan fasilitas antar jemput." Lalu dia menjawab, "Iya, semua akan kusampaikan." Kulihat aura wajahnya gelap dan penuh rasa iri terhadapku. Maka, aku berkata kepada wanita lain, "Kelihatannya emak QC akan meminta kenaikan gaji lagi."

Jawabnya, "Aku tahu dia sedang membutuhkan uang hingga ingin mencairkan JHT. Dia juga punya hutang di bank. Namun, beberapa bulan lalu gajinya sudah dinaikkan, masa mau minta lagi?"

Jawabku, "Iya, kelihatannya dia masih kurang karena belum bisa melebihiku. Dia tidak akan rela meminta kenaikan gaji sopir atau bawahannya. Dia pasti berusaha memperjuangkan kepentingannya sendiri. Mungkin dia akan berpura-pura resign agar bisa naik gaji."

Tak lama berselang, wanita itu berkata, "Bu, kamu benar. Dia mengajukan resign karena katanya dia diterima di BUMN dengan gaji bersih hingga lebih dari dua kali lipat dari gajinya sekarang. Katanya, dia diterima di perusahaan pertambangan, tetapi dia bagian kantornya sehingga akan ditempatkan di Jakarta."

Lanjutnya, "Katanya, dia tidak pernah melamar kerja dan tiba-tiba direkomendasikan oleh Semen Indonesia. Dia sudah tanda tangan kontrak dan harus membayar penalti jika kontrak dibatalkan olehnya. Bahkan, setelah resign, dia masih minta digaji dan diberi tunjangan BPJS selama setahun karena katanya masih diminta memantau mantan bawahannya dari Jakarta."

Komentarku, "Astaga, dia benar-benar menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Bahkan, gaji buta pun rela ditelannya. Jika anak bos menyetujui pengunduran dirinya, kemungkinan besar dia akan membatalkan pengunduran dirinya dengan alasan kontrak dibatalkan oleh BUMN. Mari kita tunggu April Mop darinya."

Peran Roh Kudus 2 - Pdt. Wiryohadi

Peran Roh Kudus 1
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 29 Maret 2026

Membersihkan Kotoran Atau Daki Dalam Hidup Kita

Jika kita senantiasa dekat dengan Roh Kudus, kita akan dibersihkan dari dosa. Kita tidak akan mau kompromi lagi karena kita pun akan merasa bersalah ketika melakukan kebohongan kecil. Bahkan, kita bukan hanya dibersihkan, melainkan juga diubah menjadi baru.

Pak Wiryo pernah menolak untuk membuat laporan palsu. Dia bisa saja dipecat karena menolak hal ini. Namun, bosnya justru berkata, "Karyawan sepertimu sangat jarang. Jika kamu tidak mau memanipulasi laporan, kamu juga pasti jujur dalam keuangan." Jadi, dia tetap dipertahankan.

Yehezkiel 36:26 (TB) Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

Gereja pak Wiryo sering membantu warga desa untuk sunat. Karena warga desa biasa getok tular, dia menyiapkan anggaran untuk 400 orang. Ternyata pesertanya ada 350 orang. Karena sering menyunatkan orang, ada perusahaan Jerman yang memberinya mesin sunat. Dengan mesin ini sejam bisa menyunat 100 orang. Lantas kepala desa memintanya untuk membuka klinik agar tiap kali perlu sunat, warga bisa langsung ke klinik dan pak Wiryo tidak perlu repot-repot membuat acara dulu.

Setelah klinik tersebut melayani ribuan orang, Walikota Tangerang Selatan meminta dia membangun rumah sakit. Tak pernah terpikir olehnya jika gereja akan membuka rumah sakit. Namun, Walikota berkata, "Jika membangun rumah sakit, pengaruh gereja akan semakin besar."

Karena mendengar kata ‘pengaruh’, pak Wiryo setuju untuk mendirikan rumah sehat karena salah satu misi gerejanya adalah memberikan pengaruh kepada lingkungan sekitar dan berdampak bagi bangsa. Namun, dia lebih suka menggunakan istilah rumah sehat daripada rumah sakit agar orang yang datang ke sana menjadi sehat. Lantas izin pendirian sudah ditandatangani dan dia memulai proyeknya.

Karena kendala dana, pembangunan rumah sehat sempat terhenti. Pak Wiryo menutup proyek rumah sehat tersebut dengan pagar besi karena lebih cocok dijadikan gudang daripada rumah sehat. Dia pun tidak mau stres hingga tak bisa berkhotbah karena masalah keuangan. Dia berpikir, "Jika Tuhan yang memberikan proyek, tentu saja sudah menjadi tanggung jawab Tuhan sendiri untuk menyelesaikannya."

Beberapa saat kemudian ada orang yang meneleponnya. Orang ini pernah dimuridkan oleh pak Wiryo sekitar 12 tahun lalu dan kini dia diberkati oleh Tuhan. Dia mengatakan bahwa dia ingin membantu pembangunan rumah sehat dan bertanya, "Apa saja yang dibutuhkan?"

Jika pak Wiryo berkata, "Saya butuh semuanya", sebagai pendeta, rasanya ini keterlaluan. Jadi, dia menjawab, "Kamu datang saja ke sini untuk melihatnya." Nah, di lokasi proyek orang itu melihat bahwa:
* lantainya masih semen, belum ada lantai marmer,
* lubang untuk lift juga sudah ada, tetapi liftnya belum ada,
* kabel untuk AC juga sudah dipasang, tetapi ACnya belum ada.
Maka, orang itu berkata, "Proyek ini jangan ditutup. Nanti keuangannya saya bantu." Akhirnya rumah sehat berhasil dibangun lima lantai.

SEGALA PUJI SYUKUR
Segala puji syukur hanya bagi-Mu Tuhan sebab Kau yang layak dipuja. Kami mau bersorak tinggikan nama-Mu, "Haleluya". Soraklah, "Haleluya". Soraklah, "Haleluya, Haleluya". Soraklah, "Haleluya". Soraklah, "Haleluya, Haleluya".

Peran Roh Kudus 1 - Pdt. Wiryohadi

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 29 Maret 2026

Yohanes 4:17-18 (TB) Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."

Wanita Samaria di dalam kisah di atas tidak puas dengan suaminya lalu bercerai dan menikah lagi hingga lima kali. Akhirnya dia kumpul kebo dengan pria berikutnya, tetapi dia masih merasa kosong. Setiap manusia itu seperti donat yang memiliki lubang di tengahnya. Lubang ini hanya bisa diisi oleh Tuhan dan tidak mungkin bisa diisi oleh hal-hal dunia.

Ini sebabnya ada orang kaya yang mati bunuh diri. Ada aktris yang membuat hidungnya sangat mancung hingga lalat pun akan terbelah ketika mengenai hidungnya. Namun, tetap saja dia tidak puas dan tidak mampu bertahan di dunia. Agar lubang atau kekosongan kita terisi, kita membutuhkan Roh Kudus. Dia seperti air yang berperan untuk:
1. Menyegarkan jiwa kita.
2. Membersihkan kotoran atau daki dalam hidup kita.

Menyegarkan Jiwa Kita

Dulu pak Wiryo pernah bekerja di perusahaan makanan sebagai QC dan QA. Ketika di sana dia sempat melihat produksi mengalami kegagalan beberapa kali. Alhasil, produk rusak menumpuk dan melaporkannya kepada bos. Lantas bos memarahi mereka, "Berapa miliar yang habis karena produk rusak ini?" Pak Wiryo sudah mengikuti prosedur dan tidak bersalah atas kegagalan produksi, tetapi dia juga ikut dimarahi oleh bos. Kenapa?

Bosnya berkata, "Kamu digaji juga untuk dimarahi." Ya, memang sudah menjadi aturan umum di dunia kerja, yaitu:
1. Bos selalu benar.
2. Jika bos salah, baca aturan ke-1.
Orang produksi tampak pucat dan kusut karena dimarahi. Namun, pak Wiryo juga ikut kusut karena dimarahi sekalipun tidak bersalah.

Ketika berada di kamar mandi, pak Wiryo mendengar suara berkata, "Tekan tiga bar." Pak Wiryo bertanya-tanya, "Siapa yang berbicara? Di kamar mandi seharusnya tidak ada orang lain, kecuali ada yang mengintip." Jadi, pak Wiryo yakin bahwa yang berbicara adalah Tuhan. Dia mampu bekerja melampaui batas kemampuan kita. Maka, keesokan harinya pak Wiryo meminta izin bos untuk mengadakan rapat dengan orang produksi.

Dia menjelaskan kepada bos bahwa Tuhan telah memberinya petunjuk untuk menekan tiga bar. Setelah hal ini dilakukan, produksi berjalan lancar dan hasilnya sangat baik. Bos pun berkata, "Tuhanmu hebat sekali hingga paham masalah produksi. Kalau ada kegagalan lagi, nanti tanyakan Tuhanmu lagi."

Tak lama berselang, gajinya dinaikkan sebanyak 50% karena berhasil mengatasi kegagalan produksi. Dalam hati dia berkata, "Semoga ada kegagalan lagi sehingga bisa naik gaji lagi... hehehe..." Jadi, jika ingin naik gaji, mintalah kepada Tuhan.

LEBIH DALAM LAGI
Satu hal yang kurindukan ya Tuhan, Selalu berada di dekat-Mu.
Dengan segenap hati, Dengan s'genap jiwa, kumenanti di hadirat-Mu.
Chorus: Lebih dalam lagi kurindu Kau Tuhan, Lebih dari segala yang ada. Lebih dalam lagi kucinta Kau Yesus, kumengasihi-Mu.

Kiranya lagu tersebut senantiasa menjadi doa dan kerinduan kita melebihi keinginan kita akan hal-hal lain. Makin kita merasakan kekosongan, makin kita perlu mendekat kepada Tuhan karena hanya Dia yang bisa memuaskan kita.

Peran Roh Kudus 2

Friday, March 27, 2026

Hilang Permata, Hilang Kepercayaan

Dalam hidup kita sering berada di lingkungan yang tidak benar-benar melihat nilai kita. Bayangkan sebuah cerita sederhana.

Seseorang memiliki sebuah permata. Selain itu, ia juga memiliki batu kali, batu apung, dan batu bata—benda-benda biasa yang tidak terlalu istimewa.

Namun, ada satu masalah. Permata itu sering dipinjam oleh sekelompok orang.

Ketika pemilik permata meminta tambahan biaya sewa yang adil untuk permatanya, sang pemimpin kelompok justru lebih percaya pada ketua manipulator yang menyangkal perbuatannya. Jadi, tidak ada tambahan biaya sewa, tidak ada keadilan, dan hanya penolakan.

Di titik itu, pemilik permata menyadari sesuatu yang penting:
>> Tidak ada gunanya berbicara di tempat yang tidak percaya. <<

Akhirnya, dia memberikan permatanya kepada pedagang batu mulia—seseorang yang benar-benar memahami nilai permatanya dan bersedia menghargainya dengan layak.

Ironisnya, setelah permata itu hilang, kelompok manipulator mulai panik.

Mereka tiba-tiba ingin memberikan kompensasi—bukan untuk permata yang sudah pergi, tetapi untuk mempertahankan batu-batu biasa yang tersisa.

Aneh? Tidak juga. Ini adalah cerminan realitas. Masalah Utama Bukan pada Permata. Permata tidak pernah berubah nilainya.
Yang bermasalah adalah:
* lingkungan yang tidak menghargai
* orang-orang yang terbiasa memanfaatkan
* sistem yang lebih percaya pada kenyamanan daripada kebenaran.

Banyak orang berpikir mereka harus “menjadi lebih baik” agar dihargai. Padahal, sering kali, mereka sudah bernilai—hanya berada di tempat yang salah.

Ketika Kepercayaan Hilang, Segalanya Selesai
Hubungan apa pun—kerja, bisnis, atau personal—dibangun di atas kepercayaan.
Saat kepercayaan hilang:
* komunikasi jadi sia-sia
* penjelasan dianggap alasan
* kebenaran dikalahkan oleh opini
Pada titik ini bertahan bukan lagi tanda kesabaran. Ini hanya memperpanjang kerugian.

Pola Klasik: Diabaikan Saat Ada, Dicari Saat Hilang
Fenomena ini sering terjadi:
* saat kamu memberi → dianggap biasa
* saat kamu diam → mulai dipertanyakan
* saat kamu pergi → baru dihargai
Bukan karena mereka berubah.
Namun, karena mereka kehilangan akses.

Pertanyaan paling menarik dari cerita ini adalah: Mengapa mereka justru ingin mempertahankan batu biasa, bukan permata?

Jawabannya sederhana, meski tidak nyaman: karena sesuatu yang bernilai tinggi:
* tidak mudah dikontrol
* tidak bisa dimanfaatkan seenaknya
* memiliki standar

Sedangkan yang biasa:
* lebih mudah dipertahankan
* tidak banyak menuntut
* bisa dimanipulasi

Pergi Bukan Berarti Kalah
Banyak orang takut pergi karena merasa itu adalah bentuk kekalahan. Padahal, kenyataannya: pergi adalah bentuk seleksi.

Kamu memilih:
* lingkungan yang lebih sehat
* orang yang lebih menghargai
* sistem yang lebih adil
Yang terpenting, kamu memilih untuk tidak lagi mengecilkan nilai dirimu sendiri.

Tempat yang Tepat Akan Mengenali Nilaimu
Permata tidak perlu berteriak untuk membuktikan dirinya berharga. Ia hanya perlu berada di tempat yang tepat. Di sana:
* nilainya dipahami
* keberadaannya dihargai
* kontribusinya diakui

Cerita ini bukan tentang batu.
Ini tentang manusia.
Tentang bagaimana kita:
* diperlakukan
* dihargai
* dan akhirnya memilih untuk bertahan atau pergi.

Jika kamu berada di tempat yang terus meragukan nilaimu, mungkin masalahnya bukan pada dirimu. Kamu hanya berada di tempat yang salah. Karena pada akhirnya: permata tetap permata—meskipun diletakkan di antara batu biasa.

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.