Menghadapi Kenyataan
Catatan Ibadah ke-1
Minggu 19 April 2026
Aku hanya teringat
kepada Daniel di Babel. Seharusnya dia kesal kepada raja Darius karena dia
membuat peraturan hanya berdasarkan perkataan para penjilat yang ingin
menjatuhkan Daniel. Namun, kenapa Daniel tidak marah kepada raja Darius? Apa
yang dia pikirkan saat itu?
Daniel 6:22-23 (TB) Lalu kata Daniel kepada raja: "Ya raja,
kekallah hidupmu! Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut
singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku
tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak
melakukan kejahatan."
Padahal, aku perang
dingin dengan Tuan Atas karena dia sering membuat keputusan yang menguntungkan
para penjilat. Ketika kutegur, katanya hanya salah paham dan memintaku tidak langsung
percaya kepada perkataan orang lain. Maka, kukatakan bahwa aku akan selalu konfirmasi
cerita orang lain kepadanya secara langsung. Dia pun setuju, tetapi tetap tidak
mau memberikan klarifikasi. Ah, sama saja bohong.
Masa mau salah
paham terus? Suara hatiku
berkata, "Dia tidak tahu apa yang dia perbuat." Namun, kujawab,
"Usianya sudah lebih dari 50 tahun, kok bisa tidak tahu? Seharusnya usia
segitu sudah banyak makan asam garam kehidupan, termasuk tahu."
JEJAK-MU TUHAN
Seringku tak
mengerti jalan-jalan-Mu Tuhan bagai di belantara yang kelam. Tanpa seribu tanya
namun tetap percaya. Jejak-Mu Tuhan sungguh sempurna.
Ajarku memahami semua yang Kau ingini agar hidupku puaskan hati-Mu. Bagi-Mu
aku rela sepenuh hati menghamba. Serahkan diri genapi karya-Mu.
Sejak pertama kali ratu
drama menyadari keberanianku berbicara dengan orang Taiwan, dia telah
memprovokasiku untuk resign dengan memberitahuku tentang nilai-nilai
mereka yang tak sejalan denganku. Karena saat itu aku belum mengenalnya, aku
pun mendengarkan dia dan telah mengajukan surat resign hingga dua kali.
Namun, orang Taiwan mengatakan bahwa semua itu hanya salah paham.
Lalu di depanku dia menegur ratu drama dengan berkata, "Kamu jangan menjadi provokator. Pastikan dulu informasinya sebelum memberitahu orang lain." Saat itu ratu drama mengajakku resign bersama. Namun, ternyata dia tidak melakukannya. Aku mengetahuinya dari orang Taiwan. Dia memintaku membaca pesan ratu drama yang dikirimkan kepadanya.
Di HP orang Taiwan
tertulis pesan berbahasa Inggris yang menyatakan bahwa ratu drama hanya
berkata, "Jika begini, aku menyerah", tetapi tidak jelas dia mau resign
atau bagaimana. Rupanya dia pembohong sekaligus provokator.
Lukas 4:13 (TB) Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia
mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.
Nah, salah satu sifat
iblis adalah pantang menyerah. Jika gagal, dia akan menunggu waktu lainnya.
Sebagai anak pendusta, ratu drama juga menunggu waktu yang baik. Sekalipun dia
telah beberapa kali gagal memprovokasiku agar aku diusir oleh orang Taiwan atau
pergi sendiri, dia tidak menyerah.
Ketika dia anggap
waktu baik itu tiba, dia kembali berkata, "Sekarang waktu yang tepat kalau
kita mau resign karena Tuan Atas sudah tidak mau mendengarkan kita."
Namun, kujawab, "Kamu bisa resign, tetapi aku tidak bisa karena aku
masih memiliki pemimpin lain. Dia tidak akan mengizinkanku, kecuali aku
menemukan penggantiku."
Karena gagal
memisahkanku dari orang Taiwan, ratu drama menjalankan aksi kebohongan
terbesarnya dengan pura-pura resign. Lagi-lagi dia pun masih berusaha
memprovokasiku untuk resign bersamanya. Hehehe.. dia tidak tahu bahwa
orang Taiwan pernah menunjukkan pesannya kepadaku. Mana mungkin kupercaya
kepadanya lagi?
Sepolos-polosnya
diriku ini, aku masih dilindungi oleh Tuhan yang Maha Tahu... hahaha... Emang
dia bisa membohongi Tuhan? Semua rencananya terpampang nyata di
hadapan-Nya. Mimpiku pun telah menunjukkan akhir ceritanya sehingga aku bisa
tenang dan damai.
Karena ratu drama
telah menebar cerita bohong secara masal dan tidak menepati ceritanya itu, dia
sendiri yang telah membongkar kebohongannya. Bahkan, dia gagal mengambil
berkatku dan kehilangan tugas-tugasnya. Dia harus puas makan gaji buta yang
tidak sebesar rencananya.
Matius 25:28 (TB) Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan
berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.
Jika dia masih punya
rasa malu, dia akan pergi sendiri seperti para pemeran drama sebelumnya. Jika
tidak, nanti dia harus pergi dengan tidak hormat.
Matius 25:29 (TB) Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan
diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun
juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
YESUS KAU SUNGGUH BAIK
Yesus Kau
sungguh baik. Yesus nama-Mu indah. Yesus kucinta Kau selalu. Kutinggikan,
kuagungkan s'lamanya.
Ku mau memuji-Mu, ku s'lalu puji-Mu. Ku mau menyembah-Mu, ku s'lalu
sembah-Mu. Kau yang layak t'rima semua pujian. Kemuliaan hanya bagi Tuhan.












