Catatan Ibadah ke-1 Minggu 19 Juli 2026
Jika kita mengasihi seseorang,
tentu kita merayakan hari ulang tahunnya. Setiap orang perlu mengingat tanggal
keramat pasangannya. Ketika merayakan ulang tahun gereja, kita bukan merayakan
gedungnya, melainkan mempelainya.
Gereja adalah mempelai Kristus.
Merayakan ulang tahun gereja berarti mempelai perempuan merayakan ulang tahun
mempelai pria. Hari ini usia gereja telah 36 tahun. Ada banyak tantangan yang
dihadapi hingga bisa bertahan sampai sekarang. Ada masa-masa tertentu dimana
gereja tidak bisa merayakan ibadah dan rasanya ingin menyerah, tetapi karunia
Tuhan memampukan gereja tetap melangkah maju.
Gereja merupakan rumah, tempat
pemuridan, dan tempat misi Tuhan dikerjakan untuk melaksanakan amanat agung.
Oleh karena itu, kita harus melangkah maju, seperti Kaleb bin Yefune.
Kaleb Lebih Mempercayai Tuhan Daripada Situasi Yang Dihadapinya.
Yosua 14:6 (TB) Bani
Yehuda datang menghadap Yosua di Gilgal. Pada waktu itu berkatalah Kaleb bin
Yefune, orang Kenas itu, kepadanya: "Engkau tahu firman yang
diucapkan TUHAN kepada Musa, abdi Allah itu, tentang aku dan tentang engkau di
Kadesh-Barnea.
Kaleb bin Yefune merupakan orang
asing, yaitu orang Kenas. Orang Kenas merupakan keturunan Esau. Seharusnya
janji Tuhan diberikan hanya kepada keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub. Meskipun
awalnya Kaleb bukan orang Yahudi yang berhak menerima janji Tuhan, akhirnya dia
ikut menerima janji tersebut.
Dia termasuk dua dari sepuluh
pengintai tanah Kanaan yang memperkenan hati Tuhan. Dua belas orang melihat
masalah yang sama, tetapi hanya dua orang yang melihat dari sudut pandang
Tuhan. Sepuluh orang ketakutan saat melihat musuh, tetapi Yosua dan Kaleb tetap
melangkah maju.
Kaleb Mengikuti Tuhan Dengan Sepenuh Hati.
Yosua 14:7 (TB) Aku
berumur empat puluh tahun, ketika aku disuruh Musa, hamba TUHAN itu, dari
Kadesh-Barnea untuk mengintai negeri ini; dan aku pulang membawa kabar
kepadanya yang sejujur-jujurnya.
Kaleb bin Yefune menerima janji
Tuhan pada umur 40 tahun. Dia pun ikut hidup di padang gurun yang panas selama
40 tahunan. Namun, dia tetap setia mengikuti Tuhan sepenuh hati karena Tuhan
telah terlebih dahulu setia kepadanya. Tuhan telah setia memelihara
hidupnya. Sepenuh hati berarti hatinya dipenuhi dengan kesetiaan kepada Tuhan.
Arti nama Kaleb adalah anjing, yang melambangkan kesetiaan.
Kaleb Tetap Berpegang Pada Janji Tuhan Yang Tidak Dibatasi Oleh Waktu.
Kaleb percaya bahwa Tuhan tidak
akan pernah gagal dalam menepati janji-Nya. Janji Tuhan tidak dibatasi oleh
usia. Pada waktu yang tepat dia pun melangkah maju.
Yosua 14:10-11 (TB)
Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang
dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan
TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang
gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini;
pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti
kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan
untuk keluar masuk.
Yosua 14:12 (TB)
Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada
waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada
orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai
aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN."
Akhirnya dia pun memperoleh gunung
yang dijanjikan Tuhan. Gunung ini bukan gunung biasa. Gunung ini dihuni oleh
orang Enak – keturunan raksasa yang ditakuti oleh orang Israel. Di sinilah
tempat tinggal para keturunan Goliat, yaitu semua raksasa yang besar. Inilah
gunung yang diminta oleh Kaleb sejak umur 40 tahun.
Apapun tantangan yang kita hadapi
saat ini, baik sakit penyakit maupun masalah pekerjaan, kita harus tetap
melangkah maju. Tuhan memang tidak menjanjikan kemudahan, tetapi dia akan
memampukan kita untuk mengatasi semua tantangan tersebut. Bersama Tuhan
tidak ada yang mustahil. Sepanjang tahun ini kita akan mengalami Pentakosta
setiap hari. Kita pun akan melakukan perkara besar bersama-Nya.
Michael Panjaitan pun sempat
bersaksi di awal ibadah bahwa dia menikah pada tahun 2017. Saat itu dokter
menyatakan bahwa dia tidak bisa memiliki anak. Namun, setiap hari dia dan
pasangannya memperkatakan janji Tuhan. Kini mereka telah memiliki dua
orang anak. Semuanya mungkin bagi Tuhan.
TUNTUNAN ILAHI
Verse 1: Bila Roh-Mu bekerja, Tak ada
yang mampu menahannya. Pribadi yang agung nan mulia Tercurah 'tuk hati yang
terbuka.
Verse 2: Bila Roh-Mu berkarya, Hati yang keras dilembutkan. Tak ada yang
mampu hentikan Kuasa-Mu bekerja.
Chorus: Ini waktu-Mu Roh Kudus penuhi Setiap hati yang haus akan-Mu.
Kulakukan perkara yang mustahil. Setiap hari bergerak dengan Tuntunan ilahi.












