Makna Salib
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 5
Juli 2026
"Oh Tuhan, kenapa programnya
bermasalah padahal Kau tahu tangan kananku sakit sekali. Jika terus begini,
tangan kiriku bisa ikut sakit. Tolong tegur programmernya."
Keesokan harinya program kembali
berjalan normal. Padahal, ketika kuminta untuk segera memperbaikinya, pada hari
pertama dia berkata, "masih proses pencarian."
Kalau ada masalah program,
kukomplain pembuat program (programmer). Jadi, kalau ada masalah dengan programmer
yang mungkin sengaja melakukan sabotase agar mendapat tambahan uang lagi, lebih
baik komplain kepada pembuat atau pencipta programmernya.
Hehehe... masalah pun cepat
selesai padahal katanya lama. Tuhanku memang hebat. Namun,
sehebat-hebatnya Dia, tidak semua hal diberikan secara instan. Bahkan, ada yang
tidak akan diberikan-Nya karena tak sesuai dengan kehendak-Nya.
2 Korintus 12:9 (TB)
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab
justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih
suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
Karena jalan pikiran Tuhan tak
terselami, seperti Paulus, aku pun telah berdamai dengan duri dalam dagingku
yang kembali bermanifestasi setelah sekian tahun. Jika diminta untuk mengulurkan tangan, mungkin kuulurkan keduanya karena mereka
setara. Ketika tangan kananku sakit, suka tidak suka, tangan kiriku akan
mengambil alih pekerjaan tangan kanan.
Tangan kiriku tidak akan protes
jika harus bekerja melebihi deskripsi pekerjaannya. Maka, aku pun tidak pernah
protes jika harus bekerja melebihi deskripsi pekerjaanku. Alhasil, suka tidak
suka, bawahanku juga harus mengikuti teladanku... wkwwkw...
Nah, kalau kita asyik bermain,
biasanya suka lupa waktu toh. Jari-jari tangan kananku tak henti menari di atas
keyboard, tahu-tahu rasa nyeri sudah menjalar ke siku kanan lalu ke bahu
kanan. Maka, tangan kanan harus rehat dan seketika itu juga tangan kiri mulai
beraksi.
Namun, kepala protes karena
menyadari bahwa tangan kananku sudah selevel profesor, tetapi tangan kiriku
masih selevel kindergarten. Kecepatan dan kemampuannya tentu jauh
berbeda. Ketika program bermasalah (tidak bisa menghasilkan laporan), tangan
kiri harus kerja ekstra keras copy paste data (satu per satu) dari
program ke dalam Ms. Excel. Selain itu, tangan kiri juga belum bisa membubuhkan
tanda tangan. Tulisan tangannya pun masih belum rapi dan bisa naik bukit turun lembah...
hahaha…
Jika demikian, tangan mana yang
mau kubanggakan? Setiap tangan memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Mungkin yang bisa kubanggakan adalah kesukaran dan penderitaan yang sudah
dilalui bersama oleh kedua tanganku ini.
Mazmur 90:10 (TB)
Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya
adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang
lenyap.
Mengapa kesukaran dan penderitaan
menjadi kebanggan Musa? Karena pada saat tersebut, dia menyadari bahwa semua
itu hanya sementara. Dia juga mengalami kuasa Tuhan di tengah kesukaran dan
penderitaannya sehingga berhasil menjadi lebih dari pemenang.
Filipi 4:13 (TB) Segala
perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Walau sukar dan menderita, eh
kerjasama kedua tanganku masih bisa menghasilkan tulisan sepanjang ini...
xixixi... Siapa yang paling berkontribusi? Tangan kanan atau tangan
kiri? Hehehe... Sang Pembuat Tangan itulah yang paling berkontribusi. Siapa
pembuatnya? Ah, kalau belum kenal Dia, kebangetan deh.
KAU SANGAT KUCINTA
Bersyukur selalu bagi kasih-Mu di dalam
hidupku dan tak 'kan kuragu atas rencana-Mu 'tuk masa depanku.
S'bagai Bapa yang baik, tak 'kan pernah Kau melupakanku.
S'bagai Bapa yang sangat baik, tak 'kan pernah Kau meninggalkanku.
Reff: Ku 'kan menari dan bersuka kar'na-Mu oh Yesusku. Dan ku 'kan minum
air-Mu bagai rusa rindu selalu. Kuhidup dalam-Mu dan hidup-Mu di dalamku. Oh
Yesusku, Kau sangat kucinta.











