Sunday, July 5, 2026

Tangan Mana yang Dibanggakan?

Makna Salib
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 5 Juli 2026

"Oh Tuhan, kenapa programnya bermasalah padahal Kau tahu tangan kananku sakit sekali. Jika terus begini, tangan kiriku bisa ikut sakit. Tolong tegur programmernya."

Keesokan harinya program kembali berjalan normal. Padahal, ketika kuminta untuk segera memperbaikinya, pada hari pertama dia berkata, "masih proses pencarian."

Pada hari kedua dia menjawab, "Ini masalah server, bukan program sehingga lama. Kalau masalah program, cepat selesai." Beberapa teman programmer justru menganalisa bahwa masalahnya bukan server, tetapi program. Ini berarti programmernya bermasalah.

Kalau ada masalah program, kukomplain pembuat program (programmer). Jadi, kalau ada masalah dengan programmer yang mungkin sengaja melakukan sabotase agar mendapat tambahan uang lagi, lebih baik komplain kepada pembuat atau pencipta programmernya.

Hehehe... masalah pun cepat selesai padahal katanya lama. Tuhanku memang hebat. Namun, sehebat-hebatnya Dia, tidak semua hal diberikan secara instan. Bahkan, ada yang tidak akan diberikan-Nya karena tak sesuai dengan kehendak-Nya.

2 Korintus 12:9 (TB) Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Karena jalan pikiran Tuhan tak terselami, seperti Paulus, aku pun telah berdamai dengan duri dalam dagingku yang kembali bermanifestasi setelah sekian tahun. Jika diminta untuk mengulurkan tangan, mungkin kuulurkan keduanya karena mereka setara. Ketika tangan kananku sakit, suka tidak suka, tangan kiriku akan mengambil alih pekerjaan tangan kanan.

Tangan kiriku tidak akan protes jika harus bekerja melebihi deskripsi pekerjaannya. Maka, aku pun tidak pernah protes jika harus bekerja melebihi deskripsi pekerjaanku. Alhasil, suka tidak suka, bawahanku juga harus mengikuti teladanku... wkwwkw...

Bagiku, bekerja tuh seperti bermain puzzle karena pekerjaanku adalah mengumpulkan kepingan-kepingan puzzle berubah data. Lalu setiap kepingan itu harus kurangkai hingga menjadi suatu gambaran laporan yang utuh. Asyik ya... hahaha...

Nah, kalau kita asyik bermain, biasanya suka lupa waktu toh. Jari-jari tangan kananku tak henti menari di atas keyboard, tahu-tahu rasa nyeri sudah menjalar ke siku kanan lalu ke bahu kanan. Maka, tangan kanan harus rehat dan seketika itu juga tangan kiri mulai beraksi.

Namun, kepala protes karena menyadari bahwa tangan kananku sudah selevel profesor, tetapi tangan kiriku masih selevel kindergarten. Kecepatan dan kemampuannya tentu jauh berbeda. Ketika program bermasalah (tidak bisa menghasilkan laporan), tangan kiri harus kerja ekstra keras copy paste data (satu per satu) dari program ke dalam Ms. Excel. Selain itu, tangan kiri juga belum bisa membubuhkan tanda tangan. Tulisan tangannya pun masih belum rapi dan bisa naik bukit turun lembah... hahaha…

Jika demikian, tangan mana yang mau kubanggakan? Setiap tangan memiliki kelebihan dan kekurangannya. Mungkin yang bisa kubanggakan adalah kesukaran dan penderitaan yang sudah dilalui bersama oleh kedua tanganku ini.

Mazmur 90:10 (TB) Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.

Mengapa kesukaran dan penderitaan menjadi kebanggan Musa? Karena pada saat tersebut, dia menyadari bahwa semua itu hanya sementara. Dia juga mengalami kuasa Tuhan di tengah kesukaran dan penderitaannya sehingga berhasil menjadi lebih dari pemenang.

Filipi 4:13 (TB) Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Walau sukar dan menderita, eh kerjasama kedua tanganku masih bisa menghasilkan tulisan sepanjang ini... xixixi... Siapa yang paling berkontribusi? Tangan kanan atau tangan kiri? Hehehe... Sang Pembuat Tangan itulah yang paling berkontribusi. Siapa pembuatnya? Ah, kalau belum kenal Dia, kebangetan deh.

KAU SANGAT KUCINTA
Bersyukur selalu bagi kasih-Mu di dalam hidupku dan tak 'kan kuragu atas rencana-Mu 'tuk masa depanku.
S'bagai Bapa yang baik, tak 'kan pernah Kau melupakanku.
S'bagai Bapa yang sangat baik, tak 'kan pernah Kau meninggalkanku.
Reff: Ku 'kan menari dan bersuka kar'na-Mu oh Yesusku. Dan ku 'kan minum air-Mu bagai rusa rindu selalu. Kuhidup dalam-Mu dan hidup-Mu di dalamku. Oh Yesusku, Kau sangat kucinta.

Makna Salib - Ps. Lukas Wibisono

Salib
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 5 Juli 2026

Mengosongkan Diri

Filipi 2:7 (TB) melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Yesus tidak menganggap kesetaraan-Nya dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan. Dia justru mengosongkan diri-Nya.

Matius 12:10a (TB) Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.

Jika tangan kanannya mati dan dia kidal, tentu saja yang bisa dia banggakan adalah tangan kirinya yang terlatih.

Matius 12:13 (TB) Lalu kata Yesus kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka pulihlah tangannya itu, dan menjadi sehat seperti tangannya yang lain.

Ketika Yesus memintanya untuk mengulurkan tangannya, Dia tidak menyebutkan tangan kanan atau tangan kiri. Jika orang itu ingin menyembunyikan kelemahannya, dia akan mengulurkan tangan kirinya yang kuat. Namun, dia tidak ingin pamer dan justru mengulurkan tangan kanannya yang sakit. Seketika tangan kanannya sembuh. Keterbukaan merupakan awal dari pemulihan. Jika kita menyembunyikan kelemahan kita dari Tuhan, bagaimana bisa dipulihkan?

Pernahkah kalian sakit? Pernahkah kalian bertanya, "Kenapa Tuhan memberikan rasa sakit?" Hal ini bukan untuk membuat kita menderita. Contoh: Kita melihat paku lalu mencoba ketajamannya di atas telapak tangan kita, ternyata sakit. Karena hal ini, kita tidak akan meneruskannya. Jika kita tahu bahwa kita salah, jangan terus menerus dilakukan hingga menabrak. Terbukalah kepada Tuhan agar Dia bisa memulihkanmu.

Taat Sampai Mati

Filipi 2:8 (TB) Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Selain mengosongkan diri, kita juga harus taat sampai mati. Kita harus tetap mengikuti Yesus. Sekali Yesus, selamanya Yesus. Kesalahan orang lain bukan alasan bagi kita untuk berhenti taat. Jika kita tidak mau lagi ke gereja karena kesalahan orang lain, ini merupakan wujud ketidaktaatan kita.

Filipi 2:9 (TB) Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

Biasanya kita cenderung menghormati orang yang lebih berbobot daripada kita, seperti orang yang memiliki uang lebih banyak atau posisi lebih tinggi daripada kita. Namun, jika kita melihat timbangan jungkat jangkit, seperti timbangan emas, kita bisa melihat bahwa timbangan akan setara jika bobotnya sama.

Namun, jika salah satu timbangan berbobot 10 kg dan timbangan satunya berbobot 5 kg, tentu timbangan berbobot 10 kg akan turun. Jadi, jika kita mengosongkan diri sehingga bobot kita menjadi 0, otomatis kita akan diangkat melebihi orang lain yang berbobot lebih besar daripada kita.

SERUKAN NAMA-NYA
Tuhanku Maha Besar, Tuhanku Maha Kuasa, Raja segala Raja. Dia tak 'kan tergoyahkan, Dia tak 'kan terkalahkan, Dia hidup dan berkuasa.
Chorus: Serukan nama-Nya Yesus Tuhan Raja. Segala kuasa tunduk dalam nama-Nya. Dia luar biasa perkasa mulia. Yesus Nama di atas s'gala nama.

Tangan Mana yang Dibanggakan?

Salib - Ps. Lukas Wibisono

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 5 Juli 2026

Kesalahan pertama Adam dan Hawa tidak berkaitan dengan perbuatan. Kesalahan mereka bukan perzinahan, pembunuhan, atau perbuatan yang tidak manusiawi. Jika dilihat dari perbuatannya, kesalahan mereka hanyalah salah makan.

Namun, sebenarnya kesalahan pertama mereka berkaitan dengan motivasi hati. Ketika memakan buah terlarang, motivasi Adam dan Hawa adalah ingin menjadi Allah. Mereka tidak lagi membutuhkan Allah karena sebelum memakan buah itu, iblis berkata kepada mereka, "Jika kamu memakannya, kamu akan menjadi seperti Allah."

Jadi, sekalipun kita berkata, "Saya tidak pernah menyakiti siapapun," tetapi jika motivasi hati kita salah di hadapan Tuhan, kita tetap berdosa kepada-Nya. Untuk mengikut Tuhan, kita harus pikul salib. Salib berarti mengosongkan diri dan taat sampai mati. Mengosongkan diri berarti tidak egois atau mementingkan diri sendiri.

Kolose 3:23 (TB) Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Kolose 3 meminta:
* Istri tunduk kepada suami,
* Suami mengasihi istri,
* Anak menaati orang tua,
* Orang tua tidak menyakiti anak,
* Hamba menaati tuan atau bosnya.
Intinya, semua yang kita lakukan hendaknya untuk Tuhan, bukan untuk manusia.

1 Korintus 1:22 (TB) Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,

Orang Yahudi terbiasa melihat kehadiran Allah melalui tanda, seperti Laut Merah terbelah dan manna turun dari langit. Sementara itu, orang Yunani suka mencari filsafat yang membuat mereka berpikir bahwa segalanya masuk akal.

1 Korintus 1:23 (TB) tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,

Salib bukanlah hal yang bisa diterima oleh orang Yahudi dan Yunani. Bagi orang Yahudi, salib merupakan kutuk karena pahlawan mereka seharusnya tidak mati disalib. Sementara itu, orang Yunani menganggapnya sebagai kebodohan karena tidak masuk akal.

1 Korintus 1:24 (TB) tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

Bagi kita yang dipanggil, salib adalah kekuatan dan hikmat Allah. Melalui salib, Tuhan menebus kita yang sebenarnya tidak layak untuk diselamatkan. Upah dosa adalah maut. Jika kita berhadapan dengan maut, jangan menyalahkan Tuhan. Ini akibat dari dosa. Namun, Yesus datang ke dunia untuk membebaskan kita dari maut dan memberi kita hidup yang berkelimpahan.

Makna Salib

Sunday, June 28, 2026

Aturan Tidak Jelas

Hidden Gem in The Family
Catatan Ibadah ke-1 Minggu, 28 Juni 2026

Ketika berlibur di Bali, kami berniat mencoba permainan ATV. Namun, harganya terlalu mahal. Maka, kami baru bisa mencoba permainan ini ketika berada di Bandung. Di sini instrukturnya menyampaikan petunjuk penggunaan ATV. Katanya kepadaku secara singkat, "Gagang setirnya tinggal diputar ke depan. Kanan gas, kiri rem."

Seketika aku langsung tancap gas dan meninggalkan memeku yang merasa terhalang oleh bebatuan di sepanjang jalan. Namun, bagiku bebatuan itu bukanlah halangan yang merintangi selama jalan di depanku masih lurus. Kemudian aku mulai berbelok ke kiri. Pada setengah perjalanan ini kulihat dinding kawat berada di depanku. Namun, tampaknya kali ini agak susah buatku untuk berbelok ke kiri lagi dalam kecepatan terkini.

Kucoba menekan rem tanpa melepas gas, tetapi remnya seperti tak berfungsi. Belakangan kuketahui dari titiku kalau gas harus dilepas jika mau mengerem. Ketika sadar ada bahaya mengintai di depan, biasanya orang lain akan berteriak. Namun, secara spontan kulepaskan pegangan tanganku dari kedua setir ATV sambil membatin, "Ya Tuhan, sepertinya aku akan menabrak."

Amsal 3:6 (TB) Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Bruak. Kutrabrak tumpukan ban di dekat pagar kawat. Seketika penjaga permainan ATV menghampiriku dan menanyakan keadaanku. Dengan tersenyum aku turun dari ATV dan mengatakan bahwa aku baik-baik saja. Lalu dia membantuku untuk memutar ATV berat itu agar kembali ke jalan yang benar.

Tak lupa penjaga pagar ATV berpesan, "Gasnya jangan ditekan terus. Gas sekali. Kalau sudah jalan, dilepas saja." Ooo... kenapa aku tidak diberitahu dari awal oleh si instruktur? Lantas kuikuti saran penjaga itu dan permainanku menjadi lebih aman.

Memeku berkata, "Setiranmu itu mengerikan. Bisa-bisanya kamu langsung tancap gas. Pantas nabrak." Dia pun tidak mau lagi bermain ATV karena melihat resikonya padahal sewaktu di Bali dialah yang sangat ingin bermain ATV dan yakin aman.

Namun, di Bali aku justru menolak permainan ATV karena medannya melewati sungai. Ah, menyetir motor tak bisa. Berenang pun tak bisa. Lebih baik lupakan ATV. Jatuh di darat masih mudah ditolong, tetapi jika ditambah jatuh ke air, penolongnya akan kewalahan.

Nah, di Bandung memeku kembali ingin naik ATV. Ketika kulihat medannya hanya tanah kering dan jaraknya tidak terlalu panjang, aku pun setuju untuk mencobanya pula. Eh, siapa sangka memeku jadi enggan bermain ATV lagi setelah melihat permainan pertamaku yang memacu adrenalin itu.

Banyak hal di dunia ini ada aturannya. Bermain pun ada aturannya. Jika aturan ini tidak diikuti dengan benar, permainan pun bisa berubah menjadi petaka, terutama jika pengamannya (baik orang maupun alat) kurang diperhatikan.

Kemudian keponakan perempuanku memberitahu bahwa dari awal dia sudah diberi penjelasan lengkap oleh instrukturnya. Tanyaku heran, "Lha, kenapa hanya aku yang tidak dijelaskan dengan detail?"

Jawab titiku, "Mungkin kamu dianggap sudah bisa menyetir motor. Gas dan remnya seperti motor matic. Kalau di Bali, kamu pasti sudah jatuh karena medannya lebih berbahaya." Wah, padahal aku tidak bisa menyetir motor loh. Tak terbayang deh kalau sampai ditimpa ATV dan terkena knalpot. Untung saat menabrak pagar, ATVnya tidak jatuh sehingga aku tidak ikut jatuh.

Namun, kasihan keponakan laki-lakiku yang dibonceng papanya. Kakinya malah terkena knalpot padahal dia tidak jatuh. Dari awal dia sudah diberitahu agar tidak menyentuh area knalpot, tetapi karena keasyikan, jadi lupa deh. Ah, ternyata ATV memang cukup berbahaya bagi yang tidak bisa menyetir motor, seperti yang dikatakan oleh temanku.

Di dalam keluarga beberapa orang tua juga seringkali bersikap seperti instruktur ATV. Mereka tidak selalu memberikan aturan yang jelas karena mereka berasumsi anaknya sudah diajari detailnya di sekolah atau tempat kursus. Ini sebabnya ada beberapa anak yang melakukan tabrak lari karena mabuk. Nah, ketika anaknya salah langkah, mereka baru menyadari bahwa anaknya kurang memahami aturan berlalu lintas. Misalnya: dilarang menyetir dalam keadaan mabuk atau mengantuk.

Ada pula keluarga yang memberikan aturan sepihak, yaitu untuk anaknya saja. Anak dilarang merokok, tetapi bapaknya sendiri malah merokok. Ada pula bapak yang melarang anaknya berbohong, tetapi dia sendiri justru sering memberikan janji palsu kepada anak dan selalu membela orang-orang tidak jujur. Bagaimana anak bisa mengikuti aturan seperti ini?

Yonadab bin Rekhab tentulah memberikan aturan yang jelas (bukan dengan asumsi) dan disertai teladan. Bahkan, dia juga memberitahu dampak ketaatannya kepada keturunannya. Jadi, tidak heran jika keturunannya tetap menghormati dan menaatinya.

MENGIKUTI-MU
Tak ada ketakutan di dalam hidup ini setelah aku mengenal-Mu. Tak ada keraguan di dalam hati ini 'tuk tinggalkan masa laluku.
Dan mengikuti-Mu di s'panjang hidupku. Tak 'kan berpaling, kar'na aku tahu Kau sangat berharga dalam hidupku. Pengorbanan-Mu Yesus s'lamatkanku.
Dan mengiring-Mu sampai akhir hidupku. Kumau setia dan mengasihi-Mu, oh Yesus Tuhanku. Dunia tak bisa palingkanku dari-Mu.
Semua yang benar, suci, dan mulia, yang 'kan selalu di benakku.
Semua perintah-Mu dan ketetapan-Mu kutaati dan kulakukan. I will follow you, every single day. I want more of you. I will follow you, never turn away. Coz you are My Jesus.

Hidden Gem in The Family - Ps. Robert Tedjasukmana

Catatan Ibadah ke-1 Minggu, 28 Juni 2026

Jika kita berlibur di luar kota, luar pulau, atau luar negeri, tentu kita ingin menikmati pemandangannya. Namun, manusia hidup pasti perlu makan. Biasanya kita akan wisata kuliner dengan mencoba makanan yang khas dan unik dari daerah tersebut.

Sekalipun harus antri dan jalan menuju ke sana juga sempit, kita akan mendatanginya. Jika ada restoran yang menyajikan menu dengan resep turun temurun, kita pasti ingin mencobanya pula. Ini seperti menemukan hidden gem (permata tersembunyi).

Nah, di dalam keluarga juga ada permata tersembunyi. Resep rahasia untuk menikmati citarasa keluarga ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Kita bisa temukan di dalam keluarga Rekhab.

Yeremia 35:1-2 (TB) Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia di zaman Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, bunyinya: "Pergilah kepada kaum orang Rekhab, bicaralah dengan mereka dan bawalah mereka ke rumah TUHAN, ke dalam salah satu kamar, kemudian berilah mereka minum anggur!"

Yehuda sering mengecewakan Tuhan sehingga mereka diminta belajar kepada keluarga Rekhab. Keluarga ini masih merupakan orang Israel. Selama hidupnya mereka selalu menghormati dan mengikuti perintah leluhurnya. Nah, Tuhan ingin menunjukkan hal ini kepada Yehuda.

Hidden Gem 1: Menghormati dan Mengikuti Perintah Tuhan.

Yeremia 35:5 (TB) Di depan anggota-anggota kaum orang Rekhab itu aku meletakkan piala-piala penuh anggur dan cawan-cawan, lalu aku berkata kepada mereka: "Silakan minum anggur!"

Tuhan meminta Yeremia untuk mengundang keluarga Rekhab ke dalam bait Allah. Di sana mereka dibawa ke dalam suatu ruangan khusus. Lalu mereka diminta untuk meminum anggur yang sudah dihidangkan. Namun, keluarga Rekhab tidak mau meminum anggur tersebut. Mereka pun menyebutkan pancasila keluarga mereka yang telah ditetapkan dan diwariskan oleh Yonadab bin Rekhab.

Di dalam Yeremia 35:6-7 (TB) kita akan menemukan pancasila keluarga Rekhab, sebagai berikut:
1. Janganlah kamu atau anak-anakmu pun minum anggur sampai selama-lamanya;
2. Janganlah kamu mendirikan rumah,
3. Janganlah kamu menabur benih;
4. Janganlah kamu membuat atau mempunyai kebun anggur,
5. Haruslah kamu diam di kemah-kemah selama hidupmu,
supaya lama kamu hidup di tanah, di mana kamu tinggal sebagai orang asing!

Jadi, keluarga Rekhab tidak punya rumah. Mereka hidup berpindah-pindah dari satu kemah ke kemah lain. Mereka juga bukan petani, tetapi gembala ternak. Kita bisa meniru keluarga Rekhab dengan mulai menentukan dan mewariskan aturan bagi keluarga kita. Kita bisa menggunakan pancasila atau dasasila yang memuat prinsip dan nilai-nilai kebenaran.

Mungkin ada aturan yang sudah berjalan, tetapi tidak tertulis. Kita bisa menyepakatinya dengan anggota keluarga. Jika ada ketidaksepakatan, kita bisa berdoa bersama hingga akhirnya beroleh kesepakatan. Contoh prinsip yang bisa kita terapkan, yaitu:
* Sekalipun ada konflik, tidak boleh kabur dari rumah. Sesama pasangan tidak boleh mengucapkan cerai karena Tuhan tidak berkenan dengan perceraian.
* Jika ke luar rumah, harus berpamitan sehingga tidak dicari-cari.
* Sesama anggota keluarga harus saling terbuka sehingga bisa saling memahami.
* Saat makan bersama, letakkan gadget. Biasakan berbincang secara langsung.
* Jika orang tua sudah mulai pikun atau tidak kuat berjalan, janganlah kita memarahinya atau berhenti mengajaknya pergi. Serumah atau tidak serumah, kita harus tetap memperhatikan orang tua.

Hidden Gem 2: Melayani Tuhan Seumur Hidup.

Yeremia 35:18-19 (TB) Tetapi berkatalah Yeremia kepada kaum orang Rekhab: "Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Oleh karena kamu telah mendengarkan perintah Yonadab, bapa leluhurmu, telah berpegang pada segala perintahnya dan telah melakukan tepat seperti yang diperintahkannya kepadamu, maka beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Keturunan Yonadab bin Rekhab takkan terputus melayani Aku sepanjang masa."

Keluarga Rekhab melayani Tuhan dengan cara:
* Bersaksi melalui gaya hidup mereka yang sederhana.
* Menggunakan talenta mereka untuk melayani Tuhan.

Nehemia 3:14 (TB) Pintu gerbang Sampah diperbaiki oleh Malkia bin Rekhab, penguasa wilayah Bet-Kerem. Ia membangunnya kembali dan memasang pintu-pintunya dengan pengancing-pengancing dan palang-palangnya.

Di dalam bait Allah ada area yang kurang bagus jika dilihat sesuai namanya. Namun, orang Rekhab mau memperbaiki gerbang sampah sekalipun hal ini bukanlah pelayanan yang spektakuler dan juga kurang terlihat.

Jika ingin seperti keluarga Rekhab, kita bisa menghindari flexing (suka pamer kekayaan), terutama jika masih berhutang. Jangan biasakan diri berhutang atau pinjol karena ini memalukan. Jika tidak punya uang, kerjakan apa saja walaupun hasilnya hanya sedikit.

Kita pun harus berterima kasih kepada para usher yang mau melayani orang lain padahal dalam kesehariannya ada yang menjadi CEO dan biasa dilayani. Ada pula yang melayani dengan menyediakan kursi roda. Pelayanan ini pun bisa memuliakan Tuhan sekalipun bukan di atas mimbar.

BERKAT bagi KELUARGAKU
Kiranya Tuhan berkenan memberkati rumah k'luargaku. Apa yang t'lah Tuhan berkati, diberkatilah untuk selamanya.
Reff: Sebab Tuhan melindungi, Tuhan menyinari dengan wajah-Nya, Memb'ri kasih karunia, damai sejahtera. Tuhan Yesus, berkati.
Bridge: Tuhan baik untuk selamanya. Berkat-Nya melimpah seumur hidupku. (2x)

Aturan Tidak Jelas

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.