Sunday, April 12, 2026

Berterima Kasih kepada Tuhan

Kasih Tuhan Memulihkan
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 12 April 2026

Eh, Kembali ke respon iri orang-orang tadi. Mereka langsung berkomentar bersahutan:
* Pasti iri lha. Aku akan belajar membuat teh kepada pegawai kebersihan. Selanjutnya, aku saja yang membuat teh untuk Tuan Atas.
* Kalau begitu, ayo bersaing denganku. Aku juga akan menyeduh teh untuknya.
* Nanti tehnya aku kasih sesuatu biar gajiku naik sepuluh kali lipat.
* Ayo Bu, masa kamu tidak mau ikutan?

Jawabku, "Tidak lha. Dari kecil aku benci pelajaran drama. Daripada terlibat dalam drama tidak karuan, lebih baik kukerjakan hal yang lebih penting." Aku pun bertanya, "Tuan Atas tuh mikir apa ya? Sebagai duda, ketika didekati gadis cantik single, dia menghindar. Akhirnya gadis single itu berselingkuh dengan suami orang lain. Namun, kini kok bisa mau minum kopi berdua dengan istri pria lain yang juga punya selingkuhan?"

Lalu aku mengirimkan beberapa skenario percakapan drama emak QC yang sudah kuprediksi dari awal kepada Tuan Atas. Selanjutnya, terserah dia mau percaya atau tidak. Jika dia tetap tidak percaya, mungkin itu karmanya karena tak mau percaya kepadaku.

Lantas ART yang mau panjat sosial juga kesal. Dia berkata, "Siapa wanita itu? Apa dia lebih cantik dariku? Apa gara-gara dia Tuan Atas tidak mau memakan masakanku?" Hehehe... dia pun menemukan fotonya lalu diberi tanda silang besar. Dia bertanya, "Mengapa dia juga memakai gelang tali? Apa gelangnya merupakan pemberian Tuan Atas? Dulu Tuan Atas memiliki dua gelang di kamarnya, tetapi sekarang hanya ada satu."

Astaga... dramanya makin tidak karuan. Aku ingat dulu emak QC pernah memamerkan gelangnya kepadaku sambil mengatakan bahwa gelangnya terdiri dari sekian elemen dan gelang Tuan Atas memiliki lebih banyak elemen. Mungkinkah saat itu dia mau pamer gelang seolah-olah mereka couple (berpasangan)?

Namun, aku tidak tertarik dan tidak pernah berpikir untuk bertanya, "Apa gelangmu adalah pemberian Tuan Atas?" Hehehe... aku terlalu berpikir positif terhadap mereka atau terlalu naif ya? Masa baru menyadari hal ini setelah ada ART yang menanyakannya?

Namun, dari awal aku tidak menganggap gelangnya penting. Jadi, alih-alih menanyakan hal semacam itu, aku hanya berkata, "Aku tidak percaya dengan hal-hal semacam itu. Tidak ada gelang yang bisa menolak bala." Lalu dia pergi dan perkataanku terbukti.

Sekalipun dia memakai gelang itu, dia tidak terhindar dari kecelakaan. Bahkan, semua kebusukannya terbongkar besar-besaran hingga dia kehilangan rasa hormat dari semua orang yang mengenalnya sebagai wanita soleha. Palsu puol.

Amsal 14:32 (TB) Orang fasik dirobohkan karena kejahatannya, tetapi orang benar mendapat perlindungan karena ketulusannya.

Sekalipun Tuan Atas juga memakai gelang yang sama, dia tak bisa terhindar dari para penipu pula. Anehnya mereka masih saja percaya kepada gelang semacam itu. Inilah salah satu wujud berhala yang ditentang oleh Tuhan. Aku pun hanya bisa tertawa sambil berkata, "Puji Tuhan. Haleluya 12x. Semoga aku tidak menjadi sama seperti mereka. Amin."

AKU DIBERKATI
Verse: Kasih setia-Mu nyata bagiku. Hikmat kebajikan tersedia bagiku. Pre-Chorus: S’bab Allah sanggup limpahkan segalanya Dan anugerah-Nya sangat besar bagiku.
Chorus: Aku diberkati aku dilimpahi karena Allah sanggup untuk menyediakan. Aku diberkati aku dilimpahi atas sempurna anugerah Tuhan bagiku.

Kasih Tuhan Memulihkan

Bukan Hasil Usaha Manusia
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 12 April 2026

Lantas aku berbicara dengan beberapa orang untuk memberitahu mereka bahwa cerita tersebut hanya karangan AI. Ada yang percaya dan menjadikan hal itu taruhan. Nah, kini dia menang semangkok mie ayam dari taruhan tersebut... wkwwkw... Aku sih tidak mau ikut bertaruh karena informasi dari surga bukan untuk kepentingan pribadi.

Namun, ada yang tidak percaya dengan intuisiku karena cerita emak QC tampak meyakinkan. Bahkan, HRD juga berkata, "Dia sudah sewa apartemen di Jakarta dan semua orang sudah mendengar ceritanya. Jika sampai batal, dia akan malu." Dengan santai kujawab, "Jika dia tidak malu berdua terus dengan suami orang lain, dia tidak akan malu jika hanya pura-pura resign."

Jadi, ketika HRD kuberitahu bahwa pembatalan resign emak QC sudah disetujui oleh Tuan Atas, dia kesal dan mengerjainya dengan bertanya, "Emak, surat referensi kerjamu sudah siap, kapan mau diambil?" Lantas emak QC mengatakan bahwa dia sedang menunggu keputusan dari Tuan Atas dan asistennya. Hahaha... padahal seisi pabrik sudah tahu loh kebohongannya.

Kemudian asisten Tuan Atas hanya memberitahu HRD bahwa emak QC batal resign dan dia tidak perlu lagi menangani QC dan QA. Pekerjaan barunya hanya menangani ISO. Kenaikan gajinya pun belum dibahas. Namun, banyak orang telah iri kepadanya karena dia telah melepaskan banyak tanggung jawab, tetapi gaji akan ditambah.

Jika hanya menangani ISO, ini artinya dia makan gaji buta karena pelatihan ISO dilakukan oleh pihak eksternal. Lalu pekerjaan dia hanya keliling sambil ngerumpi dan foto-foto masalah untuk dikirim di grup WA sambil berpesan kepada orang lain, "Kerjakan ini, kerjakan itu sebelum tanggal sekian." Untuk pekerjaan seperti ini, cukuplah dia diberi sekotak biscuit saja toh. Bukan bos kok sudah berlagak seperti bos?

Namun, aku berkata kepada mereka, "Jangan ditiru loh! Tidak perlu iri. Dia tidak akan bahagia. Dia pasti kehilangan damai sejahtera. Berkat Tuhan bukan hanya uang. Lagipula uang haramnya tuh dari setan."

Beberapa bulan lalu tiba-tiba aku mendapat uang kaget. Karena mendekati momen Idul Fitri, aku bertanya kepada Tuhan, “Apa uang ini untuk diberikan kepada orang lain? Namun, suara hatiku berkata, “Simpan saja. Kamu akan memerlukannya nanti.”

Tak lama berselang kusadari ada sekelompok ulat yang bergerombol di dalam salah satu dinding rumahku. Dindingnya terlihat menghitam seperti gigi busuk. Aku semprot baygon, ulatnya tidak langsung mati, tetapi berlarian ke sana kemari. Ngeri dengan hal ini, lubangnya kututup dengan lakban bening. Lalu kufoto dan kukirimkan kepada chat gpt, “Ini ulat apa?” Kata chat gpt, “Dilihat dari jejak kotorannya, itu rayap tanah dan mereka mampu berkembang biak dengan sangat cepat.”

Hah! Bagaimana jika rumah roboh dimakan rayap? Alhasil, aku segera menggunakan uang kaget itu untuk memanggil tenaga ahli pembasmi rayap. Sehari sebelum kami pergi berlibur, mereka telah menyemprotkan cairan pembasmi rayap. Jadi, kami bisa berlibur dengan tenang. Ah, bikin kaget saja.

Nah, paska kebakaran sekitar 2007 silam ada banyak kamitetep – si biang gatal yang bermunculan di rumah. Sekalipun mereka bilang rayap dan kamitetep tidak saling berhubungan sehingga mereka hanya bertugas membasmi rayap, bonusnya, kamitetep ikut menghilang. Luar biasa ya… sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui… xixixi…

Bukan Hasil Usaha Manusia

Berterima Kasih kepada Manusia
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 12 April 2026

Menjelang malam dia baru membalas pesanku, "Rully,客氣了!" Lantas aku segera cek artinya di Google dan dijawab, "Rully, you're too kind!" >> Hah! Dipuji manusia aja tak percaya. Masa dipuji aplikasi malah percaya? Om Google pasti keliru nih. Coba ke dalam bahasa Indonesia, "Rully, kamu terlalu baik!"

Ah, Om Google ngaco nih. Dulu dia pernah bilang aku baik. Kalau dipuji pemuda Indonesia, dengan santai akan kujawab, "Tidak usah gombal. Bilang saja kamu mau apa." Namun, kalau orang Taiwan yang mengatakannya, aku tak bisa menjawab seperti itu karena khawatir aplikasi salah menerjemahkan. Jadi, kugunakan firman yang tak mungkin salah.

路加福音 18:19 (CKJVGS) 稣对他说:「你为甚麽称我是良善的?除了 神一位之外,再没有良善的。

Hahaha... sejak saat itu dia tidak pernah mengatakan bahwa aku baik, tetapi dia bilang Tuhan itu baik. Sebaik-baiknya orang, tentu saja masih ada tidak baiknya. Kalau sedang marah, aku tak mungkin pasang topeng baik karena topengnya pasti hangus terbakar amarah. Jadi, lebih baik apa adanya. Nah, kalau Om Google menerjemahkan seperti itu, kemungkinan besar pasti salah.

Jadi, kutanya DeepL, "Rully, tidak usah sungkan!" Sepertinya ini baru benar, tetapi harus dipastikan lagi dengan chatgpt, "Tidak perlu sungkan / sama-sama". Nah, ini arti yang benar... wkwwkw... Namun, kenapa ya kebanyakan guru mandarin di Indonesia hanya mengajarkan kata 不客氣 dan tidak pernah mengajarkan kata 客氣了? Hmm... bisa salah paham nih jika hanya percaya Om Google.

Mazmur 25:21 (TB) Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau.

Jadi, mau tak mau, aku pun harus menepati perkataanku tadi. Sekalipun tak seorang pun mendengarnya, jika kuingkari, lambat laun aku bisa meragukan perkataanku sendiri. Maka, aku memberitahu Tuan Atas untuk berhati-hati terhadap emak QC karena dia terlalu munafik. Aku membongkar kebusukannya dan berpesan, "Jangan sampai kamu terjebak olehnya hingga dimanfaatkan olehnya. Dari secangkir kopi, dia bisa meminta lebih banyak lagi."

Inilah intuisi atau tuntunan ilahi. Bayangkan, sebelum drama dimulai, hari itu di dalam mobil dia hanya menatapku sambil berkata, "Oke, akan kusampaikan semuanya kepada Tuan Atas."

Namun, ketika lama kulihat wajahnya, aku seperti membaca pikirannya sedang berkata, "Tunggu saja nanti. Aku akan mendapatkan gaji berkali lipat lebih tinggi darimu. Kalau perlu, aku akan pura-pura resign." Tulisan tak terlihat itu terbaca dengan sangat sangat jelas. Aneh tapi nyata.

TUNTUNAN ILAHI
Verse 1: Bila Roh-Mu bekerja, Tak ada yang mampu menahannya. Pribadi yang agung nan mulia Tercurah 'tuk hati yang terbuka.
Verse 2: Bila Roh-Mu berkarya, Hati yang keras dilembutkan. Tak ada yang mampu hentikan Kuasa-Mu bekerja.
Chorus: Ini waktu-Mu Roh Kudus penuhi Setiap hati yang haus akan-Mu. Kulakukan perkara yang mustahil. Setiap hari bergerak dengan Tuntunan ilahi.

Nah, ketika rencananya itu kusampaikan kepada HRD, dia tidak percaya karena beberapa bulan sebelumnya emak QC telah mendapat kenaikan gaji. Namun, tak lama berselang, HRD langsung berkata, "Kamu benar. Dia resign dengan cerita bombastis."

Berterima Kasih kepada Manusia

Salvation and Sanctification
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 12 April 2026

Ketika hendak tidur, seorang pemuda Jawa berkata, "Dugaanmu benar. Dia tidak jadi pindah dan gajinya akan dinaikkan, tetapi belum tahu dinaikkan berapa." Aku pun langsung bisa menebak wanita yang dimaksudkannya.

Demi uang, rupanya dia memilih skenario drama pertama. Ah, sungguh tak tahu malu dan masih berani kembali. Jika memilih skenario drama kedua, dia akan mendapatkan gaji buta setahun, tetapi kehilangan banyak kesempatan untuk bersama PIL (Pria Idaman Lain).

Lantas keesokan harinya aku berkata kepada pemuda Cindo, "Bulan lalu aku bertanya kepadamu apa emak QC sudah mengajukan pembatalan resign dan kamu menjawab belum. Nah, tadi malam dia sudah menyampaikan maksudnya kepada Tuan Atas. Kamukah penerjemahnya?"

P: "Bukan. Apa Tuan Atas mengirim pesan untuk memberitahumu?"

R: "Tidak. Kami sedang perang dingin. Dia pasti gengsi kalau kirim pesan lebih dulu. Aku juga malas bicara dengannya karena dia selalu membela pembohong dan tidak pernah percaya kepadaku." Lantas kuceritakan semua pembohong yang pernah kuhadapi sendirian (bersama Tuhan) hingga satu per satu menghilang.

Eh, keesokan harinya, semua orang sudah heboh membicarakan drama tidak masuk akal tersebut sekalipun Tuan Atas belum mengumumkan pembatalan resign emak QC. Rupanya ceritaku tersebar dengan cepat padahal aku hanya bercerita kepada empat orang yang bulan lalu kuberitahu tentang prediksiku. Aku hanya terlalu senang karena mengetahui bahwa kepalsuannya sudah terbongkar. Otomatis kebenaran menang dan harus segera diceritakan.

H: "Dia layak mendapatkan piala citra."
R: "Mari kita gelar karpet merah."
H: "Dilempari bunga."
R: "Jangan bunga. Dilempari kaktus saja."
C: "Nanti kamu bisa kena pasal pembulian."
H: "Tidak apa kalau orangnya layak dibully."
Hahaha...

Eh, hari itu ada tamu sehingga Tuan Atas belum membuat pengumuman. Namun, tiba-tiba pemuda Cindo memberiku sekotak biskuit kopi sambil berkata, "Ini dari Tuan Atas." Tanyaku, "Ini mau menyuapku?", tetapi dia buru-buru pergi. Lalu seseorang berkata, "Dia masih mengingatmu. Ayo segera berterima kasih kepadanya. Kirim ke Line."

Jawabku, "Kamu tidak tahu jika aku sudah menghapus Line. Aku kirim WA saja." >> "谢谢你的饼干"
Lalu kataku dalam hati, "Jika dia membalas pesanku, aku akan memberitahu hot drama yang sedang viral ini. Namun, jika dia tidak membalasku, aku akan membiarkan dia ditipu mentah-mentah oleh emak QC, seperti dia ditipu oleh para senior terdahulu (karena tidak mau percaya kepadaku)."

Bukan Hasil Usaha Manusia

Salvation and Sanctification - Pdt. Andy Setiawan

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 12 April 2026

Seringkali kita merasa belum kudus karena kita baru saja marah atau melakukan hal-hal yang salah. Padahal, Yesus telah menyelamatkan dan menguduskan kita. Dia telah mengasihi kita ketika kita masih berdosa. Tak seorang pun dapat hidup kudus dengan kemampuannya sendiri. Kita menjadi kudus karena darah Yesus telah menyucikan kita dari segala dosa.

Efesus 2:8-9 (TB) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Ketika Yesus mati di kayu salib, Dia berkata, "Sudah selesai". Ini artinya, Dia telah selesai menghapuskan kita dari semua dosa kita. Dia mengasihi, menebus, dan memulihkan kita. Jadi, sekalipun kita bisa jatuh lagi ke dalam dosa, hal ini tidak langsung menjauhkan kita dari Tuhan. Karena kasih Yesus, kita tidak memiliki rasa tertuduh yang membuat kita tidak berani mendekati Tuhan pada saat jatuh atau gagal.

Namun, apakah karena hal ini, kita bebas berbuat dosa lagi? Seharusnya tidak. Seharusnya kita memiliki sikap berterima kasih atas kasih dan keselamatan yang Dia berikan sehingga motivasi dan tujuan hidup kita berubah.

Bayangkan dulu kita adalah ikan. Terserah ikan apa. Ikan lumba-lumba, hiu, mujair, atau teri. Ketika Tuhan mengubah kita dari ikan menjadi manusia, tentu cara berpikir kita berubah. Jika dulu berenang untuk mengejar cacing, setelah berubah menjadi manusia, tentulah cara jalan dan cara hidup berubah.

HOLY FOREVER
Verse 1: A thousand generations falling down in worship To sing the song of ages to the Lamb. And all who've gone before us. And all who will believe Will sing the song of ages to the Lamb.
Pre-Chorus: Your Name is the highest. Your Name is the greatest. Your Name stands above them all. All thrones and dominions. All powers and positions. Your Name stands above them all.
Chorus: And the angels cry, "holy". All creation cries, "holy". You are lifted high holy. Holy forever.
Verse 2: If you've been forgiven and if you've been redeemed, Sing the song forever to the Lamb. If you walk in freedom and if you bear His Name, Sing the song forever to the Lamb. We'll sing the song forever and amen.
Chorus 2: Hear Your people sing, "holy" To the King of Kings holy. You will always be holy. Holy forever.

Ada istri pendeta yang introvert sehingga dia tidak pernah mau ikut mendoakan orang lain. Pak Andy paham jika orang introvert akan kelelahan ketika harus bertemu banyak orang. Namun, suatu hari dia terlihat melayani banyak orang. Hal ini mengejutkan pak Andy. Dia menjelaskan bahwa dia berubah setelah dia membaca Alkitab dan memahami bahwa Tuhan telah menebusnya hingga menjadi manusia baru.

Melayani Tuhan tidak harus di mimbar atau gereja. Beberapa orang melakukannya di luar sana. Seharusnya kita memiliki motivasi untuk menyenangkan Tuhan dan memuliakan nama-Nya.

Berterima Kasih kepada Manusia

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.