* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.

Sunday, October 18, 2026

Tidak Peduli

Kuasa dalam Kasih Karunia
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 13 Okt 2026

Poodle, "Cane tidak setuju kamu menggunakan cara ini. Kalau kamu mau mengusir ular, mengapa tidak dilakukan pada saat itu juga ketika mereka ketahuan melakukan kejahatannya? Kamu juga bisa melakukannya dengan cara alternatif ini."

Golden Retriever, "Aku masih memberi mereka kesempatan untuk memperbaiki diri atau mencari cara lain untuk menjalani hidup yang baik." Siapa sangka mereka bukan hanya tidak mau berubah. Mereka juga menyia-nyiakan kesempatan baik yang kuberikan dengan bertindak licik. Mereka membalas air susu dengan air tuba.

Poodle, "Sekarang pasangan ular berbisa telah menebarkan racun dimana-mana. Banyak orang telah membicarakan hal itu."

Golden Retriever menjawab dengan nada agak tinggi, "Biarkan saja mereka bicara. Aku tidak peduli perkataan orang lain." Memang begitulah ular. Ular akan selalu menggigit orang yang berusaha menolong mereka. Namun, aku bukan ular seperti mereka. Itu sebabnya kuberi mereka banyak kesempatan untuk berubah. Mengapa kamu tidak mengerti dan terkesan memojokkanku?

Poodle, "Bagaimana mungkin kamu tidak peduli? Ini berkaitan dengan kepentingan orang banyak."

Ups... seketika Golden berusaha menahan senyum sambil menatap Poodle yang ada di hadapannya. Untunglah Poodle tidak menatapnya sehingga dia tidak menyadari perubahan emosi Golden selama beberapa detik. Golden tidak menyangka bahwa Poodle masih berani bicara dan ajaibnya dia tidak meninggikan suaranya. Padahal, jelas terlihat jika dia juga sedang kesal.

Lantas Golden berpikir, "Aku tidak peduli dengan perkataan orang lain, tetapi aku peduli dengan kepentingan orang lain. Jika pasangan ular licik itu berpotensi merugikan banyak orang, terpaksa aku harus tega terhadap mereka dengan menerima cara alternatif yang lebih menyakitkan bagi mereka."

Suka tidak suka, Golden memutuskan untuk berhenti mengasihani pasangan ular. Jadi, dia akan membiarkan mereka menuai hasil perbuatan jahat mereka. Namun, cara alternatif tersebut dianggapnya terlalu lama.

Habakuk 2:3 (TB) Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.

Seketika Golden teringat sepenggal kalimat lagu pujian pada minggu lalu, "Kau lebih tahu yang terbaik bagiku." Lalu dia merasa damai dan berkata, "Oke, aku setuju dengan cara alternatif." 

Namun, dia berkata kepada Raja Damai, "Mengapa Kau harus melibatkan Poodle di dalam masalahku? Dia terlalu kecil dan aku tidak mau melibatkan dia. Dia berpotensi memancing sisi kanak-kanak di dalam diriku."

Raja Damai, "Kamu ingat lirik lagu ultah yang kamu sampaikan kepadanya? >> Jadi kalau nanti kau merasa kecil, ingatlah Tuhan tidak salah memilihmu."

Golden, "Ah, tentu saja aku ingat, tetapi saat itu kusampaikan kepadanya karena kupikir Kau sedang mengutusnya untuk membantu adiknya, bukan membantuku. Sebagai cece, tak mungkin kuminta bantuan kepada titi kecil, kecuali dia dewasa. Memang sih dia dewasa secara emosi. Namun, apa Kau yakin dia dewasa dalam menyelesaikan masalah? Apa Kau yakin dia tidak akan kabur ketika keadaan menjadi sulit?"

Mazmur 46:10 (TB) (46-11) "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"

>> Tuhan menghancurkan rencanamu agar rencanamu tidak menghancurkanmu. Setiap masalah yang terjadi bertujuan untuk menyingkapkan hal-hal yang ingin kalian ketahui. <<

Setelah keributan itu, Golden berusaha mengabaikan Poodle dengan menyibukkan dirinya. Namun, dia tetap bisa 'melihat' Poodle mondar-mandir nun jauh di sana dari suaranya yang bergerak-gerak. Tampaknya Poodle sedang gelisah dan sesekali melihat ke arah Golden. Meskipun demikian, Golden tak mau peduli karena Poodle tidak mau mengerti dirinya.

Tadi di akhir ibadah ada pendeta yang berkata, "Jangan berpikir bahwa tak ada yang mengerti dirimu..." Ya, tentu saja masih ada yang mau mengerti Golden. Pada hari itu, setelah ribut dengan Poodle, Golden tak bisa tidur. Lantas dia menulis semua keluh kesahnya di dalam catatan ponsel. Keesokan paginya catatan itu dia kirimkan kepada Mr. Bright di negeri Formosa.

Mr. Bright telah teruji dalam menyelesaikan masalah sekalipun dia tiga tahun lebih muda dari Golden. Jadi, Golden tidak ragu meminta bantuannya untuk mengurai kekusutan pikirannya. Seperti biasa, Mr. Bright memberikan perspektif berbeda secara netral.

Nah, ketika mendengar penjelasannya, Golden pun bisa memahami sikap Poodle yang mewakili Cane. Pada akhirnya, Golden kembali lagi ke doa masa anak-anak, "Tuhan semoga aku ingin ... memahami daripada dipahami ..." Sekalipun Poodle tidak memahaminya, setidaknya dia sudah paham. Maka, Golden terlebih dahulu memulai pembicaraan dengan Poodle, seolah-olah tak pernah terjadi keributan di antara mereka.

ANDAIKAN KUHARUS MEMILIH
Kasih setia-Mu Tuhan lebih dari hidupku. Jalan-jalan-Mu ya Tuhan terbaik bagiku. Dari semua yang Kau katakan, tiada dusta kutemui. Dari semua yang Kau janjikan, tiada yang tak terpenuhi.
Chorus: Andaikan kuharus memilih, tetap hatiku pada-Mu. Tak satupun dapat menggantikan-Mu. Hanya Kau yang berarti bagiku. Lebih dari semua yang ada, Kaulah segalanya bagiku. Tak ingin kuberpaling dari-Mu. Selamanya ku akan menyembah-Mu, Tuhan.

Kuasa dalam Kasih Karunia - Ps. Frederic Abel

Kuasa di dalam Kasih Karunia
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 13 Okt 2026

Menurut Kitab Korintus, ada 9 karunia Roh Kudus yang terbagi menjadi 3 bagian:
1. To Say (Karunia Berkata-kata): bernubuat, berbahasa roh, menafsirkan bahasa roh.
2. To Know (Karunia Mengetahui): hikmat, kata-kata pengetahuan, membedakan bermacam-macam roh.
3. To Do (Karunia Bertindak): iman, menyembuhkan, mengadakan mujizat.

1 Korintus 12:28 (TB) Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.

Berdasarkan kitab Korintus, ada 5 jawatan atau jabatan, yaitu: rasul, nabi, pengajar, penginjil, dan gembala.

Roma 12:6 (TB) Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.

Berdasarkan Roma 12:6-8 ada 7 karunia Roh Kudus dalam pelayanan, yaitu: bernubuat, melayani sesama, mengajar, menasihati, memberi, memimpin, menunjukkan belas kasih. Sekalipun berbeda-beda, semua karunia tersebut dikerjakan oleh Roh Kudus.

AKTIVASI KARUNIA ROH KUDUS
Untuk mengaktifasi karunia Roh Kudus, tidak ada cara lain selain DOA. Ada gereja yang menolak bahasa roh. Hal ini tidak perlu diperdebatkan, tetapi kenapa harus ditolak jika hal ini bisa membantu kita berdoa? Ketika kita berbicara dalam bahasa roh, kita sedang berbicara dengan Allah, bukan manusia.

1 Korintus 14:2 (TB) Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

Jika kita telah mengenali karunia kita, gunakan karunia tersebut untuk menolong orang lain. Percuma kita memiliki banyak karunia jika hanya digunakan untuk diri sendiri. Hal yang terbesar adalah kasih. Jadi, semua karunia kita harus dilakukan dalam kasih.

1 Korintus 13:13 (TB) Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

BERGERAK dalam KARUNIA ALLAH
Agar bisa bergerak dalam karunia Allah, kita harus terhubung dengan Roh Kudus. Ketika pak Abel diminta berbicara kepada seseorang dan dia melewatkan orang itu, Roh Kudus akan mengingatkannya kembali. Ketika berbicara dengan orang itu, dia melihat garis-garis yang mencapai ambang batas berbahaya. Tuhan singkapkan bahwa hal itu berkaitan dengan kondisi kesehatannya. Lalu dia berbicara kepada orang itu dan mendoakannya. Selanjutnya, dia pun tidak mengetahui keadaan orang itu. Dia hanya bergerak di dalam karunianya untuk membantu orang lain.

TERHUBUNG
Kasih-Mu layakkan s'luruh hidupku, Mampukan kumelakukan yang Kau inginkan. Tak bisa kuterlepas. Kau menggenggam tanganku, ingin lebih mengenal pribadi-Mu.
Reff: Kuterhubung dengan-Mu, S'lalu melekat di hati-Mu. Firman-Mu, itulah dasar hidupku, Yang berdaulat atasku.

Kuasa di dalam Kasih Karunia - Ps. Frederic Abel

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 13 Okt 2026

Kita semua yang percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat, akan diberi karunia oleh Roh Kudus. Karunia adalah hadiah yang diberikan secara cuma-cuma kepada setiap orang percaya. Karunia diberikan bukan karena kita berprestasi atau telah melakukan sesuatu.

Kisah Para Rasul 1:8 (TB) Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Jika menerima karunia Roh Kudus, kita juga akan menerima kuasa. Semua ini bukan untuk kepentingan diri sendiri, melainkan untuk kepentingan orang lain. Karunia Roh Kudus bukan hanya diberikan kepada pendeta, tetapi kepada semua orang percaya. Sekalipun kamu hanya ibu rumah tangga, tidak peduli, jika Roh Kudus turun ke atasmu, kamu akan memiliki kuasa untuk menang dari setiap persoalanmu.

1 Korintus 12:7 (TB) Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.

Jika pak Abel mendapat kado merah, dia tidak akan iri kepada mereka yang mendapat kado biru. Roh Kudus memberikan karunia secara spesifik atau personal kepada setiap orang secara berbeda-beda. Tujuannya agar mereka bisa menggenapi panggilan mereka sesuai rancangan Tuhan.

Roh Kudus selalu menolong, menghibur, dan menguatkan. Jika kita sering mengabaikan suara-Nya, lama-lama kita akan menciptakan tembok yang tebal sehingga tidak bisa lagi mendengar-Nya. Jika ada hamba Tuhan yang mengintimidasi, tidak menolong, tidak menghibur, dan tidak menguatkan, padahal dia punya karunia, berarti dia telah menyalahgunakan karunia Roh Kudus.

Matius 7:23 (TB) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Jika menyalahgunakan karunia yang kita miliki, Yesus tidak mengenal kita. Sekalipun kita bernubuat dalam nama-Nya dan mengusir setan dalam nama-Nya, Dia akan tetap menolak kita jika kita tidak melakukan kehendak Tuhan.

DATANG ROH KUDUS
Datang Roh Kudus Kau kurindu. Dengan minyak yang baru urapiku. Mengalir penuhiku, mengalir pulihkanku. Kuasa-Mu bebaskan hidupku.
Reff: Satu yang kurindu bersekutu dengan-Mu. Bawaku lebih lagi tinggal di dalam-Mu. Nikmati hadirat-Mu. Jamahlah s'luruh hidupku. Urapan-Mu mengubah hidupku.

KENALI KARUNIA ROH KUDUS
Agar kita bisa menggunakan kuasa Roh Kudus, terlebih dulu kita harus mengenali karunia Roh Kudus yang kita miliki.

Di mimbar ada pisau dan gergaji. Ketika pisau digunakan untuk mengiris kubis dan buah, hasilnya bagus. Namun, ketika kubis dan buah diiris dengan gergaji, hasilnya tidak bagus. Mungkin pisau juga bisa digunakan untuk memotong triplek, tetapi hal ini sangat sulit dan mungkin perlu waktu berhari-hari. Kita tidak akan sabar menunggunya. Triplek lebih bagus jika dipotong oleh gergaji.

Demikian pula karunia kita berbeda-beda sesuai dengan tujuan yang Tuhan taruh di dalam hidup kita. Ini sebabnya kita tidak perlu iri dengan karunia orang lain. Karunia kita belum tentu cocok untuk orang lain. Begitupun sebaliknya.

Kuasa dalam Kasih Karunia

Sunday, October 11, 2026

Kamu Mau Apa?

Tidak Mau Menikah
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 11 Okt 2026

Beberapa orang menuntut kita untuk segera menikah bukan karena mereka sayang dengan kita. Sebaliknya, mereka iri dengan kita. Ada beberapa istri yang jujur berkata:
* Andai aku punya keberanian untuk tidak menikah, tiap hari aku bisa menikmati hari kemerdekaan.
* Dulu kupikir suamiku adalah orang yang tepat, tetapi makin ke sini, rasanya makin tidak tepat.
* Sebenarnya pernikahan lebih menguntungkan pria daripada wanita karena setelah menikah, pria tetap menjalankan satu profesi untuk mencari nafkah. Sementara itu, wanita bukan hanya mencari nafkah, tetapi juga menjadi asisten rumah tangga, babysitter (saat punya anak), koki, dan perawat lansia.

Biasanya ketika beberapa teman mulai mengeluhkan hal-hal tersebut, aku hanya bisa meminta mereka untuk fokus kepada hal-hal baik yang ada pada suami mereka. Karena nasi sudah menjadi bubur, kuminta mereka menambahkan topping (bawang goreng, cakue udang, dll.) ke dalam bubur tersebut, yaitu rasa syukur dan rasa syukur.

Sedari kecil aku menyadari bahwa pengajar tak selalu benar, terutama saat mengajarkan tentang pernikahan dini. Hal ini merupakan salah satu hal yang kutentang dari bapak guruku. Sekalipun dulu tak ada internet dan tidak bisa melihat berita di televisi, guru lain memberitahuku bahwa pernikahan sebaiknya tidak dilakukan setelah lulus SD. Namun, banyak orang desa, seperti satu guruku itu menganut budaya yang salah.

Alhasil, pendidikan seks sudah kami terima saat menjelang lulus SD. Eh, ketika aku pindah sekolah ke kota besar, pendidikan seks baru diberikan menjelang lulus SMP karena maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja. Meskipun demikian, tetap saja ada temanku yang hamil di luar nikah hingga sempat cuti kuliah. Jadi, guru atau pendidikan yang baik tidak menjamin muridnya menjadi baik karena hanya firman Tuhan yang bisa menjaga langkah kita.

Mazmur 119:9 (TB) Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

Nah, hari ini Tuhan bertanya kepadaku, "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu? (Matius 20:32b)" "Apa ya? Aku tidak tahu apa yang kuinginkan." Jika untuk orang lain, aku tahu. Namun, jika untuk diriku, aku tidak tahu karena rasanya hidupku sudah lengkap. Kristus cukup bagiku. Eh, setelah itu ada lagu yang membantuku untuk menjawab pertanyaan tersebut.

PENOLONG yang SETIA
Saat kuberjalan kasih-Mu menerangi langkahku. Tak kutakut, tak kubimbang kar'na kutahu Kau bersamaku.
Kau lebih tahu yang terbaik bagiku. Kau lebih sanggup pulihkan hidupku. Kuberserah, kupercaya. Hanya Yesus penolong yang setia.

Lantas kuposting foto pertanyaan itu di grup keluarga dengan tambahan pertanyaan, "Ada yang mau bakcang?" Hahaha... tentu saja banyak yang mau. Akhirnya pulang dari gereja malah bawa bakcang babi. Ternyata aku hanya mau bakcang babi... wkwwkw...

Oh, ya ampun, aku jadi ingat dulu raja kecil juga pernah memberiku bakcang babi. Saat itu dia menerima banyak bakcang dari orang yang tidak kuketahui. Namun, aku hanya mau makan satu sekalipun dia menawarkan lebih dan kuterima dua. Satu bakcang lainnya kuberikan kepada ortu. Aku tidak memberitahunya bahwa bakcang depan GMS lebih enak daripada bakcang gratis itu. Meskipun begitu, aku tetap berterima kasih kepadanya. Jarang sekali dia berbagi. Ini hanya terjadi saat dia menerima. Jadi, patut disyukuri pula.

Nah, kata orang, koko papa itu sulit bertemu jodoh karena pelit. Namun, aku tidak percaya karena dia tidak pelit makanan kepada keponakannya ini. Maka, aku yakin raja kecil sebenarnya juga tidak pelit, tetapi dia punya banyak pertimbangan sebelum mulai memberi. Selain itu, sebenarnya papaku juga pelit sehingga untuk berbagi, kami harus sembunyi-sembunyi darinya. Kok bisa dia menikah? Jadi, penilaian orang tuh bisa salah. Pada akhirnya tak seorang pun bisa menyelami rencana Tuhan. Iya apa iya?

Tidak Mau Menikah

Manfaat Firman Tuhan
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 11 Okt 2026

Ketika seseorang berkata, "Saya tidak mau menikah", faktanya mereka justru menikah setelah bertemu jodohnya. Ada yang menikah dengan teman sekolahnya. Ada pula yang menikah dengan teman kerjanya.

Jika introvert mengatakan bahwa dia tidak mau menikah, seringkali ini berarti bahwa dia tidak mau dijodoh-jodohkan karena mereka lebih suka hubungan yang natural. Selain itu, mereka lebih suka menyimpan sendiri semua keinginan mereka dan tidak ingin orang lain memikirkan hal itu. Mereka ingin privasi tetap terjaga. Sayangnya, beberapa orang sok peduli dan sok mengerti padahal ada udang di balik batu.

“Dia kaya loh.”
“Emang kenapa kalau dia kaya?”
Jujur saja di dalam hatinya, mereka pasti berkata, “Ntar aku ikut kecipratan berkatnya karena aku yang menjodohkan.”

Sementara itu, ekstrovert cenderung lebih terbuka dengan perasaan mereka. "Katamu ingin menikah, kenapa tidak mau dikenal-kenalkan?" Tanyaku kepada seorang ekstrovert. Dia bilang, "Aku tidak suka dijodoh-jodohkan dan aku lebih suka perkenalan yang natural."

Lukas 6:45 (TB) Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya."

Kita sering mendengar bahwa perkataan mulut meluap dari hati. Namun, ada kalanya perkataan seseorang tak selalu sejalan dengan hatinya, terutama kalau introvert harus berhadapan dengan orang-orang kepo alias komentator. Biasanya hal ini terlihat dari perkataannya yang tidak sinkron dengan bahasa tubuh dan bahasa wajahnya. Bahkan, bisa juga tidak sinkron dengan perbuatannya. Jadi, dalam berinteraksi, kadang kala kita pun perlu menangkap pesan tersirat di balik perkataan tersurat.

Sementara itu, ketika seseorang berkata, "Saya mau menikah, sekalipun banyak kota telah disinggahi, hingga masuk ke liang lahat pun mereka belum tentu menemukan jodohnya." Semasa remaja aku sering menemani ortuku dan saudara-saudaranya ke beberapa kota. Kupikir kami akan berwisata, tetapi ternyata kami pergi ke sana karena ingin menjodohkan salah satu koko papa dengan salah satu wanita di luar sana.

Lumayan lha tiap menemaninya dalam proses perjodohan, aku selalu ditraktir bakso oleh adik papa. Enak, tidak enak, baksonya tetap kumakan karena lapar… wkwwkw… Tentu sambil menikmati indahnya pemandangan sekitar yang kehijau-hijauan. Sewaktu aku kecil, dia sering memanggilku, "keceng" (kurus) sehingga dia sering mentraktirku siobak gang djangkrik karena rukonya di Malang hanya beberapa langkah dari sana.

Setelah aku bekerja, dia berhenti memanggilku dengan nama itu. Hahaha... mungkin karena dia melihat bahwa aku tidak kurus lagi. Ketika dia tersenyum, aku tahu senyumnya tuh bukan pura-pura bahagia karena aku dapat menyerap emosi orang lain. Dia tetap bisa bahagia sekalipun tidak bertemu jodohnya.

Namun, ada kalanya dia juga bisa sedih atau marah. Ini wajar lha karena di dunia ini kita tidak mungkin bahagia sepanjang hari. Kita juga tidak mungkin sedih atau marah sepanjang hari. Setiap emosi ada masa kadaluarsanya. Sekalipun beberapa pintu telah dia masuki, tetap saja koko papa itu meninggal tanpa sempat bertemu jodohnya.

Amsal 19:21 (TB) Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana.

Nah, dari perjalanannya mencari jodoh, aku pun menyimpulkan bahwa manusia hanya bisa berencana, tetapi takdir atau keputusan Tuhan yang terlaksana. Jodoh itu tak akan kemana-mana. Jadi, daripada capek-capek mendaki bukit dan lewati lembah, seperti Ninja Hattori, lebih baik diam saja di rumah... hahaha...

Kerjakan saja tugas panggilan kita dan tidak usah pergi dari kota ke kota demi mencari jodoh, kecuali kita dipanggil menjadi misionaris keliling. Browsing jodoh di media sosial pun bisa berakhir dengan love scam. Jadi, lebih baik berdoa dulu sebelum melangkah. Seringkali jodoh terbaik justru orang yang sejalan dengan panggilan kita, yaitu orang yang bisa membuat kita makin dekat dengan Tuhan. Jadi, tak usah ambil pusing dengan tuntutan orang lain untuk segera menikah.

TUHAN yang BESAR
Kuhidup kar’na percaya ‘Kau yang berjanji setia. Pengharapanku s’lalu ada di dalam-Mu.
Ku tidak akan menyerah meski dalam kesesakan. S’luruh hidupku dalam genggaman-Mu.
Aku punya Tuhan yang besar yang t’lah berjanji dan sanggup menggenapi.
Imanku bersepakat percaya kuasa-Nya. Kut’rima s’karang, kemenangan dari-Mu.