Sunday, April 26, 2026

Menggali Sumur

Set Apart
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 26 April 2026

Banyak orang dunia seringkali iri melihat kesuksesan orang lain lalu mereka ingin merebutnya dengan beragam cara. Jika ada orang yang sukses dengan cara positif, jarang sekali ada yang menirunya. Namun, jika ada orang yang sukses dengan cara negatif, seperti menjilat atau drama, dengan cepat mereka menirunya.

Keluaran 20:17 (TB) Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu."

Ketika melihat Ishak di Kejadian 26 selalu sukses menggali sumur, mereka langsung merebutnya. Mereka tidak mau tahu bahwa Ishak berhasil karena dia selalu bekerja sepenuh hati, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Orang dunia tidak mau bekerja keras untuk menggali sumur yang terlihat kering. Mereka hanya mau hasil instan, langsung menikmati air sumur setelah mengusir Ishak yang telah bekerja keras untuk mendapatkannya.

Bahkan, sekelompok orang, termasuk orang Kristen pun bisa memfitnah dan menyebarkan gosip demi memuluskan rencana pengusiran semacam itu. Namun, orang-orang seperti Ishak tidak menjadi pahit hati karena hal-hal seperti itu. Mengapa? Ya, jelas-jelas arena pertandingannya berbeda. Tujuannya pun berbeda. Orang dunia melakukan segala cara untuk mendapatkan harta yang fana. Namun, Ishak berlari untuk mendapatkan hadiah yang kekal. Ishak mengikuti tuntunan ilahi.

1 Korintus 9:25 (TB) Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

Nah, mahkota abadi hanya bisa diperoleh dengan ucapan syukur karena Tuhan bertahta di atas pujian umat-Nya. Ada kuasa Tuhan dalam ucapan syukur. Jika kita melihat orang lain tampak diberkati, jangan buru-buru iri kepadanya, tetapi lihatlah dulu cara dia menggali semua sumur itu. Jika dia memperolehnya dengan cara halal, ikuti caranya.

Matius 5:41 (TB) Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

Memberi lebih dari yang diminta merupakan salah satu cara yang dikenan Tuhan. Jika masih staf dan ingin gaji supervisor, bekerjalah seperti supervisor dengan gaji staf. Jika ingin gaji manajer, bekerjalah seperti manajer sekalipun belum mendapat gaji manajer. Jika ingin gaji direktur, bekerjalah seperti direktur sebelum mendapat gaji direktur. Ketika kita sudah memantaskan diri, sumur kita pasti berbual-bual airnya.

Jika kita selalu bekerja sepenuh hati atau memberi lebih dari yang diminta oleh pemberi kerja, Tuhan pasti mempromosikan kita. Bahkan, jika pemberi kerja tidak mengetahui hal tersebut, Tuhan pun tetap mempromosikan kita di tempat kerja baru. Ladang Tuhan sangat luas. Sumur Tuhan juga banyak. Oleh karena itu, Ishak tidak perlu mati-matian mempertahankan sebuah sumur tua.

Ishak yakin bahwa usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Walaupun kehilangan sumur, dia tidak kehilangan kemampuan menggali sumur. Seiring berjalannya waktu, kemampuannya makin terasah. Makin lama, kerjanya makin cepat. Lantas jika pemberi kerja memecat kita karena dia lebih percaya pada penjilat, ini merupakan kesempatan bagi kita untuk melihat karya Tuhan yang luar biasa menakjubkan.

Amsal 12:2 (TB) Orang baik dikenan TUHAN, tetapi si penipu dihukum-Nya.

Jadi, kalau kalian melihat karyawan bergaji tinggi padahal dia malas dan hanya modal menjilat bos, jangan iri kepadanya. Daripada ingin mendapatkan gaji setinggi dirinya dengan cara haram yang sama, justru kita harus bersyukur. Jika mau melihat secara mendalam, ada banyak hal yang bisa kita syukuri dari satu peristiwa tersebut, antara lain:
* Syukurlah aku masih memiliki hati nurani yang menjagaku agar tidak menjadi seperti dia.
* Syukurlah aku bukan bosnya sehingga bukan aku yang ditipu atau dijilat olehnya.
* Syukurlah aku bisa belajar dari kesalahan orang lain sehingga biaya belajarnya gratis..tis..tis.
* Syukurlah masa depanku tak akan sesuram penjilat itu. Pada akhirnya, setiap bos akan meninggal dunia atau digantikan penerusnya. Bila saat itu tiba, penjilat yang tidak mengasah keterampilan lain (selain menipu), tentulah akan tersisih dan harus mencari bos lain yang juga mudah ditipu.

Amsal 22:1 (TB) Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.

Bahkan, jika sampai tertipu, kita pun masih bisa bersyukur, seperti Ayub. Kita bersyukur bukan untuk kehilangannya. Kita bersyukur karena kita mengetahui sumber berkatnya. Kita bersyukur karena orang lain bisa mengambil berkat kita, tetapi mereka tidak bisa mengambil Sang Pemberi Berkat.

Ayub 1:21 (TB) katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"

Bahkan, kita pun bisa bersyukur untuk berkat yang belum tiba. Seringkali kita harus melepaskan sumur lama sebelum Tuhan memberikan sumur baru yang lebih kekinian dan lebih dalam (upgrade kapasitas)... wkwwkw... Puji Tuhan!

YESUS KAU SUNGGUH BAIK
Yesus Kau sungguh baik. Yesus nama-Mu indah. Yesus kucinta Kau selalu. Kutinggikan, kuagungkan s'lamanya.
Kumau memuji-Mu, kus'lalu puji-Mu. Kumau menyembah-Mu, kus'lalu sembah-Mu.
Kau yang layak t'rima semua pujian. Kemuliaan hanya bagi Tuhan.

Set Apart ~ Pdt. Leonardo Sjiamsuri

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 26 April 2026

Kedatangan Tuhan sudah makin dekat. Jika membaca Yehezkiel 37, kita melihat tulang-tulang kering dibangkitkan. Ini seperti melihat kebangkitan rohani di gereja. Namun, sebelum itu ada Yehezkiel 35-36 yang memperlihatkan penghukuman dan pemurnian dengan memberikan hati yang baru.

1 Petrus 4:17 (TB) Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?

Sebelum Tuhan datang kedua kalinya, Dia akan menghakimi umat-Nya terlebih dahulu. Dia akan memisahkan kambing dengan domba. Apakah kita siap dengan kedatangan-Nya yang kedua. Kita tidak siap dengan kedatangan-Nya yang pertama. Bagaimana kita siap menyambut kedatangan-Nya yang kedua?

Agar kita siap dengan kedatangan-Nya, saat ini Tuhan sedang memurnikan dan menguduskan kita. Pengudusan (sanctification) berarti dipisahkan dari dunia untuk memenuhi tujuan Tuhan. Ini seperti Tuhan yang mengeluarkan Lot dari Sodom untuk memisahkan dia dari dosa-dosa penduduk setempat.

Jika masih hidup sesuai gaya hidup dunia, berarti kita belum kudus. Jika kita masih mengejar uang sebanyak-banyaknya dengan merugikan orang lain, berarti kita masih sama dengan dunia.

Efesus 5:25-27 (TB) Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

Ayat tersebut menggambarkan hubungan Gereja sebagai mempelai Kristus. Keselamatan adalah anugerah. Namun, kekudusan bukan hanya karya Roh Kudus, melainkan juga membutuhkan keterlibatan kita. Tanpa kekudusan, kita tidak bisa melihat Allah.

1 Tesalonika 3:13 (TB) Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.

Di dalam Kejadian 26-28 kita bisa membaca kisah Ishak. Ketika masa kelaparan, dia dilarang oleh Tuhan untuk pergi ke Mesir sehingga dia menetap di Gerar. Di sana dia menggali sumur hingga berbual-bual airnya. Ketika orang di sana melihatnya, mereka mengambilnya. Lalu Ishak menggali sumur lain dan airnya juga berbual-bual. Sumur ini pun direbut oleh orang lain. Begitu seterusnya hingga di Kejadian 28 orang-orang Filistin mengadakan perjanjian damai dengannya karena melihat dia diberkati oleh Tuhan.

Sebagai anak Tuhan, seharusnya kita pun hidup seperti Ishak, yaitu hidup bergantung kepada Tuhan. Maka, kita tidak perlu khawatir sekalipun ada yang merebut milik kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga hati dengan baik. Di luar negeri kita melihat beberapa hamba Tuhan mulai berjatuhan. Rupanya mereka jatuh karena sudah kehilangan rasa takut akan Tuhan. Ketika melihat pelayanannya diberkati, mereka tidak lagi mengandalkan Tuhan, tetapi pelayanannya.

Kita pun bisa jatuh jika berhenti mengandalkan Tuhan. Beberapa orang awalnya bergantung kepada Tuhan. Namun, ketika uangnya sudah banyak, mereka mulai bergantung kepada uang. Ketika mulai pintar, mereka mulai bergantung kepada kepintarannya. Lambat laun mereka kehilangan rasa takut akan Tuhan.

Anak pak Leo pernah bertanya, "Apakah Samuel berteman dengan anak-anak imam Eli?" Tentu saja mereka berteman karena mereka tinggal bersama. Lalu anaknya bertanya lagi, "Jika demikian, mengapa Samuel tidak menjadi jahat seperti anak-anak imam Eli? Apa ini berarti anak muda bisa berteman dengan mereka yang jahat tanpa ikut menjadi jahat?"

Tentu saja bisa asalkan sejak kecil anak muda tersebut telah dididik dengan rasa takut akan Tuhan. Sejak kecil Samuel diserahkan oleh ibunya kepada Tuhan lewat pendidikan yang diberikan oleh imam Eli. Itulah yang dimaksud dipisahkan (set apart). Jadi, dipisahkan dari dunia bukan berarti hidup aneh dengan memakai pakaian khusus, seperti ajaran agama tertentu.

Dipisahkan berarti mempertahankan nilai-nilai kebenaran dan tidak mengikuti gaya hidup dunia. Dipisahkan berarti menjadi berbeda dalam hal nilai. Ketika diberkati, kita akan menggunakan hal ini untuk memuliakan Tuhan.

Bebek Kaleyo tidak pernah buka pada hari Minggu karena pemiliknya adalah anak Tuhan. Ketika dia mengajar di sekolah minggu, dia berharap semua anak hadir. Lalu Tuhan menegurnya karena kasir restorannya masih berbunyi pada hari Minggu. Sejak saat itu dia menutup restorannya tiap hari Minggu padahal restorannya selalu ramai.

Di luar negeri juga ada restoran anak Tuhan yang tutup tiap hari Minggu. Padahal restorannya selalu ramai. Dia juga melakukannya untuk tujuan Tuhan. Tuhan mencintai keadilan dan membenci kejahatan. Jika kita mengatakan bahwa kita mencintai kebenaran dan keadilan, tetapi hidup dalam kejahatan, berarti kita tidak serius dengan Tuhan.

Agar dapat hidup kudus, kita harus:
1. Bertobat dengan sungguh-sungguh.
2. Serius dan sepenuh hati untuk tujuan Tuhan.
3. Memiliki hati yang rendah hati, lurus, dan murni. Tanpa hati seperti ini, kita tidak bisa melihat Tuhan.

PULIHKAN AKU TUHAN
Verse 1: Pulihkan aku Tuhan dalam sisa hidupku ini. Segarkan jiwaku s'lalu oleh kuasa firman dan roh-Mu.
Verse 2: Ubah hatiku Tuhan untuk lebih mengasihi-Mu, Mengutamakan Kau Yesus lebih dari dunia ini.
Pre-Chorus: Yang kuingini Engkau saja. Tinggal dalam kehendak rencana-Mu. Pisahkan diriku dari dunia ini, Semakin kudamba kerajaan-Mu.
Chorus: Oh Tuhan Yesus kerinduan hatiku, Mutiara tak ternilai harta milikku. Keindahan-Mu memudarkan dunia, Di mataku Engkau termulia.

Menggali Sumur

Sunday, April 19, 2026

Tetap Kerjakan Tugas

Menghadapi Kenyataan
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 19 April 2026

Aku hanya teringat kepada Daniel di Babel. Seharusnya dia kesal kepada raja Darius karena dia membuat peraturan hanya berdasarkan perkataan para penjilat yang ingin menjatuhkan Daniel. Namun, kenapa Daniel tidak marah kepada raja Darius? Apa yang dia pikirkan saat itu?

Daniel 6:22-23 (TB) Lalu kata Daniel kepada raja: "Ya raja, kekallah hidupmu! Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan."

Padahal, aku perang dingin dengan Tuan Atas karena dia sering membuat keputusan yang menguntungkan para penjilat. Ketika kutegur, katanya hanya salah paham dan memintaku tidak langsung percaya kepada perkataan orang lain. Maka, kukatakan bahwa aku akan selalu konfirmasi cerita orang lain kepadanya secara langsung. Dia pun setuju, tetapi tetap tidak mau memberikan klarifikasi. Ah, sama saja bohong.

Masa mau salah paham terus? Suara hatiku berkata, "Dia tidak tahu apa yang dia perbuat." Namun, kujawab, "Usianya sudah lebih dari 50 tahun, kok bisa tidak tahu? Seharusnya usia segitu sudah banyak makan asam garam kehidupan, termasuk tahu."

JEJAK-MU TUHAN
Seringku tak mengerti jalan-jalan-Mu Tuhan bagai di belantara yang kelam. Tanpa seribu tanya namun tetap percaya. Jejak-Mu Tuhan sungguh sempurna.
Ajarku memahami semua yang Kau ingini agar hidupku puaskan hati-Mu. Bagi-Mu aku rela sepenuh hati menghamba. Serahkan diri genapi karya-Mu.

Sejak pertama kali ratu drama menyadari keberanianku berbicara dengan orang Taiwan, dia telah memprovokasiku untuk resign dengan memberitahuku tentang nilai-nilai mereka yang tak sejalan denganku. Karena saat itu aku belum mengenalnya, aku pun mendengarkan dia dan telah mengajukan surat resign hingga dua kali. Namun, orang Taiwan mengatakan bahwa semua itu hanya salah paham.

Lalu di depanku dia menegur ratu drama dengan berkata, "Kamu jangan menjadi provokator. Pastikan dulu informasinya sebelum memberitahu orang lain." Saat itu ratu drama mengajakku resign bersama. Namun, ternyata dia tidak melakukannya. Aku mengetahuinya dari orang Taiwan. Dia memintaku membaca pesan ratu drama yang dikirimkan kepadanya.

Di HP orang Taiwan tertulis pesan berbahasa Inggris yang menyatakan bahwa ratu drama hanya berkata, "Jika begini, aku menyerah", tetapi tidak jelas dia mau resign atau bagaimana. Rupanya dia pembohong sekaligus provokator.

Lukas 4:13 (TB) Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

Nah, salah satu sifat iblis adalah pantang menyerah. Jika gagal, dia akan menunggu waktu lainnya. Sebagai anak pendusta, ratu drama juga menunggu waktu yang baik. Sekalipun dia telah beberapa kali gagal memprovokasiku agar aku diusir oleh orang Taiwan atau pergi sendiri, dia tidak menyerah.

Ketika dia anggap waktu baik itu tiba, dia kembali berkata, "Sekarang waktu yang tepat kalau kita mau resign karena Tuan Atas sudah tidak mau mendengarkan kita." Namun, kujawab, "Kamu bisa resign, tetapi aku tidak bisa karena aku masih memiliki pemimpin lain. Dia tidak akan mengizinkanku, kecuali aku menemukan penggantiku."

Karena gagal memisahkanku dari orang Taiwan, ratu drama menjalankan aksi kebohongan terbesarnya dengan pura-pura resign. Lagi-lagi dia pun masih berusaha memprovokasiku untuk resign bersamanya. Hehehe.. dia tidak tahu bahwa orang Taiwan pernah menunjukkan pesannya kepadaku. Mana mungkin kupercaya kepadanya lagi?

Sepolos-polosnya diriku ini, aku masih dilindungi oleh Tuhan yang Maha Tahu... hahaha... Emang dia bisa membohongi Tuhan? Semua rencananya terpampang nyata di hadapan-Nya. Mimpiku pun telah menunjukkan akhir ceritanya sehingga aku bisa tenang dan damai.

Karena ratu drama telah menebar cerita bohong secara masal dan tidak menepati ceritanya itu, dia sendiri yang telah membongkar kebohongannya. Bahkan, dia gagal mengambil berkatku dan kehilangan tugas-tugasnya. Dia harus puas makan gaji buta yang tidak sebesar rencananya.

Matius 25:28 (TB) Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.

Jika dia masih punya rasa malu, dia akan pergi sendiri seperti para pemeran drama sebelumnya. Jika tidak, nanti dia harus pergi dengan tidak hormat.

Matius 25:29 (TB) Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

YESUS KAU SUNGGUH BAIK
Yesus Kau sungguh baik. Yesus nama-Mu indah. Yesus kucinta Kau selalu. Kutinggikan, kuagungkan s'lamanya.
Ku mau memuji-Mu, ku s'lalu puji-Mu. Ku mau menyembah-Mu, ku s'lalu sembah-Mu. Kau yang layak t'rima semua pujian. Kemuliaan hanya bagi Tuhan.

Menghadapi Kenyataan

Biblical Hope
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 19 April 2026

"Tuhan, apa Kau tidak salah menempatkanku di sini? Kau tahu aku benci drama, tetapi dari awal berada di sini kulihat banyak drama. Drama pertama diawali dengan permintaan 400 juta Rupiah dari Raja Stone. Lalu dilanjutkan dengan drama-drama picisan lainnya. Kapan dramanya selesai?"

Bukan hanya pimpinan yang bisa drama, bawahan pun bisa drama. Suatu hari ada sepasang muda-mudi yang dimabuk asmara. Karena ingin kenaikan gaji tanpa belajar lebih banyak dan tanpa menerima tanggung jawab lebih besar, mereka sengaja menunda-nunda tugas yang kuberikan.

Lalu menjelang deadline yang kuberikan, mereka lembur sampai malam. Setelah itu mereka minta kompensasi atas lemburnya. Bagus sekali dramanya, tetapi mereka salah memilih sutradara. Karena mereka minta kompensasi, kuberikan kompensasi berupa surat peringatan.

Ya, lebih baik menjadi seperti mawar berduri daripada kebaikanku dimanfaatkan oleh mereka. Ratu drama juga keterlaluan. Dia sudah kuajari cara menggunakan AI agar bisa berkomunikasi dengan orang Taiwan, eh dia malah menggunakan AI untuk merancang penipuan.

Kejadian 26:21 (TB) Kemudian mereka menggali sumur lain, dan mereka bertengkar juga tentang itu. Maka Ishak menamai sumur itu Sitna.

Pencapaian tertinggi dalam hidup
Oh, bete sekali aku. Dulu mudah bagiku untuk berpindah-pindah seperti Ishak di Kejadian 26. Tiap kali Ishak menemukan sumur, ada orang yang merebutnya sehingga Ishak pindah. Dia terus berpindah-pindah hingga tak ada lagi yang merebut sumurnya. Dulu aku pun bisa berpindah-pindah seperti Ishak. Ini karena selalu ada orang-orang yang mau menerima sumur berkatku sepaket dengan tugasku sehingga aku bisa mendapat berkat dan tugas yang baru.

Namun, kali ini berbeda. Sekalipun ada beberapa orang yang menginginkan berkatku, mereka tidak mau menerima tugasku. Padahal, berkat selalu sepaket dengan tugas. Nah, ketika frustasi aku bertanya kepada temanku, "Kenapa sumber daya manusia di wilayah ini parah sekali? Kalau ada yang pintar, etos kerjanya buruk hingga lebih banyak drama daripada kerja. Kalau etos kerjanya baik, tidak pintar. Sampai kapan aku terjebak di sini?"

Suara hatiku berkata, "Minimal sepuluh tahun, tetapi kuncinya ada di perubahan hati Tuan Atas. Kamu di sini untuk misi penyelamatan."

Jawabku, "Oh, mana bisa menyelamatkan orang yang tidak mau diselamatkan? Tuan Atas tuh seperti orang yang memakai topeng berlapis-lapis hingga wajahnya tak bisa kubaca. Ehm, jika demikian, bagaimana bisa melihat karakter aslinya? Syusyahlah."

Nah, ketika ratu drama berulah, target utamanya adalah mengambil semua berkatku, tanpa menerima tugasku dan mendapat diskon atas tugasnya. Dia pernah mengaku sebagai orang Indigo yang bisa melihat mahkluk halus dan merasakan energi negatif mereka. Namun, indigo asli seharusnya rendah hati, memiliki rasa empati tinggi, dan tidak suka pamer. Dia tidak memiliki semua ciri ini.

Dia bukan hanya membohongi 1-2 orang, tetapi dia membohongi satu wilayah demi kepentingan pribadi. Orang Indonesia tahu persyaratan masuk kerja di BUMN tidaklah mudah untuk dipenuhi. Sekalipun ada kenalan orang dalam, ratu drama tetap harus melewati proses seleksi selama hampir setahun lamanya. Jadi, tidak bisa semudah bualannya itu.

Namun, orang Taiwan yang tidak bisa berbahasa Indonesia dan tidak paham situasi di Indonesia tentulah bisa menjadi makanan empuknya. Ratu drama tahu bahwa orang Indonesia yang berani berbicara apa adanya kepada orang Taiwan hanyalah aku. Para penerjemah masih sangat muda dan tak berani berbicara karena menghindari keributan.

Sebelum beraksi, ratu drama telah memastikan aku dan orang Taiwan mencapai pertengkaran final hingga tak akan pernah saling bicara lagi. Rencanaku memang begitu karena aku lebih suka pergi seperti Ishak daripada berperang seperti Daud.

Namun, pada saat-saat terakhir rencana kami buyar karena interupsi ilahi. Tiba-tiba perang dinginku dengan Tuan Atas berakhir lagi. Mau tak mau aku pun memaafkan dan melupakan kemarahanku kepadanya. Otomatis rencana ratu drama juga hancur berantakan.

Amsal 16:9 (TB) Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya.

Biblical Hope ~ Ps. Antoni Moelyono

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 19 April 2026

Mazmur 137:1-2 (TB) Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion. Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita menggantungkan kecapi kita.

Biblical Hope (Harapan Alkitabiah) tercermin di dalam Mazmur 137:1-6. Saat itu bangsa Israel dibuang ke Babel. Lalu mereka menangisi keadaan mereka di tepi sungai Babel karena mereka mengingat keadaan mereka di Sion. Sion berbicara tentang Yerusalem. Yesus pun pernah menangisi Yerusalem karena Dia tahu bahwa Yerusalem akan dihancurkan. Bangsa Israel disindir oleh musuh mereka untuk menyanyikan nyanyian sukacita.

Mazmur 137:3-4 (TB) Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: "Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!" Bagaimanakah kita menyanyikan nyanyian TUHAN di negeri asing?

Rasanya tidak mungkin bagi mereka untuk menyanyikan nyanyian sukacita di Babel. Seringkali kita pun cenderung ingin menyanyikan lagu melow ketika sedang sedih. Seharusnya daripada menyanyikan lagu melow, kita perlu menyanyikan lagu rohani. Ini karena Tuhan senantiasa menyertai kita, seperti Dia menyertai bangsa Israel di Babel. Tuhan juga berjanji akan membawa mereka kembali ke Yerusalem setelah 70 tahun.

Mazmur 137:5-6 (TB) Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku! Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak jadikan Yerusalem puncak sukacitaku!

70 tahun terlalu lama. Seringkali kita meminta Tuhan untuk memberikan diskon. Namun, Tuhan tidak memberikan diskon yang kita minta. Dia hanya berjanji untuk menyertai.

Tiga Hal Penting tentang Biblical Hope:

1. Biblical Hope membuat kita menghadapi kenyataan, bukan lari dari kenyataan. Seringkali kita ingin lari dari kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Kita pun ingin lari kemana-mana, tetapi Tuhan ingin kita menghadapi kenyataan.

2. Biblical Hope bukanlah pepesan kosong, melainkan harapan akan sukacita yang nyata. Karena hal ini, setiap kali orang Israel bertemu, mereka akan berkata, "Sampai jumpa tahun depan di Yerusalem." Lalu ada pujangga yang menulis puisi tentang kerinduan Israel untuk pulang kembali ke Yerusalem. Selanjutnya, puisi ini menjadi lagu kebangsaan mereka. Tahun demi tahun janji Tuhan mulai digenapi. Jika kita membaca kitab Wahyu, salah satu tandanya adalah kembalinya Israel ke Yerusalem.

3. Biblical Hope bersandar kepada Tuhan yang berfirman dan berjanji.

Amsal 23:18 (TB) Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

Cara Hidup sesuai Biblical Hope, yaitu:

1. Melekat kepada Firman Tuhan. Ada orang yang meninggal karena leukemia pada umur 40 tahunan. Kadang imannya kuat, tetapi kadang imannya lemah. Namun, menjelang akhir hidupnya, ketika dokter sudah angkat tangan, dia berkata, "Jika aku harus meninggalkan dunia ini, aku yakin aku akan dibangkitkan bersama Kristus."

2. Tetap Kerjakan Tugas yang telah Diberikan kepada kita. Bangsa Israel tidak lari dari kenyataan dan mereka tetap mengerjakan tugasnya hingga ada yang menjadi pejabat dan beranak cucu di sana.

3. Jangan Mengkompromikan Kebenaran dengan Hal-hal Pragmatis. Jika kita bisa tetap beriman kepada Tuhan hingga akhir, ini adalah kasih karunia sehingga tidak boleh ada yang memegahkan diri.

Ada beberapa orang yang kehilangan iman pada saat-saat terakhirnya. Dia bertanya, "Dimana Tuhan?" Padahal, selama hidupnya dia sangat aktif melayani Tuhan dan hampir tiap hari dia maha hadir di gereja. Kita tidak perlu menghakiminya karena kita pun bisa mengalami hal yang sama ketika dalam pergumulan. Oleh karena itu, kita harus senantiasa meminta kasih karunia Tuhan agar bisa tetap beriman kepada-Nya hingga akhir tutup usia.

INDAH pada WAKTU-NYA
Bait 1: Mungkin kau pernah merasakan saat kau kehilangan, hampa tiada harapan, hanya Yesus Sumber Kekuatan. Takkan sedetik pun kau Dia ‘kan lepaskan. S’tiap keluhan Dia dengarkan. Dalam Yesus ada jawaban. Takkan pernah Dia biarkan kau larut dalam penyesalan.
Reff: Menangis pun semua t'lah terjadi. Yang hilang tak mungkin kembali. Hanya Tuhan yang tahu semua niat dalam hati. Harap percaya hanya pada-Nya. Tetapkan hati hanya pada-Nya. Bersama Yesus s’lalu ada sukacita. Dia hapus air mata yang terluka.
Bait 2: Mungkin kau pun pernah mengalami jalani hidup sendiri yang tak pasti. Hanya Yesus Sumber Pengharapan, tempat jawaban setiap permohonan. Yang lalu biarlah berlalu. Jangan pernah disesali. Dia Tuhan yang mengubahkan buat hidup lebih berarti.
Bridge: S'lalu berserah dan tetap berserah. Naikkan syukur dalam doa. Yesus s'lalu ada. Tetap percaya rencana-Nya indah pada waktunya.

Menghadapi Kenyataan

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.