Sunday, August 30, 2026

Melawan Tipu Muslihat Iblis

Kamu Kenal Tetanggamu?
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 30 Agustus 2026

Tips dan Trik untuk Mencegah Iri Hati di dalam Persaudaraan atau Keluarga (terutama buat anak sulung):

1. Gunakan Hak Kesulungan untuk Mengutamakan Saudara. Jika selera saudara berbeda dengan selera kita, mungkin jauh lebih mudah karena biasanya tidak akan berebut. Namun, jika seleranya sama, biasakan mengalah hingga tak ada yang dapat mengalahkanmu.

Contoh sederhana: Setiap kali menerima makanan atau hadiah, mintalah saudara kita untuk memilih terlebih dahulu. Biarkan mereka mengambil bagian yang terbaik, seperti Abraham mengizinkan Lot untuk memilih lebih dulu.

Kejadian 13:8-9 (TB) Maka berkatalah Abram kepada Lot: "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat. Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri."

Jika kalian membaca kelanjutan kisah Abraham dan Lot, kalian akan melihat bahwa Abraham tidak rugi sekalipun hanya menerima sisa pilihan Lot. Hal yang sama juga bisa kita alami karena bersama Tuhan tempat gersang pun bisa menjadi mata air yang berkelimpahan.

Mazmur 84:6-8 (TB) Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah! Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.

2. Utamakan Kewajiban di Atas Hak. Jika saudara kita hanya mau menerima hak sebagai anak, tanpa mau mengemban kewajiban sebagai anak, terima saja kewajiban tersebut. Biarkan mereka menikmati hak mereka karena anak sulung tuh senasib dengan Yusuf yang mendapat kelebihan sebuah punggung gunung.

Kejadian 48:22 (TB) Dan sekarang aku memberikan kepadamu sebagai kelebihanmu dari pada saudara-saudaramu, suatu punggung gunung yang kurebut dengan pedang dan panahku dari tangan orang Amori."

Sebenarnya Yusuf bukan anak sulung, tetapi dia mau mengemban kewajiban sebagai anak sulung. Lantas Tuhan sendiri yang menyediakan semua yang dibutuhkannya hingga berkelimpahan. Hal yang sama juga bisa kita alami dengan caranya yang ajaib. Namun, kita harus berdoa dengan iman saat melihat jalan buntu atau diserang kekuatiran. Jika tidak, kita akan dikalahkan oleh iblis.

3. Yakinlah Kekuatan Anak Sulung Lebih Besar Daripada Anak Lain. Tuhan tidak akan memberikan tanggung jawab besar kepada anak yang lemah. Kekuatan ini bisa digunakan untuk melindungi dan mengarahkan mereka yang lemah, termasuk mereka yang mudah kuatir.

Roma 15:1-2 (TB) Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.

4. Senantiasa Bersyukur Dalam Segala Keadaan, baik atau tidak baik waktunya. Rasa syukur membuat segala yang berat terasa ringan. Mujizat 5 roti dan 2 ikan pun diawali dengan ucapan syukur. Kita bisa selalu bersyukur karena kita punya Tuhan yang luar biasa. Jadi, tidak perlu membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan saudara kita. Ojo dibanding-bandingke, nikmati wae. (Jangan dibanding-bandingkan, nikmati saja.)

Kolose 3:14-15 (TB) Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.

Pada akhirnya, beberapa orang seringkali salah paham terhadapku. Mereka pikir akulah si bungsu, padahal akulah si sulung. Karena bedanya 14 tahun, mereka pun hanya bisa terpana dan nyaris tak percaya. Hahaha... maaf ya... siapa bilang si sulung harus terlihat lebih tua daripada si bungsu? Kewajiban boleh menumpuk di pundak si sulung, tetapi rasa syukur harus makin bertambah biar wajah tidak boros.

MUJIZAT dalam BERSYUKUR
Tangan Tuhan tak kurang panjang untuk s’lalu menolong hidupku. Telinga-Nya tak kurang tajam untuk mendengar seruan hatiku.
Ada mujizat dalam bersyukur. Engkau tempat perlindunganku, Tuhan. Imanku tetap teguh dalam-Mu. Kumenang, kumenang bersama-Mu.
Haleluyah, Haleluyah, Haleluyah, Haleluyah. Haleluyah, Haleluyah, Haleluyah, Haleluyah.

Kamu Kenal Tetanggamu?

Berdiri Teguh
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 30 Agustus 2026

Suatu hari tiba-tiba aku ingin tahu alamat raja kecil. Ketika kubaca alamatnya, aku merasa tidak asing. Seketika kubuka phone book. Benar saja. Rumahnya tak jauh dari rumah mantan bosku. Namun, setahuku dia tidak tinggal di sana. Jadi, kuputuskan untuk konfirmasi.

Tanyaku, "Kamu kenal tetanggamu yang tinggal di nomer sekian?" Lalu dia menanyakan namanya dan kusebutkan nama-namanya. Bahkan, fotonya pun kusertakan. Namun, dia mengatakan bahwa dia tidak pernah melihat mereka. Kataku kepadanya, "Mungkin kamu sudah lupa, kecuali kamu masih tinggal di sana."

Lantas kukirim pesan kepada temanku yang masih menjadi karyawan mantan bosku itu, "Ce, bos masih tinggal di sana atau sudah pindah? Temanku yang tinggal tak jauh darinya tidak pernah melihatnya. Pssst... jangan bilang dia loh kalau aku nanya-nanya." Cece itu tertawa lalu memberitahuku bahwa rumahnya sedang direnovasi sehingga untuk sementara waktu dia sewa apartemen.

Sementara itu, raja kecil berkata, "Nanti kutanyakan kepada orang rumah." Lalu dia menanyakan hubungan kami dan kujelaskan bahwa mereka adalah mantan bosku. Lantas kuminta dia untuk tidak memberitahu mereka perihal keberadaanku jika dia mengenalnya. Kataku kepadanya, "Apa rumahmu itu sudah dijual? Jika sudah lama dijual, mungkin sudah lupa."

Dia pun memberitahuku bahwa rumahnya belum dijual. Owh... kebetulan sekali. Tuhan mau buat apa lagi ini? Tak lama berselang dia memberitahuku bahwa omanya kenal dengan keluarga mantan bosku. Dia juga memberitahuku bahwa mantan bosku tidak sewa apartemen, tetapi sewa rumah kepada saudaranya di dekat jalan kembar.

Namun, mantan bosku juga tidak tahu jika dia menyewa rumah kepada saudaranya raja kecil karena rumahnya tidak menggunakan nama saudaranya. Hehehe... ketahuan bohongnya. Ternyata sampai sekarang gengsi mantan bos masih dipertahankan. Mungkin sewa rumah tuh memalukan dan jauh lebih keren jika sewa apartemen. Lantas kuberitahu cece tadi, "Ce, ternyata bosmu tidak sewa apartemen, tetapi sewa rumah di daerah sana pula."

Tanpa kuberitahu detailnya, dia pun hanya bisa tertawa. Kupikir cerita sudah selesai sampai di sini. Aku pun tidur nyenyak. Namun, pagi-pagi benar aku terbangun karena alam bawah sadarku mengingat jalan kembar. Nah, mantan bosku tuh kakak beradik yang hubungan persaudaraannya bagaikan saudara kembar Esau dan Yakub.

Maka dari itu, aku mengirim pesan lagi kepada raja kecil, "Kamu tahu kisah Esau dan Yakub? Jika belum, nanti bisa kamu baca di Kejadian 25-36. Ini contoh keluarga yang tidak patut ditiru. Nah, kisah tetanggamu itu mirip mereka. Beginilah sekilas kisahnya. Si sulung seperti Esau yang punya hak kesulungan, sedangkan si bungsu seperti Yakub yang ingin merebut hak kesulungan. Mereka saling iri."

Lantas kutambahkan pesan, "Selagi persaudaraan orang kaya diuji dengan harta, persaudaraan orang pas-pasan diuji dengan kekuatiran. Harta bisa membuat saudara menjadi serakah hingga halalkan segala cara. Kekuatiran bisa membuat saudara menjadi egois.

Namun, apapun ujiannya, bersama Tuhan kita pasti bisa menjadi lebih dari pemenang di sekolah kehidupan ini. 😄 aku sudah lama menang dengan ini. Hubungan kami sudah pulih. Jadi, kalau kamu punya masalah serupa, kamu pun bisa menang bersama Bapa di surga."

SEPANJANG HARI KUNIKMATI
Sepanjang hari kunikmati pertolongan dari Tuhan. Kurasakan kelimpahan berkat-Mu oh Tuhan.
S'gala jalan yang Kau tunjukkan membawa pada kehidupan. Kurasakan kasih Tuhan pulihkan jiwaku.
Kubersyukur s'bab Roh Kudus t'lah menuntun hidupku. Kucinta Kau Yesus Tuhan. Kucinta Kau Yesus Tuhan. Sungguh Kau s'galanya bagiku.

Ah, aku tidak tahu kenapa harus bersaksi kepadanya dan apa masalahnya. Hidupnya sih terlihat sempurna, tetapi mungkin di balik kesempurnaan itu ada luka yang tersembunyi. Biasanya aku hanya bersaksi kepada mereka yang lebih dulu curhat tentang masalah mereka (ekstrovert). Namun, kali ini berbeda. Aku justru bersaksi kepada sesama orang introvert.

Bagi kami, bercerita kepada orang asing bukanlah hal yang nyaman karena rasanya seperti kura-kura tak bercangkang. Kutanya hal umum perihal jumlah saudara dan posisinya sebagai sulung atau bungsu, dia tidak mau jawab. Alhasil, aku hanya bisa bersaksi sambil menebak-nebak masalahnya.

Meskipun demikian, aku tidak mau kepo. Jika dia tidak mau cerita, aku pun tidak akan memaksanya. Cukuplah dia mendengarkan ceritaku lalu merenungkannya siang dan malam. Hahaha... mungkin dia juga bingung bertemu introvert yang agak mirip ekstrovert. Jangankan dia. Aku juga heran... introvert kok begini? … wkwwk... "Mengapa ada banyak hal kebetulan untukku bersaksi kepadanya?"

KAMI DATANG PENUHI PANGGILAN-MU
Verse 1: Kami datang penuhi panggilan-Mu Tuhan dengan apa yang dapat kami b'rikan. Kami penuhi amanat agung-Mu menyelamatkan jiwa yang tersesat.
Verse 2: Kami datang penuhi panggilan-Mu Tuhan dengan apa yang dapat kami b'rikan. Kami penuhi amanat agung-Mu melayani yang lelah dan berbeban.
Chorus: Urapi kami Tuhan dengan kuasa Roh Suci. Berikan hati yang terbeban dan penuh Kasih Ilahi. Penuhi kami dengan kuasa dari tempat yang tertinggi dan teguhkan semua kesaksian.

Melawan Tipu Muslihat Iblis

Berdiri Teguh - Ps. Frederick Abel

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 30 Agustus 2026

Efesus pasal 1-3 berbicara tentang identitas kita di dalam Kristus. Efesus pasal 4-6 berisi langkah-langkah praktis untuk hidup sesuai identitas kita. Banyak orang bisa berdiri jika bisa melawan gaya gravitasi dan berat badannya. Namun, tidak banyak orang bisa berdiri teguh ketika ada goncangan.

Efesus 6:10 (TB) Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

Di taman bermain kita rela membayar untuk menikmati goncangan di wahana permainan tertentu. Namun, di dalam hidup ini kita harus menghadapi goncangan yang berusaha menjatuhkan kita. Goncangan ini datang dari iblis yang ingin merusak hubungan.

Efesus 6:11 (TB) Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

Iblis bukan hanya ingin merusak hubungan baik kita dengan Tuhan, melainkan juga hubungan baik kita dengan sesama. Ini sebabnya kita harus mengenakan perlengkapan senjata Allah agar bisa menghadapi tipu muslihatnya. Sebagai bapa segala dusta, tentu saja dia sangat pintar menipu kita. Untuk menghadapi tipu muslihat iblis, kita tidak bisa mengenakan salah satu senjata saja.

Kita harus mengenakan seluruh senjata Allah, antara lain:

* Ikat pinggang kebenaran. Ini merupakan kebenaran sejati yang datang dari Tuhan sendiri.

Efesus 6:14 (TB) Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,

* Baju zirah keadilan. Keadilan ini tidak bisa dipisahkan dari kebenaran. Jika memakai baju zirah tanpa ikat pinggang, bajunya bisa terlepas. Keadilan berarti kita menghidupi kebenaran yang telah kita terima dari Tuhan.

Misalnya, ada teman yang bertanya kepada pak Abel, "Kamu kenal Bapak A?" Lalu dia menceritakan banyak hal tentang sifat dan perilaku bapak A. Kemudian pak Abel bertemu bapak A dan berbicara serta melihat sendiri sikap bapak A. Dari pertemuan ini pak Abel makin mengenal bapak A karena dia memadukan informasi dari temannya tentang bapak A dengan pengalamannya sendiri bersama bapak A.

Nah, kebenaran itu sebatas informasi yang kita terima. Namun, keadilan berarti kita menghidupi informasi yang telah kita terima. Jadi, kebenaran dan keadilan harus seiring sejalan.

* Kasut Injil damai sejahtera. Setiap kali naik mobil online, pak Abel berusaha mencari kesempatan untuk berbicara dengan sopirnya. Jika mereka tidak mau diajak bicara, dia juga tidak akan memaksa karena Injil harus mendatangkan damai Sejahtera.

Ada orang yang kabur ketika diberi Injil karena kita terlalu mengejar atau memaksanya hingga dia merasa terintimidasi. Lalu pada saat mau tiba di tempat tujuan, biasanya pak Abel akan menawarkan diri untuk mendoakan sopirnya. Jarang ada orang yang menolak untuk didoakan.

Efesus 6:15 (TB) kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;

* Perisai Iman. Ada orang Kristen yang menghadapi banyak goncangan, tetapi dia menggunakan perisai iman. Ketika sakit, imannya berkata, "Aku tidak akan mati, tetapi hidup dan akan menceritakan perbuatan besar Tuhan." Alhasil, imannya makin lama makin besar dan kuat. Imannya itu timbul dari pendengaran akan firman Kristus.

Efesus 6:16 (TB) dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,

* Ketopong keselamatan.

* Pedang roh. Jika kita sering memperkatakan firman, kita dapat mengalahkan tipu muslihat iblis. Semua senjata Allah, termasuk firman harus kita kenakan sendiri, bukan untuk orang lain. Jika kita gunakan kepada orang lain, kita bisa melukainya. Jadi, jika ingin melindungi orang lain, sebaiknya minta mereka untuk mengenakan senjata yang sama.

Efesus 6:17 (TB) dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,

* Doa. Sekalipun tidak bisa berbahasa roh, tetaplah berdoa. Sekalipun tak bisa doa berlama-lama, tetaplah berdoa. Lebih baik berdoa sedikit-sedikit, tetapi sering daripada tidak berdoa sama sekali. Contoh doa singkat, tetapi sering: Terima kasih Tuhan untuk ini dan itu; Sertai kami dalam hal ini atau itu.

Efesus 6:18 (TB) dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

Kita harus menyadari identitas kita di dalam Kristus dan menghidupi panggilan tersebut. Sekalipun kita seperti menghadapi jalan buntu hingga merasa sendirian, yakinlah bahwa hal ini merupakan tipu daya iblis. Kenakan seluruh perlengkapan senjata Allah untuk melawannya.

TUHAN TAK PERNAH GAGAL
Engkau yang lebih tahu cara untuk membuka jalanku. Engkau yang lebih mengerti cara untuk menolong hidupku.
Kupercaya kau Tuhan yang tak pernah gagal menjadikanku lebih dari pemenang. Kupercaya kau Tuhan yang tak pernah lalai menepati janji-janji-Mu.

Kamu Kenal Tetanggamu?

Sunday, August 23, 2026

Kasih Agape - Pdt. Gatut Budiyono

Kasih dalam Keluarga
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 23 Agustus 2026

Pak Gatut ingin banyak orang melihat Kristus di dalam keluarganya. Hal ini pula yang membuat beberapa pembantunya menjadi Kristen. Padahal, awalnya ada pembantu yang anti kekristenan. Namun, karena dia suka mendengar lagu-lagu Kristen, dia pun mengikutinya hingga akhirnya dibaptis Kristen.

Sekalipun pak Gatut bukan berasal dari keluarga Kristen, jika dihitung-hitung, kini telah ada 150 orang dari keluarganya yang telah menjadi Kristen. Jika sesama anggota keluarga saling mengasihi, keluarga di Bumi akan seperti di Surga. Sebelum Tuhan menciptakan langit dan bumi beserta isinya, Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus saling mengasihi dengan kasih Agape. Karena timbal balik kasih antara subjek dan objek terasa nikmat, akhirnya mereka menciptakan manusia serupa dan segambar dengan mereka.

Iblis ingin menghancurkan banyak keluarga, termasuk keluarga Kristen. Namun, dia tidak berhasil jika keluarga memiliki kasih agape. Suami melakukan yang terbaik untuk istri. Istri melakukan yang terbaik untuk suami. Orang tua melakukan yang terbaik untuk anak. Anak pun melakukan yang terbaik untuk orang tua. Tuan melakukan yang terbaik untuk hamba. Hamba juga melakukan yang terbaik untuk tuannya. Maka, di Bumi bagaikan di Surga.

Efesus 5:33 (TB) Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.

Kasih Agape dalam keluarga seharusnya:
* Suami mengasihi istri.

Efesus 5:25 (TB) Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

* Istri tunduk atau hormat kepada suami.

Efesus 5:22 (TB) Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,

* Orang tua mendidik anak. (tidak membangkitkan amarah mereka)

Efesus 6:4 (TB) Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

* Anak mentaati orang tua.

Efesus 6:1 (TB) Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.

* Tuan tidak mengancam bawahan.

Efesus 6:9 (TB) Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka.

* Bawahan melakukan yang terbaik untuk kepentingan tuannya.

Efesus 6:5 (TB) Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,

Dulu pak Gatut pernah melakukan kesalahan. Dia pernah marah ketika putrinya berbohong. Jadi, dia mengoleskan sambal kepadanya. Ketika menyadari kesalahan ini, pak Gatut berulang kali meminta maaf kepada anaknya hingga anaknya berkata, "Cukup. Saya sudah belajar mengampuni. Sekalipun aku tahu tindakan papa salah, aku sudah memaafkan."

Berapa kali kita harus mengampuni? Kebanyakan orang Yahudi sama seperti kita yang hanya mau mengampuni sampai 3 kali. Jadi, dengan bangga Petrus berkata, "7 kali". Dia kira Yesus akan memuji prestasinya, tetapi ternyata Yesus menjawab bukan 7 kali. Yesus mau kita mengampuni sebanyak 70 kali 7 kali. Ini bukan 490 kali, tetapi unlimited.

TERLALU BESAR
Telah kulihat bukti kasih-Mu. Kau menderita, gantikanku. Dengan darah-Mu, Kau s'lamatkanku. Kini kuhidup menyenangkan-Mu.
Reff: Terlalu besar Kasih-Mu Bapa. Pengorbanan yang Kau b'rikan bagiku. Terlalu mahal darah-Mu Yesus, tercurah untuk menebus hidupku.
Hidup yang Kau b'rikan bagiku s'lamatkan dan pulihkanku lebih dari segalanya...

Kasih dalam Keluarga - Pdt. Gatut Budiyono

Terang dalam Keluarga
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 23 Agustus 2026

Efesus 5:1-2 (TB) Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

Penurut = peniru. Pak Gatut melihat anak keduanya sering menarik-narik celana ke atas. Rupanya dia meniru kebiasaan pak Gatut yang tidak disadarinya. Anak-anak suka meniru orang tuanya. Nah, Tuhan mau kita pun meniru-Nya, seperti anak-anak yang suka meniru orang tua. Namun, dalam hal ini kita harus meniru Tuhan hingga makin serupa dengan Kristus.

Anak-anak pak Gatut masuk sekolah Kristen yang bagus, yaitu Charis. Di sini tiap hari mereka harus membuat daily devotion. Ini berarti tiap hari mereka harus membaca Alkitab. Namun, ada yang kurang. Mereka harus belajar berdoa. Jadi, tiap malam pak Gatut, bu Esther, dan kedua anaknya saling bergandengan tangan untuk berdoa bersama secara bergantian lalu ditutup dengan doa Bapa Kami dalam bahasa Inggris.

Ketika putrinya kuliah di Bali, dia bersaksi bahwa dia senang di sana. Namun, dia merindukan momen doa bersama tersebut. Lantas dia menjadi dokter dan juga terpilih menjadi diaken termuda. Diaken lain berumur 50 tahunan, tetapi dia baru berumur 30 tahunan.

Ketika hamil anak pertama, tensi bu Esther mencapai 190 dan pak Gatut diminta untuk memilih antara anak atau istri. Pak Gatut berkata kepada dokter, "Saya ini pendeta sehingga saya pilih keduanya." Dokter mengatakan bahwa hal itu mustahil karena ada yang meninggal ketika melahirkan dalam tensi tinggi. Namun, pak Gatut dan ayahnya berdoa puasa hingga malam. Lantas pak Gatut tertidur jam 10 malam karena kelelahan.

Sekitar jam 1 pagi dia dibangunkan oleh dokter yang memakai sandal jepit dan diberitahu bahwa anaknya telah lahir. Tensi bu Esther telah normal menjadi 110 sebelum dia melahirkan. Karena bangun tidur, pak Gatut mengira dia masih bermimpi. Kemudian dia sadar bahwa hal itu bukan mimpi.

Bayinya hanya 1,8 kg. Dia kecil-kecil cabai rawit. Walaupun terlahir kecil, dia jarang sakit sekalipun sering membuka baju. Namun, pada masa awal bayi ini susah makan. Sekali makan, bu Esther harus menyuapinya selama 3 jam. Jadi, 9 jam sehari dia harus memberinya makan. Lambat laun putrinya sudah bisa makan sendiri. Namun, proses menyuapi putrinya telah melatih kesabaran bu Esther.

Kemudian pak Gatut dan bu Esther juga melayani penjara, termasuk Nusa Kambangan. Ketika pergi ke Nusa Kambangan, mereka bertemu dua anak dari pasangan Nigeria - Indonesia. Kedua anak ini diajak oleh ibunya ke sebuah warung di sana lalu ditinggalkan. Maka, keduanya dititipkan ke pak Gatut.

Ternyata keduanya sangat nakal. Anak cowok 5 tahun dan anak cewek 7 tahun. Banyak barang dipecahkan oleh mereka. Mereka juga suka lompat-lompat di atas kasur. Bahkan, mereka juga buang air kecil dan air besar di atasnya. Putra dan putri pak Gatut yang masih kelas 6 SD dan SMP pun berdiskusi lalu mendatangi pak Gatut. Mereka bertanya, "Papa pilih kami atau mereka?" Sebagai orang Kristen, pak Gatut menjelaskan secara baik-baik.

"Dulu kita semua seperti mereka di hadapan Tuhan. Namun, Tuhan mau mengasihi kita. Apa kalian juga mau mengasihi mereka seperti Tuhan mengasihi kalian?" Akhirnya mereka mau. Lalu mereka berdoa berenam. Setiap orang yang melihat kenakalan kedua anak itu akan bertanya, "Mengapa pak Gatut mau menerima anak-anak yang lebih nakal daripada setan?" Seolah-olah mereka pernah melihat kenakalan setan.

Namun, setelah 9 bulan, kedua anak nakal tadi mulai berubah menjadi jinak. Sekitar setahun kemudian tiba-tiba ibunya mencari mereka kembali. Pak Gatut pun mengembalikan mereka. Mungkin kedua anak tadi memang sengaja dipertemukan dengan keluarga pak Gatut untuk dibenahi dulu. Semoga mereka tidak ada masalah dengan keluarganya dan di kemudian hari mereka pun bisa mengubah keluarganya.

IMAN YANG MENGALAHKAN DUNIA
Sekalipun kumemiliki iman sekecil biji sesawi, namun kukenal yang kusembah, Tuhan yang besar di atas segalanya. Chorus: Kupercaya laut dapat menjadi jalan. Kupercaya badai pun dapat Kau redakan. Kupercaya gunung pun dapat kupindahkan dengan kuasa iman yang mengalahkan dunia.

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.