Pada suatu sore yang cerah sekelompok anjing berkumpul bersama di sebuah gudang beraroma tembakau. Karena tak tahan dengan aromanya, Golden Retriever terpaksa menjadi satu-satunya anggota yang mengenakan masker. Tentu hal ini tak masalah baginya karena dia sudah terbiasa menjadi berbeda atau aneh.
Dia bukan hanya terlalu peka dalam mencium aroma tembakau,
dia juga peka dalam menyerap emosi yang ada di sekitarnya. Namun, dia tidak mau
mengutarakannya. Saat itu semua anjing telah menempati semua kursi yang
tersedia. Lalu datanglah si jantan Cane Corso dan dia melihat bahwa
satu-satunya kursi yang tersisa adalah di samping kanan Golden Retriever.
Maka, Cane mulai mengatur ulang posisi duduk semua anjing,
kecuali posisi Golden dan Shih Tzu. Mereka berdua sudah sering menentang Cane
yang suka mengintimidasi anjing-anjing lemah sehingga Cane tidak mau mengusik
mereka.
Golden juga tak mau ambil pusing. Dia tidak mau melihat
pengaturannya. Dia berpura-pura sibuk sendiri. Dia berpura-pura tidak mendengar
dan tidak tahu menahu tentang semua kebisingan gerakan yang tak perlu itu. Cane
lebih banyak menggunakan isyarat tangan untuk mengatur posisi mereka. Dengan
sudut matanya Golden melihat bahwa Cane sibuk tunjuk sana sini dan semua anjing
yang dikode olehnya segera berpindah posisi.
Poodle kesayangannya pun harus pindah posisi. Dia diminta
olehnya untuk duduk di samping kanan Golden. "Dasar tidak peka,"
pikir Golden. Namun, dia diam saja dan berlagak tak peduli padahal dia tahu
Poodle grogi jika harus berada di dekatnya. Poodle tahu bahwa Golden bisa
berubah menjadi Doberman jika sedang marah.
Dengan kemampuannya menyerap emosi, Golden bisa merasakan
kebingungan si jantan Poodle. Namun, Golden justru memasang muka sedatar dinding
alias tanpa ekspresi padahal hatinya tertawa geli. "Aneh-aneh saja sih
Cane ini. Apa dia ingin Poodle mengawasiku? Salah penempatan lha."
Lantas dia merasakan kegelisahan Poodle yang ada di samping
kanannya. Rasanya dia sedang menoleh ke arahnya. Benar saja. Beberapa detik
kemudian Poodle bertanya kepadanya, "Bisakah kita bertukar tempat
duduk?" Tanpa bicara, Golden langsung berdiri dari kursinya sehingga
mereka bisa bertukar posisi.
Di tengah-tengah acara Poodle pun mulai berpindah-pindah
posisi. Dia merasa tak nyaman berada di antara dua anjing betina (Golden dan
Shih Tzu) yang pernah menentang Cane. Maka, dia mulai menyusup di antara Golden
dan si jantan Border Collie untuk berbicara dengan Border dan Golden.
Beberapa menit kemudian dia sudah pindah ke samping kanan si
jantan Cane lagi. Selanjutnya, acara pertemuan hari itu berjalan dengan lancar
karena Cane sibuk berbincang dengan Poodle. Dia pun tidak banyak melibatkan
diri dengan anjing-anjing lain sehingga suasana tetap aman terkendali.
Nah, ketika gelap mulai menyapa, tiba-tiba Merpati berkata
kepada Golden, "Bersaksilah kepada Poodle tentang perpindahan kursi".
Seketika Golden menjawab, "Ah, hahaha... yang benar saja. Mengapa tidak
bilang dari tadi sih?"
Amsal 16:9 (TB) Hati
manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah
langkahnya.
Meskipun begitu, Golden tak mampu menolak permintaan Merpati
yang telah begitu baik kepadanya. Sekalipun harus malu, sekalipun takut,
sekalipun tak nyaman, sekalipun tak sesuai dengan kepribadiannya, dia akan
berusaha mewujudkan permintaan Merpati. Jadi, dia mulai mengirim pesan kepada
Poodle.
Tadi masuk akal sih sewaktu Cane tidak mau duduk di
sebelahku karena kami emang bagaikan musuh bebuyutan sejak kasus manipulasinya
kubongkar.
Tapi, tiba-tiba jadi tidak masuk akal karena Cane berlagak
seperti wali kelasku yang suka mengatur tempat duduk orang lain.
Dulu aku sampai dihukum guruku itu cuma gara-gara pindah tempat duduk. 😄"
Lantas Golden dan Merpati tertawa geli. Kata Golden,
"Sia-sialah aku berlagak jaim tadi. Sekarang malah membongkar kemampuan
rahasiaku dalam menyerap emosinya... hahaha... Bikin malu saja." Namun,
tak masalah bagi Golden karena dia sudah terbiasa memasang wajah sedatar dinding…
wkwkw…
Golden masih ingat bahwa Poodle pernah jatuh sakit ketika
harus pulang malam. Bahkan, ketika Golden meminta Poodle membantunya dalam
hal-hal kecil, Poodle juga tidak bisa menuntaskannya. Jadi, sekalipun Golden
sudah terbiasa menghadapi hal-hal yang tidak masuk akal, dia tidak mau
melibatkan Poodle. Jika Poodle terlihat berteman baik dengan Cane, mungkin saja
Cane, si jantan Rottweiler, dan beberapa serigala betina akan menekannya.
Nah, Poodle belum tentu sanggup menghadapi tekanan tersebut.
Ketika tekanan itu datang, kemungkinan besar Poodle akan menyalahkan Golden,
seperti kebanyakan anjing kecil lainnya. Jadi, untuk saat ini, lebih baik
Poodle tetap menjadi anak kesayangan si galak Cane… hehehe…
Yesaya 26:3 (TB) Yang
hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.













