Sunday, February 15, 2026

Cerita yang Tidak Pernah Diungkap

Sudah Tidak Cocok dari Awal
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 15 Feb 2026

Ps. Caleb, "Hari Valentine diperingati karena dulu ada pria Kristen bernama Valentinus yang dimasukkan penjara karena tidak mau menyangkal imannya. Di penjara dia justru berteman dengan anak kepala penjara yang buta. Jadi, dia berteman dengan anak dari orang yang menjerumuskannya ke penjara. Dia pun mendoakannya supaya sembuh.

Ketika akan dieksekusi, Valentinus menulis surat agar anak itu kuat. Dia pun mengatakan bahwa dia akan selalu menjadi sahabatnya atau Valentine-nya. Jadi, di balik Valentine ada cerita tentang kasih Kristus yang tidak pernah diungkap. Valentine bisa mengasihi karena dia terlebih dahulu dikasihi oleh Kristus."

Ada beberapa versi cerita tentang asal usul hari Valentine. Kisah di atas sesuai dengan 'Surat Pertama Valentine'. Namun, ada pula yang merujuk pada 'Legenda Santo Valentinus'. Menurut legenda ini, saat itu Kaisar Claudius II di Roma mengharuskan pria muda fokus menjadi tentara dan tidak boleh menikah. Namun, sebagai pastor, Valentinus malah menikahkan pasangan muda secara rahasia. Sayangnya, rahasia ini terbongkar dan dia dihukum mati."

Lalu cerita mana yang paling benar? Tidak penting mana cerita yang benar karena ada satu kebenaran yang hakiki, yaitu Allah adalah Kasih.

1 Yohanes 4:8 (TB) Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Bukan hanya kisah masa lalu yang simpang siur. Kisah masa depan pun ikut simpang siur. Beberapa hari lalu ada orang Taiwan yang membagikan prediksi Elon Musk tentang masa depan.

Dia memprediksi bahwa pengangguran akan meningkat karena teknologi AI dan uang fisik akan digantikan oleh uang digital. Pemilik energi akan memimpin masa depan karena teknologi AI membutuhkan banyak energi. Bahkan, pembuat AI juga mulai mencemaskan bahaya AI.

Di sisi lain, justru ada yang memprediksi kebalikannya. Karena ancaman perang dunia ketiga, diprediksi satelit akan hancur sehingga tak ada lagi jaringan internet dan listrik. Lalu semua orang akan kembali bertransaksi dengan cara barter.

Nah, mana prediksi yang benar? Tentu saja tidak penting mana yang benar karena sama seperti kisah Valentine, ada satu kebenaran hakiki yang tidak berubah dan jarang diungkap di media massa. Kata hatiku, "Masa depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan mimpi-mimpi mereka."

Ibrani 10:38 (TB) Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."

Jika kita memercayai Tuhan, tentu kita akan percaya bahwa Dia akan membuat segala sesuatunya indah pada waktunya. Jika kita memercayai rancangan buruk, iblislah yang kita percaya karena rancangan Tuhan akan selalu baik, indah, dan mulia.

Pengkhotbah 3:11 (TB) Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Tugas kita hanya mengelola pemberian Tuhan dengan baik. Untuk hal-hal di luar kendali, seperti masa depan, seharusnya kita berserah kepada-Nya. Selama Tuhan masih memegang kendali, apa yang harus dikhawatirkan?

1 Petrus 5:7 (TB) Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Menjadi pengangguran juga belum tentu buruk. Kadang kala beberapa mantan karyawan justru menunjukkan potensi terbaiknya ketika dipaksa oleh keadaan. Inilah yang disebut the power of kepepet (keterdesakan). Meskipun ada yang jadi jahat karena terpaksa, tetapi jauh lebih banyak yang justru jadi lebih baik dalam situasi tersebut. Beberapa industri kreatif justru bisa muncul dari situasi semacam ini.

Selain itu, efek negatif AI tak perlu dikhawatirkan jika kita masih mengutamakan Tuhan dan nilai-nilai kemanusiaan. Inilah dua hukum utama yang selaras dengan sila ke-1 dan ke-2 Pancasila (Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab).

Matius 22:37-39 (TB) Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Beberapa saat lalu kubaca bahwa ada restoran yang mempekerjakan robot untuk memasak nasi goreng. Rasanya tetap enak seperti masakan manusia. Namun, beberapa orang berkomentar, "Jika bos hanya mempekerjakan robot, pasti dia akan kesepian karena tidak ada teman bicara."

Itu benar. Manusia adalah makhluk sosial. Sekalipun pengusaha bisa memiliki banyak uang, jika kesepian, uang itu terasa tak berguna. Bahkan, ada orang yang menikah dengan robot atau chatgpt. Apa hal ini memang bisa mengisi kekosongan hati mereka? Jika mereka mau jujur, tentu saja mereka akan menjawab tidak karena hal ini tidak sesuai rancangan Tuhan.

Kejadian 2:18 (TB) TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Rancangan-Nya adalah sesama manusia harus saling menolong. Robot atau AI hanyalah alat dan bukan penolong yang Tuhan rancangkan. Jika berjalan di luar rancangan Tuhan, tentu saja akan sulit melihat masa depan indah yang telah Tuhan siapkan. Jadi, untuk menghadapi ketidakpastian masa depan, kuncinya hanya percaya dan mempercayakan diri kepada Tuhan – Sang Pencipta dan Pemilik Hidup Kita.

KESUKAAN-MU
Kubersyukur kumilik-Mu, menjadi kesukaan-Mu. Inilah hidupku di dalam kasih-Mu. Kubersyukur kumilik-Mu, menjadi kesukaan-Mu. Inilah hidupku di dalam kasih-Mu.
Reff: Seindah pelangi kutahu janji-Mu 'tuk masa depanku. Kau mengurapiku penuh kemuliaan. Bagai bintang yang bersinar, terangi jalan hidupku. Oh Yesusku, Kaulah segalanya.

Sudah Tidak Cocok dari Awal

Hidupku Karya Roh Kudus
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 15 Feb 202

Kenapa ya ada orang yang 85% karakternya sangat mirip dengan karakter shio-nya? Padahal, manusia itu memiliki kombinasi yang unik dalam pembentukan karakter. Ada faktor pendidikan, kerohanian, keluarga, pergaulan, budaya, dan sebagainya. Kok bisa Mr. Puzzle justru sangat mirip dengan karakter shio-nya?

Semula kukira dia mengalami gangguan kepribadian karena memiliki kecenderungan hati untuk membela orang-orang jahat. Namun, ternyata dia tuh normal dari sudut pandang shio-nya. Dia terlalu keras kepala, seperti Siluman Kerbau dalam film Kera Sakti.

Jadi, sekalipun salah, dia tidak akan langsung percaya bahwa dirinya salah. Dia akan mengemukakan alasan panjang lebar untuk membenarkan kesalahannya. Bahkan, fakta tidak relevan pun akan dikemukakan olehnya untuk membenarkan kesalahannya.

Apa Putri Kipas cocok dengannya? Menurutku sih tidak karena mereka sering ribut. Lalu iseng-iseng aku bertanya kepada chatgpt, "Apa shio Kerbau bisa menjadi rekan kerja yang cocok dengan shio Anjing?" Jawabannya pun tidak masuk akal, "85% cocok karena shio kerbau menggunakan logika dan shio anjing menggunakan intuisi sehingga bisa saling melengkapi."

A: "Ah, kali ini prediksimu salah. Justru shio Kerbau dan shio Anjing sangat tidak cocok karena perbedaan nilai."

C: "Iya, memang karakter menurut shio adalah gambaran umum, tetapi manusia memiliki banyak faktor lain, seperti elemen dan kedewasaan."

A: "Lalu siapa yang paling keras kepala?

C: "Kedua shio itu sama-sama keras kepala dalam hal yang berbeda. Shio kerbau cenderung keras kepala dalam hal mempertahankan strategi. Namun, shio anjing cenderung keras kepala dalam hal mempertahankan nilai. Biasanya pejuang nilai lebih keras kepala daripada pejuang strategi."

Berulang kali kunyatakan ketidakcocokkan nilai di antara kami dan memintanya untuk segera mengakhiri kerjasama. Namun, Mr. Puzzle tetap mengatakan bahwa kami punya kesamaan nilai dengan tiga kata favoritnya, "kamu salah paham". Akhirnya jembatan salah paham membuat kami tetap bekerja sama selama tiga tahun sekalipun tidak cocok. Namun, benarkah semua itu hanya salah paham? Karena perbedaan bahasa ibu, hal ini sulit dipastikan.

Meskipun demikian, intuisiku tidak percaya dengan jembatan itu. Maka, kuputuskan agar semua perkataan dia dan kroni-kroninya selalu ditulis dengan tiga alasan:
* Perkataan lisan mudah dilupakan,
* Perkataan lisan bisa berubah secepat kilat,
* Perkataan lisan tidak bisa dibuktikan.
Jika nantinya ada perbedaan antara perkataan lisan dan tulisan, aku akan memercayai tulisan.

Nah, dengan adanya tulisan, aku bisa meminta banyak pihak menafsirkannya. Ada chatgpt, gemini (ini bukan tentang zodiak-nya, tetapi AI penerjemah di WA), deepL, Google, teman-teman atau papa yang lancar dalam bahasanya. Hehehe... mau sampai kapan dia membohongiku dengan jembatan salah paham? Bukankah sudah jelas jika tidak ada kecocokan nilai di antara kami? Mengapa harus dicocok-cocokkan sih? Ini susah 'tuk dimengerti.

HATIKU PERCAYA
Saat ku tak melihat jalan-Mu, saat ku tak mengerti rencana-Mu. Namun tetap kupegang janji-Mu, pengharapanku hanya pada-Mu. Hatiku percaya, hatiku percaya, hatiku percaya, s'lalu kupercaya.
Lord I will trust in You, Lord I will trust in You, Lord I will trust in You, my heart will trust in You.

Hidupku Karya Roh Kudus - Ps. Hendra Haryanto

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 15 Feb 2026

Di dalam Galatia 5:16-26 kita bisa membaca hidup menurut daging atau Roh. Kita semua mengetahui perbuatan daging itu nyata, seperti iri hati, kebencian, amarah, dan sebagainya. Kita juga pasti hafal tentang buah Roh, yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kebaikan, kemurahan, kesabaran, kelemahlembutan, dan pengendalian diri.

Namun, mengapa disebut buah Roh dan bukan perbuatan Roh? Ini karena buah harus melekat kepada pohonnya. Demikian pula, kita harus melekat kepada Kristus agar bisa menghasilkan buah Roh. Kita tidak bisa berusaha dengan kuat gagah kita sendiri.

Roma 7:18 (TB) Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.

Sebelum Saulus bertobat dan menjadi Paulus, dia suka marah dan menganiaya jemaat Kristen. Namun, ketika Kristus menjamah hati-Nya, dia berubah. Kita semua juga cenderung berbuat hal-hal tidak baik jika tidak melekat kepada Kristus.

Roma 7:19 (TB) Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.

Proses perubahan karakter Paulus tidak terjadi secara instan. Ada waktu yang Tuhan izinkan untuk memprosesnya. Dalam proses tersebut Paulus menyadari bahwa sekalipun dia ingin berbuat baik, justru hal jahat yang dia lakukan.

Roma 7:24 (TB) Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?

Paulus terkesan sangat frustasi ketika berusaha menjadi orang baik. Namun, dengan bersandar kepada Tuhan, dia pun dimampukan untuk menghasilkan buah Roh. Ketika dipenjara, dia mampu bersukacita. Sekalipun dia juga banyak menderita karena Kristus, dia tidak meninggalkan Tuhan karena pondasinya sudah kuat. Dari pemarah, dia berubah menjadi orang yang sabar dan mampu mengendalikan dirinya.

Hidup Karya Roh Kudus berarti:

1. Aku Milik Kristus. Jika kita milik Kristus, tentu kita akan menghasilkan buah Roh. Maka, orang lain pun bisa merasakan kasih Tuhan melalui hidup kita. Jika kita tidak pernah menghasilkan buah Roh, milik siapakah kita?

Galatia 5:24 (TB) Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

2. Aku Hidup Dipimpin oleh Roh. Dipimpin oleh Roh berarti ada hubungan timbal balik. Kita meminta Tuhan mendengar keinginan kita dan kita pun mau mendengarkan suara Tuhan, lewat doa dan firman-Nya.

Galatia 5:25 (TB) Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

Jadi, jika ingin hidup dipimpin oleh Roh, kita harus berdoa serta membaca dan merenungkan firman Tuhan karena inilah dasar kehidupan.

Ketika ada yang menghina pak Hendra lewat tulisan yang diletakkan di mobil, "parkirnya goblok", dia ingin marah, tetapi tidak tahu harus marah kepada siapa karena dia tidak tahu siapa yang menulisnya. Jadi, dia memilih untuk memaafkan.

Bagaimana jika kita bukan hanya disalahpahami, tetapi juga difitnah? Apakah kita tetap bisa menghasilkan buah Roh? Akhir-akhir ini banyak juga perceraian dengan alasan, "sudah tidak cocok". Padahal, saat pacaran sudah tahu tidak cocok, tetapi tetap dicocok-cocokkan.

Jika ingin tetap menghasilkan buah Roh dalam keadaan yang tidak baik (seperti Paulus), kita harus selalu terhubung dengan Kristus. Kita juga harus berserah kepada Tuhan. Berserah bukanlah pilihan akhir, tetapi harus dilakukan sejak awal.

TERHUBUNG
Kasih-Mu layakkan s'luruh hidupku, mampukan kumelakukan yang Kau inginkan. Tak bisa kuterlepas, Kau menggenggam tanganku. Ingin lebih mengenal pribadi-Mu.
Reff: Kuterhubung dengan-Mu. S'lalu melekat di hati-Mu. Firman-Mu, itulah dasar hidupku, yang berdaulat atasku.

Sudah Tidak Cocok dari Awal

Sunday, February 8, 2026

F-nya Berarti Apa?

Berproses Sambil Protes
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 8 Februari 2026

Pengkhotbah 7:2 (TB) Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.

"Mungkin besok aku ke rumah duka," WA Merpati kepada temannya. (Kebetulan dipaksa libur lagi oleh Herder.)

Sekitar setengah jam kemudian, "Ce, Tacik sudah tidak ada," bunyi pesan WA pembantu engkim.

"Beneran? Apa sudah dicek oleh dokter? Apa mau dibawa ke rumah duka?" Tanya Merpati. Ah, ternyata memang benar dia harus ke rumah duka. Rupanya undangan ke rumah duka dari teman masa kecilnya hanya undangan awal. Undangan utama dari engkunya.

Tiba-tiba pesan WA dari saingan Herder masuk pula, "Laporan sudah selesai. Apa besok tidak bisa membatalkan liburannya?"

"Bisa saja kubatalkan liburan para bawahanku, tetapi silahkan diproses sendiri. Aku tidak bisa kerja karena aku harus melayat engkimku. Bagaimana?" Tanya Merpati pula.

"Tidak boleh diproses jika tidak ada tanda tanganmu. Kalau begitu, Senin saja." Tulisnya lagi.

Oalah... seharusnya cukup tanda tangan bos. Andai saja bisa diproses tanpa tanda tangannya, Senin pun dia tidak akan masuk kerja. Biasa lha prosesi kedukaan tuh tiga hari. Namun, okelah dua hari juga cukup karena Tuhan cukup bagi kita semua.

Andaikata Merpati belum memberitahu temannya bahwa dia akan datang, tentu dia akan membatalkan libur paksaan itu. Lalu dia cukup meminta maaf atas ketidakhadirannya di rumah duka dan meminta nomer rekening temannya saja.

Namun, karena sudah terlanjur mengatakan bahwa dia akan datang, dia tidak mungkin menarik ucapannya demi pekerjaan. Jika meminta izin tidak masuk kerja demi teman, hal ini tidak lazim pula. Nah, kebetulan engkim juga tiada. Jadi, ada alasan kuat untuk menunda pekerjaan. Ini berarti Tuhan memang mau dia pergi ke rumah duka. Padahal, mimpinya diundang ke pesta pernikahan VIP loh.

Eh, realitanya Sabtu itu dia menghadiri undangan di rumah duka. Pertama-tama ke tempat temannya dulu. Setelah selesai mengikuti ibadah pemberangkatan mama angkat temannya, dia pun berpamitan lalu bergegas ke tempat engkimnya untuk mengikuti ibadah penutupan peti.

Temannya itu telah kehilangan ortu sejak kecil. Maka, dia dibawa ke asrama oleh adik mamanya. Nah, setelah keluar dari asrama, dia kembali dirawat oleh adik mamanya. Ini sebabnya adik mamanya sudah dianggap sebagai mamanya sendiri.

Jadi, bisa dikatakan bahwa sebenarnya proses dari Tuhan sudah dimulai sejak kecil. Proses ini pun terus menerus berlanjut secara bertahap. Jadi, kita tidak diproses secara tiba-tiba. Semua sudah Tuhan lakukan sedini mungkin. Hanya saja prosesnya makin lama terasa makin sulit karena Tuhan mau memperbesar kapasitas kita. Sudahkah kita menyadarinya?

Ps. Robert, "Bulan ini sudah Februari. F-nya berarti apa?"

Merpati, "F? Bukankah ini salah satu nomer ruangan VIP di rumah duka yang kudatangi kemarin dan akan kudatangi lagi hari ini? Untuk apa menanyakannya? F ya Februari."

Ps. Robert, "Kenapa malah berpikir? F artinya Fruit of the Spirit (buah Roh)."

Merpati, "Oh, jadi itu maksud Tuhan di rumah duka? Buah kemurahan, kebaikan, kasih, sukacita. Ehm, tak pernah terpikirkan olehku untuk mengunjungi 2 ruangan duka pada 1 hari yang sama. Namun, ini lebih baik daripada menghadapi Herder yang mulai merancang tipu muslihat baru."

Mazmur 57:8-9 (TB) Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur. Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar!

TUNTUNAN ILAHI
Verse 1: Bila Roh-Mu bekerja, tak ada yang mampu menahannya. Pribadi yang Agung nan Mulia tercurah 'tuk hati yang terbuka.
Verse 2: Bila Roh-Mu berkarya, hati yang keras dilembutkan. Tak ada yang mampu hentikan kuasa-Mu bekerja.
Chorus: Ini waktu-Mu Roh Kudus penuhi setiap hati yang haus akan-Mu. Kulakukan perkara yang mustahil. Setiap hari bergerak dengan tuntunan ilahi.
(Nyatakan Keajaiban-Mu)
Chorus: Nyatakan keajaiban-Mu. Nyatakan dalam hidupku. Nyatakan.. Nyatakan.. Nyata di sini saatku Menyembah-Mu Tuhan.

Berproses Sambil Protes

Berproses dengan Roh Kudus
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 8 Februari 2026

Kata Herder, "Besok semua karyawan bulanan harus libur lagi dan gaji dipotong seperti karyawan harian, tetapi gaji saya tidak boleh dipotong karena saya warga pendatang."

"Sebenarnya Herder itu melakukan efisiensi atau membuat bom waktu?" Tanya Merpati kepada Kerbau yang selalu memuji kehebatan Herder.

"Memotong gaji karyawan bulanan secara sepihak bukanlah tindakan efisiensi, melainkan tindakan premanisme yang disebut pemalakan atau pungutan liar secara paksa karena tindakannya tidak sesuai dengan aturan ketenagakerjaan." Jelasnya pula.

Namun, Kerbau tidak menanggapinya. Jika dia sudah yakin kepada seseorang, sekalipun keyakinannya salah, tetap saja akan dia perjuangkan. Karena dia tidak mau memercayai intuisi Merpati, dia akan selalu lambat menyadari kesalahannya.

Padahal, intuisi selalu mendahului data. Intuisi tuh sudah bisa melihat hasil sebelum ada data (tinggal mencari atau menunggu data), tetapi logika masih membutuhkan tren data yang baru terbentuk minimal tiga bulan kemudian. Namun, percuma berdebat dengan shio Kerbau. Bahkan, jika harus berdebat dengan dinding, Kerbau akan menang. Meskipun demikian, Merpati selalu lebih dari pemenang... wkwwkw...

Ketika nasi sudah menjadi bubur, biasanya:
* Kerbau akan berkata, "Mengapa tidak ada yang memberitahuku lebih awal?"
* Merpati akan menjawab, "Aku sudah memberitahumu sedini mungkin. Inilah bukti jejak digitalku pada percakapan kita. Sayangnya, kamu tidak mau mendengarnya dan tetap membela para penjilat dengan menyatakan bahwa aku hanya berasumsi."

Lalu seperti biasanya Kerbau akan terdiam 1000 bahasa. Inilah bukti bahwa logika selalu menang, tetapi intuisi bisa selalu lebih dari pemenang... wkwwkw... Intuisi yang akan tertawa paling akhir, tetapi dia jugalah yang paling geregetan sejak awal karena logika tidak bisa langsung paham.

Teriak Herder, "Apa kamu tidak punya otak? Apa kamu tidak bisa berpikir?"
Kata intuisi, "Tanyakan pada hatimu apa itu pantas diucapkan oleh seorang pemimpin?"
Jawab Kerbau, "Jangan melibatkan perasaan. Menurut data, Kolonel Sanders bisa sukses dengan cara berkata-kata sekasar itu."

Begitulah shio Kerbau, mereka akan menyajikan fakta sesuai versi mereka sendiri. Padahal, sukses dengan cara dunia bukanlah kesuksesan sejati karena manusia adalah buatan Tuhan yang diciptakan untuk melakukan perbuatan baik, bukan perbuatan kasar.

Seorang produsen kursi ingin membuat kursi yang nyaman untuk diduduki. Suatu hari produsen itu mencoba duduk di atas salah satu kursinya yang tampak mengkilap, tetapi jarinya berdarah ketika menyentuh pegangan kursi tersebut. Rupanya kursi itu belum diamplas (diproses) dengan baik sehingga masih ada kayu yang kasar. Sekalipun sukses di mata, kursi ini sudah gagal memenuhi tujuan produsennya.

Manusia pun sama. Sekalipun performanya tampak memukau mata, jika dia melukai sesama (tidak berbuat baik), dia sudah gagal memenuhi tujuan Penciptanya.

Mazmur 57:4-5 (TB) Kiranya Ia mengirim utusan dari sorga dan menyelamatkan aku, mencela orang-orang yang menginjak-injak aku. Sela Kiranya Allah mengirim kasih setia dan kebenaran-Nya. Aku terbaring di tengah-tengah singa yang suka menerkam anak-anak manusia, yang giginya laksana tombak dan panah, dan lidahnya laksana pedang tajam.

Karena kebijakan Herder, tak ada lagi yang mau lembur. Merpati pun tidak mau lagi lembur seperti dulu. Lagipula laporannya juga dimanipulasi oleh Herder. Jadi, untuk apa capek-capek lembur agar laporan hasil manipulasi data Herder bisa disajikan tepat waktu? Toh, kalau Merpati sampai sakit atau stres, resiko juga ditanggung sendiri, bukan ditanggung Herder atau Kerbau.

Mazmur 57:7 (TB) Mereka memasang jaring terhadap langkah-langkahku, ditundukkannya jiwaku, mereka menggali lobang di depanku, tetapi mereka sendiri jatuh ke dalamnya. Sela

Ah, daripada kesal dengan Herder dan Kerbau pendukungnya, Merpati pun memutuskan untuk menghadiri undangan teman masa kecilnya di rumah duka. Kebetulan nomer ruangannya juga sama dengan tanggal dan bulan lahirnya. Jadi, di dalam perjalanan pulang, dia memikirkan hal itu sambil bertanya-tanya, "Mengapa rasanya aku harus ke sana? Apa rencana-Mu Tuhan? Ah, aku tidak mengerti, tetapi okelah aku akan ke sana."

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.