Divine Excellence
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 1 Nov 2026
"How great is our God, sing with me how great is our
God and all will see how great, how great is our God."
Setelah Golden mengalah kepada Poodle karena interupsi Raja
Damai, diam-diam dia tetap berdoa. Dia berdoa agar para ular pergi sendiri,
terutama ular betina yang sudah terinfeksi racun. Lalu tiga hari sebelum hari
yang ditargetkan oleh Golden, sekalipun belum ada bukti, dia memberitahu dua
muslimah pendukungnya perihal target Golden yang tetap sesuai rencana.
Golden, "Hal ini tetap sesuai rencanaku."
Poodle, "Memangnya ular betina telah menemukan sarang baru?"
Golden, "Dia bilang begitu."
Poodle, "Jadi, dia mau keluar dengan sendirinya?"
Golden, "Ya."
Sebenarnya sih dipaksa lewat doa, tetapi tiada bukti dan saksi yang bisa menunjukkan hal ini. Jadi, Golden merasa tak perlu menjelaskan apapun kepada Poodle.
Dulu beberapa hewan berkata, "Setiap hewan yang melawan
Golden pasti kalah dan pergi sendiri, padahal semua terjadi karena
kebetulan." Bagi orang yang tidak mengenal Tuhan dengan baik, semuanya
terlihat penuh kebetulan. Namun, bagi orang yang berdoa, tidak ada kebetulan.
Di balik semua kebetulan itu, ada doa yang tak henti
dipanjatkan dan ada pujian penyembahan yang terus dilantunkan walau tak selalu
dengan suara merdu. Pada saat bersamaan ada serangan iblis yang
dipatahkan oleh bala tentara surga.
Ketika peperangan roh itu terjadi, siapa yang bisa
melihatnya dengan indera jasmani? Tidak ada. Hanya iman yang bisa melihatnya.
Namun, film Wake Up and Pray (Bangun dan Berdoa) bisa sedikit
memberikan gambaran tentang peperangan di alam roh yang begitu nyata.
Nah, tadi di akhir ibadah istri gembala mengatakan bahwa dia ingin seperti gembala yang bisa berlutut untuk berdoa, tetapi dia tidak kuat. Pikir Golden, "Sama." Sejak kecil Golden tak pernah kuat berlutut lama. Ketika harus tinggal di asrama Katolik, baik pagi maupun malam, dia harus selalu berdoa dengan berlutut bersama dengan para domba dan gembala.
Dia pun mengganjal lututnya dengan sandal jepit agar tidak
sakit. Namun, tetap saja sakit jika harus berdoa rosario secara utuh. Maka, dia
sering memilih posisi doa yang tidak terlihat oleh gembala supaya dia bisa
berlutut sambil duduk di atas kaki belakangnya.
Nah, ketika Gembala Agung memintanya pindah ke gereja
Kristen, dia merasa lega karena tidak wajib berlutut lagi... xixixi...
Sejak saat itu, hingga kini Golden jarang berdoa dengan berlutut. Meskipun
demikian, Gembala Agung tetap mau menjawab doanya.
Yakobus 5:16b (TB) Doa
orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
HOW GREAT is OUR GOD
Verse 1: The splendor of the King, clothed in majesty. Let all the earth
rejoice, all the earth rejoice. He wraps Himself in light, and darkness tries
to hide and trembles at His voice, trembles at His voice.
Chorus: How great is our God, sing with me How great is our God, all will
see How great, how great is our God.
Verse 2: Age to age He stands, and time is in His hands. Beginning and the end,
beginning and the end. The Godhead, three in one Father, Spirit, Son. The Lion
and the Lamb, the Lion and the Lamb
Bridge: Name above all names Worthy of all praise. My heart will sing How
great is our God.











