Sunday, February 22, 2026

Doa dengan Ayat

Perang Tak Seimbang
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 22 Feb 2026

Saudara Kristen dan asisten Fuerdai sengaja melimpahkan pekerjaan kepada mereka yang rajin dan lemah agar mereka berdua bisa bermalas-malasan. Ini sebabnya mereka saling mendukung dalam kebohongan di hadapan Fuerdai. Eh, ternyata pada saat bersamaan Fuerdai juga membohongiku.

Dia mengatakan kepadaku bahwa saudara Kristen akan dikurangi upahnya karena malas atau pintar melimpahkan pekerjaan kepada orang lain. Namun, secara diam-diam dia justru memberikan bonus sebesar pengurangan upah tersebut lewat asistennya. Selain itu, secara diam-diam (tanpa sepengetahuan ayahnya) dia juga memberikan rumah dinas kepada asistennya.

Mazmur 116:11 (TB) Aku ini berkata dalam kebingunganku: ”Semua manusia pembohong.”

Apa dia kira dia bisa terus berbohong? Untuk apa dia membohongiku seperti Ananias dan Safira membohongi Tuhan? Bukankah miliknya bukanlah milikku? Bukankah dia bebas menggunakan harta miliknya sendiri tanpa seizinku? Kenapa dia harus berpura-pura menjadi manusia berintegritas di depanku? Tunggu dan lihat saja jika Bapaku bertindak.

Kisah Para Rasul 5:4 (TB) Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.

Sekalipun keduanya mahir bicara dalam bahasa yang tak kumengerti, aku masih punya Bapa yang:
* menguasai semua bahasa,
* tak akan pernah bisa ditipu oleh kelihaian mereka dalam berbicara,
* tak akan pernah bisa dijilat oleh mulut manis mereka, dan
* pasti mampu melihat hati.

1 Samuel 16:7 (TB) Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

"Oh Tuhan, berikanlah keadilan untuk kami. Bagaimana mungkin Kau memberkati orang malas dan pembohong itu? Sekalipun Dia juga anak-Mu, bukankah ada tertulis bahwa Kau akan menghajar orang yang Kau kasihi dan menyesah mereka yang Kau anggap anak?"

Ibrani 12:6 (TB) karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."

"Mengapa Kau tidak menghajarnya agar dia segera sadar? Bagaimana jika dia makin tersesat? Seharusnya dia dipindahkan ke tempat yang bisa membentuknya untuk menjadi orang yang lebih baik. Di sini dia tidak akan berubah menjadi baik karena kejahatannya selalu didukung oleh Fuerdai."

Ibrani 12:7-8 (TB) Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.

Tiba-tiba saudara Kristen itu menghilang tanpa kabar lagi. Ternyata dia kabur meninggalkan hutang kepada beberapa rekan dan vendor. Maka, Fuerdai berhenti mencarinya lagi. Puji Tuhan. Memang hanya Tuhan yang bisa kuandalkan, bukan Fuerdai.

Ah, jika aku tidak bisa kabur, semoga Fuerdai dan asistennya yang segera menghilang seperti dia. Memang mereka tidak bisa dihajar seperti anak Tuhan karena mereka belum mengenal Tuhan. Namun, Tuhan tidak mungkin diam saja terhadap manipulasi mereka. Dia pasti punya rencana indah di depan sana.

Amsal 23:18 (TB) Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

BUKTI KEBESARAN-MU
Hidupku menggenapi firman-Mu. Tanda mujizat sertai tiap langkahku. Kau bersamaku, di dalamku, jadi bukti kebesaran-Mu. Tuhan Kau sempurna dalam rencana-Mu dan karya-Mu. Kuserahkan hidupku, Murnikan dengan roh-Mu.

Perang Tak Seimbang

Mujizat Penguasaan Diri 2
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 22 Feb 2026

"Saat ini tekanan meningkat. Beberapa orang kabur karena tidak tahan tekanan. Aku pun ingin kabur saja andaikata tak ada yang tahu kediamanku."

"Kamu jangan kabur. Kalau ada masalah, ceritakan padaku dulu. Mungkin aku bisa membantumu."

Aku ingin memutuskan rantai karma buruk Fuerdai. Namun, kenapa ketika satu karma buruk pergi, dia justru mengundang karma buruk lainnya? Dia pasti punya kecenderungan hati yang salah sehingga suka mengundang pembawa karma buruk.

"Ah, aku ingin kabur saja."

"Drama 'Para Manipulator' ini baru seri pertama, masa sudah mau kabur?"

"Sejak awal aku di sini sudah kebanyakan drama. Masa ini baru seri pertama? Mengapa drama ini terus menerus terjadi? Mengapa dia selalu memercayai para penjilat yang malas dan munafik?"

"Itu karena kamu tidak mau menjadi tokoh utamanya."

"Ah, bikin bete. Mengapa dramanya menyedihkan begini?"

Ratapan 3:59 (TB) Engkau telah melihat ketidakadilan terhadap aku, ya TUHAN; berikanlah keadilan!

"Tuhan, berikanlah keadilan untuk kami.
* Orang itu selalu menyebut-nyebut nama-Mu, "Papi Jesus, Papi Jesus".
* Dia pun mengatakan bahwa dia melayani di gereja.
* Bahkan, dia juga memamerkan kalung salib emasnya.
Namun, kelakuannya tak sesuai perkataannya.
Sekalipun aku memberitahu Fuerdai, dia tidak bisa membaca dengan hati.
Sekalipun ayah Fuerdai sudah sadar dan tidak ingin melihatnya pula, tetap saja Fuerdai masih memercayai anak-Mu yang malas dan munafik itu.”

“Mengapa Kau biarkan dia mencoreng moreng nama-Mu dan mempermalukan Diri-Mu?
Bukankah yang menyebut nama Tuhan harus meninggalkan kejahatan?" (2 Timotius 2:19)
Bukankah Kau membenci kemalasan dan kebohongan? (Amsal 6:6-7 dan Mazmur 101:7)

Setelah ratusan kali pasang surut air laut, tiba-tiba saudara Kristen itu menghilang tanpa kabar. Lalu tiba-tiba muncul lagi ke permukaan dengan alasan terkena virus. Karena kasihan, Fuerdai segera memintanya kembali kepadanya. Beberapa orang khawatir virus itu menular dari anjing peliharaannya. Selain itu, saat itu ada kabar tentang Super Flu. Jadi, kuminta hasil laboratoriumnya lalu kuminta dokter temanku menafsirkannya.

Ternyata dia hanya sakit gondok, tetapi sengaja mendramatisir penyakitnya agar beroleh simpati dari Fuerdai. Alhasil, orang lain yang melanggar aturan tidak diberi kesempatan kedua. Namun, saudara Kristen itu masih mendapatkan kesempatan kedua. Seperti pahlawan kesiangan, Fuerdai suka mendukung para penindas yang pandai menjilat dan munafik itu. Mungkin Fuerdai juga satu frekuensi dengan mereka.

Fuerdai suka mendengarkan saudara Kristen itu karena dia fasih berbahasa ibunya. Dia pun meminta asistennya yang super galak untuk mendukungnya. Sementara itu, aku harus menulis surat dengan bantuan AI agar bisa berkomunikasi dengan Fuerdai yang terlahir di Ilha Formosa. Ah, perang ini terkesan tidak seimbang. Masa 1 wanita harus melawan 2-3 pria manipulatif?

Matius 11:17 (TB) Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.

Sekalipun Fuerdai punya mata, dia tidak bisa melihat data dan fakta. Sekalipun Fuerdai punya telinga, dia tidak bisa mendengar jeritan mereka yang ditindas oleh orang-orang kepercayaannya. Sekalipun Fuerdai punya hati, dia tidak bisa merasakan penderitaan sesama. Apakah dia masih manusia?

Amsal 28:15-16 (TB) Seperti singa yang meraung atau beruang yang menyerbu, demikianlah orang fasik yang memerintah rakyat yang lemah. Seorang pemimpin yang tidak mempunyai pengertian keras penindasannya, tetapi orang yang membenci laba yang tidak halal, memperpanjang umurnya.

WAKTU TUHAN
Bila Kau ijinkan sesuatu terjadi, kupercaya semua untuk kebaikanku. Bila nanti telah tiba waktu-Mu, kupercaya kuasa-Mu memulihkan hidupku.
Chorus: Waktu Tuhan pasti yang terbaik walau kadang tak mudah dimengerti. Lewati cobaan, ku tetap percaya waktu Tuhan pasti yang terbaik.

Mujizat Penguasaan Diri 2 ~ Ps. Lukas Kusuma

Mujizat Penguasaan Diri
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 22 Feb 2026

2. Memutuskan Rantai Dosa Generasi. Papa pak Lukas berasal dari pasangan broken home. Karena kesulitan kakek neneknya, saat itu papanya dibuang di rumah sakit lalu diadopsi. Penolakan ini membuat papanya menjadi orang yang keras dan mendidik pak Lukas dengan keras. Kebiasaan ini pun menurun sehingga pak Lukas ikut keras dan mudah marah. Namun, suatu hari Tuhan menegurnya, "Jika kamu tetap seperti ini, saya tidak akan memakaimu lagi." Maka, dia memohon agar Tuhan membantunya untuk menjadi orang yang lebih sabar. Lambat laun dia pun bisa bersabar.

3. Membuka Pintu-pintu Anugerah. Ada yang bertanya, "Mengapa saya bisa melayani di Amerika sejak 2000 hingga sekarang? Apakah ada hamba Tuhan yang memintanya? Apakah ada suara Tuhan yang jelas?"

Semula pak Lukas melayani di Makasar lalu dia berpacaran dengan seorang guru. Suatu hari pacarnya ke Kanada untuk mengunjungi keluarganya. Maka, pak Lukas pun memutuskan untuk mendatanginya. Banyak orang sudah mendukungnya dengan mempersiapkan beberapa perhiasan untuk dibawanya.

Dia pun mulai mengurus visa ke Amerika dan Kanada. Saat itu banyak orang gagal mendapatkan visa. Namun, pak Lukas berdoa agar tetap bisa mendapatkan visa ke sana. Pada hari itu dia terlambat bangun sehingga berada di antrian paling akhir padahal sudah ada banyak orang. Namun, petugas bule yang galak tiba-tiba keluar dari ruangannya lalu berkata, "Hari ini ada perubahan. Antrian akan dilakukan dengan undian."

Maka, setiap orang mengambil kertas undian. Pak Lukas berdoa dan dia pun mendapatkan nomer 1. Semua yang ada di sana terkejut melihatnya. Tak sampai 2 menit, dia telah mendapatkan visanya. Setibanya di Amerika dia melayani di beberapa tempat. Kemudian dia pergi ke rumah pacarnya dan berkenalan dengan orang tuanya.

Singkat cerita, ibu pacarnya berkata, "Maaf, kalian harus putus karena saya tidak siap jika anak saya menikah dengan pendeta. Nanti bagaimana dia bisa makan?" Padahal, pak Lukas sampai sering menolak makanan.

Karena penolakan itu, pak Lukas pergi ke Niagara. Derasnya air terjun di sana sederas air matanya. Lalu dia pulang ke rumah pamannya yang humoris. Pamannya menepuk pundaknya sambil berkata, "Kamu masih lebih tampan daripada monyet. Jadi, kamu masih bisa mendapatkan kekasih." Katanya, "Jika aku monyet, paman gorila." Beberapa waktu kemudian di Amerika dia dikenalkan pada wanita Surabaya yang pindah ke Philadelphia setelah putus cinta.

Sebenarnya wanita itu ingin mendapatkan bule dan ada beberapa orang yang menyukainya. Namun, karena tidak ada damai sejahtera Tuhan ketika mendoakannya, dia pun menolak mereka. Ketika berkenalan dengan pak Lukas, keduanya sama-sama berdoa karena keluarga wanita itu adalah pendoa.

Mereka pun mendapatkan jawaban yang sama. Akhirnya mereka menikah. Dari 10 kriteria wanita yang pak Lukas pernah doakan, ternyata 10 kriteria ini ada pada istrinya. Kemudian Tuhan berkata kepadanya, "Tetaplah di Amerika." Maka, dia melayani di Amerika hingga sekarang.

4. Menjadikan Kita Serupa dengan Kristus. Beberapa berkat mungkin tertunda karena karakter kita belum siap untuk menerima berkat tersebut.

1 Petrus 2:23 (TB) Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

Ketika disakiti, kita pilih mengampuni. Ketika dihina, kita pilih tidak membalas. Hal ini membuat kita akan makin serupa dengan Kristus. Ada seorang bapak pergi ke supermarket dengan anaknya. Tiap kali berjalan menyusuri lorong, anak ini membuat barang-barang berantakan. Tiap kali melihat hal ini, bapak itu berkata, "Rudi, sabar."

Nah, ketika berada di kasir, dia dipuji. "Bapak ini hebat ya. Setiap kali Rudi - anak bapak membuat kekacauan, bapak bisa menenangkannya agar sabar." Jawab si bapak, "Rudi itu nama saya." Rupanya bapak itu sedang berbicara kepada dirinya sendiri. Mungkin saat ini kita pun sedang emosi kepada mertua, menantu, rekan kerja, anak, atau orang lain. Namun, bersama Tuhan kita bisa menguasai diri dan menjadi lebih dari pemenang.

TERLALU BESAR
Telah kulihat bukti kasih-Mu. Kau menderita, gantikanku. Dengan darah-Mu, Kau s'lamatkanku. Kini kuhidup menyenangkan-Mu.
Reff: Terlalu besar Kasih-Mu Bapa. Pengorbanan yang Kau b'rikan bagiku. Terlalu mahal darah-Mu Yesus, tercurah untuk menebus hidupku.
Hidup yang Kau b'rikan bagiku, s'lamatkan dan pulihkanku lebih dari segalanya...

Mujizat Penguasaan Diri ~ Ps. Lukas Kusuma

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 22 Feb 2026

Amsal 16:32 (TB) Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

Merebut kota merupakan hal yang luar biasa. Namun, orang yang sabar akan melebihi pahlawan. Alexander the Great bisa menaklukkan banyak wilayah pada usia 32 tahun, tetapi dia mati karena tidak bisa menguasai dirinya. Dia mati karena kebanyakan minuman keras dan gaya hidup yang salah.

Galatia 5:22-23 (TB) Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Seorang peneliti mengumpulkan beberapa anak untuk marshmallow test. Anak-anak tersebut diberi 1 marshmallow (permen manis seperti busa). Mereka boleh langsung memakannya, tetapi jika mereka ingin mendapatkan 2 marshmallow, mereka harus menahan diri selama 15 menit untuk tidak memakan marshmallow pertama.

Mereka ditempatkan secara terpisah. Ada anak yang tidak bisa menahan diri dan langsung memakannya. Ada anak yang memegang dan mencium-ciumnya karena ingin segera memakannya. Ada yang menutup matanya agar tidak melihatnya. Namun, ada pula yang bernyanyi selama 15 menit hingga mendapatkan hadiahnya.

Setelah mereka dewasa, peneliti mencari mereka. Dia menemukan bahwa anak-anak yang dulu mampu menguasai dirinya cenderung lebih sukses daripada mereka yang langsung memakan marshmallow-nya. Ini membuktikan bahwa orang yang mampu menguasai dirinya akan memiliki masa depan yang baik.

Mujizat Penguasaan Diri:

1. Menyelamatkan Kita dari Kehancuran. Banyak orang ingin mujizat yang terlihat di luar, tetapi mujizat terbaik justru terjadi di dalam diri kita. Jika kita bisa menguasai diri seperti Yusuf yang kabur dari godaan Potifar, kita akan selamat. Sekalipun Yusuf harus masuk penjara karena hal itu, akhirnya dia dipromosikan dengan luar biasa setelah dia siap.

Ada suami istri pendeta yang sedang bertengkar. Di tengah keributan suami harus pergi pelayanan. Ketika pulang, dia merasa lapar dan melihat istrinya makan sate ayam kesukaannya. Maka, dia meminta istrinya untuk berbagi sate.
Istri berkata, "Jangan mengingini milik sesamamu." (Keluaran 20:17)
Suami menyadari bahwa istrinya masih marah sehingga berkata, "Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu." (Efesus 4:26)
Istri, "Cukuplah kasih karuniaku bagimu." (2 Korintus 12:9)
Suami, "Ampunilah musuhmu yang berbuat salah kepadamu." (Matius 5:44)
Istri (sambil memberikan sebatang sate), "Ini, ambillah. Pergi dan jangan berbuat dosa lagi." (Yohanes 8:11)
Wah, ini merupakan perang ayat.

Yakobus 1:15 (TB) Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Penguasaan diri merupakan buah Roh sehingga Roh Kudus yang membantu kita melakukannya. Namun, tetap saja harus ada niat dari kita untuk membiarkan Roh Kudus bekerja. Tidak semua kehancuran disebabkan oleh iblis. Beberapa kehancuran disebabkan oleh keinginan pribadi. Semua bermula dari keinginan kita yang salah. Jika keinginan tersebut berubah menjadi tindakan, inilah dosa dan dosa akan melahirkan maut.

Orang Eskimo menangkap serigala bukan dengan berburu. Mereka hanya menancapkan pisau berlumuran darah ke atas salju. Serigala yang mencium bau darah segera menjilati pisau tersebut. Makin dijilat, makin nikmat. Pada akhirnya, serigala akan mati kehabisan darah. Mereka menikmati darahnya sendiri karena mengira itu darah hewan lain. Begitu pula keinginan jahat. Jika dinikmati, akan berujung maut. Keinginan >> Dosa >> Maut.

Mujizat Penguasaan Diri 2

Sunday, February 15, 2026

Cerita yang Tidak Pernah Diungkap

Sudah Tidak Cocok dari Awal
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 15 Feb 2026

Ps. Caleb, "Hari Valentine diperingati karena dulu ada pria Kristen bernama Valentinus yang dimasukkan penjara karena tidak mau menyangkal imannya. Di penjara dia justru berteman dengan anak kepala penjara yang buta. Jadi, dia berteman dengan anak dari orang yang menjerumuskannya ke penjara. Dia pun mendoakannya supaya sembuh.

Ketika akan dieksekusi, Valentinus menulis surat agar anak itu kuat. Dia pun mengatakan bahwa dia akan selalu menjadi sahabatnya atau Valentine-nya. Jadi, di balik Valentine ada cerita tentang kasih Kristus yang tidak pernah diungkap. Valentine bisa mengasihi karena dia terlebih dahulu dikasihi oleh Kristus."

Ada beberapa versi cerita tentang asal usul hari Valentine. Kisah di atas sesuai dengan 'Surat Pertama Valentine'. Namun, ada pula yang merujuk pada 'Legenda Santo Valentinus'. Menurut legenda ini, saat itu Kaisar Claudius II di Roma mengharuskan pria muda fokus menjadi tentara dan tidak boleh menikah. Namun, sebagai pastor, Valentinus malah menikahkan pasangan muda secara rahasia. Sayangnya, rahasia ini terbongkar dan dia dihukum mati."

Lalu cerita mana yang paling benar? Tidak penting mana cerita yang benar karena ada satu kebenaran yang hakiki, yaitu Allah adalah Kasih.

1 Yohanes 4:8 (TB) Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Bukan hanya kisah masa lalu yang simpang siur. Kisah masa depan pun ikut simpang siur. Beberapa hari lalu ada orang Taiwan yang membagikan prediksi Elon Musk tentang masa depan.

Dia memprediksi bahwa pengangguran akan meningkat karena teknologi AI dan uang fisik akan digantikan oleh uang digital. Pemilik energi akan memimpin masa depan karena teknologi AI membutuhkan banyak energi. Bahkan, pembuat AI juga mulai mencemaskan bahaya AI.

Di sisi lain, justru ada yang memprediksi kebalikannya. Karena ancaman perang dunia ketiga, diprediksi satelit akan hancur sehingga tak ada lagi jaringan internet dan listrik. Lalu semua orang akan kembali bertransaksi dengan cara barter.

Nah, mana prediksi yang benar? Tentu saja tidak penting mana yang benar karena sama seperti kisah Valentine, ada satu kebenaran hakiki yang tidak berubah dan jarang diungkap di media massa. Kata hatiku, "Masa depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan mimpi-mimpi mereka."

Ibrani 10:38 (TB) Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."

Jika kita memercayai Tuhan, tentu kita akan percaya bahwa Dia akan membuat segala sesuatunya indah pada waktunya. Jika kita memercayai rancangan buruk, iblislah yang kita percaya karena rancangan Tuhan akan selalu baik, indah, dan mulia.

Pengkhotbah 3:11 (TB) Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Tugas kita hanya mengelola pemberian Tuhan dengan baik. Untuk hal-hal di luar kendali, seperti masa depan, seharusnya kita berserah kepada-Nya. Selama Tuhan masih memegang kendali, apa yang harus dikhawatirkan?

1 Petrus 5:7 (TB) Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Menjadi pengangguran juga belum tentu buruk. Kadang kala beberapa mantan karyawan justru menunjukkan potensi terbaiknya ketika dipaksa oleh keadaan. Inilah yang disebut the power of kepepet (keterdesakan). Meskipun ada yang jadi jahat karena terpaksa, tetapi jauh lebih banyak yang justru jadi lebih baik dalam situasi tersebut. Beberapa industri kreatif justru bisa muncul dari situasi semacam ini.

Selain itu, efek negatif AI tak perlu dikhawatirkan jika kita masih mengutamakan Tuhan dan nilai-nilai kemanusiaan. Inilah dua hukum utama yang selaras dengan sila ke-1 dan ke-2 Pancasila (Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab).

Matius 22:37-39 (TB) Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Beberapa saat lalu kubaca bahwa ada restoran yang mempekerjakan robot untuk memasak nasi goreng. Rasanya tetap enak seperti masakan manusia. Namun, beberapa orang berkomentar, "Jika bos hanya mempekerjakan robot, pasti dia akan kesepian karena tidak ada teman bicara."

Itu benar. Manusia adalah makhluk sosial. Sekalipun pengusaha bisa memiliki banyak uang, jika kesepian, uang itu terasa tak berguna. Bahkan, ada orang yang menikah dengan robot atau chatgpt. Apa hal ini memang bisa mengisi kekosongan hati mereka? Jika mereka mau jujur, tentu saja mereka akan menjawab tidak karena hal ini tidak sesuai rancangan Tuhan.

Kejadian 2:18 (TB) TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Rancangan-Nya adalah sesama manusia harus saling menolong. Robot atau AI hanyalah alat dan bukan penolong yang Tuhan rancangkan. Jika berjalan di luar rancangan Tuhan, tentu saja akan sulit melihat masa depan indah yang telah Tuhan siapkan. Jadi, untuk menghadapi ketidakpastian masa depan, kuncinya hanya percaya dan mempercayakan diri kepada Tuhan – Sang Pencipta dan Pemilik Hidup Kita.

KESUKAAN-MU
Kubersyukur kumilik-Mu, menjadi kesukaan-Mu. Inilah hidupku di dalam kasih-Mu. Kubersyukur kumilik-Mu, menjadi kesukaan-Mu. Inilah hidupku di dalam kasih-Mu.
Reff: Seindah pelangi kutahu janji-Mu 'tuk masa depanku. Kau mengurapiku penuh kemuliaan. Bagai bintang yang bersinar, terangi jalan hidupku. Oh Yesusku, Kaulah segalanya.

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.