Thursday, May 14, 2026

Kumenang Kumenang

Berbicara dengan Dinding
Catatan Ibadah Kenaikan Yesus, Kamis 14 Mei 2026

Oh Tuhan, aku sedang kesal. Aku ingin marah. Mengapa Kau pertemukanku dengan orang-orang seperti mereka? Aku tidak sanggup berurusan dengan mereka. Kumenang kumenang bersama Yesus Tuhan.

Ya Tuhan, aku sedang kesal. Kenapa diberi lagu seperti ini? Kumenang kumenang di dalam peperangan.

Ah, aku masih kesal. Kumenang kumenang atas segala setan. Iya, iya.. kumenang atas emosiku, tetapi nanti. Sekarang aku masih bete.

Aah... Kumenang kumenang bersama Yesus Tuhan. Kumenang kumenang di dalam peperangan. Kumenang kumenang atas segala setan. Haleluya haleluya kumenang.

Eh, di gereja lagunya sama pula. Kulihat sekelompok lansia membawa angklung. Seketika aku kembali ke masa TK. Di masa itulah aku bermain angklung bersama teman sekelas. Dulu aku hanya menggoyang angklung tanpa pernah memahami bahwa angklung bisa menciptakan musik yang indah.

Nah, tadi aku memperhatikan gerakan dirigen angklung. Hebat juga dia bisa hafal setiap isyarat tangan itu. Saat itulah aku menyadari bahwa permainan angklung bisa menjadi musik yang indah karena setiap pemain mengikuti isyarat tangan si dirigen.

Sekalipun goyangan angklungnya sama, tetapi nadanya bisa berbeda tergantung dari jenis angklung yang dipegang oleh setiap orang. Selain itu, ada dirigen yang mengatur waktu goyangan mereka. Jika diikuti, tentu saja akan tercipta musik yang indah.

Begitu pula dalam kehidupan ini. Kita seperti angklung yang diciptakan dengan nada atau karakter berbeda. Namun, kita disatukan dan diatur oleh Sang Dirigen Kehidupan. Jika kita semua mengikuti arahan Sang Dirigen, kita akan menjadi bagian dari musik kehidupan yang indah.

Dulu seorang anak berumur 4 tahun harus tinggal di asrama, jauh dari orang tua, dan tinggal di tempat asing bersama orang-orang asing dengan beragam karakternya. Bagi anak sekecil itu, rasanya tidak ada tempat untuk berlindung dari orang asing, terutama yang jahat.

Selain menjaga diri sendiri, dia harus menjaga adik perempuannya serta adik-adik asing yang baru dikenalnya, terutama dari kakak asrama yang jahat. Lalu setahun kemudian dia pun harus menjaga adik laki-lakinya pula, termasuk dari teman adiknya yang suka usil

Ayub 6:11-12 (TB) Apakah kekuatanku, sehingga aku sanggup bertahan, dan apakah masa depanku, sehingga aku harus bersabar? Apakah kekuatanku seperti kekuatan batu? Apakah tubuhku dari tembaga?

Bagaimana dia sanggup melakukannya? Pada mulanya dia dan adiknya menangis ketika menyadari bahwa mereka telah ditinggalkan di sana oleh orang tua mereka. Lalu suster memberi mereka permen dan seketika itu juga mereka tersenyum.

Bagi anak kecil, bahagia tuh sesederhana itu. Kuncinya: tidak berfokus kepada masalah, tetapi fokus kepada hal-hal yang menyenangkan. Masa kalah dari anak kecil? Hehehe... Pantas saja ketika aku kesal, Tuhan memberiku lagu kemenangan padahal emosi kesal dan menang tuh saling bertolak belakang. Coba aja nyanyikan lagu Kumenang pada saat lagi bete... hehehe... rasakan dan nikmati... xixixi...

Coba lihat bagian akhir video khotbah ini, lagu Kumenang dinyanyikan dengan iringan angklung. Ah, anak TK itu sudah tidak pernah bermain angklung lagi setelah lulus TK, tetapi hari ini dia menonton permainan angklung sambil tersenyum karena tak mungkin ini kebetulan. Pastilah ini bagian dari pengaturan ilahi Sang Dirigen Kehidupan. Siapa bilang angklung hanya permainan lansia? Anak TK pun bisa memainkannya karena mereka hanya perlu menggoyangnya sesuai isyarat dirigen.

KUMENANG
Kumenang kumenang bersama Yesus Tuhan. Kumenang kumenang di dalam peperangan. Kumenang kumenang atas segala setan. Haleluya haleluya kumenang.
Chorus: Haleluya Dia bangkit. Haleluya Dia Hidup. Haleluya Dia naik. Rohul Kudus Turun.

Berbicara dengan Dinding

Menutup Celah Kekecewaan
Catatan Ibadah Kenaikan Yesus, Kamis 14 Mei 2026

1 Samuel 3:10 (TB) "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar."

Minggu lalu di atas roti perjamuan kudusku tertulis hal itu. Seketika aku teringat dengan video lucu yang kubagikan kepada seseorang. Aku berbagi dengannya karena isi video tersebut membuatku teringat pada perkataan papanya. Nah, kemudian suara hatiku seolah berkata, "Dia bertanya-tanya kenapa aku berbagi video itu dengannya? Jelaskan kepadanya!"

Jadi, selesai ibadah, aku pun memberinya penjelasan sekalipun dia selalu membaca pesanku dalam diam hingga aku seperti berbicara dengan dinding WA. Ketika pak Lukas bertanya dan tidak dijawab oleh jemaat, dia berkata, “Saya seperti berbicara dengan dinding.”

Hahaha... tak masalah bagiku selama dindingnya masih bisa membaca tulisan yang kubagikan kepadanya. Dengan iman kutahu dia pasti membaca pesanku hingga tuntas karena kebahagiaan tuh topik paling dicari oleh manusia. Nah, justru aku yang tidak bisa membacanya secara langsung karena tulisan aslinya sudah diterjemahkan oleh chatgpt.

Arti kata láogōng dan qīzǐ. >> 這個影片是真的嗎?

因為看到這個影片,我想起你爸爸之前在面試一位單身求職者時說過的一段話。當時他對對方說:「不要急著結婚,因為結婚是 happy,但離婚更 happyRxxx Rully 也很 happy,因為他們還沒結婚。」

他是不是也把同樣的觀念教給你,所以你才走上和他相同的婚姻道路?

其實,的確不應該急著結婚。但是,離婚從來不是真正的幸福,因為很多人在臨終時仍會對此感到後悔。

很多人一開始就用錯誤的觀念進入婚姻。他們以為婚姻是為了「得到」更多。

但其實,婚姻應該是建立在彼此願意「付出、付出、再付出」的心態上,夫妻雙方都需要願意放下自己的 ego,不彼此要求。因此,兩個都很自私或吝嗇的人,其實不適合進入婚姻。

歌羅西書 3:18-19CKJVGS「你們作妻子的,當順服自己的丈夫,這在主裡面是相宜的。你們作丈夫的,要愛你們的妻子,不可苦待她們。」

很多時候,丈夫等著妻子先順服;而妻子則等著丈夫先愛自己。很多問題也因此被壓抑,從未一起面對與解決。雙方都維護自己的 ego,認為對方應該自己明白。因為彼此長時間被動等待,最後時間炸彈終於爆炸,婚姻也因此結束。另一方面,有些人則是帶著恐懼進入婚姻。

有些人說自己是因為:

* 害怕孤單,因為朋友都結婚了

* 害怕老了沒人照顧

* 害怕被說沒人要

* 害怕讓別人失望

所以才勉強結婚。

但最後,他們害怕的事情反而真的發生了:

* 即使結婚了,老了還是沒有孩子願意照顧

* 即使結婚了,反而比單身更孤單

* 即使結婚了,反而讓更多人失望

最後,離婚反而成為一種解脫。而在那之前,有些人甚至選擇外遇。其實,真正的幸福並不是由身份、地位、金錢或外在條件決定的。真正的幸福,必須先建立在自己的內心裡。

我不是因為單身才快樂。而是因為無論在任何情況下,我都願意找到感恩的理由。如果我們不總是拿自己的人生和別人比較,就一定能在自己人生的酸甜苦辣中找到幸福。

如果我們總是不滿足於自己的人生,其實代表我們懷疑神的愛,甚至覺得神偏心。但神從來不會錯誤地賜下祂的祝福。神知道每個人的優點與弱點。

如果某個祝福會讓我們遠離祂,祂自然不會把那個祝福給我們。一位智慧的父親,不可能讓嬰兒學開車。而神比所有人都更有智慧,因此祂絕不會錯誤地賜下祝福。

如果神很想把某樣東西賜給我們,但祂看見我們還沒準備好,祂一定會先管教與塑造我們。但很多時候,我們太想追求速成,不願接受祂的帶領,最後選擇走自己的路。

以賽亞書 48:18CKJVGS「甚願你素來聽從我的命令啊!如此你的平安就如河水;你的公義就如海浪。」

如果我們已經走錯了路,最好趕快回轉向神。祂一定願意赦免我們,並重新修復我們的幸福,就像日本的金繼藝術一樣。即便如此,預防仍然勝於治療。不要讓下一代重複我們的錯誤。讓他們知道我們曾犯過的錯,也從中學習。結論:

* 幸福不是從別人身上尋找或得到的。

* 幸福源自於對創造主的滿足。

* 幸福需要每天慢慢建立。

它就像種花一樣。

如果想看到花朵盛開,就必須每天耐心地施肥與澆水。

Nah, setelah memberinya pesan dan gambar tersebut, aku hanya bisa tertawa karena rasanya konyol. Pantaskah seorang yang belum menikah menasehati orang yang pernah menikah? Tidak masuk akal. Dia bisa menganggapku sok tahu.

Untunglah posisi gambar jenis kelamin buatan AI tidak sesuai realita. Untunglah kami juga berbeda bahasa. Jika tidak, dia bisa salah paham karena mengira aku mau mengajaknya praktek bersama. Padahal, fokus utamaku hanyalah berbagi cara bahagia dan tidak ada maksud lain.

Ada kutipan terkenal yang berbunyi, "Bagikan kesedihanmu, maka kesedihanmu akan berkurang. Bagikan kebahagiaanmu, maka kebahagiaanmu akan bertambah." Namun, pepatah ini kurang lengkap karena seharusnya ditambah "Bagikan ... kepada orang yang tepat ..."

Jika kita berbagi kesedihan dengan tukang gosip, kesedihan tak mungkin berkurang dan justru bisa bertambah. Jika kita berbagi kebahagiaan dengan dementor (penyedot kebahagiaan), bisa jadi kebahagiaan kita malah habis disedot olehnya. Jadi, pastikan berbagi dengan orang yang tepat.

Kumenang Kumenang

Menutup Celah Kekecewaan ~ Ps. Lukas Wibisono

Catatan Ibadah Kenaikan Yesus, Kamis 14 Mei 2026

Ketika Yesus terangkat ke sorga, ini peristiwa yang sangat mulia karena tidak semua orang bisa pergi ke sorga. Bahkan, peristiwa kenaikan Yesus ini disaksikan oleh banyak orang. Tidak ada orang yang mau mati demi kebohongan. Jika terdesak, mereka pasti menceritakan kebenarannya. Namun, saksi-saksi tersebut bersedia menderita hingga mati demi kebenaran ini. Jadi, kenaikan Yesus ke surga adalah benar.

Kisah Para Rasul 1:6 (TB) Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"

Orang Israel berharap Yesus membebaskan mereka dari penjajahan. Namun, hal ini tidak Yesus lakukan. Dia hanya menjawab bahwa kita tidak perlu mengetahui waktu-Nya.

Kisah Para Rasul 1:7 (TB) Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.

Ketika harapan tak sesuai realita, seringkali kita menjadi kecewa. Ini seperti yang dialami oleh Yohanes Pembaptis. Ketika dia dipenjara, dia meminta muridnya bertanya kepada Yesus, "Kaukah yang kami nantikan?" Lantas Yesus mengingatkan tentang semua mujizat yang dilakukan-Nya. Kemudian Dia juga berpesan agar Yohanes tidak kecewa (sekalipun harapannya tidak sesuai realita).

Matius 11:6 (TB) Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."

Agar kita tidak kecewa, kita harus kalibrasi harapan kita. Namun, bukan dengan cara berhenti berharap karena setiap orang perlu berharap. Ubah harapan kita. Jangan mengharapkan kenyamanan untuk diri sendiri. Berharaplah untuk memuliakan Tuhan dalam segala keadaan karena Tuhan suka memuliakan nama-Nya.

Kisah Para Rasul 1:8 (TB) Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Tuhan juga memberikan janji kepada kita, tetapi seringkali ada kesenjangan antara janji dengan realita. Ada masa tunggu yang harus kita lewati hingga janji itu digenapi.

Kisah Para Rasul 1:9 (TB) Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

Ketika menantikan janji itu, kita tidak bisa melamun saja (menatap awan). Lantas malaikat menegur para murid yang tetap bengong menatap langit ketika Yesus sudah menghilang dari pandangan mereka.

Kisah Para Rasul 1:10-11 (TB) Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Karena ditegur malaikat, mereka segera melakukan perintah yang telah Yesus sampaikan kepada mereka. Sebelum Yesus ke sorga, mereka telah diminta untuk menunggu kuasa dari-Nya lewat pencurahan Roh Kudus.

Kisah Para Rasul 1:14 (TB) Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

Perintah pertama yang harus dikerjakan oleh para murid adalah berdoa. Jadi, berdoa merupakan salah satu tindakan nyata, bukan do nothing.

Selanjutnya, Tuhan telah memberi kita berkat sesuai dengan porsi kita. Berkat yang Tuhan berikan bisa diumpamakan seperti minuman dalam sebuah botol. Isi botol mungkin hanya setengah, tetapi kita berharap isinya penuh. Padahal, Tuhan memberi sesuai kapasitas kita. Jika kita merasa berkat Tuhan kurang, kata Tuhan, "Bekerjalah! Jangan hanya berdoa, tetapi bekerjalah! Pergilah kepada semut dan belajarlah bekerja seperti semut."

Amsal 6:6-8 (TB) Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.

Jika kita hanya digaji dua juta, tetapi Tuhan menjanjikan 20 juta, jangan melamun saja, tetapi bekerjalah. Jadi, ketika ada kesenjangan antara janji dengan realita, jangan hanya melamun, tetapi lakukan perintah Tuhan. Jika ingin diberkati, taatlah!

YESUS HIDUP DIA BANGKIT
Kuasa maut telah dikalahkan oleh darah Anak Domba Allah. Semua musuh telah ditaklukkan oleh kebangkitan Tuhan kita.
Reff: Yesus hidup, Dia bangkit. Dia naik ke Surga, siapkan tempat bagiku. Yesus hidup, Dia bangkit. Maut telah dipatahkan, kita jadi lebih dari pemenang.

Berbicara dengan Dinding

Sunday, May 10, 2026

Kamu Bangun Jam Berapa?

The Divine Frequency
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 10 Mei 2026

Dhuar.
Aku tetap bekerja di depan laptop.

DHUAR.
Aku langsung berdiri dan menoleh ke kanan sambil berkata, "Kenapa ledakannya makin parah?" Kulihat di dalam ruang kerja itu hanya ada aku dan seorang bawahan cowok yang tetap duduk diam di kursinya sambil melihat ke arahku. Dia tidak melakukan apapun.

Aku pun terjaga dari tidurku, tetapi mataku tetap terpejam. Kudengarkan suara-suara di luar. Tampak tenang. Tidak ada kegaduhan. Sepertinya aman dan hanya mimpi. Apakah akan terjadi ledakan kebangunan rohani yang besar dan dahsyat?

Kubuka mata dan kulihat masih jam 5 pagi. Hari itu hari Kamis, 7 Mei 2026. Aku tidak mendengar bunyi alarmku karena belum waktunya berbunyi. Karena tidur larut malam, aku berpikir untuk bangun agak siang. Namun, sepertinya aku sengaja dibangunkan oleh Roh dengan suara ledakan yang super dahsyat. Karena sudah beberapa hari ini susah bangun pagi, aku pun tidak sempat membaca Alkitab.

Matius 26:41 (BIMK): "Berjaga-jagalah, dan berdoalah supaya kalian jangan mengalami cobaan. Memang rohmu mau melakukan yang benar tetapi kalian tidak sanggup, karena tabiat manusiamu lemah."

Ah, tubuh ini lemah karena masih perlu tidur, tetapi Roh benar-benar kuat. Entah apa sumber ledakannya hingga bunyinya super nyaring. Untung aku cukup tenang dalam hadirat Tuhan sehingga tidak langsung lari, tetapi berpikir dulu. Jika rohku lemah, mungkin aku akan langsung jatuh dari tempat tidur karena berusaha lari, padahal hanya karena mimpi.

Cowok di dalam mimpiku adalah salah satu sosok yang telah terinfeksi virus Ratu Drama. Karena hal ini, aku bertambah sibuk dan lelah. Anak muda yang seperti dia bukan hanya satu pula. Cewek pun bisa berulah yang sama. Seperti tergambar dalam mimpiku, cowok itu tidak bekerja sungguh-sungguh dan hanya menunggu jam pulang. Ah, dia cocok menjadi anaknya Ratu Drama.

Rasanya capek sekali berurusan dengan para pelaku drama seperti mereka. Kemudian aku teringat lagu "Bangkit dan bersinar bagi-Mu, serukan nama-Mu atas kemenanganku." Maka, sambil bangkit dari tempat tidur, aku bergumam, "Iya, aku sudah menang. Virusnya sudah kutangani." Lalu hari itu aku membaca Alkitab lebih banyak daripada hari-hari sebelumnya karena bangun sejam lebih awal daripada biasanya.

TERANGI DUNIA ~ GMS Live
Woo, o, o, wo, o, ow (x3). Woo, o, o, wo, o, ow (x3).
Bangkit, kumau bangkit bagi-Mu. Bersinar dan memuliakan-Mu. Maju, kumau maju bagi-Mu. Berjalan dengan kuat imanku.
Pre Chorus: Kumau hidup jadi terang-Mu. Terangi dunia di sek'lilingku.
Chorus: Bangkit dan bersinar bagi-Mu. Serukan nama-Mu atas kemenanganku. Maju dan tinggikan nama-Mu. Saksikan kemenangan. Nyatakan Kaulah Tuhan di hidupku. Woo, o, o, wo, o, ow (x3)

Di tempat kerjaku masalah gaji tidak bersifat personal, tetapi publik. Pada awalnya semua orang Indonesia terkejut dengan sistem ini, tetapi lama-lama terbiasa. Jadi, semua orang langsung mengetahui ketika gaji seseorang dinaikkan. Sayangnya, setelah cowok itu mendapat kenaikan gaji karena pura-pura lembur di depan pimpinan, dia justru menurunkan kualitas kerjanya dengan cara pura-pura sibuk. Jadi, banyak orang membicarakan dia.

Aku pun menyadari hal yang sama dan telah berulang kali mengingatkannya, tetapi dia tidak berubah. Dulu rajin ketika hanya memiliki satu keahlian. Namun, setelah kuajari keahlian baru, dia merasa sudah bisa semuanya.

>> Baru pintar sedikit, dia sudah ngelunjak. <<
Ini menggambarkan situasi di mana seseorang merasa sombong, bertingkah seenaknya, atau melampaui batas setelah mendapatkan sedikit pengetahuan atau pencapaian baru. Fenomena ini sering dikaitkan dengan Dunning-Kruger effect, yaitu kondisi psikologis di mana seseorang merasa lebih pintar atau mampu daripada sebenarnya karena pengetahuan mereka masih terbatas, sehingga tidak menyadari ketidakmampuannya sendiri.

Dia pikir posisinya tak bisa digantikan sehingga dia masih berani meminta tambahan reward lagi ketika diminta belajar hal baru lagi. Padahal, dia mendapat kenaikan gaji karena drama yang memancing kasih karunia, bukan karena hasil kerjanya sangat memuaskan. Bahkan, dia pelupa. Selain itu, aku sudah pernah memberitahunya bahwa ilmu itu mahal. Seharusnya dia bersyukur jika diberi kesempatan untuk belajar hal baru karena kuliah saja bayar.

Nah, di tempat kerja kita bisa belajar dan dibayar. Kok bisa dia malah malas setelah diberi kenaikan gaji? Kok bisa malah minta gaji di depan sebelum belajar hal baru lagi? Sungguh tidak tahu bersyukur. Maka, aku terpaksa memberinya surat peringatan pula karena tidak mengerjakan tugas. Lalu dia bertanya, "Tugas apa yang tidak kukerjakan?" Aku pun menyebutkannya satu per satu. Dia hanya menjawab, "Oh iya ya" dan diulang hingga tiga kali.

Amsal 6:6 (TSI) Hai orang malas, semut-semut pun lebih baik daripadamu! Perhatikanlah cara hidup mereka dan belajarlah menjadi bijak!

Mungkin dia berpikir bahwa aku tidak bisa mengawasinya selama delapan jam kerja karena tidak duduk di sebelahnya. Jadi, aku tidak akan tahu kelakuannya. Namun, informasi gaji yang serba terbuka dan transparan seringkali cukup membantu.

Mereka yang rajin tidak akan tinggal diam jika melihat seseorang tiba-tiba malas, terutama setelah gajinya dinaikkan karena drama picisan. Para pelaku drama pasti menjadi bahan pergunjingan karena sifat tidak tahu malunya itu. Jadi, pengawasan sosial amat berguna untuk memantau para pemalas. Mereka selalu mendapat sanksi sosial ketika berulah sok sial.

The Divine Frequency ~ Ps. Frederick Abel

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 10 Mei 2026

Yohanes 4:23-24 (TB) Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Minggu lalu kebenarannya sudah dibahas. Jadi, minggu ini akan membahas tentang roh. Ketika Tuhan menciptakan manusia, Dia terlebih dahulu menciptakan tubuh. Agar tubuh manusia menjadi hidup, Tuhan menghembuskan nafas atau Roh ke dalam tubuh. Roh tidak memiliki batasan ruang dan waktu, sedangkan tubuh memiliki batasan. Contoh: Sekalipun pintu gereja ditutup, Roh tetap bisa masuk.

Sebenarnya Roh dan tubuh tidak bisa bersatu karena perbedaan karakteristik tersebut. Namun, di dalam tubuh manusia juga ada jiwa. Jiwa merupakan penghubung antara tubuh dan Roh. Ini seperti televisi yang membutuhkan konektor untuk menghubungkan AV dengan HDMI.

Di dalam jiwa ada pikiran, perasaan, dan kehendak. Ketiganya disebut hati. Jadi, hati (bukan liver) terletak di dalam jiwa. Salah satu cara berhubungan langsung dengan Tuhan adalah melalui Roh.

Amsal 20:27 (TB) Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.

Roh adalah cahaya Tuhan yang bisa menyelidiki seluruh diri kita. Jika kita tidak menjaga kekuatan Roh dengan berdoa, menyembah, dan mendengarkan firman Tuhan, Roh kita akan lemah. Jika Roh kita lemah, ada selubung yang membuat kita tidak bisa mendengar suara Tuhan. Nah, iblis tidak suka kita terhubung dengan Tuhan. Jadi, dia akan berusaha mencuri atau membunuh iman kita. Namun, Tuhan datang memberi kita hidup dalam segala kelimpahan.

Amsal 4:23 (TB) Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Menurut bahasa Indonesia sehari-hari, ayat tersebut berpesan, "Jagalah hatimu baik-baik karena hatimu akan menentukan jalan hidupmu." Jika tidak mengisi hati kita dengan firman Tuhan, doa, dan penyembahan, iblis bisa menyerang kita dengan mudah.

Cara iblis menyerang kita adalah melalui panca indera. Contoh: Kita melihat orang lain membeli mobil baru lalu kita iri kepadanya. Namun, jika hati kita sudah dipenuhi oleh Roh, tentulah hal-hal jahat tidak bisa mempengaruhi kita. Jika hati kita jahat, jahatlah perbuatan kita. Namun, jika hati kita baik, tentu baik jugalah perbuatan kita.

Jika hatimu dipenuhi kepahitan, jangan minta pendeta untuk mendoakanmu. Justru ini tugasmu untuk menyembuhkannya sendiri dengan cara berdoa dan menyembah Tuhan.

Roh bisa menembus jiwa. Bahkan, bagi beberapa orang, Roh bisa memasuki tubuhnya hingga mereka jatuh atau rebah pada saat mengalami jamahan-Nya. Namun, Roh tidak bisa memenuhi kita jika kita tidak mau mengisi hati kita dengan doa dan penyembahan yang benar kepada Tuhan. Memang sebagai manusia kita tidak bisa benar di hadapan Tuhan. Namun, karena darah Kristus, kita menjadi orang yang dibenarkan.

1 Korintus 14:4 (TB) Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

Andrew B. Newberg meneliti dan melihat bahwa orang yang berbahasa roh tidak menggunakan pikirannya sendiri. Ketika diminta berkata, "Na na na", otak akan memikirkan ini. Namun, ketika berbahasa roh, tidak ada aktivitas otak. Hal ini membuktikan bahwa bahasa roh bukan berasal dari pikiran manusia.

Tanpa roh yang kuat, kita tidak akan punya kuasa. Jam berapa kamu bangun? Mungkin jam 10 sehingga tidak sempat berdoa. Padahal, kita bisa berdoa dimana saja. Kita pun bisa berdoa sambil bekerja. Namun, tentu lebih baik jika kita meluangkan waktu khusus untuk berdoa dan menyembah Tuhan.

Cara Menjaga Roh, yaitu:
1. Super jaga hati dari semua hal yang masuk.
2. Menyembah dan berdoa dengan sungguh-sungguh secara konsisten.

Ketika kita sedang sedih lalu mendengar lagu rohani yang tepat, seringkali kita menangis. Apakah kita menangis karena lirik lagunya sangat tepat dengan situasi kita? Apakah kita menangis karena musiknya melow? Apakah kita menangis karena merasakan jamahan Tuhan? Jika kita tidak bisa merasakan jamahan Tuhan, tidak akan ada yang berubah. Namun, jika kita sungguh-sungguh menyembah Tuhan, ketika keluar dari ruang doa, kita tidak akan pernah sama lagi.

SAAT KUMENYEMBAH-MU
Saat kumenyembah-Mu, Roh-Mu bekerja. Saat kumemuji-Mu, Kau bertahta di atas pujian.
Chorus: Kuangkat hatiku, kupandang kekudusan-Mu. Saat kusembah, kupuji-Mu, kurasakan kehadiran-Mu Tuhan.
Ending: Kurasakan kehadiran-Mu Tuhan. Kurasakan kehadiran-Mu Tuhan.

Kamu Bangun Jam Berapa?

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.