Sunday, August 9, 2026

Sudah Tuhan Persiapkan

Kesatuan Tubuh Kristus
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 2 Agustus 2026

Ada pemuda Katolik yang suka pindah-pindah gereja sehingga tiap kali kutanya, dia tak pernah menyebutkan nama gerejanya. Katanya, "Walaupun beda gereja, satu dunia gereja Katolik semua isi liturginya sama, hanya berbeda isi khotbah dan bahasanya."

Hahaha... rupanya Tuhan telah mempersiapkanku untuk hal seperti ini. Siapa sangka aku tidak berpindah-pindah gereja hingga sekarang. Oh, tahu-tahu 12 tahun sudah terlewati. Padahal, awalnya semua terasa berat dan beberapa kali ingin pindah gereja. Hal paling menyebalkan ketika kujumpa saudara-saudara seimanku yang berubah rupa di marketplace. Di gereja sih semuanya manis, tetapi di luar gereja, hanya kami dan Tuhan yang tahu.

Jadi, aku tidak perlu menggurui pemuda itu dan hanya perlu menceritakan kisahku. Kemarin aku bertanya kepadanya, "Besok kamu mau ke gereja mana?"
Jawabnya, "Lihat nanti aku mau ke daerah mana dulu."
Dengan tertawa aku bertanya, "Masa pindah-pindah gereja seperti wisata kuliner? Kamu ikut orang tuamu saja."

Lalu dia berpikir untuk melakukannya setelah aku bercerita kepadanya bahwa dulunya aku juga mau pindah-pindah gereja. Namun, sekalipun masih satu denominasi dan satu aliran, Yesus melarangku pindah-pindah gereja.

"Bahkan, semasa hidupnya engkuku yang Katolik juga selalu ke gereja yang sama dengan keluarganya. Ketika dia meninggal, istri bersama anak, cucu, dan menantunya juga tetap ke gereja yang sama." Begitu ceritaku kepadanya.

Karena firman dan rasa empati yang Tuhan berikan, akhirnya aku pun tetap bertahan di gereja yang sama. Padahal, titi yang dulu mengajakku ke gereja juga sudah tak mau ke gereja lagi setelah dia dikhianati tunangannya yang merupakan penari di gereja. Ehm... saat itu rasanya ingin bernyanyi, "Kisah sedih di hari itu, yang s’lalu menyiksanya. Kutakut ini dia bawa sampai mati..." Namun, dorongan Roh Penghibur membuatku tetap ke gereja yang sama.

ROH KUDUS, KAU HADIR DI SINI
Roh Kudus, Kau hadir di sini. Roh Kudus, kumengasihi-Mu. Kau lembut, Kau manis. Kaulah penghiburku, penolongku diutus Bapaku.
Kubuka hati untuk Roh-Mu, Tuhan. Kubuka hati menyembah-Mu, Yesus. Jamahlah kami, penuhi kami dengan kuasa Allah Maha Tinggi.

Ada saja cara Tuhan untuk mempersiapkan transportasiku. Ketika bemo makin langka, Dia beri aku kemampuan untuk menggaji sopir online hingga teman-temanku hanya bisa geleng-geleng kepala. Ketika sopir online mulai bertanya-tanya tentang gerejaku yang jauh, aku pun mulai bersaksi pula.

Kemudian kuberitahu pemuda itu bahwa dulunya selama delapan tahun di asrama, aku juga ke kapel yang sama. Saat itu aku tidak pernah pindah gereja karena memang tidak ada pilihan lain. Alhasil, selama di sana kupunya lagu favorit, "Semua Bunga Ikut Bernyanyi." 😄

Amsal 27:17 (TB) Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

Biasanya kita suka pindah gereja karena ingin menghindari orang-orang yang mengecewakan kita. Maka, kuberikan ayat itu kepadanya dengan pesan, "Kalau kabur dari mereka, pasti bertemu lagi dengan mereka. Setelah lulus, tidak perlu bertemu mereka lagi. 😄" Padahal, kadang kala masih bisa bertemu mereka lagi loh. Namun, kalaupun bertemu lagi, pasti sudah tidak ada masalah lagi. Lalu dia malah bertanya, "Setelah lulus itu maksudnya apa? 🤣"

Kujawab singkat saja, "Lulus proses pembentukan, sudah beres semua urusan dengan mereka. Ini seperti ceritaku beberapa hari lalu tentang mantan bosku yang menahan gajiku atau mantan atasanku yang sempat menjadi batu sandungan. Setelah kuampuni mereka, tak kulihat mereka lagi karena mereka pindah ke GMS lain untuk mengikuti pendeta favorit mereka. Namun, aku hanya nge-fans sama Yesus, bukan pendeta."

Kesatuan Tubuh Kristus – Ps. Caleb Natanielliem

Dipersatukan dalam Tubuh Kristus
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 2 Agustus 2026

Persatuan kita seharusnya tidak dilandasi perseteruan karena kesamaan minat atau teologi. Jika kita bersatu karena sama-sama memilih atau membela klub bola tertentu dan memusuhi klub lain, ini bukan persatuan yang Tuhan kehendaki. Jangan membela pendeta atau gereja tertentu dengan mengabaikan kehendak Tuhan. Siapa yang kamu Tuhankan? Persatuan yang Tuhan kehendaki haruslah menghancurkan tembok pemisah.

Efesus 2:14 (TB) Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,

Untuk menyatukan kedua pihak yang berseteru, Kristus telah membatalkan hukum Taurat. Dulu hukum Taurat menjadi kebanggaan orang Yahudi jika mereka bisa mematuhinya. Namun, dengan meniadakan hukum Taurat, Kristus dapat menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam Dia.

Efesus 2:15 (TB) sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

Jadi, targetnya adalah kita makin serupa dengan Kristus. Dengan bantuan Roh Kudus kita dipersatukan dengan Kristus sehingga kita bisa mendekat kepada Bapa.

Efesus 2:17-18 (TB) Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat", karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.

Karena Kristus, kita adalah warga negara Kerajaan Allah sehingga bukan orang asing lagi. Bahkan, kita telah diangkat menjadi anggota Kerajaan Allah. Darah Kristus membuat kita yang jauh menjadi dekat dengan Allah.

Efesus 2:19 (TB) Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,

Sebagai anggota Kerajaan Allah, Tuhan mau kita:
* Mengasihi gereja dan orang-orang di dalamnya, seperti Kristus mengasihi kita. Kita tetap harus bersekutu dengan saudara seiman. Sekalipun semuanya mbencekno (menyebalkan), pada akhirnya kita akan sama-sama diproses hingga sama-sama menjadi orang yang menyenangkan.

Efesus 3:16-17 (TB) Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.

* Hidup sebagai warga negara Kerajaan Allah dan anggota keluarga Allah.

Efesus 3:18-19 (TB) Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

* Aktif sebagai rekan kerja Allah, bukan hanya menjadi penonton. Inilah yang paling Tuhan harapkan. Kita ke gereja karena kita ingin menikmati hadirat Tuhan dan mengalami Dia. Namun, seringkali kita tidak peduli dengan orang lain yang belum mengenal-Nya. Tuhan ingin kita semua menjadi rekan-Nya. Dialah yang akan memampukan kita untuk melakukan kehendak-Nya.

Efesus 3:20-21 (TB) Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.

BEJANA-MU
Kekuatan di jiwaku, ketenangan batinku, ada dalam hadirat-Mu, kumenyembah-mu. Tersungkur ku di kaki-Mu, rasakan hadirat-Mu. Tak 'kan kumelepaskan-Mu. Kau cahaya bagiku.
Reff: Mengiring-Mu seumur hidupku. Masuk dalam rencana-Mu Bapa. Pikiranku, kehendakku, kuserahkan pada-Mu. Harapanku hanya di dalam-Mu. Ku 'kan teguh bersama-Mu Tuhan. Jadikanku bejana-Mu untuk memuliakan-Mu.

Dipersatukan dalam Tubuh Kristus – Ps. Caleb Natanielliem

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 2 Agustus 2026

Hasil tes darah pak Caleb baik semua. Namun, tiba-tiba ditemukan bahwa jantungnya mengalami penyumbatan sebesar 80-90%. Jadi, dua minggu lalu dia masih berkhotbah dengan jantung yang tersumbat. Namun, operasinya berjalan dengan baik.

Hari ini dia berkhotbah dengan jantung yang sudah bebas penyumbatan sehingga nafasnya terasa lebih lega. Tuhan lebih dulu mengetahui kondisi jantung pak Caleb sebelum dia menyadari kondisinya. Lantas pak Caleb bisa mengetahuinya tepat waktu. Tuhan tidak terlambat.

Sekarang kembali melanjutkan kitab Efesus yang hanya terdiri dari enam pasal. Kitab ini ditulis oleh Paulus kepada jemaat di Efesus. Pasal 1 berbicara tentang diri sendiri. Pasal 2-3 berbicara tentang kesatuan dengan sesama di dalam Kristus. Setelah pasal 3 akan dibahas hal-hal praktisnya.

Efesus 2:8-9 (TB) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Kita semua diselamatkan karena kasih Tuhan. Ini sebabnya jangan ada yang menyombongkan diri. Bahkan, jangan memuji atau membela pendeta melebihi Tuhan. Kita semua adalah milik Kristus, bukan milik pendeta atau gereja tertentu.

Efesus 2:10 (TB) Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Tuhan tidak asal-asalan dalam memberi kita pekerjaan. Sejak awal Dia sudah menentukan pekerjaan baik yang harus kita lakukan. Ini karena kita adalah buatan Allah. Paulus menulis surat kepada jemaat Efesus karena mereka mengalami pergumulan yang berat terkait budaya pada masa itu. Mereka dianggap orang asing dan dikucilkan karena mereka tidak mau menyembah Artemis.

Kota terbesar saat itu adalah Roma. Efesus merupakan kota terbesar kedua. Ini seperti Jakarta dan Surabaya. Efesus seperti Surabaya. Di Efesus ada tiga pusat kehidupan:
* Kuil penyembahan kepada Dewi Artemis. Tempat ini merupakan bagian dari tujuh keajaiban dunia. Banyak pengusaha dan orang kaya menyimpan emas dan peraknya di kuil ini. Jadi, kuil ini juga merupakan bank.
* Teater – tempat pertunjukan terbuka yang menampilkan pertarungan gladiator atau penampilan para filsuf yang membacakan Plato dan lain-lain.
* Pasar Efesus yang indah. Di sini dijual berbagai barang yang mahal, seperti sutra. Ini bagian dari jalur sutra dan perdagangan.

Kini semua kemegahan Efesus hanya tinggal puing-puing. Ini menunjukkan bahwa tanpa Tuhan, semuanya menjadi tidak berarti. Jika kita sudah lama Kristen dan melayani Tuhan, jangan sampai kita berpikir bahwa kita tidak membutuhkan Tuhan lagi.

Efesus 2:11 (TB) Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu — sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, —

Paulus mengingatkan jemaat Efesus bahwa semula mereka tidak berhak menerima janji Abraham. Ini karena mereka bukanlah keturunan Yahudi yang ditandai dengan sunat lahiriah. Hal ini sama seperti kita yang bukan keturunan Yahudi.

Efesus 2:12 (TB) bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.

Namun, Kristus memberi kita identitas baru. Setelah lahir baru, kita berhak menerima janji Allah, seperti keturunan Abraham.

Efesus 2:13 (TB) Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.

Kesatuan Tubuh Kristus

Sunday, August 2, 2026

Anak-anak Tuhan

Tidak Ada Bedanya
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 2 Agustus 2026

Meskipun demikian, di tempat yang suram ini aku sempat berjumpa dengan seorang titi yang memulihkan kepribadianku.

Tadi pak Antoni mengatakan bahwa kejadian 5-20 tahun lalu masih bisa diingat, tentu saja jika ada kejadian menyenangkan, lebih sulit dilupakan. Oh, jangankan 5-20 tahun, kejadian sekitar 32 tahun lalu pun masih kuingat. Itu pertama kalinya kulihat iblis berwajah malaikat. Setelah melukaiku, cowok itu berpura-pura meminta maaf kepadaku di depan suster asrama putra.

Namun, di belakang suster, dia berkata, “Jangan harap aku akan meminta maaf kepadamu.” Lalu dia membalasku lewat suster kepala sekolah yang selalu diskriminatif terhadap anak perempuan. Pengikut Kristus sejati tidak akan melakukan hal ini.

Karena kejadian itu, aku tidak mudah percaya kepada orang lain, termasuk orang baik. Jadi, aku tidak mau memulai pembicaraan terlebih dahulu. Biasanya aku akan mengamati orang asing terlebih dahulu untuk membaca dan banyak mendengar tentang mereka. Jika terlihat aman, aku baru bisa berbicara lebih banyak kepada mereka.

Eh, setelah dibaptis Kristen, aku malah dipertemukan dengan seorang titi yang SKSD (Sok Kenal Sok Dekat). Dialah orang pertama yang memancing kesaksianku sebagai Kristen. Meskipun dia seperti pemeran figuran dalam kisahku, tetapi dialah orang asing pertama yang mendengar kesaksianku… wkwwk… Nah, setelah dia menyelesaikan tugasnya, kami sama-sama resign dari perusahaan Kristen abal-abal itu. Dia kembali ke kampung halamannya di Jawa Tengah.

Beberapa hari lalu aku teringat dia lagi ketika harus bersaksi kepada titi yang baru kukenal. Kupikir jika aku bisa bercerita kepadanya tanpa lebih dulu mengenal kepribadiannya, seharusnya aku juga bisa melakukannya kepada titi lain. Setidaknya titi itu juga sudah mengetahui usiaku sehingga tidak akan salah paham terhadapku.

Mulanya kukirim pesan kepada seorang raja kecil, “Kamu sibuk? Jika tidak, kemarilah sebentar saja.” Tak lama berselang dia mendatangiku dan langsung mengambil kursi untuk duduk di sampingku. Saat itu aku hanya membatin, “Kenapa dia duduk padahal aku berencana bicara sebentar saja, tidak sampai satu menit.”

Lalu aku menceritakan masalahku kepadanya dan meminta bantuannya. Meskipun dia tidak bisa membantuku, pembicaraan tetap berlanjut. Tiba-tiba aku sadar lalu bertanya di dalam hati, “Mengapa aku ceritakan semua ini kepadanya? Aku belum lama mengenalnya. Bagaimana jika dia bukan orang baik?” Namun, karena sudah terlanjur basah, aku basahi sekalian. Aku ceritakan kesaksianku tentang mujizat saat kebakaran dan mujizat keselamatan.

Lalu pembicaraan berakhir dengan ucapan terima kasihnya. Aku bingung dan hanya bisa bertanya-tanya dalam hati, “Apa yang sudah kulakukan? Mengapa dia yang berterima kasih kepadaku? Apa dia punya masalah dan kesaksianku menjawab masalahnya? Seharusnya aku yang berterima kasih kepadanya karena dia mau meluangkan waktunya untuk mendengarkanku.”

Tak lama berselang masalahku selesai. Tanpa diketahui penyebabnya, tiba-tiba pembuat masalah berubah pikiran dan mengubah keputusannya. Aku bertanya kepada beberapa orang, termasuk dia, tetapi tak ada yang tahu penyebabnya. Aneh. Pasti karya Tuhan lagi nih karena hanya Dia yang bisa mengubah orang.

Beberapa waktu kemudian salah satu Ai-ku di Makasar mengirimkan cerita tentang Martin Luther. Cerita ini membuatku teringat akan kesulitan para jemaat pada masa itu dalam membaca Alkitab. Namun, gerakan reformasi biarawan tersebut membuat kita bisa membaca Alkitab sendiri di masa kini. Sayangnya, hak istimewa ini tidak dinikmati oleh kebanyakan orang Kristen, terutama Katolik.

Jadi, kuberikan cerita itu kepada si raja kecil sebagai sarapan. Namun, malam sebelumnya dia sudah kuberi appetizer tentang pentingnya membaca Alkitab dari cuplikan video khotbah Ps. Philip Mantofa. Setelah itu aku melanjutkan kesaksianku secara ringkas tentang latar belakang kumembaca Alkitab, kekecewaanku pada Tuhan karena hal yang tak kumengerti, jalan sempit yang kupilih, dan kebebasanku dari bos Kristen.

Lalu kututup dengan kata-kata, “Selamat membaca Alkitab dan ditunggu kisahmu bersama Yesus.” Hehehe… raja Ahasyweros mengulurkan tongkat emas kepada Ester. Namun, raja kecil itu mengulurkan tangannya kepadaku. Jika Ester mengundang raja Ahasyweros untuk menyantap makanan jasmani, kuundang raja kecil itu untuk menikmati makanan surgawi… xixixi…

Apakah raja kecil itu mau menyantapnya? Aku sih tidak yakin. Sebenarnya aku juga sempat ragu dan bertanya-tanya, “Kenapa aku harus bersaksi kepadanya? Bersaksi tuh seperti membongkar kelemahan diri sambil memuliakan Tuhan. Jika dia bukan orang baik dan mau memanfaatkan kelemahanku, bahaya donk. Selain itu, tampangnya tak seperti domba yang terhilang. Jadi, aku tidak mengerti kenapa aku harus bersaksi kepadanya.”

Setelah pesan kukirim, tandanya hanya centang satu padahal sebelumnya tidak pernah begitu. Mungkinkah dia memblokirku? Sempat terpikir olehku untuk menarik kembali kesaksianku sebelum dia membacanya. Apa ada gangguan sinyal? Kubuka Facebook dan lancar. Hal pertama yang kulihat adalah cuplikan video khotbah Pdt. Niko Njotorahardjo tentang kebiasaan membaca Alkitab.

Yeremia 20:9 BIMK Tapi bila dalam hatiku aku berkata, “Biarlah TUHAN kulupakan saja, tak mau lagi aku berbicara atas nama-Nya,” maka pesan-Mu bagaikan api yang membara di hati sanubari. Telah kucoba menahannya, tapi ternyata aku tak kuasa.

Wah, kebetulan sekali. Akhirnya kubiarkan pesanku terkirim. Lalu video pak Niko kubagikan sebagai status WA. Jika raja kecil menolak hidangan rohaniku, tak masalah. Toh aku sudah biasa ditolak, termasuk ditolak titi-titi yang kuajak ke gereja. Bahkan, firman Tuhan sering kubagikan kepada cowok-cowok usil agar mereka berhenti menggangguku dan biasanya cara ini berhasil… wkwwk… Ah, setidaknya aku sudah melakukan bagianku. Selanjutnya, biar Tuhan yang selesaikan. Aku tunggu saja hasilnya… hahaha…

MASA PENANTIAN
Masa penantian, masa yang indah. Walau tak mudah, namun kumau bersabar. Bersama Tuhan semua ‘kan indah.
Bila ku tak mampu, Tuhan ‘kan mampukan. Kuasa-Nya sempurna, mampukan ku dapat bertahan. Bersama Tuhan semua ‘kan indah.
Chorus: Ku ‘kan tetap menabur dalam masa penantian. Walau penuh air mata, namun ku tak 'kan menyerah. Perjuanganku ‘kan jadi tuaian indah. Tuhan memampukan aku pasti menang. Tuhan memampukan.. Tuhan memampukan.. Tuhan memampukan.. Aku pasti menang.

Tidak Ada Bedanya

Identitas Baru
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 2 Agustus 2026

Bukan hanya karyawan Kristen dan non Kristen yang tidak ada bedanya, bos Kristen dan non Kristen pun tidak ada bedanya. Maka dari itu, kita harus waspada dan meminta karunia membedakan roh. Beberapa hari lalu ada seorang gadis yang tiba-tiba berkata, "Aku terpaksa harus resign karena akan menikah dengan teman sekantor. Ketika mencari pekerjaan, aku selalu teringat padamu. Kapan lagi aku bisa mendapatkan atasan sebaik dirimu?"

Hehehe... dia mengingatkanku pada perkara salah transfer yang telah berakhir dengan baik. Namun, bos Katolik kami saat itu tidak mau bersyukur dan justru terus bersungut-sungut. Akhirnya kami resign bersama. Lalu bos itu harus menelan pil yang sangat pahit karena masalah yang sama terulang kembali dengan akhir yang buruk.

Kataku, "Wah, seharusnya itu kabar bagus. Akhirnya ada yang menafkahi dirimu." Namun, dia mengatakan bahwa dia masih membutuhkan pekerjaan setelah menikah nanti. Lalu ujung-ujungnya dia bercerita bahwa sebenarnya dia sudah mendapat pekerjaan baru.

Namun, situasi kerja di sana terkesan aneh. Dia tidak diberi pekerjaan dan hanya diminta untuk belajar sendiri. Dia juga tidak boleh berbicara dengan rekan-rekan sekerjanya. Namun, diam-diam dia bisa mendapatkan nomer WA salah satu rekan kerjanya. Nah, rekannya itu memberitahu dia bahwa bos selalu mengutus seseorang untuk membuntuti setiap orang baru, mulai dari rumahnya sampai ke kantor. Tujuannya untuk memastikan orang itu tidak berbicara dengan rekan kerja lainnya.

Karena pernah memiliki pengalaman serupa dengannya di Kerajaan Cabe, dia pun memberitahu gadis itu bahwa dia hanya sebulan di sana dan langsung diusir ketika mengajukan resign. Padahal, di ruang tamunya, bos Katolik itu memasang patung Yesus disalib. Kesannya rohani, tetapi ternyata kelakuannya seperti iblis.

Lalu gadis itu berkata, "Sama. Bosku juga memasang stiker Luke (Lukas) di kamar mandi pribadinya, tetapi kelakuannya toxic."
"Ah! Mereka semua hanya pencitraan," kataku kepadanya.

Beberapa bulan kemudian dia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari sana. Seketika dia pun langsung diusir sepertiku. Hehehe... ketika pertama kali bekerja, kami sama-sama mendapatkan atasan yang baik. Namun, ketika kami sudah punya pengalaman, kami sama-sama harus belajar menghadapi gilanya bos, kerasnya atasan, dan rekan kerja yang aneh. Sekalipun dia muslim, dia juga harus menghadapi proses yang sama. Jadi, proses pembentukan Tuhan berlaku untuk semua orang, termasuk mereka yang non Kristen.

Matius 15:25-27 (TB) Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."

Ketika belum Kristen, aku seperti memakan remah-remah roti. Namun, beberapa orang Kristen malah menyia-nyiakan roti yang diberikan dengan cuma-cuma karena status kelahiran mereka di dalam keluarga Kristen.

Dulu aku dan seorang teman Katolik sampai melakukan pengejaran terhadap anak pendeta Kristen yang mencuri uang kecil dengan cara memalsukan nota bensin dan air minum. Nilainya tak seberapa sih, tetapi kalau tidak dihentikan, mungkin dia bisa ketagihan dengan nilai yang lebih besar.

Kami mengejarnya karena tidak ingin kehilangan barang bukti. Kami sama-sama naik motor. Dia sendirian, sedangkan aku dibonceng oleh temanku. Ini tanggung jawab temanku sebagai kasir. Aku hanya menemaninya karena dia takut jika sendirian menangkap cowok itu. Namun, hal itu cukup berbahaya karena temanku itu sedang hamil. Untunglah semua berakhir dengan baik. Cowok itu mau mengakuinya dan tidak sampai melakukan kekerasan.

Sekalipun bos Kristen kami saat itu juga tidak baik, kami tidak membiarkan mereka ditipu. Jadi, kami memberitahu bos sehingga dia dikeluarkan. Kami pun tidak disukai oleh cewek Kristen yang ingin melindungi cowok itu karena nilai pencuriannya memang tidak materiil.

Jadi, kami membiarkan cewek itu memberikan konfirmasi positif kepada calon pemberi kerja yang baru agar cowok itu mendapatkan pekerjaan di tempat lain. Lantas dia diterima di sana dan memulai pekerjaan baru di kota lain. Ya, mudah-mudahan dia tidak mengulangi kejahatan yang sama.

Setelah itu, aku dan teman-teman Kristen lain juga mulai mengundurkan diri satu per satu dari perusahaan itu karena tidak tahan dengan bos toxic tersebut. Rencana teman-temanku sangat lancar. Namun, aku sempat tertahan hingga akhirnya Tuhan turun tangan.

Ah, itulah salah satu contoh perusahaan Kristen yang paling Kristen karena bos dan sebagian besar karyawannya adalah orang-orang Kristen dan Katolik. Tiap Selasa juga diadakan persekutuan doa di kantor. Namun, bos perusahaan ini justru membuat suasana selalu mencekam.

ALLAH yang SETIA
Sekalipun kuberjalan lewat lembah kelam, namun tangan-Mu selalu menopang hidupku. Saat ku dalam ketakutan, Kau hadir di sisiku.
Kau berkata, "jangan takut". Kau b'ri ku kemenangan. Kaulah Tuhan yang berjanji, tak sekalipun Kau ingkari.
Kesetiaan-Mu sungguh terbukti di sepanjang hidupku. 'tuk s'lamanya ku 'kan setia melayani mengasihi-Mu. Tiada Tuhan seperti-Mu Yesus. Kau Allahku yang setia.

Anak-anak Tuhan

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.