Sunday, October 4, 2026

Berketetapan Kotor

Karunia yang Murni
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 4 Okt 2026

Anjing Air menyodorkan sebotol air jernih kepada Macan Tanah agar diberikan kepada Kerbau Air yang sedang memainkan botol kosongnya. Ketika menerima air tersebut, tentu saja Kerbau Air tidak langsung meminumnya.

Sebenarnya ketiga karakter itu mengetahui bahwa Kerbau Air tidak suka air jernih. Kerbau Air lebih suka air kuning kehijauan atau air kuning kecoklatan. Namun, saat itu di depan mereka hanya ada air jernih. Anjing Air pun ingin melihat efektivitas air bersih itu.

Sementara langit mulai menghitam, Kerbau Air berkata kepada Macan Tanah dan Anjing Air, "Apapun agamanya, baik Budha, Kristen, atau apapun, tidak ada yang bersih. Jadi, berbuat kotor juga tidak masalah, asalkan tidak terlalu banyak." Anjing Air bete mendengar perkataan tersebut yang tak jua berubah dari dulu hingga sekarang.

"Menyebalkan. Sedikit versinya itu sudah terlalu banyak bagiku. Jika memang sedikit, seteguk air hidup bisa langsung menyingkirkan niat kotornya, tetapi faktanya tidak demikian. Mengapa dia harus mengatakan hal-hal seperti itu di depan calon CEO? Mengapa Macan Tanah diam saja? Semua pria sama saja. Kalau demi Mamon, segalanya dihalalkan. Pembicaraan seperti ini selalu membuat jiwaku kering."

Mazmur 86:11 (TB) Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.

Sekalipun di dunia ini tidak ada yang bersih, seharusnya hal ini tidak dijadikan alasan untuk tetap berkubang di dalam lumpur kotor. Sekalipun kita berniat hidup bersih, kotoran memang tak bisa dihindari. Lantas apakah hal ini bisa dijadikan alasan untuk tidak mandi atau membersihkan diri dari kotoran? Apakah hal ini bisa dijadikan alasan untuk tetap memilih kekotoran daripada kebersihan? Setidaknya niat kita harus bersih dulu.

Namun, tiba-tiba Anjing Air sadar bahwa dia salah membuat generalisasi. Belum tentu Macan Tanah seide dengan Kerbau Air yang suka kotoran. Meskipun demikian, Macan Tanah tidak akan mengemukakan pikirannya. Jadi, Anjing Air hanya bisa bertanya-tanya. "Teratai bisa tetap bersih di lingkungan yang kotor, tetapi apakah teratai bisa mengubah lingkungan yang kotor menjadi bersih? 🤔 Mungkin bisa ya selama polutan di sana masih dalam batas toleransi. 🪷"

Seperti biasa, Macan Air diam tak bicara karena dia terlihat masih ingin menyenangkan semua orang. Namun, Anjing Air tak mau ambil pusing. Dia memilih untuk bernyanyi hingga jiwanya yang dahaga kembali dialiri air hidup. Lantas dia terlelap dalam mimpi.

Dia melihat ada sebuah truk besar yang memuat puluhan anak remaja. Anjing Air menutup bak tersebut lalu bergegas duduk di bangku depan (di samping sopir). Rupanya si sopir adalah Macan Tanah yang sejak tadi menemaninya. Namun, salah satu anak perempuan yang ada di bak belakang merengek-rengek minta turun.

Seketika Anjing Air menoleh ke belakang, bergegas turun, dan membuka pintu bak truk. Macan Tanah juga mengikuti langkahnya. Rupanya anak itu ingin duduk di depan bersama Anjing Air. Namun, di atas bak truk itu dia menemukan secarik kertas putih bergaris yang bertuliskan, "Jangan pilih kasih." Kalimat ini ditulis dengan tinta bolpoin hitam dan diberi lingkaran spidol biru.

Ketika Anjing Air membaca pesan tersebut, dia menyadari bahwa Macan Tanah berada di samping kanannya. Dia tetap diam seperti biasa. Maka, Anjing Air mendongak ke langit yang gelap. Seketika dia keluar dari alam mimpi. Rupanya hari sudah pagi.

Amos 3:3 (TB) Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?

Jika mimpi itu benar, seharusnya Macan Tanah memiliki nilai yang sama dengan Anjing Air. Jika tidak, Anjing Air pasti melarang dia mengemudikan truk itu. Namun, di dalam mimpi mereka telah sepakat untuk mengantar anak-anak itu ke tempat yang aman.

Meskipun demikian, di dalam dunia nyata Anjing Air tak bosan-bosannya menasihati Macan Tanah (titi ketemu gede) dan Macan Api (titi sedarah). Sepertinya Macan Tanah kurang makan asam garam kehidupan sehingga Anjing Air suka menyiraminya dengan cerita hidupnya... hahaha... Kadang kala dia nyebelin, tetapi seringkali malah bikin tertawa.

Eh, siapa sangka tiba-tiba hari ini Tikus Api (meme sedarah) di kota nun jauh di mato memberi kabar bahwa Macan Api mau ke gerejanya. Padahal, telah sekian purnama dia menjauh dari gereja karena luka yang ditorehkan oleh saudara seimannya. Wah, semoga ini pertanda baik.

LUBUK HATIKU (GMS)
Kau melukis wajahku di hadapan-Mu dan mengukir namaku di telapak tangan-Mu. Sampai masa tuaku, Kau tetaplah Tuhanku, yang akan selalu menggendong hingga putih rambutku.
Kemurahan-Mu itu membuatku tertegun. Kubulatkan hatiku mengikut-Mu.
Kuangkat tanganku Yesus, Memuji perbuatan-Mu. Sungguh tiada terukur kasih setia-Mu.
Dalam naungan sayap-Mu kumau terus menyembah-Mu.
Kasih-Mu terukir di lubuk hatiku. Kasih-Mu terukir di lubuk hatiku. Kasih-Mu terukir… di lubuk hatiku.

Karunia yang Murni ~ Ps. Sidney Mohede

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 4 Okt 2026

Selama ini kita mungkin berpikir bahwa karunia Roh Kudus hanya dimiliki oleh pendeta. Ketika mereka tumpang tangan, orang lain sembuh. Namun, di dalam Roma 12 kita melihat bahwa ada banyak karunia Roh Kudus, seperti karunia menasihati dan menguatkan. Setiap orang bisa melakukannya.

Ada pula karunia mengajar serta karunia kemurahan hati. Ketika kita tersenyum kepada orang lain atau menunjukkan keramahan, ini merupakan wujud karunia kemurahan hati. Jadi, setiap orang telah diberi karunia oleh Tuhan. Karunia yang kita miliki bertujuan untuk membantu atau melayani orang lain. Jadi, karunia tersebut bukan untuk menonjolkan diri.

Kadang kala beberapa orang mengejar karunia terlebih dulu. Ketika punya karunia menyanyi, mereka ingin mendapat lebih banyak undangan agar makin dikenal. Padahal, tujuan karunia diberikan adalah untuk kemuliaan Tuhan. Kita harus sadar bahwa di dunia ini kita tidak memiliki apapun dan kita hanyalah pengelola. Ketika istri kak Sidney merasa galau karena harus melepas anak-anaknya untuk bersekolah di luar negeri, itulah yang diucapkan olehnya.

Daniel 1:7 (TB) Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego.

Ada beberapa orang Yehuda yang ikut dibuang ke Babel. Di antaranya adalah Daniel dan teman-temannya. Di sana raja Babel berusaha mengubah identitas dan tujuan hidup mereka. Mereka pun harus belajar bahasa dan budaya baru di Babel.

Daniel 1:8 (TB) Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

Meskipun dipaksa mengikuti budaya Babel, Daniel dan teman-temannya berketetapan untuk tidak menajiskan diri. Jadi, mereka menolak makanan raja. Pada saat itu Allah mengaruniakan kasih sayang dari pegawai raja.

Daniel 1:9 (TB) Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;

Namun, pegawai raja takut dibunuh jika mereka kurus karena tidak memakan daging dan minum anggur. Maka, Daniel meminta sepuluh hari percobaan untuk membuktikan kepadanya.

Daniel 1:15 (TB) Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja.

Karena sayur membuat mereka terlihat lebih baik dan lebih gemuk, pegawai raja tetap memberikan sayur kepada mereka. Makanan dan anggur diambil olehnya.

Daniel 1:17 (TB) Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.

Hal yang Penting:

1. Kenali Sumber Karunia. Semua karunia diberikan oleh Tuhan. Karunia adalah anugerah atau hadiah. Karunia bukan berasal dari kerja keras kita. Ini sebabnya kita tidak perlu merasa sombong dan kita juga tidak perlu minder. Kita tahu siapa pemilik diri kita.

1 Korintus 12:11 (TB) Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

Ketika kita sadar bahwa semuanya dari Tuhan, tentu kita tak akan berhenti mengucap syukur kepada-Nya. Ketika bangun tidur, kita bersyukur karena masih bernafas karena nafas kita adalah pemberian Tuhan.

2. Izinkan Tuhan Membentuk Hati Kita. Seringkali kita lebih peduli dengan hal-hal di luar kita, seperti karunia yang terlihat. Namun, Tuhan lebih suka membentuk kita dari dalam ke luar.

Pembentukan hati kak Sidney pun tidak dimulai di atas mimbar. Pembentukannya dimulai ketika dia harus melewati proses dan tantangan hidup satu per satu. Ketika ditekan, hal-hal yang keluar dari diri kita akan menyingkapkan keadaan diri kita. Karakter kitalah yang akan Tuhan ubahkan agar makin lama kita makin serupa dengan Kristus.

SAAT INDAH
Saat indah kuberhadapan dengan-Mu, memandang wajah-Mu Yesus kekasih jiwaku. Bawa daku erat dalam pelukan-Mu, Menikmati kasih dan indah-Nya hadirat-Mu.
Hadirat-Mu Tuhan kurasakan. Kekudusan-Mu Bapa penuhiku. Kurindu selalu diam dalam bait-Mu, menikmati kasih anug'rah-Mu.

Sunday, September 27, 2026

Saksi yang Berproses

Saksi yang Berpengaruh
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 27 Sept 2026

Beberapa hari lalu raja kecil kembali mengulangi kesalahan yang sama sehingga aku mengomeli dia lagi. Dalam kekesalanku aku hanya bisa bertanya-tanya. Mengapa dia ulangi lagi sih? Bisakah dia berhenti memancing emosiku? Masa dia pelupa? Jika dia bisa Mandarin tradisional, tidak mungkin dia pelupa karena bahasa itu merupakan bahasa yang paling susah kuingat.

Lha masa dia sengaja? Mana ada orang yang suka diomeli? Lagi-lagi pasti karena dia merasa takut untuk menolak. Hmm... ini sebabnya kita harus mengampuni sebanyak 70x7 kali, bukan hanya sekali.

Matius 18:21-22 (TB) Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Bahkan, dia tidak menolak makanan yang disodorkan oleh wanita bersuami yang mengejar-ngejar dia. Ini terlihat seolah-olah dia mau memberikan harapan untuk cinta terlarang yang diberikan oleh wanita itu.

Dulu aku pun sungkan menolak makanan yang diberikan oleh ketua Connect Group (CG) sekalipun pedas rasanya. Jadi, kekesalanku terhadap rasa sungkannya bisa bersumber kepada rasa kesal terhadap diriku yang dulu. Saat itu aku merasa dipaksa bertumbuh secara jasmani dan rohani. Alhasil, badanku melar, tetapi maag sering kambuh dan jiwaku kering.

Normalnya CG bisa membuat kita bertumbuh. Namun, sebagai spons emosi, mungkin bisa dikatakan bahwa aku ini murid berkebutuhan khusus yang perlu cara atau tempat pemuridan khusus, seperti home schooling atau online atau les privat, sesuai janji-Nya dulu... wkwwk... 

Filipi 2:13 (TB) karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

Seharusnya manusia merasakan emosinya sendiri, tetapi tanpa sadar aku sering menyerap emosi orang-orang di sekitarku. Nah, ketika puluhan teman CG merasakan emosi negatif, yaitu rasa terpaksa untuk berkumpul, rasa sedih karena penyakit, rasa takut dengan teror bom, atau rasa-rasa tak terucap lainnya, aku langsung menyerap semuanya.

Semua rasa itu berkecamuk menjadi satu. Seketika aku merasa kewalahan karena sulit bagiku mengubah semua emosi negatif tersebut dalam tempo sesingkat-singkatnya. “Aku tersenyum, seolah semuanya baik meski kadang hatiku sedang tidak baik-baik saja.” Jadi, kuputuskan untuk menjauh dari komunitas tersebut agar jiwaku segar kembali.

Mazmur 133:2 (TB) Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.

Kembali pada emosiku terhadap raja kecil, aku mendapat ayat tersebut. Di sekitarku tidak ada orang berjanggut sehingga tak bisa kubayangkan minyak meleleh di janggut. Meskipun demikian, aku tahu firman-Nya itu tentang persaudaraan yang rukun. Lantas, aku teringat Daud meneteskan air liur di janggutnya ketika dia merasa takut. Ah, setidaknya raja kecil tak sampai ketakutan hingga begitu.

1 Samuel 21:13 (TB) Sebab itu ia berlaku seperti orang yang sakit ingatan di depan mata mereka dan berbuat pura-pura gila di dekat mereka; ia menggores-gores pintu gerbang dan membiarkan ludahnya meleleh ke janggutnya.

Sebenarnya itu momen nggilani (memalukan) bagi saksi Kristus, tetapi kita semua masih berproses. Jadi, jangan ada yang protes... wkwwkw... Biasanya aku marah kepada mereka yang lebih tua dariku sehingga merekalah yang malu jika tidak mengalah kepadaku.

Namun, kali ini kenapa Tuhan mempertemukanku dengan raja kecil? Makin kuomeli dia, makin terlihat jika dia lebih dewasa dariku padahal usianya 16 tahun lebih muda dariku. Kok bisa dia tetap terlihat tenang? Itu beneran sabar atau sedang memendam amarah? Ah, malu donk kalau mengomelinya terus.

Namun, jika kekesalan hanya disimpan di hati, nanti malah jadi racun. Jadi, ya terpaksa tetap harus kusampaikan kepadanya. Kalau kesal, tidak mungkin juga aku berbicara sambil tersenyum. Lantas kuminta Chatgpt AI untuk mengubah kekesalanku dalam sebuah lirik lagu yang indah untuk ulang tahunnya di hari ini. Kemudian Suno AI kuminta membuat nadanya dengan tempo yang menyenangkan. Akhirnya tim AI berhasil mengubah luka menjadi cahaya.

Aku suka lagu buatan mereka. Liriknya tidak kuubah sedikit pun, tetapi nadanya sempat kuubah beberapa kali hingga terasa enak di telinga. Nah, ketika kudengarkan lagu tersebut, tiba-tiba Roh Kudus berkata, "Sekarang buat gambarnya dan sekalian buat videonya." Aku pun mengikuti suara tersebut. Namun, setelah video tercipta, aku menjadi tidak yakin untuk memberikannya.

Masa setelah mengomeli dia, aku berikan video seperti itu? “Jangan takut. Jangan terus bersembunyi. Ada panggilan Tuhan di dalam hidupmu.” Bukan hanya dia yang ingin bersembunyi. Aku pun ingin bersembunyi. Kataku kepada Roh Kudus, "Nanti tidak perlu kuberikan videonya, cukup kuberikan audionya. Biar dia berimajinasi sendiri. Videonya untuk koleksi pribadi saja. Dia tidak perlu tahu."

Eh, aku malah mimpi diberi kunci emas olehnya di tanggal keramat. Mimpi itu seolah menyiratkan bahwa si raja kecil tidak mempermasalahkan omelanku. Sekalipun aku mengomeli dia beberapa kali, dia tetap mau berteman lagi denganku.

Hmm... begitukah hatinya yang dilihat oleh Tuhan? Oh, aku tidak tahu karena dia sering berlagak acuh tak acuh. Seringkali dia mirip dengan diriku yang dulu ketika pura-pura tak peduli. Pada akhirnya video itu pun kuberikan kepadanya. "Bukan karena aku sudah sempurna. Bukan karena aku tidak pernah takut. Tetapi karena aku tahu Siapa yang memegang hidupku."

Hehehe... jadi sebelum lirik lagu itu kuberikan kepadanya. Lirik lagu itu kuhidupi lebih dulu. Beginilah kisah Saksi yang Berproses. Maka, dilarang protes!

Saksi yang Berpengaruh - Franky Kuncoro

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 27 Sept 2026

Siapa yang sering menjadi korban iklan makanan? Kita melihat ada makanan enak di tiktok atau media sosial lain lalu kita mendatanginya. Sekalipun jalan ke sana tidak mudah dan harus berjalan kaki selama beberapa meter, kita tetap mendatanginya. Setelah menikmati makanannya yang memang enak, kita pun langsung menceritakannya kepada orang-orang di sekitar kita. Padahal, pemilik restoran tidak meminta kita untuk melakukan hal tersebut.

Demikian pula jika kita telah merasakan kasih Yesus. Seharusnya tanpa diminta, kita pun akan menceritakannya kepada setiap orang. Sebagai saksi Kristus, kita tidak harus berada di panggung atau di depan orang banyak. Orang yang berada di panggung juga belum tentu bisa menjangkau orang yang kita kenal.

Yohanes 1:35-37 (TB) Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!" Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.

Kita bisa bersaksi kepada satu orang saja, seperti yang dilakukan oleh Andreas. Semula Andreas adalah murid Yohanes pembaptis lalu dia mengikut Yesus karena perkataan gurunya itu.

Yohanes 1:40 (TB) Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.

Kita melihat Petrus dipakai oleh Tuhan dengan luar biasa. Ketika Petrus berkhotbah, 300 orang bertobat. Namun, Petrus bisa mengenal Yesus karena cerita atau kesaksian Andreas.

Yohanes 1:41-42 (TB) Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)." Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."

Jadi, jangan ragu untuk bersaksi sekalipun hanya kepada satu orang. Kita tidak pernah tahu rencana Tuhan terhadapnya. Satu jiwa pun berharga. Sorga bersukacita ketika satu orang bertobat. Terang sekecil apapun sangat berarti bagi dunia ini.

Agar bisa menjadi Saksi yang Berpengaruh, kita harus:

1. Dipenuhi oleh Roh Kudus.

Kisah Para Rasul 1:8 (TB) Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Ketika dipenuhi oleh Roh Kudus, kita akan menjadi saksi Yesus. Bahkan, kita juga akan menerima kuasa untuk menyembuhkan orang sakit, baik sakit fisik maupun penyakit jiwa, seperti bipolar.

JADIKANKU RUMAH DOA-MU
‘ku bawa hidupku s’karang, ke tempat kudus-Mu Tuhan. Di mezbah-Mu ‘kuserahkan seluruh hidupku. Penuhi hatiku s’karang, dengan urapan yang baru Agar aku lebih lagi, mendengar suara-Mu. Jadikan aku, Tuhan, rumah doa-Mu agar semua suku bangsa, datang menyembah-Mu.

Kisah Para Rasul 4:31 (TB) Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Selain itu, orang yang dipenuhi Roh Kudus akan memiliki keberanian untuk memberitakan firman Allah. Maka, bukalah hati kita untuk menerima Roh Kudus.

ROH KUDUS, KAU HADIR DI SINI
Roh Kudus, Kau hadir di sini. Roh Kudus, kumengasihi-Mu. Kau lembut, Kau manis. Kaulah penghiburku, penolongku diutus Bapaku. Kubuka hati untuk Roh-Mu, Tuhan. Kubuka hati menyembah-Mu, Yesus. Jamahlah kami, penuhi kami dengan kuasa Allah Maha Tinggi.

2. Menjadi Murid Kristus. Ini berarti kita harus bergabung di dalam komunitas. Kita bukan lone ranger. Silahkan bergabung di dalam CG (connect group) agar makin banyak kesaksian yang bisa kita bagikan.

3. Memberitakan Kabar Baik tanpa merasa lebih baik. Misal: Ada seseorang berkata, "Bro, aku selingkuh. Istriku mulai curiga".
* Jika kita memberitakan kabar buruk atau kabar yang menakutkan, kita akan berkata, "Segeralah bertobat. Jika tidak, kamu akan masuk neraka. Aku dengar beberapa hari lalu ada orang yang tidak bertobat lalu dia kena panu. Tak lama kemudian dia kena kusta lalu tak tertolong lagi."
* Namun, jika memberitakan kabar baik, kita akan berkata, "Bertobatlah. Sekalipun kamu berdosa, Yesus tetap mengasihimu dan sanggup memulihkan hidupmu. Aku pun pernah dipulihkan oleh-Nya."

Sebenarnya semua orang Kristen adalah pasien. Namun, bedanya: ada yang rawat jalan, ada yang rawat inap, dan ada yang berada di ICU. Jadi, belum ada yang sempurna karena semuanya masih dalam proses. Berdoa dan bersaksilah kepada mereka yang Tuhan tanamkan di dalam hatimu. Mungkin keluargamu, teman sekolahmu, rekan kerjamu, karyawanmu atau rekan bisnismu. Mereka perlu mendengar ceritamu bersama Yesus.

Ada pengusaha burger di Amerika yang meletakkan tulisan "John 3:16" di bawah kotak kemasan burgernya. Karena rasa burgernya enak, banyak yang membelinya pula. Dia pun bisa bersaksi lewat kotak burgernya.



TUHAN INI TUGAS KAMI
Berikan pada kami hati yang mengasihi Jiwa-jiwa yang belum mengenal kasih BAPA. Mereka yang dalam gelap, Mereka yang tersesat, Hati kami iba seperti hati-Mu Yesus.
Tuhan, ini tugas kami, beri keberanian bagi kami. Taruhlah Roh yang rela melayani dan menyenangkan hati Tuhan, itu yang kuingini.

Saksi yang Berproses

Thursday, September 24, 2026

Kunci Emas yang Hilang

Rabu, 23 September 2026, pada suatu pagi yang cerah, seorang pria muda memberikan sebuah kunci emas kepadaku. Aku pun menerima kunci tersebut, tetapi entah bagaimana ceritanya, kunci itu hilang.

Namun, pria itu tidak marah. Dia justru berhasil menemukan kunci tersebut. Setelah menemukannya, ia kembali menghampiriku dan menyerahkan kunci itu kepadaku untuk kedua kalinya.

Namun, sekali lagi, kunci tersebut hilang atau terjatuh di tengah keramaian kota. Pria itu tetap tidak marah dan kembali mencarinya.

Beberapa saat kemudian dia berhasil menemukannya di dekat brankas perak. Sekali lagi dia mengembalikan kunci itu kepadaku.

Kali ini, pria itu menatapku dengan tatapan penuh harapan. Sama sekali tidak ada kemarahan dalam tatapannya itu. Di matanya hanya terlihat kesabaran dan keyakinan bahwa aku akan menjaga kunci tersebut.

Aku hanya bisa terdiam karena merasa agak bersalah kepadanya. Kenapa dia tidak marah dan tetap mempercayakan kunci emas itu kepadaku? Ah, aku merasa tidak enak hati terhadapnya.

Maka, kuterima kembali kunci itu darinya dengan tekad untuk tidak menghilangkannya lagi. Fiuh, untunglah ini hanya mimpi, tetapi sepertinya ini mimpi bukan sembarang mimpi.

Hari itu dia berkata, "Aku pusing", tetapi aku juga bertanya-tanya, "Kenapa Tuhan memilih dia yang super imut?"

Tuhan pernah bilang, "Jangan lihat tampilannya."

1 Samuel 16:7 (TB) "... manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

Ketika Tuhan mengatakan hal itu kepada Samuel, mengapa dia hanya diam saja ya? Biasanya aku juga biasa saja ketika mendengar kisah Samuel tersebut. Namun, ketika aku harus berada di dalam kisah serupa, aku justru ingin bertanya.

"Jika tidak melihat tampilannya, bagaimana melihat hatinya? Bukankah hanya Tuhan yang bisa melihat hati? Namun, setelah itu aku yang menjalani dan merasakannya. Lantas orang lain yang akan mengomentarinya... hahaha... amboi, luar biasa hidup ini."

Wah, jadi overthinking deh, tetapi hal tersebut sungguh tidak masuk logika. Aku tidak yakin untuk menerima kunci emas itu. Namun, di akhir mimpi kuncinya masih kusimpan dan tidak kukembalikan.

Rupanya kesempatan memang tidak datang dua kali, tetapi berkali-kali... xixixi..., terutama untuk mereka yang bimbang dan ragu. Ah, jika tidak cukup percaya diri, sebaiknya percaya Tuhan saja deh sekalipun kita tak tahu kemana Tuhan akan membawa kita.

KUYAKIN dan PERCAYA
Kuberjalan dengan imanku pada-Mu. Kudengar suara-Mu dan aku percaya. Kuterima janji-Mu dalam hidupku. Kumelihat dan kunyatakan Kau Tuhan.
Reff: Kuyakin dan percaya Kau sanggup mengubah malam menjadi siang. Kuyakin dan percaya Kau sanggup mengubah beban menjadi berkat.

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.