Sunday, September 27, 2026

Saksi yang Berproses

Saksi yang Berpengaruh
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 27 Sept 2026

Beberapa hari lalu raja kecil kembali mengulangi kesalahan yang sama sehingga aku mengomeli dia lagi. Dalam kekesalanku aku hanya bisa bertanya-tanya. Mengapa dia ulangi lagi sih? Bisakah dia berhenti memancing emosiku? Masa dia pelupa? Jika dia bisa Mandarin tradisional, tidak mungkin dia pelupa karena bahasa itu merupakan bahasa yang paling susah kuingat.

Lha masa dia sengaja? Mana ada orang yang suka diomeli? Lagi-lagi pasti karena dia merasa takut untuk menolak. Hmm... ini sebabnya kita harus mengampuni sebanyak 70x7 kali, bukan hanya sekali.

Matius 18:21-22 (TB) Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Bahkan, dia tidak menolak makanan yang disodorkan oleh wanita bersuami yang mengejar-ngejar dia. Ini terlihat seolah-olah dia mau memberikan harapan untuk cinta terlarang yang diberikan oleh wanita itu.

Dulu aku pun sungkan menolak makanan yang diberikan oleh ketua Connect Group (CG) sekalipun pedas rasanya. Jadi, kekesalanku terhadap rasa sungkannya bisa bersumber kepada rasa kesal terhadap diriku yang dulu. Saat itu aku merasa dipaksa bertumbuh secara jasmani dan rohani. Alhasil, badanku melar, tetapi maag sering kambuh dan jiwaku kering.

Normalnya CG bisa membuat kita bertumbuh. Namun, sebagai spons emosi, mungkin bisa dikatakan bahwa aku ini murid berkebutuhan khusus yang perlu cara atau tempat pemuridan khusus, seperti home schooling atau online atau les privat, sesuai janji-Nya dulu... wkwwk... 

Filipi 2:13 (TB) karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

Seharusnya manusia merasakan emosinya sendiri, tetapi tanpa sadar aku sering menyerap emosi orang-orang di sekitarku. Nah, ketika puluhan teman CG merasakan emosi negatif, yaitu rasa terpaksa untuk berkumpul, rasa sedih karena penyakit, rasa takut dengan teror bom, atau rasa-rasa tak terucap lainnya, aku langsung menyerap semuanya.

Semua rasa itu berkecamuk menjadi satu. Seketika aku merasa kewalahan karena sulit bagiku mengubah semua emosi negatif tersebut dalam tempo sesingkat-singkatnya. “Aku tersenyum, seolah semuanya baik meski kadang hatiku sedang tidak baik-baik saja.” Jadi, kuputuskan untuk menjauh dari komunitas tersebut agar jiwaku segar kembali.

Mazmur 133:2 (TB) Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.

Kembali pada emosiku terhadap raja kecil, aku mendapat ayat tersebut. Di sekitarku tidak ada orang berjanggut sehingga tak bisa kubayangkan minyak meleleh di janggut. Meskipun demikian, aku tahu firman-Nya itu tentang persaudaraan yang rukun. Lantas, aku teringat Daud meneteskan air liur di janggutnya ketika dia merasa takut. Ah, setidaknya raja kecil tak sampai ketakutan hingga begitu.

1 Samuel 21:13 (TB) Sebab itu ia berlaku seperti orang yang sakit ingatan di depan mata mereka dan berbuat pura-pura gila di dekat mereka; ia menggores-gores pintu gerbang dan membiarkan ludahnya meleleh ke janggutnya.

Sebenarnya itu momen nggilani (memalukan) bagi saksi Kristus, tetapi kita semua masih berproses. Jadi, jangan ada yang protes... wkwwkw... Biasanya aku marah kepada mereka yang lebih tua dariku sehingga merekalah yang malu jika tidak mengalah kepadaku.

Namun, kali ini kenapa Tuhan mempertemukanku dengan raja kecil? Makin kuomeli dia, makin terlihat jika dia lebih dewasa dariku padahal usianya 16 tahun lebih muda dariku. Kok bisa dia tetap terlihat tenang? Itu beneran sabar atau sedang memendam amarah? Ah, malu donk kalau mengomelinya terus.

Namun, jika kekesalan hanya disimpan di hati, nanti malah jadi racun. Jadi, ya terpaksa tetap harus kusampaikan kepadanya. Kalau kesal, tidak mungkin juga aku berbicara sambil tersenyum. Lantas kuminta Chatgpt AI untuk mengubah kekesalanku dalam sebuah lirik lagu yang indah untuk ulang tahunnya di hari ini. Kemudian Suno AI kuminta membuat nadanya dengan tempo yang menyenangkan. Akhirnya tim AI berhasil mengubah luka menjadi cahaya.

Aku suka lagu buatan mereka. Liriknya tidak kuubah sedikit pun, tetapi nadanya sempat kuubah beberapa kali hingga terasa enak di telinga. Nah, ketika kudengarkan lagu tersebut, tiba-tiba Roh Kudus berkata, "Sekarang buat gambarnya dan sekalian buat videonya." Aku pun mengikuti suara tersebut. Namun, setelah video tercipta, aku menjadi tidak yakin untuk memberikannya.

Masa setelah mengomeli dia, aku berikan video seperti itu? “Jangan takut. Jangan terus bersembunyi. Ada panggilan Tuhan di dalam hidupmu.” Bukan hanya dia yang ingin bersembunyi. Aku pun ingin bersembunyi. Kataku kepada Roh Kudus, "Nanti tidak perlu kuberikan videonya, cukup kuberikan audionya. Biar dia berimajinasi sendiri. Videonya untuk koleksi pribadi saja. Dia tidak perlu tahu."

Eh, aku malah mimpi diberi kunci emas olehnya di tanggal keramat. Mimpi itu seolah menyiratkan bahwa si raja kecil tidak mempermasalahkan omelanku. Sekalipun aku mengomeli dia beberapa kali, dia tetap mau berteman lagi denganku.

Hmm... begitukah hatinya yang dilihat oleh Tuhan? Oh, aku tidak tahu karena dia sering berlagak acuh tak acuh. Seringkali dia mirip dengan diriku yang dulu ketika pura-pura tak peduli. Pada akhirnya video itu pun kuberikan kepadanya. "Bukan karena aku sudah sempurna. Bukan karena aku tidak pernah takut. Tetapi karena aku tahu Siapa yang memegang hidupku."

Hehehe... jadi sebelum lirik lagu itu kuberikan kepadanya. Lirik lagu itu kuhidupi lebih dulu. Beginilah kisah Saksi yang Berproses. Maka, dilarang protes!

Saksi yang Berpengaruh - Franky Kuncoro

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 27 Sept 2026

Siapa yang sering menjadi korban iklan makanan? Kita melihat ada makanan enak di tiktok atau media sosial lain lalu kita mendatanginya. Sekalipun jalan ke sana tidak mudah dan harus berjalan kaki selama beberapa meter, kita tetap mendatanginya. Setelah menikmati makanannya yang memang enak, kita pun langsung menceritakannya kepada orang-orang di sekitar kita. Padahal, pemilik restoran tidak meminta kita untuk melakukan hal tersebut.

Demikian pula jika kita telah merasakan kasih Yesus. Seharusnya tanpa diminta, kita pun akan menceritakannya kepada setiap orang. Sebagai saksi Kristus, kita tidak harus berada di panggung atau di depan orang banyak. Orang yang berada di panggung juga belum tentu bisa menjangkau orang yang kita kenal.

Yohanes 1:35-37 (TB) Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!" Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.

Kita bisa bersaksi kepada satu orang saja, seperti yang dilakukan oleh Andreas. Semula Andreas adalah murid Yohanes pembaptis lalu dia mengikut Yesus karena perkataan gurunya itu.

Yohanes 1:40 (TB) Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.

Kita melihat Petrus dipakai oleh Tuhan dengan luar biasa. Ketika Petrus berkhotbah, 300 orang bertobat. Namun, Petrus bisa mengenal Yesus karena cerita atau kesaksian Andreas.

Yohanes 1:41-42 (TB) Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)." Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."

Jadi, jangan ragu untuk bersaksi sekalipun hanya kepada satu orang. Kita tidak pernah tahu rencana Tuhan terhadapnya. Satu jiwa pun berharga. Sorga bersukacita ketika satu orang bertobat. Terang sekecil apapun sangat berarti bagi dunia ini.

Agar bisa menjadi Saksi yang Berpengaruh, kita harus:

1. Dipenuhi oleh Roh Kudus.

Kisah Para Rasul 1:8 (TB) Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Ketika dipenuhi oleh Roh Kudus, kita akan menjadi saksi Yesus. Bahkan, kita juga akan menerima kuasa untuk menyembuhkan orang sakit, baik sakit fisik maupun penyakit jiwa, seperti bipolar.

JADIKANKU RUMAH DOA-MU
‘ku bawa hidupku s’karang, ke tempat kudus-Mu Tuhan. Di mezbah-Mu ‘kuserahkan seluruh hidupku. Penuhi hatiku s’karang, dengan urapan yang baru Agar aku lebih lagi, mendengar suara-Mu. Jadikan aku, Tuhan, rumah doa-Mu agar semua suku bangsa, datang menyembah-Mu.

Kisah Para Rasul 4:31 (TB) Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Selain itu, orang yang dipenuhi Roh Kudus akan memiliki keberanian untuk memberitakan firman Allah. Maka, bukalah hati kita untuk menerima Roh Kudus.

ROH KUDUS, KAU HADIR DI SINI
Roh Kudus, Kau hadir di sini. Roh Kudus, kumengasihi-Mu. Kau lembut, Kau manis. Kaulah penghiburku, penolongku diutus Bapaku. Kubuka hati untuk Roh-Mu, Tuhan. Kubuka hati menyembah-Mu, Yesus. Jamahlah kami, penuhi kami dengan kuasa Allah Maha Tinggi.

2. Menjadi Murid Kristus. Ini berarti kita harus bergabung di dalam komunitas. Kita bukan lone ranger. Silahkan bergabung di dalam CG (connect group) agar makin banyak kesaksian yang bisa kita bagikan.

3. Memberitakan Kabar Baik tanpa merasa lebih baik. Misal: Ada seseorang berkata, "Bro, aku selingkuh. Istriku mulai curiga".
* Jika kita memberitakan kabar buruk atau kabar yang menakutkan, kita akan berkata, "Segeralah bertobat. Jika tidak, kamu akan masuk neraka. Aku dengar beberapa hari lalu ada orang yang tidak bertobat lalu dia kena panu. Tak lama kemudian dia kena kusta lalu tak tertolong lagi."
* Namun, jika memberitakan kabar baik, kita akan berkata, "Bertobatlah. Sekalipun kamu berdosa, Yesus tetap mengasihimu dan sanggup memulihkan hidupmu. Aku pun pernah dipulihkan oleh-Nya."

Sebenarnya semua orang Kristen adalah pasien. Namun, bedanya: ada yang rawat jalan, ada yang rawat inap, dan ada yang berada di ICU. Jadi, belum ada yang sempurna karena semuanya masih dalam proses. Berdoa dan bersaksilah kepada mereka yang Tuhan tanamkan di dalam hatimu. Mungkin keluargamu, teman sekolahmu, rekan kerjamu, karyawanmu atau rekan bisnismu. Mereka perlu mendengar ceritamu bersama Yesus.

Ada pengusaha burger di Amerika yang meletakkan tulisan "John 3:16" di bawah kotak kemasan burgernya. Karena rasa burgernya enak, banyak yang membelinya pula. Dia pun bisa bersaksi lewat kotak burgernya.



TUHAN INI TUGAS KAMI
Berikan pada kami hati yang mengasihi Jiwa-jiwa yang belum mengenal kasih BAPA. Mereka yang dalam gelap, Mereka yang tersesat, Hati kami iba seperti hati-Mu Yesus.
Tuhan, ini tugas kami, beri keberanian bagi kami. Taruhlah Roh yang rela melayani dan menyenangkan hati Tuhan, itu yang kuingini.

Saksi yang Berproses

Thursday, September 24, 2026

Kunci Emas yang Hilang

Rabu, 23 September 2026, pada suatu pagi yang cerah, seorang pria muda memberikan sebuah kunci emas kepadaku. Aku pun menerima kunci tersebut, tetapi entah bagaimana ceritanya, kunci itu hilang.

Namun, pria itu tidak marah. Dia justru berhasil menemukan kunci tersebut. Setelah menemukannya, ia kembali menghampiriku dan menyerahkan kunci itu kepadaku untuk kedua kalinya.

Namun, sekali lagi, kunci tersebut hilang atau terjatuh di tengah keramaian kota. Pria itu tetap tidak marah dan kembali mencarinya.

Beberapa saat kemudian dia berhasil menemukannya di dekat brankas perak. Sekali lagi dia mengembalikan kunci itu kepadaku.

Kali ini, pria itu menatapku dengan tatapan penuh harapan. Sama sekali tidak ada kemarahan dalam tatapannya itu. Di matanya hanya terlihat kesabaran dan keyakinan bahwa aku akan menjaga kunci tersebut.

Aku hanya bisa terdiam karena merasa agak bersalah kepadanya. Kenapa dia tidak marah dan tetap mempercayakan kunci emas itu kepadaku? Ah, aku merasa tidak enak hati terhadapnya.

Maka, kuterima kembali kunci itu darinya dengan tekad untuk tidak menghilangkannya lagi. Fiuh, untunglah ini hanya mimpi, tetapi sepertinya ini mimpi bukan sembarang mimpi.

Hari itu dia berkata, "Aku pusing", tetapi aku juga bertanya-tanya, "Kenapa Tuhan memilih dia yang super imut?"

Tuhan pernah bilang, "Jangan lihat tampilannya."

1 Samuel 16:7 (TB) "... manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

Ketika Tuhan mengatakan hal itu kepada Samuel, mengapa dia hanya diam saja ya? Biasanya aku juga biasa saja ketika mendengar kisah Samuel tersebut. Namun, ketika aku harus berada di dalam kisah serupa, aku justru ingin bertanya.

"Jika tidak melihat tampilannya, bagaimana melihat hatinya? Bukankah hanya Tuhan yang bisa melihat hati? Namun, setelah itu aku yang menjalani dan merasakannya. Lantas orang lain yang akan mengomentarinya... hahaha... amboi, luar biasa hidup ini."

Wah, jadi overthinking deh, tetapi hal tersebut sungguh tidak masuk logika. Aku tidak yakin untuk menerima kunci emas itu. Namun, di akhir mimpi kuncinya masih kusimpan dan tidak kukembalikan.

Rupanya kesempatan memang tidak datang dua kali, tetapi berkali-kali... xixixi..., terutama untuk mereka yang bimbang dan ragu. Ah, jika tidak cukup percaya diri, sebaiknya percaya Tuhan saja deh sekalipun kita tak tahu kemana Tuhan akan membawa kita.

KUYAKIN dan PERCAYA
Kuberjalan dengan imanku pada-Mu. Kudengar suara-Mu dan aku percaya. Kuterima janji-Mu dalam hidupku. Kumelihat dan kunyatakan Kau Tuhan.
Reff: Kuyakin dan percaya Kau sanggup mengubah malam menjadi siang. Kuyakin dan percaya Kau sanggup mengubah beban menjadi berkat.

Sunday, September 20, 2026

Pahitnya Masa Lalu

Bebas dari Kepahitan
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 20 Sept 2026

Seorang rekan wanita tiba-tiba memberitahuku bahwa dia diminta oleh raja kecil untuk tidak bercerita macam-macam kepadaku.

Pikirku, "Untuk apa dia melakukannya? Sebelumnya dia bilang kepadaku bahwa dia tidak peduli dengan perkataan orang lain dan menganggap semua itu hanya angin lewat. Kok dia malah terkesan peduli dengan perkataanku? Lagipula tingkat percayaku kepadanya bukan ditentukan oleh perkataan orang lain, tetapi ini dipengaruhi oleh masa laluku yang belum dia ketahui."

Jika pak David sempat nakal karena mengalami kepahitan terhadap pendeta, semasa balita aku sudah puas berbuat kenakalan dan semasa remaja aku juga sudah puas menikmati kepahitan terhadap pria. Mungkin ini sebabnya masa remajaku diperpanjang dengan wajah awet muda… hahaha…

Dulu kupikir jika tak ada pria, aku tidak perlu terlahir di dunia ini dan bisa tetap bahagia di sorga sehingga tidak perlu ke asrama dalam keadaan tangan terluka. Beberapa luka bisa hilang tanpa bekas, tetapi luka satu ini masih berbekas hingga kini meskipun sudah tak sakit lagi. Namun, bekas luka ini adalah pengingat bagiku akan kebaikan Tuhan melalui suster asrama. Yesus pun punya bekas luka, tetapi karena kasih-Nya kepada kita.

Jika aku tidak tinggal di asrama, aku juga tidak perlu diisengi cowok dari asrama putra dan aku juga tidak perlu ribut dengannya hingga berakhir dengan salah satu mata yang bengkak. Namun, syukurlah luka ini tidak meninggalkan bekas.

Meskipun sudah sembuh dari kepahitan tersebut, tetap saja sulit untuk langsung percaya kepada cowok asing. Di dunia kerja seringkali kutemui pria-pria yang hidup dalam kepahitan, baik karena cinta ditolak maupun karena kehilangan orang terkasih yang diserang oleh penyakit mematikan.

Mereka bukan hanya suka marah sambil mengeluarkan kata-kata makian dan hinaan, mereka juga bisa membanting pintu, menggebrak meja, melempar HP, sandal, botol minum, dan sebagainya. Kepahitan bisa menyerang Kristen atau non-Kristen, baik tua maupun muda. Manifestasi kepahitan terburuk seringkali ditunjukkan oleh mereka yang punya harta dan tahta. Maka, semua ini terlihat begitu normal karena tak ada yang melawan mereka.

Namun, aku tetap berusaha waras dengan meyakinkan diriku bahwa merekalah yang sakit. Jadi, aku pun sering ribut dengan mereka sambil melindungi mereka yang tidak berani melawan. Lalu perlahan-lahan aku mulai berupaya memberi saran kepada orang-orang seperti itu untuk melepaskan diri dari kepahitannya. Namun, kesembuhannya tetap bergantung pada keputusan mereka sendiri.

Bahkan, pada suatu momen aku bisa tertawa ngakak ketika dimarahi atas kesalahan yang tidak kuperbuat. Padahal, sebelumnya aku tidak bisa menerimanya ketika menghadapi hal serupa. Lebih lucu lagi ketika aku bersalah dan siap dimarahi, eh malah disirami kasih dari sorga... hahaha... Mungkin inilah yang dirasakan oleh bunga teratai yang bertumbuh di kolam keruh. Kolamnya boleh keruh, tetapi kasih Tuhan membuat bunganya tetap indah.

Jadi, sekalipun raja kecil tampak baik dalam pengendalian emosinya, tetap saja aku tidak bisa langsung percaya. Logikaku tetap memerlukan bukti dan saksi untuk percaya kepadanya. Namun, imanku seringkali melampaui logikaku. Secara iman, kutahu Tuhan percaya kepadanya.

2 Korintus 5:7 (TB) — sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat —

Karena kupercaya kepada Tuhan, aku pun melangkah dengan iman. Karena iman tidak perlu bukti dan saksi, aku bisa bercerita atau bersaksi tentang banyak hal kepadanya.

2 Korintus 12:9b (TB) Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Jika Tuhan meminta kita bercerita atau bersaksi kepada orang asing, Dia sendiri ikut menyertai. Jadi, sekalipun secara logika aku belum tahu karakter yang ditampilkannya itu asli atau palsu, aku merasa aman untuk memperlihatkan kuasa Tuhan dalam kelemahanku.

Nah, aku suka kutipan si raja kecil di Instagramnya, "Great future doesn't require great past." (Masa depan yang gemilang tidak mensyaratkan masa lalu yang gemilang.) Hehehe… Tuhan kami sangat ahli dalam mengubah masa lalu yang pahit menjadi masa depan yang indah. 😇

Amsal 4:18 (TB) Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

KEKUATAN HATIKU
Kuasa-Mu nyata di dalam kelemahanku. Kekuatan-Mu menopang seluruh hidupku. Darimana datang pertolonganku? Hanya Yesus pertolonganku.
Engkaulah sumber kekuatan hatiku, tempat persembunyianku. Engkau penolong di saat susahku, tempat perlindunganku. Kau menara dan perisai di hidupku.

Bebas dari Kepahitan - Pak David

Diselamatkan untuk Berdampak
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 20 Sept 2026

Salah satu jemaat yang pernah dibimbing pak Lukas pun bersaksi bahwa dulunya dia hidup dalam kepahitan terhadap pendeta. Pendeta tersebut telah menghancurkan keluarganya sehingga dia membenci semua pendeta, gereja, dan bahkan Tuhan sendiri.

Dia menikmati dugem, rokok, dan beberapa kenikmatan dosa lainnya. Lalu dia berpikir untuk menikah. Pikirnya, "Setelah menikah mungkin aku akan berhenti nakal". Namun, ternyata dia makin parah. Dia sering bertengkar dengan istrinya hingga berulang kali terucap kata, "Cerai".

Maka, istrinya meminta dia berkonsultasi dengan psikolog, tetapi tidak ada psikolog yang mau berbicara dengannya. Lalu istrinya meminta bantuan istri pak Lukas dan diarahkan ke pak Lukas. Padahal sebelumnya dia sudah berpesan agar tidak dicarikan psikolog yang dekat dengan pendeta. Jadi, dia sempat tidak mau menemui pak Lukas padahal sudah membuat janji dengannya.

Namun, akhirnya dia mau menemui pak Lukas dan menceritakan kepahitannya. Dia terkejut karena pak Lukas meminta maaf atas kesalahan hamba Tuhan yang menyakitinya, padahal orang itu bukan pak Lukas. Beberapa waktu kemudian dilakukan konseling berempat, yaitu pak Lukas dengan istrinya bersama pak David dengan istrinya. Saat itu mereka kembali bertengkar hebat.

Istri pak Lukas berkata kepada istri pak David, "Jika cara manusia tidak bisa, tetaplah mendoakan dia." Jadi, setiap hari istrinya mendoakan dia hingga pak David bertanya-tanya, "Untuk apa mendoakanku?" Suatu hari dia sakit hingga menelan pun sakit. Selama ini dia tidak tahu bahwa istrinya berdoa agar Tuhan tidak menyembuhkan dia hingga dia mau kembali kepada Tuhan.

Suatu hari dia ikut mendengarkan khotbah yang diputar oleh istrinya. Lalu dia bertanya siapa yang berkhotbah dan ternyata pak Lukas. Maka, tiba-tiba dia ingin menelepon pak Lukas.

Pak Lukas meminta dia ke gereja. Ketika dia mau ke gereja, sakitnya sembuh seketika. Lantas dia mulai bergabung di dalam CG (connect group) dan pelan-pelan terbebas dari ikatan dosa. Keterikatan dosa terakhir yang dia lepaskan adalah rokok. Selama setahun ini dia sudah tidak merokok.

Dulu ketika pak Lukas mengatakan bahwa dia mendapat favor (perkenanan) Tuhan, dia tidak percaya karena jika ini benar, mengapa Tuhan membuatnya jatuh miskin? Dulu dia berpikir bahwa untuk mendekati pendeta, dia harus beruang atau kaya. Namun, dia tidak menyangka bahwa pak Lukas mau menemuinya dan bahkan mentraktirnya makan.

Dia pun terkejut ketika pdt. Jusuf Soetanto berkata, "Kamu jangan nakal-nakal lagi." Dia kira pak Lukas menceritakan kenakalannya kepada pak Jusuf, ternyata tidak. Jadi, dia menjadi saksi nyata bahwa Tuhan bisa mengubah masa lalunya yang penuh kepahitan. Dulu dia hanya salesman, tetapi sekarang dia dipercaya untuk mengelola sebuah perusahaan. Jika tanpa Tuhan, hal ini tak mungkin terjadi.

BANGKITKAN AKU
Verse 1: Aku melangkah jalani hidup ini bersama dengan waktu yang terus melaju. Untuk apakah aku ada di sini Tuhan, kalau bukan untuk melayani-Mu.
Verse 2: Inilah aku di hadapan-Mu Tuhan bersama dengan segala yang kumiliki. Pakailah aku Tuhan sebagai alat-Mu, Menyelamatkan jiwa yang terhilang.
Chorus: Bangkitkan aku, Bangkitkan aku. Jadikan aku hamba-Mu yang setia. Bangkitkan aku, Bangkitkan aku. Jadikan aku hamba-Mu yang berkenan.

Pahitnya Masa Lalu

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.