* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.

Sunday, November 1, 2026

Kumenang Bersama Yesus

Divine Excellence
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 1 Nov 2026

"How great is our God, sing with me how great is our God and all will see how great, how great is our God."

Setelah Golden mengalah kepada Poodle karena interupsi Raja Damai, diam-diam dia tetap berdoa. Dia berdoa agar para ular pergi sendiri, terutama ular betina yang sudah terinfeksi racun. Lalu tiga hari sebelum hari yang ditargetkan oleh Golden, sekalipun belum ada bukti, dia memberitahu dua muslimah pendukungnya perihal target Golden yang tetap sesuai rencana.

Keesokan harinya Golden baru memberitahu Poodle sambil menyodorkan bukti autentik.
Golden, "Hal ini tetap sesuai rencanaku."
Poodle, "Memangnya ular betina telah menemukan sarang baru?"
Golden, "Dia bilang begitu."
Poodle, "Jadi, dia mau keluar dengan sendirinya?"
Golden, "Ya."
Sebenarnya sih dipaksa lewat doa, tetapi tiada bukti dan saksi yang bisa menunjukkan hal ini. Jadi, Golden merasa tak perlu menjelaskan apapun kepada Poodle.

Dulu beberapa hewan berkata, "Setiap hewan yang melawan Golden pasti kalah dan pergi sendiri, padahal semua terjadi karena kebetulan." Bagi orang yang tidak mengenal Tuhan dengan baik, semuanya terlihat penuh kebetulan. Namun, bagi orang yang berdoa, tidak ada kebetulan.

Di balik semua kebetulan itu, ada doa yang tak henti dipanjatkan dan ada pujian penyembahan yang terus dilantunkan walau tak selalu dengan suara merdu. Pada saat bersamaan ada serangan iblis yang dipatahkan oleh bala tentara surga.

Ketika peperangan roh itu terjadi, siapa yang bisa melihatnya dengan indera jasmani? Tidak ada. Hanya iman yang bisa melihatnya. Namun, film Wake Up and Pray (Bangun dan Berdoa) bisa sedikit memberikan gambaran tentang peperangan di alam roh yang begitu nyata.

Nah, tadi di akhir ibadah istri gembala mengatakan bahwa dia ingin seperti gembala yang bisa berlutut untuk berdoa, tetapi dia tidak kuat. Pikir Golden, "Sama." Sejak kecil Golden tak pernah kuat berlutut lama. Ketika harus tinggal di asrama Katolik, baik pagi maupun malam, dia harus selalu berdoa dengan berlutut bersama dengan para domba dan gembala.

Dia pun mengganjal lututnya dengan sandal jepit agar tidak sakit. Namun, tetap saja sakit jika harus berdoa rosario secara utuh. Maka, dia sering memilih posisi doa yang tidak terlihat oleh gembala supaya dia bisa berlutut sambil duduk di atas kaki belakangnya.

Nah, ketika Gembala Agung memintanya pindah ke gereja Kristen, dia merasa lega karena tidak wajib berlutut lagi... xixixi... Sejak saat itu, hingga kini Golden jarang berdoa dengan berlutut. Meskipun demikian, Gembala Agung tetap mau menjawab doanya.

Yakobus 5:16b (TB) Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

HOW GREAT is OUR GOD
Verse 1: The splendor of the King, clothed in majesty. Let all the earth rejoice, all the earth rejoice. He wraps Himself in light, and darkness tries to hide and trembles at His voice, trembles at His voice.
Chorus: How great is our God, sing with me How great is our God, all will see How great, how great is our God.
Verse 2: Age to age He stands, and time is in His hands. Beginning and the end, beginning and the end. The Godhead, three in one Father, Spirit, Son. The Lion and the Lamb, the Lion and the Lamb
Bridge: Name above all names Worthy of all praise. My heart will sing How great is our God.

Kumenang di dalam Peperangan

Divine Excellence - Ps. Caleb Natanielliem

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 1 Nov 2026

KUMENANG
Nanana nanana... nanana nanana. Nanana nanana... uooo yee.
Verse (2X): Bangkitlah dan perkatakan berkat atas hidup yang dib'rikan-Nya. Dengan pasti, dengan iman nyatakan kekuatan-Nya, kedashyatan-Nya di hidupku.
Pre-Chorus: Imanku berkata, "Tuhanku hebat." Yesusku berkata, "Kukuat melangkah bersama Dia."
Chorus: Kumemuji, kubersorak, ku mengangkat tinggi panji-Nya, panji kemenangan-Nya. Kubernyanyi, kubersorak, kumengangkat tinggi panji-Nya, panji kemenangan-Nya, kumenang.

KUMENANG
Kumenang kumenang bersama Yesus Tuhan. Kumenang kumenang di dalam peperangan. Kumenang kumenang atas segala setan. Haleluya haleluya kumenang.

Ketika mencari dokter, kita akan mencari dokter yang excellent. Ketika mencari rumah sakit, kita juga mencari yang excellent. Ketika memilih pemimpin, baik walikota maupun presiden, tentu kita juga ingin yang excellent. Mari kita doakan pemimpin kita. Di dunia ini ada dua jenis excellence, yaitu:
1. Excellence dari dunia. Hal ini sering menuntut kesempurnaan karena kita dituntut untuk memberi manfaat sebesar-besarnya. Namun, di dunia ini tidak ada yang sempurna. Jika mengejar kesempurnaan, kita akan selalu gagal. Kesempurnaan membuat kita merasa sudah terlambat ketika melihat masa lalu dan juga melihat masa depan terlalu sulit diraih. Jadi, kita akan stres jika mengejar kesempurnaan.

2. Excellence dari Tuhan atau excellence ilahi. Hal ini tidak selalu menuntut kesempurnaan dan mengakui kekuatan Tuhan di dalam keterbatasan. Kita ingin berada di zona nyaman. Namun, agar memiliki kekuatan dan kemampuan ilahi, Tuhan justru mengizinkan kita melewati masa-masa tidak nyaman.

Mazmur 8:10 (TB) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

Sebagai anak Tuhan, seharusnya kita rindu menjadi excellent seperti Bapa kita. Seharusnya orang-orang melihat kita tidak mudah dikalahkan karena disertai oleh Tuhan Yesus. Cara memiliki excellence yang ilahi, yaitu:

1. Menghadapi penentang identitas diri kita. Kita harus berhadapan dengan orang-orang yang ingin mengubah diri kita, seperti yang dialami oleh Daniel saat masih muda. Memang krisis identitas sering dialami oleh anak muda. Daniel terbiasa makan salad, tetapi di Babel dia diminta memakan makanan raja yang tidak halal. Dia pun memilih untuk tetap makan salad. Dia tidak mau melepaskan keyakinannya.

2. Menghadapi Penebar Badai. Ketika tua, Daniel harus menghadapi orang-orang yang memberikan badai kepadanya. Saat itu dikeluarkan aturan agar setiap orang di Babel hanya menyembah raja. Namun, Daniel memilih untuk tetap berdoa kepada Tuhan meskipun dia tahu konsekuensinya akan dimasukkan ke gua singa. Ketika kita diminta untuk kompromi, apakah kita akan tetap setia kepada Tuhan?

Daniel 6:11 (TB) Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Jika kita tetap setia, pondasi iman kita akan kuat dan Tuhan akan memberi kita kemuliaan. Jika Tuhan langsung memberi kemuliaan padahal pondasi kita belum kuat, kita bisa sombong dan merasa mampu tanpa Tuhan.

3. Kesetiaan kita menentukan kemenangan kita. Jika kita tetap setia di tengah-tengah masa sulit, pada akhirnya kita akan menjadi lebih dari pemenang. Tanpa mengalami badai, kita tidak bisa berjalan di atas air.

2 Petrus 1:3 (TB) Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.

Ketika Tuhan berjanji untuk memberkati Abraham, dia diminta untuk melihat bintang-bintang di langit. Namun, agar Abraham mampu melakukan hal ini, Tuhan terlebih dahulu menciptakan bintang-bintang itu.

2 Petrus 1:4 (TB) Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.

Kumenang Bersama Yesus

Sunday, October 25, 2026

AI Pun Tidak Tahu

Kuasa yang Menyertai dalam Karunia
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 25 Okt 2026

Tahun lalu seorang wanita Indonesia keturunan Cina berkata, "Aku ingin tahu pria Cina itu sudah menikah atau belum. Jika dia sudah menikah, aku akan berhenti mengharapkannya dan melanjutkan hidupku." Aku pun meminta dia menanyakannya daripada menunggunya tanpa kejelasan. Lalu dia menghubungi pria itu melalui media sosialnya, tetapi tidak dijawab. Dia pun sudah kehilangan nomer kontaknya karena dulu dia pernah memblokirnya.

Ketika kulihat media sosialnya, aku langsung yakin beribu-ribu persen jika cowok itu sangat sangat sangat suangat introvert. Alhasil, AI pun tidak tahu apapun tentangnya. Sekalipun AI kuminta melacak link media sosialnya, tak ada tulisan atau video atau teman yang bisa menjelaskan statusnya.

Aku pun memberitahu wanita ekstrovert itu untuk melupakannya. Sebagai sesama introvert, aku tahu bahwa pria itu akan selalu menghindarinya dan tidak akan pernah menjawab semua pesannya, kecuali dia sudah yakin untuk memperjuangkan wanita itu. Namun, wanita itu tidak mau melupakannya dan mau tetap menunggu kabarnya. Dia yakin bahwa pria itu masih mengetahui kabarnya dari teman-temannya di Cina dan Indonesia.

Wanita itu mengatakan bahwa dia merasa bersalah karena dulu selalu menghindarinya. Padahal, saat itu pria tersebut selalu baik dan bermurah hati kepadanya. Jadi, dia ingin menebus rasa bersalah karena dulu telah mengabaikannya.

Namun, kenapa wanita itu baru memikirkannya sekarang (setelah kandungannya diangkat karena miom)? Dulu ketika masih sehat, dia malah mengabaikan pria itu. Sekarang dia juga tidak tahu apakah pria itu mau menerima keadaannya.

>> Penyesalan selalu datang terlambat. Seringkali penyesalan terbesar terjadi bukan karena kegagalan, melainkan ketika seseorang tidak pernah mencoba. Jika gagal, seseorang sudah mengetahui kesalahannya dan bisa mencari cara lain untuk memperbaikinya. Namun, jika tidak pernah mencoba, di dalam pikirannya akan terus terngiang pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dijawabnya, "Bagaimana jika dulu aku menerimanya?", "Bagaimana jika sekarang dia masih menungguku?" "Bagaimana jika ..."<<

Nah, tahun lalu dia sudah kuminta melupakannya. Eh, tahun ini dia masih saja meminta saran terkait masalah yang sama. Curhatnya pun masih sama persis seperti tahun lalu. Masalahnya juga tetap sama. Bahkan, keputusannya tetap sama, "Andaikata pria itu mau bersamanya, dia tidak mau tinggal di Cina.” Dulu pria itu tidak mau tinggal di Indonesia. Kemungkinan besar juga sama seperti itu sampai sekarang.

"Lalu untuk apa kamu masih menunggunya? Kamu ini pemegang remote hidupmu. Kamu sendiri yang tentukan arahmu." Kataku kepadanya. Lantas dia bertanya lagi, "Bagaimana jika nanti dia kembali ketika aku sudah melupakannya?"

Jawabku, "Biarkan saja. Lagipula kalian tidak pernah berjanji apapun dan tidak ada ikatan. Jadi, kamu tidak ada kewajiban untuk menunggunya. Selain itu, kalian sama-sama tidak mau mengalah karena sama-sama mau tinggal di negeri tercinta, lha mana mungkin bersama?"

Lantas dia meminta saran lagi terkait langkah pertama yang harus diambilnya. Sekali lagi kusarankan, "Anggaplah pria itu tidak pernah ada." Namun, sekali lagi aku tidak yakin bahwa dia akan mengikuti saranku. Dia mengatakan bahwa teman-temannya akan mengadakan reuni di Beijing sekitar empat tahun lagi. Maka, dia berpikir bahwa dia masih bisa bertemu lagi dengan pria itu empat tahun ke depan.

Ah, semoga dia mencari teman curhat lain. Percuma dia meminta saranku jika dia tidak mau melakukannya. Daripada menunggu pria tidak jelas begitu, kuminta dia mengerjakan tugasnya dan tetap melayani di gereja. Syarat minimal jodoh tuh harus benar-benar terlihat sebagai manusia nyata di masa kini, bukan sekadar nyata di masa lalu dan sudah menjadi bayangan di masa kini.

Jika di masa kini status pria itu tidak jelas, kabarnya tidak jelas, lalu komunikasi dan interaksi sosial sudah tidak ada selama lebih dari tiga tahun, untuk apa masih menunggu empat tahun lagi? Iya, kalau dulu pernah berjanji sehidup semati. Namun, janji itu pun tak pernah terucap.

Buang-buang waktu saja memikirkan pria seperti itu. Lebih baik memikirkan orang-orang yang benar-benar nyata kehadirannya di sekitar kita. Hargai mereka sebelum mereka pun menghilang dari hidupmu. Tak usah terpaku pada masa lalu sebaik apapun itu.

MENGIKUTI-MU
Tak ada ketakutan di dalam hidup ini setelah aku mengenal-Mu. Tak ada keraguan di dalam hati ini 'tuk tinggalkan masa laluku.
Dan mengikuti-Mu di s'panjang hidupku. Tak 'kan berpaling, kar'na aku tahu Kau sangat berharga dalam hidupku. Pengorbanan-Mu Yesus s'lamatkanku.
Dan mengiring-Mu sampai akhir hidupku. Kumau setia dan mengasihi-Mu, oh Yesus Tuhanku. Dunia tak bisa palingkanku dari-Mu.
Semua yang benar, suci, dan mulia, yang 'kan selalu di benakku. Semua perintah-Mu dan ketetapan-Mu kutaati dan kulakukan.
I will follow you, every single day. I want more of you. I will follow you, never turn away Coz you are My Jesus.

Kuasa yang Menyertai dalam Karunia - Pdt. Leonardo Sjiamsuri

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 25 Okt 2026

Zaman sekarang ada AI yang serba tahu. Namun, sekalipun AI mengetahui banyak hal, ada hal-hal yang tidak diketahuinya. AI tidak bisa mengetahui hal-hal yang ada di hatimu. Namun, Roh Kudus bisa mengetahuinya dan memberitahumu.

1 Korintus 14:1 (TB) Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.

Kasih itu harus dikejar dan karunia harus diusahakan, bukan pasif, melainkan aktif. Namun, saat ini banyak gereja karismatik pintar mengajar, tetapi kehilangan kuasa. Jika hanya mengajar teologi, AI bisa melakukannya dengan baik. Bahkan, AI bisa lebih baik daripada manusia karena AI memiliki banyak pengetahuan. Namun, gereja seharusnya bukan hanya mengajar, tetapi juga menunjukkan kuasa Roh Kudus.

Pak Leo mengimpartasikan karunia bernubuat kepada beberapa orang dan melatih mereka. Ternyata kepekaan mereka pun bisa tajam sehingga mereka selalu diminta untuk mendoakan orang-orang yang altar call. Ketika mereka berdoa dan bernubuat, orang-orang heran karena mereka bisa mengetahui masalah orang yang sedang didoakan.

Di kantor pak Leo juga pernah mendengar suara Roh Kudus untuk berhenti membaca agar bisa berbicara dengan karyawannya. Ketika pak Leo mulai berbicara dua hingga tiga patah kata, karyawannya menangis sesenggukan. Lantas pak Leo memberinya tissue dan mendoakannya.

Setelah didoakan, dia makin menangis. Beberapa saat kemudian dia pun menjelaskan bahwa dia tidak menyangka bahwa pak Leo mengetahui masalahnya. Rupanya dia Kristen dan telah meninggalkan gereja padahal dulu rajin pelayanan di gereja pula. Maka, pak Leo meminta dia kembali lagi ke gerejanya dan dia setuju.

1 Petrus 4:10 (TB) Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.

Setiap umat Tuhan diberi kuasa untuk menghadirkan surga di Bumi. Tubuh kita mempunyai pola. Jika kita mengenakan pakaian yang polanya pas, kita akan merasa nyaman. Gereja juga memiliki pola yang seharusnya sesuai dengan gereja mula-mula.

Di dalam gereja mula-mula, mujizat adalah hal yang biasa terjadi setiap hari. Mereka justru heran jika jarang terjadi mujizat. Namun, sekarang gereja justru tidak terbiasa dengan mujizat. Padahal, kita semua diberi karunia oleh Roh Kudus. Kita perlu mengakses karunia ini agar memiliki kuasa.

1 Korintus 12:4 (TB) Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.

Kita semua diberi karunia agar bisa saling melayani. Sembilan Karunia Roh Kudus, yaitu:
1. Karunia Pewahyuan (Penyingkapan):
a. Berkata-kata dengan hikmat, seperti Salomo.
b. Berkata-kata dengan pengetahuan.
c. Membedakan (mengenali) segala roh. Akhir-akhir ini banyak anak muda mengikuti roh-roh yang salah, seperti tarot, horoskop, tetapi belum sampai shio. Kita harus bisa membedakan roh.

2. Karunia Kuasa:
a. Iman.
b. Kesembuhan. Kuasa ini menarik. Pak Leo pernah mendoakan orang-orang yang mengalami kerontokan rambut. Lalu seorang ibu memberi kesaksian bahwa dia sembuh padahal sebelum itu rambutnya rontok parah tiap kali keramas. Salah satu anak pak Leo mengajar sekolah minggu. Dia melihat anak-anak pun bisa memiliki karunia kesembuhan. Ketika anak-anak mendoakan orang sakit, mereka sembuh.
c. Mujizat. Tiada yang mustahil bagi Tuhan. Semua mungkin terjadi.

3. Karunia Vokal:
a. Berkata-kata dalam bahasa roh. Di depan jemaat biasanya maksimal hanya tiga orang yang berkata-kata dalam bahasa roh. Namun, gereja tidak melarang setiap orang berbicara dalam bahasa roh untuk berdoa pribadi.
b. Menafsirkan bahasa roh. Bahasa roh tidak diterjemahkan kata demi kata, tetapi ditafsirkan.
c. Nubuat.

MUJIZAT SETIAP HARI
Tiada berubah kuasa Nama-Mu. Tiada berkesudahan kasih setia-Mu. Apabila Tuhan sudah berfirman, maka semuanya jadi.
Selama kumenyembah-Mu kupercaya bahwa mujizat masih terjadi. Selama Kau besertaku kumelihat ada mujizat setiap hari.

AI Pun Tidak Tahu

Sunday, October 18, 2026

Tidak Peduli

Kuasa dalam Kasih Karunia
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 13 Okt 2026

Poodle, "Cane tidak setuju kamu menggunakan cara ini. Kalau kamu mau mengusir ular, mengapa tidak dilakukan pada saat itu juga ketika mereka ketahuan melakukan kejahatannya? Kamu juga bisa melakukannya dengan cara alternatif ini."

Golden Retriever, "Aku masih memberi mereka kesempatan untuk memperbaiki diri atau mencari cara lain untuk menjalani hidup yang baik." Siapa sangka mereka bukan hanya tidak mau berubah. Mereka juga menyia-nyiakan kesempatan baik yang kuberikan dengan bertindak licik. Mereka membalas air susu dengan air tuba.

Poodle, "Sekarang pasangan ular berbisa telah menebarkan racun dimana-mana. Banyak orang telah membicarakan hal itu."

Golden Retriever menjawab dengan nada agak tinggi, "Biarkan saja mereka bicara. Aku tidak peduli perkataan orang lain." Memang begitulah ular. Ular akan selalu menggigit orang yang berusaha menolong mereka. Namun, aku bukan ular seperti mereka. Itu sebabnya kuberi mereka banyak kesempatan untuk berubah. Mengapa kamu tidak mengerti dan terkesan memojokkanku?

Poodle, "Bagaimana mungkin kamu tidak peduli? Ini berkaitan dengan kepentingan orang banyak."

Ups... seketika Golden berusaha menahan senyum sambil menatap Poodle yang ada di hadapannya. Untunglah Poodle tidak menatapnya sehingga dia tidak menyadari perubahan emosi Golden selama beberapa detik. Golden tidak menyangka bahwa Poodle masih berani bicara dan ajaibnya dia tidak meninggikan suaranya. Padahal, jelas terlihat jika dia juga sedang kesal.

Lantas Golden berpikir, "Aku tidak peduli dengan perkataan orang lain, tetapi aku peduli dengan kepentingan orang lain. Jika pasangan ular licik itu berpotensi merugikan banyak orang, terpaksa aku harus tega terhadap mereka dengan menerima cara alternatif yang lebih menyakitkan bagi mereka."

Suka tidak suka, Golden memutuskan untuk berhenti mengasihani pasangan ular. Jadi, dia akan membiarkan mereka menuai hasil perbuatan jahat mereka. Namun, cara alternatif tersebut dianggapnya terlalu lama.

Habakuk 2:3 (TB) Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.

Seketika Golden teringat sepenggal kalimat lagu pujian pada minggu lalu, "Kau lebih tahu yang terbaik bagiku." Lalu dia merasa damai dan berkata, "Oke, aku setuju dengan cara alternatif." 

Namun, dia berkata kepada Raja Damai, "Mengapa Kau harus melibatkan Poodle di dalam masalahku? Dia terlalu kecil dan aku tidak mau melibatkan dia. Dia berpotensi memancing sisi kanak-kanak di dalam diriku."

Raja Damai, "Kamu ingat lirik lagu ultah yang kamu sampaikan kepadanya? >> Jadi kalau nanti kau merasa kecil, ingatlah Tuhan tidak salah memilihmu."

Golden, "Ah, tentu saja aku ingat, tetapi saat itu kusampaikan kepadanya karena kupikir Kau sedang mengutusnya untuk membantu adiknya, bukan membantuku. Sebagai cece, tak mungkin kuminta bantuan kepada titi kecil, kecuali dia dewasa. Memang sih dia dewasa secara emosi. Namun, apa Kau yakin dia dewasa dalam menyelesaikan masalah? Apa Kau yakin dia tidak akan kabur ketika keadaan menjadi sulit?"

Mazmur 46:10 (TB) (46-11) "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"

>> Tuhan menghancurkan rencanamu agar rencanamu tidak menghancurkanmu. Setiap masalah yang terjadi bertujuan untuk menyingkapkan hal-hal yang ingin kalian ketahui. <<

Setelah keributan itu, Golden berusaha mengabaikan Poodle dengan menyibukkan dirinya. Namun, dia tetap bisa 'melihat' Poodle mondar-mandir nun jauh di sana dari suaranya yang bergerak-gerak. Tampaknya Poodle sedang gelisah dan sesekali melihat ke arah Golden. Meskipun demikian, Golden tak mau peduli karena Poodle tidak mau mengerti dirinya.

Tadi di akhir ibadah ada pendeta yang berkata, "Jangan berpikir bahwa tak ada yang mengerti dirimu..." Ya, tentu saja masih ada yang mau mengerti Golden. Pada hari itu, setelah ribut dengan Poodle, Golden tak bisa tidur. Lantas dia menulis semua keluh kesahnya di dalam catatan ponsel. Keesokan paginya catatan itu dia kirimkan kepada Mr. Bright di negeri Formosa.

Mr. Bright telah teruji dalam menyelesaikan masalah sekalipun dia tiga tahun lebih muda dari Golden. Jadi, Golden tidak ragu meminta bantuannya untuk mengurai kekusutan pikirannya. Seperti biasa, Mr. Bright memberikan perspektif berbeda secara netral.

Nah, ketika mendengar penjelasannya, Golden pun bisa memahami sikap Poodle yang mewakili Cane. Pada akhirnya, Golden kembali lagi ke doa masa anak-anak, "Tuhan semoga aku ingin ... memahami daripada dipahami ..." Sekalipun Poodle tidak memahaminya, setidaknya dia sudah paham. Maka, Golden terlebih dahulu memulai pembicaraan dengan Poodle, seolah-olah tak pernah terjadi keributan di antara mereka.

ANDAIKAN KUHARUS MEMILIH
Kasih setia-Mu Tuhan lebih dari hidupku. Jalan-jalan-Mu ya Tuhan terbaik bagiku. Dari semua yang Kau katakan, tiada dusta kutemui. Dari semua yang Kau janjikan, tiada yang tak terpenuhi.
Chorus: Andaikan kuharus memilih, tetap hatiku pada-Mu. Tak satupun dapat menggantikan-Mu. Hanya Kau yang berarti bagiku. Lebih dari semua yang ada, Kaulah segalanya bagiku. Tak ingin kuberpaling dari-Mu. Selamanya ku akan menyembah-Mu, Tuhan.