Sunday, February 1, 2026

Bebas Takut - Ps. Lukas Wibisono

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 2 Jan 2026

Yesus disalib untuk menggantikan kita yang berdosa karena seharusnya kitalah yang disalib. Namun, karya keselamatan Tuhan tidak berhenti di kayu salib. Selanjutnya, Dia membuat kita mengalami kelahiran kembali dan memberikan Roh Kudus kepada kita.

2 Timotius 1:7 (TB) Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Apakah semua orang Kristen pasti bebas dari ketakutan? Sekalipun Roh Kudus berdiam di dalam diri kita, tetap saja orang Kristen, termasuk kita sendiri masih bisa merasa takut. Rasa takut timbul karena kita tidak membiarkan Roh Kudus menuntun hidup kita. Jadi, kalau mau bebas takut, ijinkan Dia menuntun hidup kita.

Spektrum pandangan kita ada tiga, yaitu:

1. Ada. Hal ini sering dilakukan oleh suami yang lebih suka meminta maaf daripada meminta izin. Contoh: Pak Lukas suka ikan. Jika dia meminta izin istri untuk membeli ikan lagi, tentu saja dijawab tidak boleh. Maka, dia membeli ikan dan minta dikirim pada malam hari saat istri tidak ada. Ketika pagi tiba dan istri melihat ikan bertambah banyak, dia akan berkata, "Ikannya melahirkan anak." Jadi, mungkin saja ada benda-benda di rumah yang tidak terlihat. Padahal, ada di sana.

2. Terlihat. Semua hal yang bisa dilihat.

3. Fokus. Ketika pria mengendarai motor lalu melihat 'malaikat', fokus pandangannya bisa berubah ke arah wanita itu karena itulah yang penting baginya. Jadi, fokus seringkali diarahkan kepada hal-hal yang kita anggap penting.

Cara Bebas Takut, yaitu:

1. Fokus menggunakan kuasa yang Tuhan berikan.

Matius 14:28-29 (TB) Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.

Petrus bisa berjalan di atas air karena fokus kepada firman Tuhan. Jangan fokus kepada masalah, tetapi fokuslah kepada firman Tuhan.

Matius 14:28-30 (TB) Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"

Ketika fokus Petrus beralih kepada masalah, dia baru merasakan angin. Kok kasep? (Mengapa terlambat menyadarinya?) Angin badai sudah ada sejak dia berada di dalam perahu.

2. Fokus mengasihi di atas kepentingan pribadi. Jika hanya memikirkan diri sendiri, kita akan merasa takut. Agar bebas takut, kita harus fokus mengasihi.

1 Yohanes 4:18 (TB) Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

3. Fokus melakukan hal yang berguna sekalipun tidak nyaman. Contoh: Saat malam harus tidur, bukan memikirkan hal lain atau tetap bekerja. Ini tertib.

1 Korintus 6:12 (TB) Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.

Olahraga tidak nyaman, tetapi berguna. Diet juga tak nyaman, tetapi berguna. Jika hidup kita berguna, tentu tidak akan berakhir dengan penyesalan.

Hakim-hakim 16:30 (TB) ... Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.

Kemungkinan besar Simson menyesal karena tidak memanfaatkan hidupnya dengan baik. Dari ayat tersebut terlihat bahwa Simson lebih produktif menjelang kematiannya.

Jangan sampai kita seperti dia. Lebih baik hidup berguna selama puluhan tahun daripada berguna selama lima menit sebelum kematian. Jika ada potensi keturunan diabetes, jangan hanya mengurangi gula, tetapi potong gulanya. Lalu serahkan kepada Tuhan agar tidak terkena diabetes.

Jadi, lakukan bagianmu lalu serahkan kepada Tuhan. Dengan demikian, kita bisa hidup tanpa penyesalan karena masa depan sudah kita kerjakan hari ini. Namun, banyak orang lebih suka mengejar kenyamanan daripada memuliakan Tuhan. Padahal, kita harus melakukan kebenaran dengan sangkal diri dan pikul salib atau mati dari diri sendiri.

Jika sudah mati dari diri sendiri, tentu kita tidak akan marah ketika dihina, diabaikan, atau tidak dihormati. Hal ini seperti orang mati. Sekalipun orang mati dihina, dia akan tetap tidur dengan tenang. Tidak mungkin dia akan bangkit dan marah-marah.

Jika kita marah ketika tidak dihormati oleh tukang parkir, berarti kita menyerahkan remote hati kita kepadanya. Jika kita tersinggung karena tidak disapa, berarti kita mengizinkan orang lain mengendalikan hati kita. Biarlah Roh Kudus yang menuntun dan mengendalikan hati kita, bukan orang lain. Niscaya kita akan bebas takut dan memuliakan Tuhan melalui hidup kita.

Filipi 4:13 (TB) Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

TUNTUNAN-MU ROH KUDUS (GMS Live)
Setiap saat, setiap waktu kuperlu Kau Roh Kudus. Genggamlah erat tanganku. Kumau hidup dalam kebenaran. Tuntunan-Mu Roh Kudus, Roh Kudus yang kuperlu. Kumau s’lalu mendengar suara-Mu, Hidup dalam pengurapan-Mu.

Saturday, January 31, 2026

Serangan Pagi Buta

"BU RULLY", terdengar teriakan seorang pria muda. Hah... seketika aku terbangun, tetapi mata tetap terpejam karena kutahu pasti suara itu tak seharusnya ada di sekitarku pada waktu tersebut.

"Oh Tuhan, tolong jangan mengejutkanku. Semoga pria muda itu baik-baik saja. Jaga dan lindungilah dia. Aku masih mengantuk dan ingin tidur." Kulihat jam di ponsel dan masih sekitar jam 5 pagi. Maka, kuberkata pula di dalam hati, "Tidur 15-30 menit lagi ya..."

Pengkhotbah 5:6 (TB) Karena sebagaimana mimpi banyak, demikian juga perkataan sia-sia banyak. Tetapi takutlah akan Allah.

Lantas saat menyalakan ponsel pintar, ayat Alkitab harian muncul seperti itu. Wah, benar-benar pintar ya. Kok seperti menyindir teriakan dari sosok tak terlihat tadi ya?

Sia-sia saja sosok itu berusaha membangunkanku, tetapi perkataannya tidak banyak sih. Entah siapa pembuat suara itu. Masa suara Tuhan? Dia tahu aku tidak suka dengan suara keras.

Jadi, seharusnya bukan Dia, tetapi aku tenang sih karena percaya pada perlindungan-Nya. Hanya saja nada suara itu tetap membuatku agak terkejut. Ah, ini seperti serangan pagi buta.

Namun, aku mengenal si tukang teriak yang licik. Setelah berdoa sekian bulan agar Tuhan membongkar kebusukannya, kenapa akhirnya aku sendiri yang harus mengungkapkannya? Padahal, aku ini tak mampu berbasa-basi dan tidak bisa secerdik ular. Jadi, pemimpin mana yang akan percaya kepadaku, selain Tuhan sendiri?

Ah, tak masalah dipercaya atau tidak oleh penguasa ladang karena wanita tuh cukup menumpahkan semua isi hatinya agar menjadi lega. Emang jadi wanita tuh lebih enak daripada pria. Asalkan ada yang mendengar, wanita tuh sudah lega sekalipun belum mendapatkan solusi.

PELUK AKU ~ GMS Live
Peluk aku, kasihi aku biar kumerasakan dekapan kasih-Mu. Peluk aku, kasihi aku, Sungguh kumerindu bersama-Mu Tuhan, yang membuatku terpesona akan keajaiban hadirat-Mu. 
Bukanlah jawaban yang kuperlu tapi jamahan yang ubahkanku. Bantu diriku 'tuk merasakan Kau s'lalu hadir di hidupku.

Ketika kebusukan mereka terbongkar, mereka berpura-pura tidak mengetahuinya dan menyalahkan mereka yang lemah. Namun, ketika menghadapi para penipu, aku tak bisa berpura-pura tertipu.

Terang terus terang aku harus berkata kepada mereka, "Maaf, perkataan kalian sering dibolak-balik. Sekarang berkata A, beberapa jam kemudian berkata B. Tak ada yang bisa dipercaya di antara kalian sehingga tak ada lagi yang perlu dibahas. Aku sudah tahu kebenarannya karena aku bukan penguasa ladang yang mudah percaya dengan perkataan manis."

Yeremia 9:6 (TB) Penindasan ditimbuni penindasan, tipu ditimbuni tipu! Mereka enggan mengenal TUHAN.

Nah, ketika penguasa ladang angkat bicara, itulah yang kulihat. Untuk apa kukorbankan integritas demi orang seperti mereka? Dulu aku sudah pernah dibilang bodoh karena tidak mau membela pimpinan yang suka teriak-teriak menyalahkan orang lain padahal dia sendiri juga salah. Masa harus jera?

Matius 5:10 (TB) Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Daripada dipuji oleh manusia licik karena mau membantunya menutupi kebenaran, lebih baik dipuji Tuhan loh. Upahnya Kerajaan Sorga. Bahkan, di Bumi pun bisa bagaikan di Surga... hahaha...

"Oalah Tuhan, kenapa setelah serangan pagi buta di kamar kuharus melakukan serangan tengah hari di ladang? Aku capek berurusan dengan para tukang teriak nan licik. Kenapa aku harus bertemu dengan mereka? Aku tidak akan bisa pura-pura percaya."

Matius 5:37 (TB) Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Seandainya bersikap ramah kepada orang-orang seperti itu, rasanya seperti menipu diri sendiri. Jika kita tidak mempercayai seseorang, tentu kita akan menjaga jarak dari mereka agar tidak ditipu. Jika pertemuan tak bisa dihindari, ya lebih baik terus terang saja, "Aku tidak mempercayaimu."

Amsal 10:19 (TB) Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.

Sekalipun mereka banyak mengucapkan perkataan manis, semuanya sia-sia karena yang terpenting bukan meyakinkan manusia lewat perkataan.

Hal yang terpenting adalah takut akan Tuhan, sesuai ayat pertama tadi. Ah, kapan drama Para Manipulator ini berakhir? Karena hal ini, aku lebih suka tetap bermimpi sekalipun mendapat serangan pagi buta... hahaha...

Thursday, January 22, 2026

Melakukan Pembersihan

Sekalipun tidak menonton berita di media massa, kabar buruk datang tanpa henti. Hal-hal buruk pun tak bisa dihindari. Alhasil, rasa sakit setia menemani hari demi hari.

Polusi rokok beredar di sekitarku selama beberapa hari. Sekalipun sudah menghimbau beberapa pihak untuk peduli dengan orang lain yang tidak tahan bau rokok, mereka tetap saja tidak benar-benar peduli.

Mereka memang tidak menyemburkan asap rokoknya ke wajahku, seperti anak dari bos pertamaku. Karena hal ini, kutinggalkan dia. Haruskah kutinggalkan mereka pula? Bagaimanapun jua mereka tetap meninggalkan bau tembakau yang menyesakkan jiwa dan raga.

Stres dengan keadaan ini, asam lambung naik-naik ke puncak tubuh. Alhasil, perut kembung hingga nyeri terasa sampai ke punggung. Tenggorokan pun mulai terasa tak nyaman. Entah karena iritasi asam lambung, iritasi asap rokok tak terlihat, atau tertular teman yang batuk.

Lantas kuberseru kepada Sang Pencipta. Maka, Dia berjanji untuk mengeluarkanku dari situasi tak nyaman tersebut.

KUPIKIRKAN SEMUA ITU (GMS Live)
Ketika kukhawatir, kalut di hatiku, kudatang pada-Mu nyatakan doa dan ucapan syukur.
Damai sejahtera yang melampaui segala akal akan mem'lihara hati dan pikiranku dalam Kristus Yesus.
Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil dan suci, semua yang manis, yang sedap didengar, semua kebajikan yang patut dipuji, kupikirkan semua itu.

Fiuh... ketika mendengar janji-Nya, seketika asam lambungku mulai menurun. Namun, pagi-pagi temanku mengirim pesan, "Aku punya mioma dan akan segera dioperasi dalam beberapa jam ke depan."

Lantas beberapa jam kemudian kukirim pesan kepadanya, "Apa sudah dipindah ke kamar rawat? Nomer berapa?" Eh, tengah malam mendadak aku terbangun karena tersengat rasa nyeri yang luar biasa di telinga kiri.

Saat kutelan ludah rasanya sedang kutelan sekumpulan duri. Sangat nyeri, sangat kering, dan sangat gatal seolah-olah padang pasir dengan landak berdurinya telah bermigrasi ke dalam tenggorokanku. Ini bait Roh Kudus atau bola dunia sih?

Setelah pernah kena TBC kelenjar getah bening, sakit tenggorokanku tak pernah ringan. Ah, kenapa sih tenggorokan ini harus minta perhatian lebih? Sekalipun dia tidak caper (cari perhatian), aku sadar kok kalau dia ada di balik leherku.

Lantas aku pun bertanya, "Tuhan, Kau tahu temanku akan dioperasi. Namun, mengapa Kau izinkan aku sakit pada saat seperti ini? Jadi, aku hanya bisa mengirim doa untuknya."

Keesokan pagi kulihat temanku menjawab pesanku, tetapi aku hanya bisa berkata, "Maaf, aku tidak bisa menjengukmu karena mendadak aku sakit tenggorokan dan perutku juga belum pulih sepenuhnya." Dia menjawab, "Tidak masalah... hehe..."

Lantas kuambil beberapa senjata untuk mengusir semua musuh tak terlihat yang merasuki tubuhku. Aku pun mulai membersihkan berbagai hal, termasuk menghapus aplikasi dan pesan-pesan yang bisa memancing asam lambung keluar dari gua persembunyiannya.

Eh, keesokan paginya teman lain mengirim pesan, "Suamiku kecelakaan." Untunglah dia selamat dan hanya luka luar. Maka, sekitar tiga hari kemudian dia bisa rawat jalan, seperti temanku yang sudah dioperasi.

Namun, beberapa hari kemudian adik papa juga mengabarkan bahwa adik ipar papa terjatuh dan tulang rusuk di dadanya retak. Ah, semoga lekas sembuh. Ya Tuhan, sekalipun menghindari berita buruk di media sosial, deru perang tetap terdengar.

Maka, setelah berhari-hari bergelut dengan derita tiada henti hingga lesu, lemah, dan letih, kini kumengerti akan hal ini:

🌱 Dunia memang tidak selalu baik-baik saja, tetapi pikiranku tidak wajib jadi tempat penampungan semua kabar buruk. Sekarang, aku tetap peduli, tetapi aku memilih waras dulu sebelum peduli

Kalau tidak bisa menjaga jarak fisik (social distancing) dari para penebar racun, lebih baik menutup hati dan pikiran dari mereka yang belum mampu kita hadapi.

Doa saja sudah cukup. Biar Tuhan yang turun tangan jika kita sudah angkat tangan. Ini semua demi kewarasan jiwa dan raga agar kita bisa tetap berkarya di tengah dunia yang tidak selalu baik-baik saja. Salam waras dari orang yang berusaha waras!

Sunday, January 11, 2026

Aku Bukan Pemarah

Transformed by the Holy Spirit
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 11 Jan 2026

"Tadi aku ikut rapat. Kalau kuhitung-hitung, Sersan Cruel telah menggebrak meja lebih dari sepuluh kali. Sepertinya dia ingin pamer kuasa. Ketika gebrakan pertama, aku terkejut dan spontan mengumpatnya dengan boso Suroboyo. Namun, dia hanya menatapku dan melanjutkan kemarahannya. Apa yang dia mau?" Curhat seorang wanita kepada Bakung - rekannya.

Bakung menjawab, "Dia tuh minta dipanggilkan dokter jiwa. Apa HSE (Health, Safety, and Environment) tidak termasuk menangani kesehatan jiwa? Kenapa anak bosmu suka orang seperti itu? Mungkin dia juga memiliki gangguan jiwa. Jika aku ada di posisimu, aku akan meninggalkan ruangan."

Kata radio SS, banyak perusahaan masih mengabaikan K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan) sekalipun ini penting. Ah, andaikata pengusaha juga diwajibkan psikotes sebelum mendapatkan izin usaha, mungkin akan ada banyak pengusaha ilegal.

Lantas pada suatu malam Bakung bermimpi melihat seekor bayi naga merah kecil tertidur lelap di dalam sebuah kotak sepatu. Bakung pun menyadari bahwa bayi naga merah itu merupakan bagian dari jiwanya. "Aku bukan pemarah, tetapi aku bisa lebih marah daripada si pemarah."

Jika dia berada di posisi wanita itu dan tidak meninggalkan ruangan lalu harus menyaksikan atraksi kemarahan demi kemarahan dari pimpinan yang hanya mau pamer kuasa, bayi naga kecil itu pasti terbangun. Jika dia bangun, Bakung bukan hanya sanggup menggebrak meja, dia juga akan membanting kursi dan barang-barang yang ada di sana. Bahkan, jika tidak ada orang di sekitar meja, dia bisa menjungkirbalikkan meja tersebut.

Seperti kata pepatah, "Guru kencing berdiri, murid kencing berlari." Artinya, jika pemimpin edan, bawahannya bisa lebih edan.

Amsal 22:24-25 (TB) Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah, supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimu sendiri.

Maka, tiap kali Bakung harus berhadapan dengan pimpinan yang mengidap sakit jiwa, dia kembali mengikuti saran kepala sekolah SD-nya. Dia akan jaga jarak dari pimpinan tersebut, baik dengan cara resign atau kabur. Jika tidak, Bakung pun bisa terjerat oleh kemarahannya sendiri.

Dari kecil Bakung suka membantu teman-temannya yang di-bully. Maka, suatu hari dia yang di-bully hingga salah satu matanya bengkak dan tidak ada yang membantunya. Nah, karena melihat orang kuat suka menyalahgunakan kekuatannya, dia pun berdoa agar bisa menjadi kuat sehingga bisa melindungi orang lemah.

Keluaran 21:24-25 (TB) mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak.

Jadi, Bakung sempat ingin membalas pembully karena di Perjanjian Lama ada tertulis seperti itu. Sayangnya, Perjanjian Baru telah menghapus Perjanjian Lama.

Matius 5:39 (TB) Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

"Enak saja. Aku tidak akan membiarkan dia menyakitiku lebih lagi." Ujar Bakung saat itu. Maka, suster kepala sekolahnya saat itu memberi solusi, "Mulai sekarang kalian berdua tidak usah saling bicara dan tidak usah saling bertegur sapa." Usul tersebut dipandang baik oleh Bakung.

Sekalipun tidak ada dalam Alkitab, usul tersebut terdengar lebih baik daripada mengikuti isi Alkitab untuk memberikan pipi kirinya. Namun, ketika beranjak dewasa, dia menyadari bahwa firman tertulis tersebut bermakna simbolis dan tidak bisa diartikan secara harafiah. Maknanya: jangan membalas karena pembalasan bukanlah hak kita.

Roma 12:19 (TB) Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.

Ah, sayangnya dunia pendidikan juga kurang mengajarkan cara mengelola amarah. Alhasil, di Sumatra ada anak kelas 6 SD yang membunuh ibu kandungnya dengan 26 tusukan. Menurutku, anak itu adalah korban yang bertransformasi menjadi pelaku setelah sekian purnama dia pendam amarahnya. Dia sering dimarahi ibunya dan juga melihat ibunya memarahi kakaknya. Mungkin kemarahan ibunya cenderung kasar lalu dengan semena-mena ibunya juga menghapus permainannya tanpa memberinya pengertian.

Sekalipun niatnya baik, jika caranya salah, hasilnya juga bisa salah. Mungkin ayahnya juga tidak pernah mengajarinya cara merespon kemarahan ibunya. Eh, malah ditinggal selingkuh olehnya. Maka, anak itu belajar dari media online yang penuh kekerasan lalu diam-diam dia melampiaskan amarah dengan cara-cara kasar yang diajarkan di dunia maya.

Mazmur 71:4-5 (TB) Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik, dari cengkeraman orang-orang lalim dan kejam. Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH.

Ah, untunglah dulu Bakung tinggal di asrama sehingga dia tidak sering mendengar kemarahan papanya. Di asrama Bakung juga tidak bisa menonton film atau berita kekerasan. Bahkan, tiap hari Bakung diajar berdoa dan dibacakan firman Tuhan. Alhasil, nasib anak di Sumatra itu tak perlu dialami olehnya sekalipun dia juga punya papa pemarah, tetapi tidak segila Sersan Cruel.

TERIMA KASIH YESUS
Yang dulu tak ku mengerti, s'karang Kau buat mengerti. Kau singkapkan mataku dengan kasih-Mu.
Yang tak pernah kupikirkan sungguh Kau t'lah sediakan. Kau curahkan berkat-Mu limpah dalam hidupku.
T'rima kasih Yesus, t'rima kasih Yesus. Kub'ri syukur hanya bagi-Mu ya Allahku, ya Tuhanku. T'rima kasih Yesus, t'rima kasih Yesus. Kub'ri syukur hanya bagi-Mu, t'rima kasih Yesus.

Transformed by the Holy Spirit ~ Ps. Caleb Natanielliem

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 11 Jan 2026

Tahun ini kita akan ditansformasi oleh Roh Kudus. Jadi, setiap hari akan ada pencurahan Roh Kudus atau Pentakosta bagi Gereja-Nya. Transformasi berarti ada perubahan dari dalam ke luar. Kita bisa berubah dengan kekuatan kita sendiri. Namun, perubahan ini cenderung hanya dari luar. Tiap tahun ada orang datang ke gym, tetapi tidak sampai pertengahan tahun, mereka tidak kembali lagi. Tanpa Roh Kudus perubahan yang ingin kita lakukan akan seperti itu.

2 Korintus 3:17-18 (TB) Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Tahun ini kita akan dimerdekakan dari hal-hal buruk yang selama ini susah kita lepaskan. Namun, mungkin saja ada yang enggan merdeka karena di Mesir ada makanan enak. Ada kebab, syawarma, nasi kebuli, kari, dan semacamnya. Mungkin ada yang enggan merdeka karena dunia ini sudah enak. Ada yang sudah kaya, tetapi tetap merasa kekurangan.

Nah, Tuhan ingin kita berubah menjadi lebih baik. Tuhan ingin kita bertransformasi hingga makin maju dan makin serupa dengan-Nya karena Dia ingin makin memuliakan kita. Tuhan ingin kemuliaan-Nya terpancar melalui kehidupan kita. Setelah Musa bertemu Tuhan, wajah-Nya memancarkan kemuliaan Tuhan hingga wajah aslinya tak terlihat. Namun, lama kelamaan kemuliaan ini hilang karena bagaimanapun juga Musa tetaplah orang berdosa, sama seperti kita.

Sebaik apapun kita, kita masih bisa berbuat salah. Maka, untuk memancarkan kemuliaan Tuhan, kita harus bersedia dipimpin oleh Roh Kudus setiap hari. Tuhan pun siap memberikan kita hati yang baru agar kita senantiasa taat kepada-Nya.

Yehezkiel 36:26 (TB) Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

Beberapa hari yang lalu pak Caleb ingin marah karena mercy-nya ditabrakkan oleh sopirnya. Namun, Tuhan berkata, "Apa identitasmu? Kamu pemarah atau kamu adalah anak-Ku dan hamba-Ku?" Maka, pak Caleb menurunkan amarahnya. "Aku bukan pemarah," kata pak Caleb. Maka, walaupun rugi, dia tetap membayar biaya perbaikan mobilnya sendiri dan juga mengganti rugi biaya mobil lain yang ditabrak oleh sopirnya.

Ingatlah identitas kita di dalam Kristus agar kita senantiasa memancarkan kemuliaan-Nya. Biarlah Roh Kudus menjamah dan mengubahkan hidup kita menjadi baru dari dalam ke luar. Inside Out, bukan Outside In.

ROH KUDUS yang MANIS
Roh Kudus yang manis kubuka hatiku. Roh Kudus yang lembut penuhi hidupku. Roh Kudus yang manis kunanti hadirat-Mu. Roh Kudus yang lembut kurindu lawatan-Mu.
Jamahlah. Jamahlah. Ubah hatiku menjadi baru. Urapilah. Urapilah sekarang. Pakai hidupku sesuai rencana-Mu.
Jamah hatiku. Jamah hidupku. Ubah hatiku jadikan baru. Ubah hidupku semakin s'perti-Mu. Ubah hatiku. Ubah hidupku. Jamah diriku. Jadikanku baru Tuhan.
Bawaku semakin seperti-Mu. Bentuk aku seperti Memuliakan-Mu, Menyenangkan-Mu, Mengasihi-Mu. Kau jamah hati dan jiwaku Yesus.

Aku Bukan Pemarah

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.