Bercahaya Bukan Pilihan
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 6 Sept 2026
Setelah berulang kali gagal ajak-ajak orang Kristen ekstrovert
untuk bercahaya. Beberapa waktu kemudian kucoba untuk mengajak seorang introvert
yang kebetulan hari ulang tahunnya sama dengan Ps. Philip mantofa. Hari
ultahnya mudah kuingat karena bulannya sama denganku.
Selain itu, angka awal dari tanggalnya juga sama denganku. Angka
depan ini sering ditunjukkan dengan menggunakan simbol jari tangan peace dan cheese.
Kemudian angka belakang dari tanggalnya kadang kala ditunjukkan sebagai simbol tangan
pistol atau gerakan menembak. Sementara itu, tahun kelahirannya justru
mengingatkanku pada kebaikan Tuhan di tengah krisis moneter karena dia
dilahirkan pada tahun yang sama dengan runtuhnya orde baru.
Semula aku mau berkata kepadanya, "Kebetulan ultahmu
sama dengan ko Philip. Tahukah kamu jika dulunya dia introvert sepertimu?"
Namun, aku sendiri tidak kenal ko Philip versi jadoel. Maka, kugunakan
kesaksian pribadiku yang tentu saja kukenal luar dalam. Hehehe... Karena
pergumulanku sebagai saksi Kristus dimulai dari Roh Kudus yang mau mengambil
alih Facebook (FB) pribadiku, aku pun mencari FB-nya. Hasilnya tepat sesuai
dugaanku. Maka, kumulai ajakanku.
"Dulu FB-ku juga
se-private FB-mu. Bahkan, aku jauh lebih pendiam daripada kamu yang
sekarang. Karena amat pendiam, aku paling takut berurusan dengan orang-orang
sanguin yang kebanyakan menjadi salesman. Karena hal itu, aku tidak berani ke toilet agar bisa menghindari mereka. Namun, akhirnya rasa takut
berhasil kuhadapi bersama Roh Kudus. 😄
Kemudian Tuhan
berkata, "kamu akan menjadi kepala dan bukan ekor, terus naik dan tidak
turun", sebagai introvert, aku tidak mau lha. Namun, kamu lihat sekarang, tak ada yang bisa membatalkan rencana Tuhan, termasuk diriku sendiri. ðŸ¤
Jadi, setelah
mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus, aku sering dilatih sangkal diri dan
pikul salib. Lalu tahu-tahu FB-ku tidak private lagi karena diambil alih
oleh Roh Kudus. 😆
Roh Kudus tuh
benar-benar penolong dan penghibur sejati. Jadi sering-seringlah berbincang dengan
Dia.
ROH KUDUS, KAU HADIR DI SINI (https://youtu.be/viN8V3HJerc)
Roh Kudus, Kau hadir di sini. Roh Kudus, kumengasihi-Mu. Kau lembut, Kau
manis. Kaulah penghiburku, penolongku diutus Bapaku.
Kubuka hati untuk Roh-Mu, Tuhan. Kubuka hati menyembah-Mu, Yesus. Jamahlah
kami, penuhi kami dengan kuasa Allah Maha Tinggi."
Ya, begitulah ajakanku. Karena perubahan karakter adalah karya
Roh Kudus, dia harus sering berbincang dengan Roh Kudus dulu. Namun,
kelihatannya dia tipe charming diplomat. Ini berarti dia takut ditolak
dan menghindari konflik. Oleh sebab ini, ketika kutemukan penyimpangan yang
berpotensi konflik, aku tidak mengajaknya untuk membantuku.
Seperti biasanya, justru aku meminta bantuan dari
orang-orang non-Kristen karena selama ini merekalah yang justru berani
bercahaya bersamaku. Namun, kali ini terjadi hal tak terduga. Si Katolik
introvert itu tiba-tiba turut melibatkan dirinya untuk membantuku. Inikah
yang disebut berani karena kasih? xixixi...
1 Yohanes 4:18 (TB) Di
dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan;
sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di
dalam kasih.
Padahal, beberapa hari sebelumnya aku telah mengomeli dia
ketika dia melakukan kesalahan. Namun, sebelumnya dia sudah kuberitahu bahwa
aku ini tipe the perfectionist. Jadi, seharusnya dia tidak terlalu
terkejut jika aku langsung menegurnya tanpa basa-basi. Jika tidak suka, aku
pasti langsung bilang tidak suka. Namun, jika suka, aku akan diam dan menahan
diri agar bisa menganalisa segala sesuatunya... hahaha...
Amsal 28:23 (TB) Siapa
menegur orang akan kemudian lebih disayangi dari pada orang yang menjilat.
😄
HARI INI KURASA BAHAGIA
Hari ini kurasa bahagia Berkumpul
bersama saudara seiman. Tuhan Yesus mempersatukan kita, Tanpa memandang di
antara kita.
Bergandengan tangan dalam kasih, Dalam satu hati. Berjalan dalam terang
kasih Tuhan. Kau sahabatku, kau saudaraku. Tiada yang dapat memisahkan kita.







0 komentar:
Post a Comment