Sunday, September 6, 2026

Bercahaya Bukan Pilihan

Bercahaya untuk Bersaksi
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 6 Sept 2026

Beberapa hari lalu aku melihat postingan Instagram dari orang tak dikenal yang berbunyi, "Tidak perlu bersinar biar kelihatan. Ingat, kamu itu manusia, bukan kunang-kunang yang pantatnya bisa kelap-kelip." Sebagai introvert yang tak ingin terlihat, aku pun setuju dengannya. Namun, seketika itu juga aku ditegur oleh Roh Kudus. Tiba-tiba kuingat ayat andalan-Nya yang dulu terasa mendebarkan saat kulakukan untuk pertama kalinya.

Matius 5:14 (TB) Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Astaga. Itu loh hanya bercanda, tetapi langsung ditanggapi dengan serius. Namun, di balik candaan, ada benarnya juga sih... xixixi... Tiap kali kumau bersembunyi di bawah gantang, selalu saja teringat ayat tersebut. Bercahaya tuh enak kalau tidak sendirian. Bercahaya sendiri tuh terlihat berbeda sehingga rasanya seperti angler fish yang cari mangsa karena tidak bisa menyatu dengan lingkungan yang gelap.

Bercahaya sendiri tuh juga seperti matahari dan bulan yang terlihat sangat menonjol. Para ekstrovert pasti suka menjadi cahaya yang seperti ini. Namun, aku lebih suka bercahaya seperti bintang karena seterang-terangnya bintang, masih ada bintang-bintang lain yang sama terangnya.

Di antara bintang-bintang di langit, manakah bintang yang paling terang? Jika dilihat dengan mata biasa, semuanya terlihat sama-sama kecil dengan kapasitas cahaya yang sama. Nah, aku lebih suka bercahaya seperti ini karena aku tak akan terlihat jauh berbeda dari bintang terang yang lain.

Maka dari itu, aku suka ajak-ajak sesama Kristen untuk bercahaya. Namun, seringkali aku ditolak karena mereka takut kehilangan kenyamanan dunia sehingga mereka lebih suka cari aman. Pada akhirnya, aku harus sering-sering terlihat bercahaya sendiri alias aneh di mata dunia... hahaha... Orang dunia berpikir bahwa aku rugi karena tidak menyukai hal-hal tidak kudus seperti yang mereka lakukan, tetapi aku justru merasa damai.

BAGAIKAN BINTANG-BINTANG (Sari Simorangkir)
Verse 1: Kumau hidup seturut kehendak-Mu, Mengerjakan kes'lamatan yang telah Kau beri. Biarlah hidupku menjadi jawaban bagi setiap orang yang membutuhkan.
Chorus: Kumau bercahaya bagaikan bintang-bintang. Di tengah kegelapan terpancar terang kasih Tuhan. Kumau bercahaya bermegah dalam Dia, Menyaksikan kemurahan Tuhan, Menc'ritakan perbuatan Tuhan. Kurindu hidup s'lalu bercahaya dalam kemuliaan-Nya.
Verse 2: Setiap harga yang harus kubayar telah menjadikan aku dewasa dalam-Mu. Berikanlah hati-Mu di dalamku agar hidupku hanya untuk memuliakan-Mu.
Bridge: Menjadi alat-Mu itu rindu-Mu padaku. Firman-Mu yang menjagaku. Berikanku kuasa 'tuk genapi rencana-Mu sampai bumi ini penuh kemuliaan-Mu.

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.