Sunday, September 6, 2026

Bercahaya untuk Bersaksi - Ps. Robert Tedjasukmana

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 6 Sept 2026

Siapa suka memancing? Apa yang suka kalian pancing? Pastinya jangan suka memancing emosi atau kemarahan. Biasanya kita memancing ikan. Nah, di laut yang sangat dalam hiduplah ikan yang memiliki cahaya, yaitu angler fish.

Cahayanya digunakan untuk memancing ikan-ikan kecil. Karena di kedalaman laut sangat gelap, ikan-ikan kecil akan tertarik untuk menghampirinya karena mengira ada temannya. Namun, pada saat mereka mendekat, angler fish akan memangsanya.

Jika cahaya kita digunakan untuk memangsa orang lain, orang-orang dunia akan berkata, "Orang Kristen kok begitu?" Ini karena mereka telah mengetahui beberapa standar kekristenan. Sebagai Kristen, harusnya kita makin serupa dengan Kristus.

Siapa yang telah merasakan perubahan karakter jika dibandingkan tahun lalu? Mungkin sekarang jadi lebih sabar. Tuhan Yesus tidak berubah, baik dulu, sekarang, maupun selamanya. Namun, kita harus mau berubah agar menjadi saksi Kristus dalam perkataan dan perbuatan.

Seperti angler fish, kita pun memiliki cahaya, tetapi cahaya kita bukan untuk memangsa sesama. Kita harus bercahaya sebagai saksi Kristus yang memancarkan terang di tengah kegelapan dunia.

Bercahaya untuk Bersaksi dilakukan dengan cara:

1. Terhubung dengan Sumber Terang. Kita bisa terhubung dengan-Nya melalui doa pribadi, penyembahan yang benar, serta merenungkan dan melakukan firman. Kita tidak bisa bercahaya jika kita tidak mendekat kepada sumber terang. Maka dari itu, kita harus sering berdoa dan menyembah. Jika hanya menghafal lirik lagu atau bersenandung ketika ingat lagu tertentu, ini belum tentu penyembahan. Ketika fokus kepada Tuhan, inilah penyembahan.

2. Bersekutu dengan Sesama Terang. Hal ini bisa dilakukan dengan mengadakan mezbah doa bersama keluarga, mengikuti connect group (CG), serta memilih pasangan yang seimbang dan seiman. Suami istri bisa bergandengan tangan untuk berdoa bersama setiap hari. Jika sudah punya anak, suami istri dan anak bisa bergandengan tangan dalam doa bersama.

Selanjutnya, bisa bergabung dalam CG bersama saudara seiman lainnya. Jika ada masalah, bisa meminta bantuan ketua CG untuk mendoakan dan mengarahkan. Jangan jadikan CG sebagai syarat untuk pelayanan karena ada beberapa yang terpaksa ikut CG agar bisa melayani di gereja. Bagi yang masih single, pilihlah pasangan yang sama-sama berada di dalam terang.

2 Korintus 6:14 (TB) Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

3. Mengasihi Saudara Seiman. Hal ini ditunjukkan dengan memelihara hubungan baik, saling mengampuni, dan tidak saling membenci/ dendam.

1 Yohanes 2:9-10 (TB) Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.

Kesalahpahaman atau konflik bisa terjadi. Namun, tidak wajar jika kita membenci sesama saudara yang sama-sama telah hidup di dalam terang. Sebagai sesama orang yang percaya kepada Yesus, seharusnya kita saling mengampuni.

HIDUP dalam KASIH – GMS (Album: Indonesia di Hatiku)
Hidup dalam kasih, dalam harmoni, itulah cara kami menyembah-Mu. Kami angkat tangan dalam satu hati. Kami menyembah-Mu tinggikan nama-Mu.
Reff: S'bab Engkaulah Tuhan kami. Kami ini milik-Mu. Tenggelamkan kami semua dalam kasih yang abadi.

Bercahaya Bukan Pilihan

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.