Catatan Ibadah ke-1 Minggu 6 Sept 2026
Siapa suka memancing? Apa yang suka kalian pancing? Pastinya
jangan suka memancing emosi atau kemarahan. Biasanya kita memancing ikan. Nah,
di laut yang sangat dalam hiduplah ikan yang memiliki cahaya, yaitu angler
fish.
Cahayanya digunakan untuk memancing ikan-ikan kecil. Karena
di kedalaman laut sangat gelap, ikan-ikan kecil akan tertarik untuk
menghampirinya karena mengira ada temannya. Namun, pada saat mereka mendekat, angler
fish akan memangsanya.
Jika cahaya kita digunakan untuk memangsa orang lain,
orang-orang dunia akan berkata, "Orang Kristen kok begitu?" Ini
karena mereka telah mengetahui beberapa standar kekristenan. Sebagai Kristen,
harusnya kita makin serupa dengan Kristus.
Siapa yang telah merasakan perubahan karakter jika
dibandingkan tahun lalu? Mungkin sekarang jadi lebih sabar. Tuhan Yesus tidak
berubah, baik dulu, sekarang, maupun selamanya. Namun, kita harus mau berubah
agar menjadi saksi Kristus dalam perkataan dan perbuatan.
Seperti angler fish, kita pun memiliki cahaya,
tetapi cahaya kita bukan untuk memangsa sesama. Kita harus bercahaya sebagai
saksi Kristus yang memancarkan terang di tengah kegelapan dunia.
Bercahaya untuk Bersaksi dilakukan dengan cara:
2. Bersekutu dengan Sesama Terang. Hal ini bisa
dilakukan dengan mengadakan mezbah doa bersama keluarga, mengikuti connect
group (CG), serta memilih pasangan yang seimbang dan seiman. Suami istri
bisa bergandengan tangan untuk berdoa bersama setiap hari. Jika sudah punya
anak, suami istri dan anak bisa bergandengan tangan dalam doa bersama.
Selanjutnya, bisa bergabung dalam CG bersama saudara seiman
lainnya. Jika ada masalah, bisa meminta bantuan ketua CG untuk mendoakan dan
mengarahkan. Jangan jadikan CG sebagai syarat untuk pelayanan karena ada
beberapa yang terpaksa ikut CG agar bisa melayani di gereja. Bagi yang masih single,
pilihlah pasangan yang sama-sama berada di dalam terang.
2 Korintus 6:14 (TB)
Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang
yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan
kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
3. Mengasihi Saudara Seiman. Hal ini ditunjukkan
dengan memelihara hubungan baik, saling mengampuni, dan tidak saling membenci/
dendam.
1 Yohanes 2:9-10
(TB) Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia
membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. Barangsiapa
mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak
ada penyesatan.
Kesalahpahaman atau konflik bisa terjadi. Namun, tidak wajar
jika kita membenci sesama saudara yang sama-sama telah hidup di dalam terang.
Sebagai sesama orang yang percaya kepada Yesus, seharusnya kita saling
mengampuni.
HIDUP dalam KASIH – GMS (Album: Indonesia di Hatiku)
Hidup dalam kasih, dalam harmoni, itulah
cara kami menyembah-Mu. Kami angkat tangan dalam satu hati. Kami menyembah-Mu
tinggikan nama-Mu.
Reff: S'bab Engkaulah Tuhan kami. Kami ini milik-Mu. Tenggelamkan kami
semua dalam kasih yang abadi.







0 komentar:
Post a Comment