Sunday, August 16, 2026

Sebab Itu Aku Menasihatkan

Saling Membantu
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 16 Agustus 2026

Fiuh... sudahlah, tak penting dia sampaikan kemarin atau hari ini, yang penting sudah disampaikan olehnya. Namun, aku enggan meminta bantuannya lagi dan enggan bicara dengannya lagi. Eh, bangun tidur aku diberi lagu oleh Roh Kudus.

SETIA DAN BERKENAN (Living Worship ft. Sidney Mohede)
Bapa kudatang dengan penuh kerinduan. Kunaikan syukur atas kebaikan-Mu. Segala yang kuperlu Kau sediakan bagiku. Kini saatnya kuberikan yang terbaik bagi-Mu.
Chorus: Ini aku, Tuhan. Kubawa hidupku s'bagai persembahan yang kudus dan berkenan pada-Mu. Pakailah hidupku sesuai rencana-Mu yang indah. Kumau setia, berkenan pada-Mu.
Bridge: Kumau hidup dalam rencana-Mu. Seumur hidupku menyenangkan-Mu.

Sepanjang hari lagu tersebut terus kusenandungkan di dalam hati hingga kekesalanku hilang. Dia punya kekurangan. Aku pun punya kekurangan. Aku tidak sempurna. Mana mungkin menuntutnya sempurna? Jika aku mau meminta bantuannya, aku hanya perlu aktif meminta umpan balik darinya.

Aku juga memberitahu dia untuk tidak segan menjawab, "Tidak". Aku tidak mau melihat senyuman arwah lagi. Lebih baik dia menjawab, "Tidak" daripada tersenyum sebagai isyarat penolakan. Lalu aku mulai memanggilnya lagi dan meminta bantuannya lagi. Kali ini dia langsung menjawab, "Tidak mau." Hehehe... beginilah salah satu ciri murid yang pintar. Sekali kuajari, langsung bisa dia praktekkan. Good.

Kemudian ada kejadian lain lagi dan kuminta penjelasannya. "Kudengar kamu beberapa kali dekat dengan istri orang lain. Ada apa denganmu?" Dia menjawab, "Aku tidak ada apa-apa. Saat itu kami bertiga. Kami sedang bersama temanku lainnya. Aku tidak bisa mengontrol mulut orang lain. Aku anggap hal itu sebagai angin lewat. Aku juga tidak peduli dengan opini seperti itu, tetapi aku begini dan begitu."

Kataku, "temanmu tuh bestimu. Dia bisa membantumu menutupi hal itu." Namun, dia berkata, "Tidak ada yang perlu ditutupi." Wah, cara jawabnya cukup dewasa. Hahaha... aku pernah belajar cuek sehingga aku tahu dia masih ada kepedulian. Jika dia benar-benar tidak peduli, dia pasti tidak menjelaskan apapun."

Ketika aku digosipkan hamil, aku benar-benar tidak peduli sehingga aku tidak mau menjelaskan apapun. Pikirku, "Orang yang mengenalku tidak perlu penjelasan. Orang yang tidak mengenalku juga tidak akan percaya sekalipun kujelaskan." Namun, pada saat itu Tuhan justru mengajariku untuk berperang. Aku pun bangkit pada hari ketiga dan menjadi lebih dari pemenang.

Beberapa tahun kemudian beberapa pelaku tersebut menghubungiku kembali. Namun, aku hanya bertanya, "Maaf, siapa ya? Aku tidak ingat kalian." Kejujuran itu mahal dan tidak pantas diberikan kepada mereka yang tidak menyukai kejujuran.

Karena raja kecil masih agak peduli dengan opiniku, aku masih bisa memberi nasihat singkat, "Kalau memang tidak ada apa-apa, ya berhati-hatilah agar kamu tidak terpengaruh oleh pergaulan yang serba bebas. Jangan sampai kamu dimanfaatkan oleh mereka pula."

Galatia 6:10 (TB) Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Beberapa hari lalu mobilku nyaris mengalami tabrakan lagi hingga tiga kali. Eh, kemarin juga nyaris menabrak lagi. Jeritan ngeri pun sempat tak terhindarkan. Ah, iblis selalu merancangkan kecelakaan. Namun, seingatku telah puluhan kali Tuhan meluputkanku dari kecelakaan, musibah, dan sakit penyakit.

Aku tidak tahu cara pengawal Tuhan bekerja sehingga iblis sering gagal mencelakaiku. Namun, kutahu selama masih ada kesempatan hidup, aku harus menghalangi rencana iblis dan bersaksi bagi Tuhan. Setidaknya aku tidak akan membiarkan iblis menang dengan mudah.

Mazmur 118:17 (TB) Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN.

Selama ini aku belum pernah berhasil memenangkan jiwa atau minimal bawa orang ke gereja. Ditinjau dari hasil kerjaku, seharusnya aku bukan ancaman bagi kerajaan kegelapan. Bahkan, sesama orang Kristen ingin menghalangiku hidup dalam kebenaran dengan menyebutku naif, aneh, dan suka ikut campur urusan orang lain karena mereka juga tidak suka kutegur dan kunasihati. Mereka lebih suka cara hidup dunia.

Orang Budha pun heran dan berkata, "Kupikir kamu hanya menerapkan nilai-nilaimu untuk dirimu sendiri, tetapi kamu juga menerapkannya untuk orang lain." Loh, itu bukan nilai-nilai pribadiku. Jika aku ingin orang lain menjadi warga Kerajaan Allah, tentu saja aku akan menyampaikan nilai-nilai yang harus diikuti selama hidup di dalamnya. Jika mereka memang tidak mau menjadi warga Kerajaan Allah, aku juga tidak memaksa karena setiap orang punya kehendak bebas.

Namun, kenapa rasanya aku terus menerus ditarget oleh Kerajaan kegelapan? Nyaris celaka kok bolak balik sih?

1 Petrus 4:12-13 (TB) Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

Karena iblis tidak meremehkanku, aku juga tidak akan meremehkannya. Aku telah meminta bantuan teman non-Kristen untuk mengawasi raja kecil. Jika dia memang tidak salah bergaul, tentu saja dia tidak keberatan jika diawasi. Namun, semoga dia tidak sadar jika nanti diawasi karena iblis juga mengintainya.

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.