Catatan Ibadah ke-1 Jumat Agung 3 April 2026
Sarjana Pita datang merantau ke Kerajaan Jumba karena Raja Jumba membutuhkan bantuannya. Namun, dia tidak mau tinggal di dalam Istana Jumba yang dingin dan beraroma nikotin. Dia ingin pulang pergi setiap hari ke rumahnya sehingga dia meminta fasilitas kereta kencana. Setelah negosiasi yang sulit, dengan berat hati Raja Jumba mengabulkan permintaannya.
Ketika mengetahui hal ini, sarjana Wati menjadi iri kepadanya. Berulang kali dia berkata, "Kamu enak ya. Aku juga mau." Sarjana Pita hanya menjawab, "Kalau mau, minta saja kepada Raja Jumba." Namun, dia tidak punya keberanian untuk melakukannya sehingga dia menunggu waktu yang tepat.
Ketika Raja Jumba makin menua dan sering sakit, dia mulai memberikan kekuasaan penuh kepada putra mahkota selama dua tahun ke depan sebagai masa uji coba. Sarjana Wati segera memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan untuk meminta fasilitas kereta kencana seperti yang diterima oleh sarjana Pita.
Padahal, dulu Raja Jumba memberikan dua pilihan kepada sarjana Pita, yaitu:
- Pinjaman 550 tael emas untuk membeli kereta kencana sendiri dengan tambahan 20 keping perak 10 gram, atau
- Dapat fasilitas kereta kencana tanpa tambahan 20 keping perak 10 gram.
Nah, karena tak bisa menunggang kuda, sarjana Pita memilih pilihan kedua.
Namun, sarjana Wati telah mendapatkan pilihan kesatu dari Raja Jumba dan masih meminta pilihan kedua dari putra mahkota. Karena sarjana Wati baru saja mengalami kecelakaan dan kakinya terluka, sarjana Pita pun tak keberatan berbagi kereta dengannya.
Sayangnya, sarjana Wati hanya ingin memanfaatkannya. Ketika akan dijemput, sarjana Wati mendadak berkata,
- "Oh, hari ini aku sudah izin perdana menteri untuk tidak ke istana. Aku lupa memberitahu."
- "Hari ini aku tidak ke istana karena mendadak diare."
Namun, paling sering dia berkata mendadak, "Nanti jemput aku di pasar." Ternyata di pasar dia sering kepergok bersama kekasih gelapnya, tetapi tidak pernah mau mengakuinya.
Kesal dengan hal ini, sarjana Pita berdoa, "Wahai Gusti, izinkan aku memberinya pelajaran sekali saja untuk menghentikannya. Setelah dia mengerjai dan membohongi beberapa orang, aku ingin mengetahui apakah dia masih bisa merasakan kekesalan yang sama seperti yang kami rasakan."
Suatu hari dia berkata lagi, "Hari ini aku tidak masuk karena badan sakit." Sarjana lain bertanya, "Sakit kok berdua?" Rupanya dia dan selingkuhannya sama-sama tidak ke istana pada waktu bersamaan dan hal ini bukan yang pertama kalinya.
Lantas sarjana Pita berkata kepada kepala rumah tangga istana, "Sarjana Wati tidak ke istana lagi. Apa dia masih kontrol kakinya?" Jawabnya, "Lagi-lagi dia tidak memberitahuku jika tidak ke istana. Kakinya sudah sembuh dan tidak perlu kontrol lagi."
"Kalau begitu, untuk apa dia masih diantar jemput? Lagaknya seperti bos. Dia sendiri yang mengatur-atur rute kereta dan selalu memintaku memberitahu kusir. Bahkan, ketika dia tidak mau ke istana, dia tidak memberitahu sedari awal. Dia sering kepergok bersama kekasih gelapnya. Kenapa tidak sekalian saja mereka berdua terus hingga tiba di istana?" Keluh sarjana Pita.Kepala rumah tangga istana segera menjawab, "Ya, besok tidak perlu lagi dijemput."
Keesokan harinya kepala rumah tangga istana, sarjana Pita, dan kusir kompak tidak menjawab panggilannya hingga mereka tiba di istana.
Setiba di istana sarjana Pita menjawabnya, "Maaf, aku sudah tiba di istana. Tadi agak pusing sehingga tidak melihat ponsel. Karena kakimu sudah sembuh, tidak ada yang menyiapkan kereta untukmu."
"Jadi aku harus berangkat sendiri ke istana?" Tanya sarjana Wati. Sarjana Pita hanya menjawab, "Iya." Lantas dia berkata kepada kepala rumah tangga istana, "Sekarang bersiaplah dipanggil perdana menteri."
Karena sarjana Pita tidak mau lagi dimanfaatkan oleh sarjana Wati untuk mengaturkan keretanya, sarjana Wati terpaksa memintanya sendiri kepada kepala rumah tangga istana.
"Oh, tunggu ya. Karena kamu tidak memberiku kabar, kukira kamu tidak ke istana lagi karena masih sakit." Jawab kepala rumah tangga istana. Sarjana Wati langsung mengatakan bahwa dia sudah memberitahu sarjana Pita.
Namun, sarjana Pita tidak membaca pesannya karena ketiduran. Beginilah kusir dan kepala rumah tangga istana menjelaskan kepadanya. Lalu semua sarjana tertawa dan tak ada yang mau menjemputnya. Maka, kepala rumah tangga istana baru meminta kusir yang sama untuk menjemputnya setelah dia menyelesaikan tugas lainnya.
Sesuai dugaan sarjana Pita, tak lama berselang sarjana Wati - si ratu Drama melaporkan sarjana Pita dan kepala rumah tangga istana kepada perdana menteri. Bahkan, dia mengatakan bahwa kemarin dia tidak ke istana karena radang lalu pura-pura batuk ketika dilihat para sarjana.
Maka, kepala rumah tangga istana membeberkan semua fakta pelanggaran aturan kerajaan yang dilakukan oleh sarjana Wati. Dia pun menceritakan bahwa sarjana Wati telah memanfaatkan sarjana Pita untuk mengaturkan keretanya padahal hal tersebut adalah tugasnya.
Lantas perdana menteri berkata, "Semua permintaan kereta kencana memang harus melalui kepala rumah tangga istana. Setiap sarjana tidak boleh memintanya melalui kusir atau sarjana lain."
Ketika sarjana Wati pergi, perdana menteri berkata, "Dia bilang tidak mempermasalahkannya, tetapi malah membuat laporan panjang lebar." Bahkan, perdana menteri pun mengakui bahwa dia sering melihat sarjana Wati berduaan dengan kekasih gelapnya.Lantas dia berpesan, "Jangan beritahu sarjana Pita karena dia orangnya raja, sedangkan sarjana Wati adalah orangnya putra mahkota." Maka, kepala rumah tangga istana hanya memberitahu kusir.
Kusir pun memberitahu sarjana Pita. "Aku bukan orangnya raja atau putra mahkota. Aku cuma membela yang benar. Aku tidak mau dimanfaatkan oleh pembohong." Jawab sarjana Pita.
Lantas dia tertawa geli, "Hahaha... lucu sekali sarjana Wati. Berulang kali dia mengerjai dan membohongi kita dan kita tidak pernah melaporkannya. Namun, ketika kita baru mengerjai dan membohonginya sekali, dia langsung membuat laporan panjang lebar. Jika dia mau bertemu selingkuhannya, kenapa aku dijadikan tameng bagi nama baiknya? Enak aja."
Selain itu, sarjana Pita tidak pernah melaporkan ulah sarjana Wati kepada perdana menteri dan putra mahkota karena selama ini mereka suka menindas orang rajin dan jujur sembari membela pembohong dan pemalas. Oleh karena itu, untuk menghentikan Ratu Drama, dia menggunakan kekuatan solidaritas dan simpati dari sesama pegawai raja... hahaha...
Emang enak dikerjai? Emang enak dibohongi? Tidak enak toh. Maka dari itu, hargailah kebaikan orang lain dan jangan memanfaatkan mereka.
Matius 7:12 (TB) "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Alhasil, Ratu Drama jera hinga tidak mau lagi meminta kereta kencana. Lalu dia mulai terang-terangan bersama kekasih gelapnya, tetapi tetap tidak mau mengakuinya di depan para sarjana.
Apa dia pikir para sarjana tidak bisa melakukan konfirmasi dengan para penjaga pintu gerbang istana dan para prajurit? Hehehe... Bye Ratu Drama. Kini dia pasti akan berpikir jutaan kali jika mau kembali lagi ke istana.
KEMENANGAN TUHAN JANJIKAN
Tuhan sumber kuat hidupku ada dalam setiap langkahku. Rancangan-Mu s'lalu pasti kemenangan. Rancangan-Mu tak pernah gagal. Rancangan-Mu tak pernah gagal.
Kemenangan Tuhan janjikan (2x). Kemenangan dalam tangan-Mu Yesus. Aku lebih dari pemenang (3x) kar'na Yesus.
Iblis mereka-rekakan yang jahat bagiku. Namun Tuhan mengubahnya baik untukku. Semua kar'na kasih karunia. Semua kar'na kasih-Mu Yesus.












