Sunday, September 20, 2026

Pahitnya Masa Lalu

Bebas dari Kepahitan
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 20 Sept 2026

Seorang rekan wanita tiba-tiba memberitahuku bahwa dia diminta oleh raja kecil untuk tidak bercerita macam-macam kepadaku.

Pikirku, "Untuk apa dia melakukannya? Sebelumnya dia bilang kepadaku bahwa dia tidak peduli dengan perkataan orang lain dan menganggap semua itu hanya angin lewat. Kok dia malah terkesan peduli dengan perkataanku? Lagipula tingkat percayaku kepadanya bukan ditentukan oleh perkataan orang lain, tetapi ini dipengaruhi oleh masa laluku yang belum dia ketahui."

Jika pak David sempat nakal karena mengalami kepahitan terhadap pendeta, semasa balita aku sudah puas berbuat kenakalan dan semasa remaja aku juga sudah puas menikmati kepahitan terhadap pria. Mungkin ini sebabnya masa remajaku diperpanjang dengan wajah awet muda… hahaha…

Dulu kupikir jika tak ada pria, aku tidak perlu terlahir di dunia ini dan bisa tetap bahagia di sorga sehingga tidak perlu ke asrama dalam keadaan tangan terluka. Beberapa luka bisa hilang tanpa bekas, tetapi luka satu ini masih berbekas hingga kini meskipun sudah tak sakit lagi. Namun, bekas luka ini adalah pengingat bagiku akan kebaikan Tuhan melalui suster asrama. Yesus pun punya bekas luka, tetapi karena kasih-Nya kepada kita.

Jika aku tidak tinggal di asrama, aku juga tidak perlu diisengi cowok dari asrama putra dan aku juga tidak perlu ribut dengannya hingga berakhir dengan salah satu mata yang bengkak. Namun, syukurlah luka ini tidak meninggalkan bekas.

Meskipun sudah sembuh dari kepahitan tersebut, tetap saja sulit untuk langsung percaya kepada cowok asing. Di dunia kerja seringkali kutemui pria-pria yang hidup dalam kepahitan, baik karena cinta ditolak maupun karena kehilangan orang terkasih yang diserang oleh penyakit mematikan.

Mereka bukan hanya suka marah sambil mengeluarkan kata-kata makian dan hinaan, mereka juga bisa membanting pintu, menggebrak meja, melempar HP, sandal, botol minum, dan sebagainya. Kepahitan bisa menyerang Kristen atau non-Kristen, baik tua maupun muda. Manifestasi kepahitan terburuk seringkali ditunjukkan oleh mereka yang punya harta dan tahta. Maka, semua ini terlihat begitu normal karena tak ada yang melawan mereka.

Namun, aku tetap berusaha waras dengan meyakinkan diriku bahwa merekalah yang sakit. Jadi, aku pun sering ribut dengan mereka sambil melindungi mereka yang tidak berani melawan. Lalu perlahan-lahan aku mulai berupaya memberi saran kepada orang-orang seperti itu untuk melepaskan diri dari kepahitannya. Namun, kesembuhannya tetap bergantung pada keputusan mereka sendiri.

Bahkan, pada suatu momen aku bisa tertawa ngakak ketika dimarahi atas kesalahan yang tidak kuperbuat. Padahal, sebelumnya aku tidak bisa menerimanya ketika menghadapi hal serupa. Lebih lucu lagi ketika aku bersalah dan siap dimarahi, eh malah disirami kasih dari sorga... hahaha... Mungkin inilah yang dirasakan oleh bunga teratai yang bertumbuh di kolam keruh. Kolamnya boleh keruh, tetapi kasih Tuhan membuat bunganya tetap indah.

Jadi, sekalipun raja kecil tampak baik dalam pengendalian emosinya, tetap saja aku tidak bisa langsung percaya. Logikaku tetap memerlukan bukti dan saksi untuk percaya kepadanya. Namun, imanku seringkali melampaui logikaku. Secara iman, kutahu Tuhan percaya kepadanya.

2 Korintus 5:7 (TB) — sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat —

Karena kupercaya kepada Tuhan, aku pun melangkah dengan iman. Karena iman tidak perlu bukti dan saksi, aku bisa bercerita atau bersaksi tentang banyak hal kepadanya.

2 Korintus 12:9b (TB) Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Jika Tuhan meminta kita bercerita atau bersaksi kepada orang asing, Dia sendiri ikut menyertai. Jadi, sekalipun secara logika aku belum tahu karakter yang ditampilkannya itu asli atau palsu, aku merasa aman untuk memperlihatkan kuasa Tuhan dalam kelemahanku.

Nah, aku suka kutipan si raja kecil di Instagramnya, "Great future doesn't require great past." (Masa depan yang gemilang tidak mensyaratkan masa lalu yang gemilang.) Hehehe… Tuhan kami sangat ahli dalam mengubah masa lalu yang pahit menjadi masa depan yang indah. 😇

Amsal 4:18 (TB) Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

KEKUATAN HATIKU
Kuasa-Mu nyata di dalam kelemahanku. Kekuatan-Mu menopang seluruh hidupku. Darimana datang pertolonganku? Hanya Yesus pertolonganku.
Engkaulah sumber kekuatan hatiku, tempat persembunyianku. Engkau penolong di saat susahku, tempat perlindunganku. Kau menara dan perisai di hidupku.

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.