Diselamatkan untuk Berdampak
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 20 Sept 2026
Salah satu jemaat yang pernah dibimbing pak Lukas pun
bersaksi bahwa dulunya dia hidup dalam kepahitan terhadap pendeta. Pendeta
tersebut telah menghancurkan keluarganya sehingga dia membenci semua pendeta,
gereja, dan bahkan Tuhan sendiri.
Dia menikmati dugem, rokok, dan beberapa kenikmatan dosa
lainnya. Lalu dia berpikir untuk menikah. Pikirnya, "Setelah menikah
mungkin aku akan berhenti nakal". Namun, ternyata dia makin parah. Dia
sering bertengkar dengan istrinya hingga berulang kali terucap kata,
"Cerai".
Maka, istrinya meminta dia berkonsultasi dengan psikolog,
tetapi tidak ada psikolog yang mau berbicara dengannya. Lalu istrinya meminta
bantuan istri pak Lukas dan diarahkan ke pak Lukas. Padahal sebelumnya dia
sudah berpesan agar tidak dicarikan psikolog yang dekat dengan pendeta. Jadi,
dia sempat tidak mau menemui pak Lukas padahal sudah membuat janji dengannya.
Istri pak Lukas berkata kepada istri pak David, "Jika
cara manusia tidak bisa, tetaplah mendoakan dia." Jadi, setiap hari
istrinya mendoakan dia hingga pak David bertanya-tanya, "Untuk apa
mendoakanku?" Suatu hari dia sakit hingga menelan pun sakit. Selama ini
dia tidak tahu bahwa istrinya berdoa agar Tuhan tidak menyembuhkan dia hingga
dia mau kembali kepada Tuhan.
Suatu hari dia ikut mendengarkan khotbah yang diputar oleh
istrinya. Lalu dia bertanya siapa yang berkhotbah dan ternyata pak Lukas. Maka,
tiba-tiba dia ingin menelepon pak Lukas.
Pak Lukas meminta dia ke gereja. Ketika dia mau ke gereja,
sakitnya sembuh seketika. Lantas dia mulai bergabung di dalam CG (connect
group) dan pelan-pelan terbebas dari ikatan dosa. Keterikatan dosa terakhir
yang dia lepaskan adalah rokok. Selama setahun ini dia sudah tidak merokok.
Dulu ketika pak Lukas mengatakan bahwa dia mendapat favor
(perkenanan) Tuhan, dia tidak percaya karena jika ini benar, mengapa
Tuhan membuatnya jatuh miskin? Dulu dia berpikir bahwa untuk mendekati pendeta,
dia harus beruang atau kaya. Namun, dia tidak menyangka bahwa pak Lukas mau
menemuinya dan bahkan mentraktirnya makan.
Dia pun terkejut ketika pdt. Jusuf Soetanto berkata,
"Kamu jangan nakal-nakal lagi." Dia kira pak Lukas menceritakan
kenakalannya kepada pak Jusuf, ternyata tidak. Jadi, dia menjadi saksi nyata
bahwa Tuhan bisa mengubah masa lalunya yang penuh kepahitan. Dulu dia
hanya salesman, tetapi sekarang dia dipercaya untuk mengelola sebuah
perusahaan. Jika tanpa Tuhan, hal ini tak mungkin terjadi.
BANGKITKAN AKU
Verse 1: Aku melangkah jalani hidup ini
bersama dengan waktu yang terus melaju. Untuk apakah aku ada di sini Tuhan,
kalau bukan untuk melayani-Mu.
Verse 2: Inilah aku di hadapan-Mu Tuhan bersama dengan segala yang
kumiliki. Pakailah aku Tuhan sebagai alat-Mu, Menyelamatkan jiwa yang
terhilang.
Chorus: Bangkitkan aku, Bangkitkan aku. Jadikan aku hamba-Mu yang setia.
Bangkitkan aku, Bangkitkan aku. Jadikan aku hamba-Mu yang berkenan.







0 komentar:
Post a Comment