Keluarga Rohani Beda Casing
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 21
Juni 2026
Ketika aku tiba di rumah, tante
yang setahun lebih tua dari mama itu langsung mengirim pesan WA, "Ini saya
yang tadi ketemu di Galaxy Mall." Kupikir dia akan menanyakan alamat
kerjaku untuk putrinya. Eh, ternyata dia membahas rujak Shultan yang sempat kami
beli sendiri-sendiri. Kulihat di ulasan Google, harganya hanya Rp20.000, tetapi
di bazar itu harganya Rp50.000,- Memeku juga salah info sehingga aku ikut
antrian panjang nasi jukut. Ketika antrian di depanku tersisa tiga orang, aku
baru sadar jika aku antri nasi jukut.
Seketika aku berpindah ke stand
rujak di sebelahnya yang ternyata tak perlu antri. Awalnya aku ingin tidur,
tetapi mama ingin lihat bazar karena termakan video tiktok. Maka, aku temani
dia sambil menunggu memeku nonton film di bioskop bersama suami dan anak-anaknya.
Jadi, kami senyumin aja ketika salah antri. Bukankah hari itu merupakan
harinya buang-buang waktu dengan keluarga? Hahaha…
Untung rasanya enak, unik, segar,
tetapi mehong nih sehingga nama Shultan cocok deh. Sesekali beli
boleh lha. Berikutnya bisa buat sendiri yang lebih enak buahnya… hahaha… Jadi, saat
di food court kami sempat saling bercerita kalau kami jarang ke mall,
tetapi hari itu kami sama-sama ke mall karena ingin melihat bazar. Lebih
tepatnya mamaku dan mama cowok itu yang sama-sama ingin melihat bazar. Kami
hanya menemani mereka.
Maka, dia mengawali WA dengan bertanya
tentang rujak Shultan tersebut. Selanjutnya, dia pasti penasaran dengan rahasia
awet muda kami sehingga bertanya, "Jika kalian jarang ke mall,
hiburannya apa? Apa tidak sumpek jika bekerja terus?"
Yohanes 5:17 (TB)
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka
Aku pun bekerja juga."
Katanya lagi, "Karaoke
dimana? Suka bernyanyi? Sendirian? Pantas wajahnya ceria."
Jawabku, "Ya, mamaku
bernyanyi setiap hari dengan aplikasi StarMaker. Nyanyi sendiri, direkam
sendiri, dan didengarkan sendiri untuk senam pagi… xixixi... Kalau aku, lebih
suka mendengar lagu rohani di youtube sambil nyanyi-nyanyi." Tante
itu berkata, "Aku juga suka bernyanyi dan senam sambil mendengarkan lagu. Nanti
kuminta anakku pasang aplikasi juga karena aku kesepian. Di rumah hanya
ditemani pembantu sehingga aku lebih banyak tidur."
Wah, enak loh kalau bisa tidur. Aku
ini malah kurang tidur hingga mata pun berkantong… hehehe… Namun, lansia di GMS
merah pernah berkata kepadaku, "Sendiri berarti berdua dengan Tuhan."
Namun, kok bisa lansia di GMS hitam merasa kesepian? Rumahnya sama, casingnya
beda, mungkin kedalamannya juga berbeda. Walau sama-sama Kristen, ternyata belum tentu seiman. Ada yang sepenuhnya
beriman kepada Tuhan Yesus hingga sanggup berserah kepada-Nya.
Namun, ada yang beriman kepada
pendeta, teman, orang tua, saudara, pasangan, gereja, dan kurang mengenal Tuhan
Yesus. Alhasil, kebahagiaannya bergantung kepada orang lain. Padahal, kita ini
pemegang kunci Kerajaan Sorga.
Matius 16:19 (TB) Kepadamu
akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan
terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di
sorga."
Jika ingin suasana Sorga, mengapa
harus menunggu orang lain yang membuka pintunya? Orang lain bisa sibuk. Orang
lain bisa lupa. Jika kuncinya di tangan orang lain, wajar kita menunggu orang
itu mendatangi kita. Namun, kunci Sorga ada di tangan kita. Jadi, kita bisa
membukanya sendiri untuk mengikat sukacita sembari melepas kesepian atau
masalah. Enak toh. Mantap toh. Hohoho…
KAMI T'RIMA BERKAT-MU (GMS Live)
Kami datang dengan nyanyian, Memuji
kebesaran-Mu, Ditinggikan atas segalanya, Lawatlah kami umat-Mu.
Kau bertahta atas pujian. Kemuliaan-Mu di sini. Datanglah kerajaan-Mu. Jadi
kehendak-Mu.
Chorus: Kami t'rima berkat-Mu Bapa. Kasih setia dari Tuhan Yesus.
Pengurapan dari Rohul Kudus Sampai selamanya.







0 komentar:
Post a Comment