Sunday, November 23, 2025

Racun Dunia

Teriak-teriak Terus
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 23 Nov 2025

Mazmur 111:10 (TB) Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.

Si bijak pasti takut akan Tuhan. Jika takut akan Tuhan, dia pasti akan memperlakukan sesama seperti dirinya sendiri. Jika takut akan Tuhan, sebelum menghina, mempermalukan, dan merendahkan sesama, dia akan mempertimbangkan efek jangka panjangnya. Faktanya, dia tidak peduli dengan sesama. Dia pun mengabaikan kesehatan dan keselamatan sesama.

Sepanjang hari dia merokok di ruangan ber-AC yang seharusnya digunakan untuk umum. Bagaimana jika dia lupa mematikan puntung rokok lalu terjadi kebakaran? Pintu darurat tak ada. APAR terbatas dan tidak semua orang bisa menggunakannya. Ruangannya di lantai dua. Jika lompat dari jendela, tentu bisa patah kaki atau lebih buruk daripada ini.

Selain itu, ketika Rusa harus menggunakan ruangan tersebut, dia pun keracunan. Karena bau rokok susah hilang dari ruangan ber-AC, tentu ada racun yang tertinggal di atas meja, kursi, atau perabot lainnya. Alhasil, kepala Rusa pusing berhari-hari dan terasa berat. Dadanya pun sakit, seperti tertusuk. Matanya juga kering pedih karena racun tak terlihat itu.

Lalu dia melihat cuplikan film persilatan yang menceritakan tentang pertandingan silat antara dua klan. Setiap klan mengutus puteranya untuk memenangkan pertandingan tersebut. Ketika putera kedua klan Wahyu babak belur karena serangan putera klan Reswara, seketika papanya berteriak, "Saya menyerah. Hentikan. Jangan pukul dia lagi."

Maka, putera kedua klan Wahyu terpaksa mundur. Dia tidak perlu menang sendirian karena kekalahannya tidak menentukan kekalahan satu klan. Lalu majulah putera bungsu klan Wahyu yang lebih kuat daripada putera klan Reswara. Maka, klan Reswara kalah. Hehehe... kemenangan putera bungsu klan Wahyu merupakan kemenangan klan Wahyu, termasuk kemenangan putera kedua klan Wahyu yang sudah babak belur tadi.

Di dalam tim perang Tuhan juga seperti ini. Kita tidak harus menang sendirian. Tuhan memiliki banyak anak. Jika salah satu anaknya kalah (ditarik mundur dari pertempuran), Tuhan masih memiliki anak lain yang akan memenangkan pertempuran. Otomatis anak yang kalah juga akan menuai kemenangan yang sama.

Maka, Rusa teringat pada kisah Itik Buruk Rupa yang diusir dari peternakan oleh Singa Gunung setelah difitnah oleh pemimpinnya yang juga suka berteriak-teriak marah. Karena Itik suka membela mereka yang sering diteriaki oleh Anjing gila, dia pun dituduh mau menghancurkan kepalanya sendiri, padahal dia hanya ingin melindungi anggota tubuh lain karena dia tahu bahwa kepala tak bisa berjalan sendiri.

Bayangkan, bagaimana jika kita melihat kepala menggelinding sendiri? Ih, ngeri deh. Kepala tuh masih perlu tangan, kaki, mata, mulut, perut, dan anggota tubuh lain yang tak terlihat, seperti jantung, paru-paru, dan sebagainya. Jadi, pemimpin pun tetap perlu menghargai admin atau cleaning service yang tak terlihat. Maka, Itik dianggap sebagai ancaman bagi kedudukan Anjing kepala dan dia berhasil diusirnya.

Namun, pada hari ketiga si Itik bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi seri dengan bantuan anak Singa Gunung yang sempat khilaf. Si pemfitnah pun harus ikut pergi dari peternakan di gunung itu... hehehe... Jadi, kadang kala tak masalah jika kita menyerah sesaat karena menyerah tak selalu berarti kalah. Yesus pun seolah-olah menyerah di kayu salib, tetapi Dia bangkit pada hari ketiga.

Jadi, kalau saat ini kita mau menyerah, tak masalah, silahkan saja menyerah. Namun, pastikan untuk bangkit kembali karena kuasa kebangkitan telah Yesus wariskan kepada kita. Andaikata saat itu Itik tidak diusir dari peternakan, tentulah sakit fisiknya bisa makin parah karena pencobaan di sana sudah melampaui batas kekuatannya, seperti batas kekuatan putera kedua klan Wahyu tadi... xixixixi...

Mikha 3:4 (TB) Mereka sendirilah nanti akan berseru-seru kepada TUHAN, tetapi Ia tidak akan menjawab mereka; Ia akan menyembunyikan wajah-Nya terhadap mereka pada waktu itu, sebab jahat perbuatan-perbuatan mereka.

Ya, untuk sementara ini, Rusa bisa menyembunyikan wajah dengan masker dan kacamata jika diperlukan agar dia tidak keracunan bau rokok lagi karena dia juga tidak bisa berharap pada kebijaksanaan anak Singa Gurun. Mungkin saja anak Singa Gurun sama labilnya dengan anak Singa Gunung. Namun, Rusa yakin dia akan segera dipindahkan ke tempat lain, seperti sebelumnya jika racun Anjing rabies sudah tak mampu ditanggungnya lagi.

1 Korintus 10:13 (TB) Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

JANJI-MU (GMS Live)
Lebih dari para penjaga mengharap fajar pagi, segenap asaku dan relung hati berharap pada-Mu. Walau ku tak dapat melihat jalan-Mu, namun kumemilih ‘tuk percaya penuh pada-Mu Yesus.
Reff: Kupercaya akan janji-Mu. Tak sedetik pun aku ragu. Satu hal kutahu bahwa janji-Mu tak akan pernah lekang oleh waktu, pasti digenapi.
Bridge: Karena Kau yang berjanji adalah SETIA. Engkau yang lebih tahu...

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.