Teriak-teriak Terus
Catatan
Ibadah ke-1 Minggu 23 Nov 2025
Mazmur 111:10 (TB) Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal
budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.
Si bijak
pasti takut akan Tuhan. Jika takut akan Tuhan, dia pasti akan memperlakukan
sesama seperti dirinya sendiri. Jika takut akan Tuhan, sebelum menghina,
mempermalukan, dan merendahkan sesama, dia akan mempertimbangkan efek jangka
panjangnya. Faktanya,
dia tidak peduli dengan sesama. Dia pun mengabaikan kesehatan dan keselamatan sesama.
Sepanjang
hari dia merokok di ruangan ber-AC yang seharusnya digunakan untuk umum. Bagaimana jika dia lupa
mematikan puntung rokok lalu terjadi kebakaran? Pintu darurat tak ada. APAR terbatas dan
tidak semua orang bisa menggunakannya. Ruangannya di lantai dua. Jika lompat
dari jendela, tentu bisa patah kaki atau lebih buruk daripada ini.
Selain
itu, ketika Rusa harus menggunakan ruangan tersebut, dia pun keracunan. Karena bau rokok susah
hilang dari ruangan ber-AC, tentu ada racun yang tertinggal di atas meja, kursi, atau perabot
lainnya. Alhasil, kepala Rusa pusing berhari-hari dan terasa berat. Dadanya pun
sakit, seperti tertusuk. Matanya juga kering pedih karena racun tak terlihat
itu.
Lalu dia
melihat cuplikan film persilatan yang menceritakan tentang pertandingan silat
antara dua klan. Setiap klan mengutus puteranya untuk memenangkan pertandingan
tersebut. Ketika putera kedua klan Wahyu babak belur karena serangan putera
klan Reswara, seketika papanya berteriak, "Saya menyerah. Hentikan. Jangan pukul dia lagi."
Maka,
putera kedua klan Wahyu terpaksa mundur. Dia tidak perlu menang sendirian
karena kekalahannya
tidak menentukan kekalahan satu klan. Lalu majulah putera bungsu klan Wahyu yang
lebih kuat daripada putera klan Reswara. Maka, klan Reswara kalah. Hehehe...
kemenangan putera bungsu klan Wahyu merupakan kemenangan klan Wahyu, termasuk
kemenangan putera kedua klan Wahyu yang sudah babak belur tadi.
Di dalam
tim perang Tuhan juga seperti ini. Kita tidak harus menang sendirian. Tuhan memiliki banyak anak. Jika salah satu
anaknya kalah (ditarik mundur dari pertempuran), Tuhan masih memiliki anak lain
yang akan memenangkan pertempuran. Otomatis anak yang kalah juga akan menuai
kemenangan yang sama.
Maka, Rusa teringat pada kisah Itik Buruk Rupa yang diusir dari peternakan oleh Singa Gunung setelah difitnah oleh pemimpinnya yang juga suka berteriak-teriak marah. Karena Itik suka membela mereka yang sering diteriaki oleh Anjing gila, dia pun dituduh mau menghancurkan kepalanya sendiri, padahal dia hanya ingin melindungi anggota tubuh lain karena dia tahu bahwa kepala tak bisa berjalan sendiri.
Bayangkan,
bagaimana jika
kita melihat kepala menggelinding sendiri? Ih, ngeri deh. Kepala tuh masih perlu
tangan, kaki, mata, mulut, perut, dan anggota tubuh lain yang tak terlihat,
seperti jantung, paru-paru, dan sebagainya. Jadi, pemimpin pun tetap perlu
menghargai admin atau cleaning service yang tak terlihat. Maka, Itik
dianggap sebagai ancaman bagi kedudukan Anjing kepala dan dia berhasil
diusirnya.
Namun, pada hari ketiga si Itik
bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi seri dengan bantuan anak Singa Gunung yang sempat
khilaf. Si pemfitnah pun harus ikut pergi dari peternakan di gunung itu...
hehehe... Jadi,
kadang kala tak masalah jika kita menyerah sesaat karena menyerah tak selalu
berarti kalah.
Yesus pun seolah-olah menyerah di kayu salib, tetapi Dia bangkit pada hari
ketiga.
Jadi,
kalau saat ini kita mau menyerah, tak masalah, silahkan saja menyerah. Namun, pastikan untuk
bangkit kembali karena
kuasa kebangkitan telah Yesus wariskan kepada kita. Andaikata saat itu Itik
tidak diusir dari peternakan, tentulah sakit fisiknya bisa makin parah karena
pencobaan di sana sudah melampaui batas kekuatannya, seperti batas kekuatan
putera kedua klan Wahyu tadi... xixixixi...
Mikha 3:4 (TB) Mereka sendirilah nanti akan berseru-seru kepada TUHAN, tetapi Ia
tidak akan menjawab mereka; Ia akan menyembunyikan wajah-Nya terhadap mereka
pada waktu itu, sebab jahat perbuatan-perbuatan mereka.
Ya, untuk
sementara ini, Rusa bisa menyembunyikan wajah dengan masker dan kacamata jika
diperlukan agar dia tidak keracunan bau rokok lagi karena dia juga tidak bisa
berharap pada kebijaksanaan anak Singa Gurun. Mungkin saja anak Singa Gurun
sama labilnya dengan anak Singa Gunung. Namun, Rusa yakin dia akan segera
dipindahkan ke tempat lain, seperti sebelumnya jika racun Anjing rabies sudah
tak mampu ditanggungnya lagi.
1 Korintus 10:13 (TB) Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah
pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah
setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui
kekuatanmu. Pada waktu kamu
dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat
menanggungnya.
JANJI-MU (GMS Live)
Lebih
dari para penjaga mengharap fajar pagi, segenap asaku dan relung hati berharap
pada-Mu. Walau ku tak dapat melihat jalan-Mu, namun kumemilih ‘tuk percaya
penuh pada-Mu Yesus.
Reff:
Kupercaya akan janji-Mu. Tak sedetik pun aku ragu. Satu hal kutahu bahwa
janji-Mu tak akan pernah lekang oleh waktu, pasti digenapi.
Bridge:
Karena Kau yang berjanji adalah SETIA. Engkau yang lebih tahu...







0 komentar:
Post a Comment