Catatan Ibadah ke-1 Minggu 30 Nov 2025
Ada
seekor keledai yang bersahabat dengan kucing. Karena kelelahan, suatu hari dia
curhat kepada kucing, "Cing, Cing, kapan ya aku bisa dihargai seperti
kamu? Tiap hari kamu hanya duduk-duduk dan diberi makan, sedangkan aku harus
mengangkut banyak barang." Kucing menjawab, "Dai, kamu berdoa
saja."
Lantas
Keledai berdoa dan doanya segera terjawab. Ada seseorang yang melepaskan dia
dari tali yang tertambat di pohon lalu menghamparkan kain di depannya dan
membawanya pergi. Lalu Keledai menyusuri jalan sambil membawa seseorang di atas badannya. Orang-orang bertepuk tangan
menyambutnya dan melambaikan daun palem di sepanjang jalan.
Maka, cara jalannya menjadi angkuh. Kucing yang berdiri di sampingnya berkata, "Dai, jalanmu biasa aja." Kata Keledai, "Ini pertama kalinya aku dihargai dan dimuliakan oleh banyak orang. Apa salahnya jika aku jalan seperti ini?" Jawab Kucing, "Sebenarnya mereka tidak memuliakanmu, tetapi memuliakan orang yang kamu bawa. Dia adalah Raja segala raja."
Kita tahu
ceritanya di Alkitab ketika Yesus menaiki keledai. Seringkali kita juga seperti
keledai itu. Ketika Yesus dimuliakan lewat hidup kita, kita pun mengambil kredit
untuk diri kita.
Roma 8:30 (TB) Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga
dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya.
Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.
Jika
ingin dimuliakan, ini bukan hal yang salah. Minimal tiap ulang tahun kita
menjadi mulia karena lagunya berkata, "Panjang
umurnya .. panjang umurnya. Panjang umurnya ... serta mulia." Namun,
apa arti dimuliakan? Apakah ketika kita memiliki banyak uang? Apakah ketika
bisnis kita sukses? Apakah ketika kita selalu menang dan tidak pernah kalah?
Inilah kemuliaan versi dunia. Namun, bukan ini kemuliaan yang Tuhan maksud.
Roma 8:29 (TB) Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga
ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya,
supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
Jadi,
menjadi mulia berarti menjadi serupa dengan Yesus. Tuhan memanggil kita untuk
makin serupa dengan Yesus, seperti kata Yohanes.
Yohanes 3:30 (TB) Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.
MENGIKUT YESUS
S’mua
kar’na anug’rah-Mu hari ini ada. Bukan kar’na kuatku namun kar’na Roh-Mu.
Pre
Chorus: Kubawa hatiku, penyembahanku. Kus’makin berkurang. Yesus
s’makin bertambah.
Chorus:
Mengikut Yesus, itulah kesukaan hatiku. Kulepas semua hakku untuk mengenal
kehendak-Nya di hidupku. Mengiring Yesus, itulah kekuatan hidupku. Kuyakin
anug’rah-Nya mampu. Jadikanku hamba yang berkenan s’lalu.







0 komentar:
Post a Comment