Sunday, November 30, 2025

Dipanggil untuk Dimuliakan ~ Ps. Robert Tedjasukmana

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 30 Nov 2025

Ada seekor keledai yang bersahabat dengan kucing. Karena kelelahan, suatu hari dia curhat kepada kucing, "Cing, Cing, kapan ya aku bisa dihargai seperti kamu? Tiap hari kamu hanya duduk-duduk dan diberi makan, sedangkan aku harus mengangkut banyak barang." Kucing menjawab, "Dai, kamu berdoa saja."

Lantas Keledai berdoa dan doanya segera terjawab. Ada seseorang yang melepaskan dia dari tali yang tertambat di pohon lalu menghamparkan kain di depannya dan membawanya pergi. Lalu Keledai menyusuri jalan sambil membawa seseorang di atas badannya. Orang-orang bertepuk tangan menyambutnya dan melambaikan daun palem di sepanjang jalan.

Maka, cara jalannya menjadi angkuh. Kucing yang berdiri di sampingnya berkata, "Dai, jalanmu biasa aja." Kata Keledai, "Ini pertama kalinya aku dihargai dan dimuliakan oleh banyak orang. Apa salahnya jika aku jalan seperti ini?" Jawab Kucing, "Sebenarnya mereka tidak memuliakanmu, tetapi memuliakan orang yang kamu bawa. Dia adalah Raja segala raja."

Kita tahu ceritanya di Alkitab ketika Yesus menaiki keledai. Seringkali kita juga seperti keledai itu. Ketika Yesus dimuliakan lewat hidup kita, kita pun mengambil kredit untuk diri kita.

Roma 8:30 (TB) Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Jika ingin dimuliakan, ini bukan hal yang salah. Minimal tiap ulang tahun kita menjadi mulia karena lagunya berkata, "Panjang umurnya .. panjang umurnya. Panjang umurnya ... serta mulia." Namun, apa arti dimuliakan? Apakah ketika kita memiliki banyak uang? Apakah ketika bisnis kita sukses? Apakah ketika kita selalu menang dan tidak pernah kalah? Inilah kemuliaan versi dunia. Namun, bukan ini kemuliaan yang Tuhan maksud.

Roma 8:29 (TB) Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Jadi, menjadi mulia berarti menjadi serupa dengan Yesus. Tuhan memanggil kita untuk makin serupa dengan Yesus, seperti kata Yohanes.

Yohanes 3:30 (TB) Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

MENGIKUT YESUS
S’mua kar’na anug’rah-Mu hari ini ada. Bukan kar’na kuatku namun kar’na Roh-Mu.
Pre Chorus: Kubawa hatiku, penyembahanku. Kus’makin berkurang. Yesus s’makin bertambah.
Chorus: Mengikut Yesus, itulah kesukaan hatiku. Kulepas semua hakku untuk mengenal kehendak-Nya di hidupku. Mengiring Yesus, itulah kekuatan hidupku. Kuyakin anug’rah-Nya mampu. Jadikanku hamba yang berkenan s’lalu.

Dimuliakan

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.