Sunday, January 4, 2026

Menonton di Bioskop

Roh Kudus di Dalam Gereja
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 4 Jan 2026

Sepertinya Roh Kudus juga suka menonton film karena Dia pun berjiwa seniman. Namun, film rancangannya selalu berakhir dengan pesan dan kesan yang membangun. Ketika aku menonton The Legend of the Blue Sea, Dia menggunakan 'penglihatan' itu untuk berfirman di gereja sehingga hari itu tiba-tiba aku menjadi agak laen... wkwwkw... Film animasi Moana dan film Jack - The Giant Slayer pun bisa dipakainya untuk berbicara.

Nah, Natal kemarin Dia pun berbicara lagi melalui film Indonesia yang judulnya Agak Laen. Sepanjang film ini para penonton tak henti-hentinya tertawa karena berbagai masalah yang dihadapi oleh keempat tokoh utamanya. Durasi filmnya juga lebih panjang daripada iklan Thailand yang agak lain itu. Jadi, rasanya benar-benar terhibur. Namun, film itu merupakan gambaran kehidupan orang Kristen masa kini.

Ketika akan diberi firman, seketika pemilik panti wredha berkata, "Ini bukan masalah firman, tetapi saya tidak sanggup menggaji empat orang sekaligus." Seringkali kita merasa tidak mampu ketika berpikir dan berusaha dengan kekuatan kita sendiri.

Namun, ketika iman bertemu dengan hati, tiba-tiba pemilik panti itu sanggup melakukannya loh. Semula keempat tokoh utama cemas dengan masa depan mereka, tetapi mereka tetap yakin bahwa Yesus akan menolong. Maka, terjadilah sesuai iman mereka.

Meskipun demikian, jawaban doa mereka tentu saja tak sesuai harapan mereka. Mereka berusaha agar tidak dipecat, tetapi malah dipecat. Namun, akhirnya mereka berempat bisa pindah ke tempat kerja yang lebih sesuai dengan jiwa mereka dan di tempat kerja baru pun mereka tetap bersama.

Amsal 19:21 (TB) Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana.

Menjadi penonton tuh enak. Kita bisa tertawa lepas sekalipun melihat para tokohnya menderita. Ini juga tidak dosa karena kita menertawakan sesuatu yang merupakan hasil rekaan semata. "Menyala pantiku." Hahaha... Namun, beberapa hari kemudian terdengar berita tentang sebuah panti wredha di Manado yang benar-benar menyala. Sayangnya, api yang menyala di sana adalah api yang menghanguskan.

Ketika kita sendiri yang harus menjadi tokoh utama dalam film yang ditulis oleh Tuhan, alih-alih tertawa, tentu kita pun akan merasakan emosi yang sama dengan para tokoh dalam film tersebut. Ah, mengapa ada orang yang harus mati dengan cara tragis, seperti tetanggaku yang beragama Katolik? Di dalam Tuhan seharusnya happy ending. Namun, kematian pertama memang bukanlah akhir cerita karena nanti masih ada kelanjutannya.

Ibrani 9:27 (TB) Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,

Jadi, semua orang hanya bisa menunggu keputusan yang dikeluarkan oleh pengadilan terakhir berdasarkan perbuatan dalam kehidupan ini. Keputusan itulah yang akan menjadi akhir cerita yang sesungguhnya. Maka, selama nafas masih berhembus, tentu masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri. Sebagai penonton, kita bisa memilih untuk nonton hingga selesai atau berhenti di tengah jalan cerita.

Namun, sebagai tokoh dalam cerita Tuhan, sekalipun memiliki kehendak bebas, kita tidak bisa berhenti di tengah jalan cerita dan jika kita salah memilih jalan terus, akhir cerita kita pun bisa berakhir duka. Nah, agar bisa tetap terhibur dalam menghadapi berbagai masalah, tentulah kita membutuhkan Roh Kudus. Dengan bantuan Roh Kudus, kita bisa menertawakan masalah kita sendiri karena kita bisa yakin bahwa Tuhan selalu lebih besar daripada masalah kita.

Yohanes 14:26 (TB) tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

MASALAH ITU BIASA
(GMS Live - Nyanyian Dari Timur • 2024)
Verse 1: Tersenyumlah hai semua. Tanggalkan segala beban masalah. Bersukacitalah senantiasa. Bernyanyi dan bertepuk tangan.
Chorus: Satu, dua, tiga, dan empat. Katong bagoyang, iko irama. Putar ka kiri (hei!) Putar ka kanan (ho!). Hati senang di dalam Tuhan.
Verse 2: Setiap masalah ada masa kadaluwarsa. Masalah itu biasa, Tuhan yang luar biasa. Seng perlu gelisah, beta percaya Tuhan setia. Tersenyumlah, tertawalah, bergembira puji Tuhan.
Hook: Hu, la-la, la-la. Oh-oh-oh. Hu-uh-uh, la-la, la-la. Oh-oh-oh-oh
Bridge: Hai samua, marilah menari. Putar kiri, putar ka kanan. Hai samua, mari bergembira. Bersukacita dalam Tuhan.
Outro: Hati senang di dalam Tuhan. Hati senang di dalam Tuhan.

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.