Catatan Ibadah ke-1 Minggu 4 Jan 2026
Kita membutuhkan
Roh Kudus untuk menuntun dan membimbing kita ke dalam kebenaran. Roh Kudus
bukan seperti Casper - si hantu lucu dan baik hati. Casper hanyalah imajinasi.
Faktanya, tidak ada hantu yang baik hati. Pengalaman rohani itu penting, tetapi
sifatnya subjektif dan tidak bisa dialami oleh setiap orang.
Roh Kudus akan
menggunakan cara berbeda-beda kepada orang yang berbeda. Contoh: Seandainya pak Antoni mengatakan bahwa dia mendapat
penglihatan berupa cahaya orange, orang lain belum tentu mengalaminya
juga. Pengalaman juga belum tentu alkitabiah. Jadi, seandainya pak Antoni
menceritakan pengalaman semacam itu, selanjutnya, apa maknanya? Ini sebabnya kita
membutuhkan Roh Kudus untuk membantu kita memahami kebenaran (alkitabiah).
Jika kita
menganggap Roh Kudus seperti Casper, tak ada bedanya dengan saksi Yehova.
Kehadiran Roh Kudus tidak seperti Casper. Sebagai salah satu pribadi dari Allah
Tri Tunggal, kehadiran-Nya bisa berwujud angin dan bahasa lidah.
1. Angin
Kisah Para Rasul 2:1-2 (TB) Ketika tiba hari Pentakosta, semua
orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu
bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana
mereka duduk;
Mereka berkumpul
bersama di salah satu rumah. Hal ini menunjukkan bahwa kita pun harus membuka
rumah kita untuk tempat persekutuan doa. Roh Kudus hadir sebagai angin sesuai
nubuatan Yehezkiel terhadap tulang-tulang kering yang dibangkitkan. Jadi, ada
hubungan teks antara Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama.
Yehezkiel 37:5-6 (TB) Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada
tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup
kembali. Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu,
Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya
kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN."
Yehezkiel
menubuatkan kebangkitan Israel. Namun, di dalam Perjanjian Baru, Roh Kudus
membangkitkan Gereja.
2. Bahasa
Lidah
Kisah Para Rasul 2:3-4 (TB) dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Selain berwujud angin, Roh Kudus bisa hadir dalam wujud bahasa lidah dan bahasa bangsa-bangsa. Di Perjanjian Lama, Tuhan menyerakkan bahasa di Babel sehingga mereka tersebar ke berbagai tempat. Di Perjanjian Baru, Roh Kudus menyerakkan Gereja ke berbagai tempat untuk memberitakan Injil dalam berbagai bahasa bangsa-bangsa.Dulu pak Antoni
memiliki berat badan sekitar 105 kg dan tensinya juga tinggi. Alhasil, dia
dibawa ke ICU. Di sana dia harus berjuang karena ICU tidak membuatnya langsung
merasa lebih baik. Di sekitarnya ada yang mati. Ada pula yang berteriak
kesakitan.
Jadi, setelah
berhasil keluar dari masa kritisnya, pak Antoni minta dikeluarkan dari ICU.
Ketika sakit seperti ini, dia bertanya kepada Tuhan, seperti kebanyakan orang,
"Apa salahku hingga mengalami hal ini? Bukankah aku sudah melayani-Mu?
Bukankah aku sudah berbuat ini dan itu?"
Kita
seringkali tidak menyadari kesalahan kita dan mengungkit-ungkit kebaikan kita. Sekalipun telah menjadi gembala, dulu pak Antoni belum memahami
firman karena dia memandang bahwa semua firman cukup dibaca sesuai yang
tertera. Padahal, ada firman yang bermakna simbolis. Tanpa pemahaman dari Roh
Kudus, mungkin kita juga akan menyatakan bahwa menonton di bioskop itu
dilarang.
Ayat favorit pak
Antoni pada saat itu adalah, "Semua yang dihalalkan Tuhan, tidak boleh
diharamkan manusia." Maka, rem blong, gas pol, semuanya dia makan
sehingga obesitas. Dia pun berdoa untuk meminta maaf kepada Tuhan dan meminta
diberi kesempatan hidup lebih lama karena dia masih muda dan anaknya juga masih
kecil.
Setelah dia
dipindah ke ruang rawat, dokter berkata kepadanya, "Jika ingin hidup lebih
lama, turunkan berat badanmu sebanyak 20 kg." Karena Roh Kudus bisa
berbicara dengan beragam cara, termasuk orang lain, seperti dokter, pak Antoni
pun mulai bertransformasi. Tiap pagi dia mulai berjalan, tetapi jalan 5 menit
saja sudah ngos-ngosan. Meskipun demikian, dia tidak menyerah dan terus
berjuang. Setelah 2 tahun dia pun berhasil menurunkan berat badannya sebanyak
20 kg.
Jadi, ketika
Roh Kudus berhembus, hal pertama yang dia ubahkan adalah hati kita terlebih
dahulu. Roh Kudus juga akan berhembus ke dalam bisnis, kesehatan, keuangan,
dan berbagai area kehidupan kita. Dia akan memimpin kita di jalan yang benar.
BEKERJALAH YA ROH KUDUS (GMS Live)
Verse 1: Roh Kudus hadir di
sini. Pribadi yang menawan dan suci. Kurindu mendekat mengerti hati-Mu,
Berjalan dalam kehendak-Mu.
Verse 2: Roh Kudus manis dan lembut. Penolong yang sejati dan suci. Kurindu
mendekat mengerti hati-Mu, Berjalan dalam kuasa-Mu.
Chorus: Bekerjalah ya Roh Kudus. Bertahtalah lebih lagi. Urapan-Mu,
lawatan-Mu, Kaulah yang kuperlu. Kau terutama di hidupku.







0 komentar:
Post a Comment