Sunday, November 10, 2024

Cara Mengatasi Rasa Takut ~ Debby Basjir

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 11 Okt 2024

Siapa yang tidak pernah takut? Beberapa orang minum obat penenang agar bisa tidur. Sekalipun dia tidak mengakui ketakutannya, tindakannya meminum obat tidur telah menunjukkan bahwa dia takut.

Ketika bu Debby hendak berangkat ke Israel, pecah perang lagi. Jemaat pun menggantungkan iman kepadanya, "Jika bu Debby berangkat, kami juga berangkat." Jika bu Debby tidak berangkat, bagaimana dia mengembalikan semua biaya akomodasi yang telah dibayarkan oleh para peserta tour? Maka, bu Debby memutuskan untuk tetap berangkat, "Jika belum waktunya mati, tentu tidak akan mati."

Jika sudah waktunya mati, tidak ada tempat untuk bersembunyi. Ketika Covid, banyak orang mati karena ketakutan, bukan karena Covid itu sendiri. Semula bu Debby takut ketika mendengar masjid mengumumkan nama-nama tetangganya yang meninggal karena Covid. Saat itu Tuhan berkata, "Covid itu tidak terlihat. Aku pun tidak terlihat. Mengapa kamu lebih mengimani Covid daripada Aku?" Lalu Tuhan memberinya lagu.

Jika beriman pada Covid, lagunya, "Kiri kananku ada Covid, sek'lilingku ada Covid. Dalam hidupku ada Covid, Covid s'lalu bersamaku." Agar tidak takut, bu Debby bernyanyi, "Kiri kananku ada Tuhan, sek'lilingku ada Tuhan. Dalam hidupku ada Tuhan, Yesus s'lalu bersamaku." Maka, imannya bangkit. Lalu dia berdoa, "Seandainya aku harus terkena Covid, aku mau untuk memuliakan Tuhan."

Bu Debby pun telah mencoba empat varian Covid dan terbukti bahwa dia tetap hidup. Dia pun terkena Covid setelah berdoa seperti itu. Dia ingin menunjukkan imannya karena saat itu banyak orang kehilangan iman. Iman harus hidup dalam perbuatan. Iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati.

Di Israel mereka menginap di hotel Tiberias - dekat danau Galilea. Tiberias merupakan tempat yang tidak aman karena sering menjadi sasaran musuh. Tempat ini sudah lama ditutup, tetapi saat itu dibuka kembali. Jadi, tidak masalah jika bu Debby mau menginap di sana.

Bu Debby pun memutuskan untuk tetap menginap di sana karena Yesus melakukan banyak mujizat di danau Galilea. Sebagian besar peserta tour berumur 80 tahunan. Seharusnya mereka tidak perlu ikut, tetapi panitia tidak mungkin menolak keinginan mereka.

Di Alkitab tertulis masa hidup kita sekitar 70 tahun sehingga jika masih hidup sampai 80 tahun, ini bonusnya. Setiba di hotel mereka diberi pengarahan, "Jika ada suara sirine, semua orang harus melarikan diri ke bunker karena ini pertanda ada serangan."

Suami bu Debby bertanya, "Bagaimana dengan mereka yang berumur 80 tahun?" Karena sudah tidak bisa mendengar, mereka tertawa-tawa. Bu Debby pun mengatakan bahwa mereka justru paling aman karena tidak bisa mendengar. Sebelum berangkat ada seorang pria yang terus menerus mendengar berita Israel sehingga dia ketakutan. Sementara itu, istrinya terus menerus mendengarkan firman Tuhan sehingga beriman.

Istri pun meminta suaminya mematikan televisi dan tidak lagi mendengarkan berita. Ketika suami mengikuti saran istrinya, imannya bangkit dan dia tidak takut lagi. Ini sebabnya mereka yang paling aman adalah mereka yang tidak mendengar.

Mereka yang mendengar pengarahan dari hotel jadi berjaga-jaga terus. Mereka menunggu-nunggu bunyi sirine. Beginilah manusia. Mereka malah menunggu hal-hal yang dicemaskan. Justru yang ditakutkan malah terjadi. Suatu pagi sirine berbunyi. Kala itu bu Debby masih berada di kamar mandi dan suaminya sudah rapi. Bu Debby berkata, "Kalau kamu mau lari, lari saja." Bu Debby tidak mau lari dan pasrah.

Menurut info awal, mereka harus tiba di bunker dalam waktu satu menit setelah mendengar sirine. Kekuatan apa yang bisa memungkinkan hal ini? Tidak mungkin bisa. Jika sudah waktunya mati, tentu bisa pulang ke surga. Jika belum waktunya, tentu tidak akan mati.

Karena bu Debby tidak lari, suaminya juga tidak jadi lari ke bunker. Padahal, bu Debby sedang menguji kesetiaan suaminya. Jangan sampai para suami meninggalkan istri yang sedang dalam bahaya. Ketika suami memasang tabung gas LPG, istri dan anak langsung buru-buru lari sejauh mungkin karena takut terkena ledakan gas. Jangan seperti ini juga ya...

Setelah selesai mandi mereka turun ke restoran. Di sana mereka melihat para peserta yang berumur 80 tahunan sudah selesai makan dan mereka terlihat bahagia. Rupanya mereka tidak mendengar suara sirine. Pemandu tur sempat lari ke bunker dan mengetahui bahwa sirine berbunyi karena gempa bumi. Rupanya ada terowongan tempat penyimpanan senjata yang diledakkan. Karena ledakan terlalu keras, sirine gempa bumi berbunyi. Namun, sebenarnya aman.

KIRI KANANKU ADA TUHAN ~ Yehuda Singers
'Ku selalu memandang Tuhan. 'Ku selalu memuji Dia. Kupercaya kepada Tuhan. 'Ku berpasrah kepada-Nya. Siang, malam, kuingat Tuhan karena Tuhan pelindungku. Dengan Dia, 'ku takkan gentar menghadapi semua musuh.
Kiri, kananku ada Tuhan. Sekelilingku ada Tuhan. Dalam hidupku ada Tuhan. Yesus selalu bersamaku. 
Kiri, kananku ada Tuhan. Sekelilingku ada Tuhan. Dalam hidupku ada Tuhan. Yesus selalu bersamaku.

Mengatasi Rasa Takut

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.