Sunday, August 9, 2026

Sudah Tuhan Persiapkan

Kesatuan Tubuh Kristus
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 2 Agustus 2026

Ada pemuda Katolik yang suka pindah-pindah gereja sehingga tiap kali kutanya, dia tak pernah menyebutkan nama gerejanya. Katanya, "Walaupun beda gereja, satu dunia gereja Katolik semua isi liturginya sama, hanya berbeda isi khotbah dan bahasanya."

Hahaha... rupanya Tuhan telah mempersiapkanku untuk hal seperti ini. Siapa sangka aku tidak berpindah-pindah gereja hingga sekarang. Oh, tahu-tahu 12 tahun sudah terlewati. Padahal, awalnya semua terasa berat dan beberapa kali ingin pindah gereja. Hal paling menyebalkan ketika kujumpa saudara-saudara seimanku yang berubah rupa di marketplace. Di gereja sih semuanya manis, tetapi di luar gereja, hanya kami dan Tuhan yang tahu.

Jadi, aku tidak perlu menggurui pemuda itu dan hanya perlu menceritakan kisahku. Kemarin aku bertanya kepadanya, "Besok kamu mau ke gereja mana?"
Jawabnya, "Lihat nanti aku mau ke daerah mana dulu."
Dengan tertawa aku bertanya, "Masa pindah-pindah gereja seperti wisata kuliner? Kamu ikut orang tuamu saja."

Lalu dia berpikir untuk melakukannya setelah aku bercerita kepadanya bahwa dulunya aku juga mau pindah-pindah gereja. Namun, sekalipun masih satu denominasi dan satu aliran, Yesus melarangku pindah-pindah gereja.

"Bahkan, semasa hidupnya engkuku yang Katolik juga selalu ke gereja yang sama dengan keluarganya. Ketika dia meninggal, istri bersama anak, cucu, dan menantunya juga tetap ke gereja yang sama." Begitu ceritaku kepadanya.

Karena firman dan rasa empati yang Tuhan berikan, akhirnya aku pun tetap bertahan di gereja yang sama. Padahal, titi yang dulu mengajakku ke gereja juga sudah tak mau ke gereja lagi setelah dia dikhianati tunangannya yang merupakan penari di gereja. Ehm... saat itu rasanya ingin bernyanyi, "Kisah sedih di hari itu, yang s’lalu menyiksanya. Kutakut ini dia bawa sampai mati..." Namun, dorongan Roh Penghibur membuatku tetap ke gereja yang sama.

ROH KUDUS, KAU HADIR DI SINI
Roh Kudus, Kau hadir di sini. Roh Kudus, kumengasihi-Mu. Kau lembut, Kau manis. Kaulah penghiburku, penolongku diutus Bapaku.
Kubuka hati untuk Roh-Mu, Tuhan. Kubuka hati menyembah-Mu, Yesus. Jamahlah kami, penuhi kami dengan kuasa Allah Maha Tinggi.

Ada saja cara Tuhan untuk mempersiapkan transportasiku. Ketika bemo makin langka, Dia beri aku kemampuan untuk menggaji sopir online hingga teman-temanku hanya bisa geleng-geleng kepala. Ketika sopir online mulai bertanya-tanya tentang gerejaku yang jauh, aku pun mulai bersaksi pula.

Kemudian kuberitahu pemuda itu bahwa dulunya selama delapan tahun di asrama, aku juga ke kapel yang sama. Saat itu aku tidak pernah pindah gereja karena memang tidak ada pilihan lain. Alhasil, selama di sana kupunya lagu favorit, "Semua Bunga Ikut Bernyanyi." 😄

Amsal 27:17 (TB) Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

Biasanya kita suka pindah gereja karena ingin menghindari orang-orang yang mengecewakan kita. Maka, kuberikan ayat itu kepadanya dengan pesan, "Kalau kabur dari mereka, pasti bertemu lagi dengan mereka. Setelah lulus, tidak perlu bertemu mereka lagi. 😄" Padahal, kadang kala masih bisa bertemu mereka lagi loh. Namun, kalaupun bertemu lagi, pasti sudah tidak ada masalah lagi. Lalu dia malah bertanya, "Setelah lulus itu maksudnya apa? 🤣"

Kujawab singkat saja, "Lulus proses pembentukan, sudah beres semua urusan dengan mereka. Ini seperti ceritaku beberapa hari lalu tentang mantan bosku yang menahan gajiku atau mantan atasanku yang sempat menjadi batu sandungan. Setelah kuampuni mereka, tak kulihat mereka lagi karena mereka pindah ke GMS lain untuk mengikuti pendeta favorit mereka. Namun, aku hanya nge-fans sama Yesus, bukan pendeta."

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.