Tongkat Emas untuk yang Berserah
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 26 Juli 2026
Tiga Ciri Hati yang Berserah:
1. Tenang dan Tidak Panik. Ketika terancam mati, Ester tenang dan berdoa. Dia berserah kepada Tuhan, "Jika harus mati, biarlah aku mati."
Setelah berpuasa dan siap mati, Ester berdandan. Jika
kita mau mati, akankah kita masih berdandan? Namun, Ester tetap tenang dan
berdandan dulu sebelum menghadap raja. Lantas raja mengulurkan tongkat emas
kepadanya. Jadi, Ester tidak mati setelah berserah kepada Tuhan.
Jika kita mengalami krisis keuangan, apa tidak panik?
Tenang dan berdoalah. Tuhan akan memeliharamu. Jika kita kehilangan pekerjaan,
tetap tenang dan berdoa. Tuhan sanggup membuka jalan.
Sementara itu, berserah seperti diminta melepaskan setir.
Kita tidak tahu hasil akhirnya, apakah akan menabrak, masuk jurang, atau
selamat? Namun, kita tidak perlu
khawatir karena Tuhan yang akan memelihara kita. Bawa semua ketakutan kita
kepada Tuhan.
Filipi 4:6 (TB) Janganlah
hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal
keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
2. Percaya kepada kehendak Tuhan dengan segenap hati.
Seringkali kita ingin memaksa Tuhan untuk mengikuti rencana kita. Padahal, kita
bukan Tuhan dan kita tidak akan sepintar Tuhan. Justru Tuhan serba tahu dan Dia
memegang kendali atas hidup kita.
Amsal 3:5-6 (TB) Percayalah
kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu
sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
Kita harus mengakuinya di setiap langkah kita sehingga
ketika salah jalan, Tuhan bisa meluruskannya.
3. Menerima jawaban Tuhan. Jawaban Tuhan ada tiga
macam.
* Ketika dijawab YA, tentu kita akan senang.
* Ketika dijawab TIDAK, tentu kita merasa sakit hati. Namun, jika kita masih
percaya kepada-Nya, rasa sakit ini akan segera hilang dan kita kembali
memuji-Nya.
* Hal yang paling tidak enak ketika dijawab TUNGGU. Pada momen seperti ini
Tuhan mengajar kita untuk bersabar dan percaya dengan waktu-Nya.
Selanjutnya, mari kita renungkan isi koper kita. Apakah
isinya sarat dengan kekhawatiran, ketakutan, kecemasan, atau kemarahan? Serahkan
kopermu kepada Yesus. Biarkan Dia memulihkanmu.
BERSERAH kepada YESUS
Bait 1: Berserah kepada Yesus, Tubuh,
roh, dan jiwaku. Kukasihi, kupercaya, Kuikuti Dia t'rus.
Reff: Aku berserah, aku berserah pada Yesus, Juru Selamat, aku berserah.
Bait 2: Berserah kepada Yesus di kaki-Nya 'ku sujud. Nikmat dunia
kutinggalkan. Tuhan, t'rima anak-Mu.
Bait 3: Berserah kepada Yesus 'ku jadi milik-Mu. B'rilah Roh-Mu
meyakinkan bahwa Kau pun milikku.
Bait 4: Berserah kepada Yesus kuberikan diriku. B'ri kasih-Mu dan
kuasa-Mu. Ya, berkati anak-Mu.
Bait 5: Berserah kepada Yesus, Kurasakan api-Nya. Kar'na s'lamat yang
sempurna, Puji, puji nama-Nya.







0 komentar:
Post a Comment