Sunday, July 26, 2026

Tongkat Emas untuk yang Berserah - Ps. Hendra Haryanto

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 26 Juli 2026

Jika kita akan pergi ke luar kota atau luar negeri dengan pesawat, salah satu hal yang akan kita lakukan adalah mempersiapkan koper. Jika perginya lama, kita akan menggunakan koper besar. Jika hanya pergi sehari, biasanya kita akan membawa koper kecil, kecuali di sana nanti mau membeli banyak oleh-oleh karena punya banyak uang.

Pada hari keberangkatan kita akan membawa koper itu dan menyimpannya di bagasi. Lalu koper yang tidak lebih dari tujuh kilogram akan kita simpan di kabin karena kita tidak boleh memangkunya atau meletakkannya di sebelah kaki. Semua yang naik pesawat seperti ini ya? "Apa hanya saya yang aneh sendiri?" Tanya pak Hendra.

Ester 4:16 (TB) "Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati."

Mungkin kita semua telah membaca kitab Ester. Awalnya Raja Ahasyweros memiliki istri bernama Ratu Wasti. Karena kecantikannya, raja mengundang dia ke pestanya agar semua tamu bisa melihatnya. Namun, ratu Wasti menolak raja sehingga dia dibuang. Lantas raja mencari ratu baru dan terpilihlah Ester. Dia merupakan anak angkatnya Mordekhai atau keponakannya.

Sejak awal masuk istana Mordekhai melarang Ester memberitahukan kewarganegaraannya sebagai orang Yahudi. Sementara itu, Raja Ahasyweros memiliki Haman sebagai tangan kanannya. Haman ini sangat membenci Mordekhai, tetapi dia tidak mau jika hanya membunuh Mordekhai. Karena dia mengetahui bahwa Mordekhai adalah orang Yahudi, dia ingin membunuh semua orang Yahudi.

Ketika mendengar Haman mengeluarkan perintah untuk membunuh semua orang Yahudi, Mordekhai meminta Ester menghadap raja. Namun, Ester menolak karena jika menghadap raja tanpa dipanggil, dia bisa mati. Mordekhai memberitahunya bahwa sekalipun dia tinggal di istana, dia juga tidak akan luput dari rencana pembunuhan Haman karena dia juga Yahudi. Maka, Ester meminta Mordekhai dan seluruh bangsanya berpuasa untuknya sebelum dia menghadap raja. Dari sini dikenal puasa Ester.

Jadi, hanya untuk menghadap raja, Ester harus berpuasa karena ini taruhan nyawa. Pak Hendra bisa membayangkan jika dia berada di posisi Ester. “Untunglah saya bukan Ester,“ ujarnya. Bersyukurlah kita tidak perlu berpuasa ketika harus menghadap ketua CG. Kita pun tidak perlu berpuasa ketika akan menemui gembala kita.

Ester 5:2 (TB) Ketika raja melihat Ester, sang ratu, berdiri di pelataran, berkenanlah raja kepadanya, sehingga raja mengulurkan tongkat emas yang di tangannya ke arah Ester, lalu mendekatlah Ester dan menyentuh ujung tongkat itu.

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.