Sunday, April 26, 2026

Menggali Sumur

Set Apart
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 26 April 2026

Banyak orang dunia seringkali iri melihat kesuksesan orang lain lalu mereka ingin merebutnya dengan beragam cara. Jika ada orang yang sukses dengan cara positif, jarang sekali ada yang menirunya. Namun, jika ada orang yang sukses dengan cara negatif, seperti menjilat atau drama, dengan cepat mereka menirunya.

Keluaran 20:17 (TB) Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu."

Ketika melihat Ishak di Kejadian 26 selalu sukses menggali sumur, mereka langsung merebutnya. Mereka tidak mau tahu bahwa Ishak berhasil karena dia selalu bekerja sepenuh hati, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Orang dunia tidak mau bekerja keras untuk menggali sumur yang terlihat kering. Mereka hanya mau hasil instan, langsung menikmati air sumur setelah mengusir Ishak yang telah bekerja keras untuk mendapatkannya.

Bahkan, sekelompok orang, termasuk orang Kristen pun bisa memfitnah dan menyebarkan gosip demi memuluskan rencana pengusiran semacam itu. Namun, orang-orang seperti Ishak tidak menjadi pahit hati karena hal-hal seperti itu. Mengapa? Ya, jelas-jelas arena pertandingannya berbeda. Tujuannya pun berbeda. Orang dunia melakukan segala cara untuk mendapatkan harta yang fana. Namun, Ishak berlari untuk mendapatkan hadiah yang kekal. Ishak mengikuti tuntunan ilahi.

1 Korintus 9:25 (TB) Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

Nah, mahkota abadi hanya bisa diperoleh dengan ucapan syukur karena Tuhan bertahta di atas pujian umat-Nya. Ada kuasa Tuhan dalam ucapan syukur. Jika kita melihat orang lain tampak diberkati, jangan buru-buru iri kepadanya, tetapi lihatlah dulu cara dia menggali semua sumur itu. Jika dia memperolehnya dengan cara halal, ikuti caranya.

Matius 5:41 (TB) Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

Memberi lebih dari yang diminta merupakan salah satu cara yang dikenan Tuhan. Jika masih staf dan ingin gaji supervisor, bekerjalah seperti supervisor dengan gaji staf. Jika ingin gaji manajer, bekerjalah seperti manajer sekalipun belum mendapat gaji manajer. Jika ingin gaji direktur, bekerjalah seperti direktur sebelum mendapat gaji direktur. Ketika kita sudah memantaskan diri, sumur kita pasti berbual-bual airnya.

Jika kita selalu bekerja sepenuh hati atau memberi lebih dari yang diminta oleh pemberi kerja, Tuhan pasti mempromosikan kita. Bahkan, jika pemberi kerja tidak mengetahui hal tersebut, Tuhan pun tetap mempromosikan kita di tempat kerja baru. Ladang Tuhan sangat luas. Sumur Tuhan juga banyak. Oleh karena itu, Ishak tidak perlu mati-matian mempertahankan sebuah sumur tua.

Ishak yakin bahwa usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Walaupun kehilangan sumur, dia tidak kehilangan kemampuan menggali sumur. Seiring berjalannya waktu, kemampuannya makin terasah. Makin lama, kerjanya makin cepat. Lantas jika pemberi kerja memecat kita karena dia lebih percaya pada penjilat, ini merupakan kesempatan bagi kita untuk melihat karya Tuhan yang luar biasa menakjubkan.

Amsal 12:2 (TB) Orang baik dikenan TUHAN, tetapi si penipu dihukum-Nya.

Jadi, kalau kalian melihat karyawan bergaji tinggi padahal dia malas dan hanya modal menjilat bos, jangan iri kepadanya. Daripada ingin mendapatkan gaji setinggi dirinya dengan cara haram yang sama, justru kita harus bersyukur. Jika mau melihat secara mendalam, ada banyak hal yang bisa kita syukuri dari satu peristiwa tersebut, antara lain:
* Syukurlah aku masih memiliki hati nurani yang menjagaku agar tidak menjadi seperti dia.
* Syukurlah aku bukan bosnya sehingga bukan aku yang ditipu atau dijilat olehnya.
* Syukurlah aku bisa belajar dari kesalahan orang lain sehingga biaya belajarnya gratis..tis..tis.
* Syukurlah masa depanku tak akan sesuram penjilat itu. Pada akhirnya, setiap bos akan meninggal dunia atau digantikan penerusnya. Bila saat itu tiba, penjilat yang tidak mengasah keterampilan lain (selain menipu), tentulah akan tersisih dan harus mencari bos lain yang juga mudah ditipu.

Amsal 22:1 (TB) Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.

Bahkan, jika sampai tertipu, kita pun masih bisa bersyukur, seperti Ayub. Kita bersyukur bukan untuk kehilangannya. Kita bersyukur karena kita mengetahui sumber berkatnya. Kita bersyukur karena orang lain bisa mengambil berkat kita, tetapi mereka tidak bisa mengambil Sang Pemberi Berkat.

Ayub 1:21 (TB) katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"

Bahkan, kita pun bisa bersyukur untuk berkat yang belum tiba. Seringkali kita harus melepaskan sumur lama sebelum Tuhan memberikan sumur baru yang lebih kekinian dan lebih dalam (upgrade kapasitas)... wkwwkw... Puji Tuhan!

YESUS KAU SUNGGUH BAIK
Yesus Kau sungguh baik. Yesus nama-Mu indah. Yesus kucinta Kau selalu. Kutinggikan, kuagungkan s'lamanya.
Kumau memuji-Mu, kus'lalu puji-Mu. Kumau menyembah-Mu, kus'lalu sembah-Mu.
Kau yang layak t'rima semua pujian. Kemuliaan hanya bagi Tuhan.

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.