Mujizat Penguasaan Diri 2
Catatan Ibadah
ke-1 Minggu 22 Feb 2026
"Saat ini
tekanan meningkat. Beberapa orang kabur karena tidak tahan tekanan. Aku pun
ingin kabur saja andaikata tak ada yang tahu kediamanku."
"Kamu jangan
kabur. Kalau ada masalah, ceritakan padaku dulu. Mungkin aku bisa
membantumu."
Aku ingin
memutuskan rantai karma buruk Fuerdai. Namun, kenapa ketika satu karma buruk
pergi, dia justru mengundang karma buruk lainnya? Dia pasti punya kecenderungan
hati yang salah sehingga suka mengundang pembawa karma buruk.
"Ah, aku
ingin kabur saja."
"Drama 'Para
Manipulator' ini baru seri pertama, masa sudah mau kabur?"
"Sejak awal aku
di sini sudah kebanyakan drama. Masa ini baru seri pertama? Mengapa drama ini
terus menerus terjadi? Mengapa dia selalu memercayai para penjilat yang malas
dan munafik?"
"Itu karena
kamu tidak mau menjadi tokoh utamanya."
"Ah, bikin
bete. Mengapa dramanya menyedihkan begini?"
Ratapan 3:59 (TB) Engkau telah melihat ketidakadilan terhadap
aku, ya TUHAN; berikanlah keadilan!
"Tuhan,
berikanlah keadilan untuk kami.
* Orang itu selalu menyebut-nyebut nama-Mu, "Papi Jesus, Papi Jesus".
* Dia pun mengatakan bahwa dia melayani di gereja.
* Bahkan, dia juga memamerkan kalung salib emasnya.
Namun, kelakuannya tak sesuai perkataannya.
Sekalipun aku memberitahu Fuerdai, dia tidak bisa membaca dengan hati.
Sekalipun ayah Fuerdai sudah sadar dan tidak ingin melihatnya pula, tetap saja
Fuerdai masih memercayai anak-Mu yang malas dan munafik itu.”
“Mengapa Kau biarkan dia mencoreng moreng nama-Mu dan mempermalukan
Diri-Mu?
Bukankah yang menyebut nama Tuhan harus meninggalkan kejahatan?"
(2 Timotius 2:19)
Bukankah Kau membenci kemalasan dan kebohongan? (Amsal 6:6-7 dan Mazmur
101:7)
Setelah ratusan kali pasang surut air laut, tiba-tiba saudara Kristen itu menghilang tanpa kabar. Lalu tiba-tiba muncul lagi ke permukaan dengan alasan terkena virus. Karena kasihan, Fuerdai segera memintanya kembali kepadanya. Beberapa orang khawatir virus itu menular dari anjing peliharaannya. Selain itu, saat itu ada kabar tentang Super Flu. Jadi, kuminta hasil laboratoriumnya lalu kuminta dokter temanku menafsirkannya.
Ternyata dia
hanya sakit gondok, tetapi sengaja mendramatisir penyakitnya agar beroleh
simpati dari Fuerdai. Alhasil, orang lain yang melanggar aturan tidak diberi
kesempatan kedua. Namun, saudara Kristen itu masih mendapatkan kesempatan kedua.
Seperti pahlawan kesiangan, Fuerdai suka mendukung para penindas yang pandai
menjilat dan munafik itu. Mungkin Fuerdai juga satu frekuensi dengan mereka.
Fuerdai suka
mendengarkan saudara Kristen itu karena dia fasih berbahasa ibunya. Dia pun
meminta asistennya yang super galak untuk mendukungnya. Sementara itu, aku
harus menulis surat dengan bantuan AI agar bisa berkomunikasi dengan Fuerdai
yang terlahir di Ilha Formosa. Ah, perang ini terkesan tidak seimbang. Masa 1 wanita
harus melawan 2-3 pria manipulatif?
Matius 11:17 (TB) Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak
menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.
Sekalipun Fuerdai
punya mata, dia tidak bisa melihat data dan fakta. Sekalipun Fuerdai punya
telinga, dia tidak bisa mendengar jeritan mereka yang ditindas oleh orang-orang
kepercayaannya. Sekalipun Fuerdai punya hati, dia tidak bisa merasakan
penderitaan sesama. Apakah dia masih manusia?
Amsal 28:15-16 (TB) Seperti singa yang meraung atau beruang yang
menyerbu, demikianlah orang fasik yang memerintah rakyat yang lemah. Seorang
pemimpin yang tidak mempunyai pengertian keras penindasannya, tetapi orang
yang membenci laba yang tidak halal, memperpanjang umurnya.
WAKTU TUHAN
Bila Kau ijinkan sesuatu terjadi, kupercaya semua untuk kebaikanku. Bila nanti
telah tiba waktu-Mu, kupercaya kuasa-Mu memulihkan hidupku.
Chorus: Waktu Tuhan pasti yang terbaik walau kadang tak mudah dimengerti.
Lewati cobaan, ku tetap percaya waktu Tuhan pasti yang terbaik.







0 komentar:
Post a Comment