Sunday, February 22, 2026

Mujizat Penguasaan Diri 2 ~ Ps. Lukas Kusuma

Mujizat Penguasaan Diri
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 22 Feb 2026

2. Memutuskan Rantai Dosa Generasi. Papa pak Lukas berasal dari pasangan broken home. Karena kesulitan kakek neneknya, saat itu papanya dibuang di rumah sakit lalu diadopsi. Penolakan ini membuat papanya menjadi orang yang keras dan mendidik pak Lukas dengan keras. Kebiasaan ini pun menurun sehingga pak Lukas ikut keras dan mudah marah. Namun, suatu hari Tuhan menegurnya, "Jika kamu tetap seperti ini, saya tidak akan memakaimu lagi." Maka, dia memohon agar Tuhan membantunya untuk menjadi orang yang lebih sabar. Lambat laun dia pun bisa bersabar.

3. Membuka Pintu-pintu Anugerah. Ada yang bertanya, "Mengapa saya bisa melayani di Amerika sejak 2000 hingga sekarang? Apakah ada hamba Tuhan yang memintanya? Apakah ada suara Tuhan yang jelas?"

Semula pak Lukas melayani di Makasar lalu dia berpacaran dengan seorang guru. Suatu hari pacarnya ke Kanada untuk mengunjungi keluarganya. Maka, pak Lukas pun memutuskan untuk mendatanginya. Banyak orang sudah mendukungnya dengan mempersiapkan beberapa perhiasan untuk dibawanya.

Dia pun mulai mengurus visa ke Amerika dan Kanada. Saat itu banyak orang gagal mendapatkan visa. Namun, pak Lukas berdoa agar tetap bisa mendapatkan visa ke sana. Pada hari itu dia terlambat bangun sehingga berada di antrian paling akhir padahal sudah ada banyak orang. Namun, petugas bule yang galak tiba-tiba keluar dari ruangannya lalu berkata, "Hari ini ada perubahan. Antrian akan dilakukan dengan undian."

Maka, setiap orang mengambil kertas undian. Pak Lukas berdoa dan dia pun mendapatkan nomer 1. Semua yang ada di sana terkejut melihatnya. Tak sampai 2 menit, dia telah mendapatkan visanya. Setibanya di Amerika dia melayani di beberapa tempat. Kemudian dia pergi ke rumah pacarnya dan berkenalan dengan orang tuanya.

Singkat cerita, ibu pacarnya berkata, "Maaf, kalian harus putus karena saya tidak siap jika anak saya menikah dengan pendeta. Nanti bagaimana dia bisa makan?" Padahal, pak Lukas sampai sering menolak makanan.

Karena penolakan itu, pak Lukas pergi ke Niagara. Derasnya air terjun di sana sederas air matanya. Lalu dia pulang ke rumah pamannya yang humoris. Pamannya menepuk pundaknya sambil berkata, "Kamu masih lebih tampan daripada monyet. Jadi, kamu masih bisa mendapatkan kekasih." Katanya, "Jika aku monyet, paman gorila." Beberapa waktu kemudian di Amerika dia dikenalkan pada wanita Surabaya yang pindah ke Philadelphia setelah putus cinta.

Sebenarnya wanita itu ingin mendapatkan bule dan ada beberapa orang yang menyukainya. Namun, karena tidak ada damai sejahtera Tuhan ketika mendoakannya, dia pun menolak mereka. Ketika berkenalan dengan pak Lukas, keduanya sama-sama berdoa karena keluarga wanita itu adalah pendoa.

Mereka pun mendapatkan jawaban yang sama. Akhirnya mereka menikah. Dari 10 kriteria wanita yang pak Lukas pernah doakan, ternyata 10 kriteria ini ada pada istrinya. Kemudian Tuhan berkata kepadanya, "Tetaplah di Amerika." Maka, dia melayani di Amerika hingga sekarang.

4. Menjadikan Kita Serupa dengan Kristus. Beberapa berkat mungkin tertunda karena karakter kita belum siap untuk menerima berkat tersebut.

1 Petrus 2:23 (TB) Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

Ketika disakiti, kita pilih mengampuni. Ketika dihina, kita pilih tidak membalas. Hal ini membuat kita akan makin serupa dengan Kristus. Ada seorang bapak pergi ke supermarket dengan anaknya. Tiap kali berjalan menyusuri lorong, anak ini membuat barang-barang berantakan. Tiap kali melihat hal ini, bapak itu berkata, "Rudi, sabar."

Nah, ketika berada di kasir, dia dipuji. "Bapak ini hebat ya. Setiap kali Rudi - anak bapak membuat kekacauan, bapak bisa menenangkannya agar sabar." Jawab si bapak, "Rudi itu nama saya." Rupanya bapak itu sedang berbicara kepada dirinya sendiri. Mungkin saat ini kita pun sedang emosi kepada mertua, menantu, rekan kerja, anak, atau orang lain. Namun, bersama Tuhan kita bisa menguasai diri dan menjadi lebih dari pemenang.

TERLALU BESAR
Telah kulihat bukti kasih-Mu. Kau menderita, gantikanku. Dengan darah-Mu, Kau s'lamatkanku. Kini kuhidup menyenangkan-Mu.
Reff: Terlalu besar Kasih-Mu Bapa. Pengorbanan yang Kau b'rikan bagiku. Terlalu mahal darah-Mu Yesus, tercurah untuk menebus hidupku.
Hidup yang Kau b'rikan bagiku, s'lamatkan dan pulihkanku lebih dari segalanya...

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.