Saturday, January 31, 2026

Serangan Pagi Buta

"BU RULLY", terdengar teriakan seorang pria muda. Hah... seketika aku terbangun, tetapi mata tetap terpejam karena kutahu pasti suara itu tak seharusnya ada di sekitarku pada waktu tersebut.

"Oh Tuhan, tolong jangan mengejutkanku. Semoga pria muda itu baik-baik saja. Jaga dan lindungilah dia. Aku masih mengantuk dan ingin tidur." Kulihat jam di ponsel dan masih sekitar jam 5 pagi. Maka, kuberkata pula di dalam hati, "Tidur 15-30 menit lagi ya..."

Pengkhotbah 5:6 (TB) Karena sebagaimana mimpi banyak, demikian juga perkataan sia-sia banyak. Tetapi takutlah akan Allah.

Lantas saat menyalakan ponsel pintar, ayat Alkitab harian muncul seperti itu. Wah, benar-benar pintar ya. Kok seperti menyindir teriakan dari sosok tak terlihat tadi ya?

Sia-sia saja sosok itu berusaha membangunkanku, tetapi perkataannya tidak banyak sih. Entah siapa pembuat suara itu. Masa suara Tuhan? Dia tahu aku tidak suka dengan suara keras.

Jadi, seharusnya bukan Dia, tetapi aku tenang sih karena percaya pada perlindungan-Nya. Hanya saja nada suara itu tetap membuatku agak terkejut. Ah, ini seperti serangan pagi buta.

Namun, aku mengenal si tukang teriak yang licik. Setelah berdoa sekian bulan agar Tuhan membongkar kebusukannya, kenapa akhirnya aku sendiri yang harus mengungkapkannya? Padahal, aku ini tak mampu berbasa-basi dan tidak bisa secerdik ular. Jadi, pemimpin mana yang akan percaya kepadaku, selain Tuhan sendiri?

Ah, tak masalah dipercaya atau tidak oleh penguasa ladang karena wanita tuh cukup menumpahkan semua isi hatinya agar menjadi lega. Emang jadi wanita tuh lebih enak daripada pria. Asalkan ada yang mendengar, wanita tuh sudah lega sekalipun belum mendapatkan solusi.

PELUK AKU ~ GMS Live
Peluk aku, kasihi aku biar kumerasakan dekapan kasih-Mu. Peluk aku, kasihi aku, Sungguh kumerindu bersama-Mu Tuhan, yang membuatku terpesona akan keajaiban hadirat-Mu. 
Bukanlah jawaban yang kuperlu tapi jamahan yang ubahkanku. Bantu diriku 'tuk merasakan Kau s'lalu hadir di hidupku.

Ketika kebusukan mereka terbongkar, mereka berpura-pura tidak mengetahuinya dan menyalahkan mereka yang lemah. Namun, ketika menghadapi para penipu, aku tak bisa berpura-pura tertipu.

Terang terus terang aku harus berkata kepada mereka, "Maaf, perkataan kalian sering dibolak-balik. Sekarang berkata A, beberapa jam kemudian berkata B. Tak ada yang bisa dipercaya di antara kalian sehingga tak ada lagi yang perlu dibahas. Aku sudah tahu kebenarannya karena aku bukan penguasa ladang yang mudah percaya dengan perkataan manis."

Yeremia 9:6 (TB) Penindasan ditimbuni penindasan, tipu ditimbuni tipu! Mereka enggan mengenal TUHAN.

Nah, ketika penguasa ladang angkat bicara, itulah yang kulihat. Untuk apa kukorbankan integritas demi orang seperti mereka? Dulu aku sudah pernah dibilang bodoh karena tidak mau membela pimpinan yang suka teriak-teriak menyalahkan orang lain padahal dia sendiri juga salah. Masa harus jera?

Matius 5:10 (TB) Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Daripada dipuji oleh manusia licik karena mau membantunya menutupi kebenaran, lebih baik dipuji Tuhan loh. Upahnya Kerajaan Sorga. Bahkan, di Bumi pun bisa bagaikan di Surga... hahaha...

"Oalah Tuhan, kenapa setelah serangan pagi buta di kamar kuharus melakukan serangan tengah hari di ladang? Aku capek berurusan dengan para tukang teriak nan licik. Kenapa aku harus bertemu dengan mereka? Aku tidak akan bisa pura-pura percaya."

Matius 5:37 (TB) Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Seandainya bersikap ramah kepada orang-orang seperti itu, rasanya seperti menipu diri sendiri. Jika kita tidak mempercayai seseorang, tentu kita akan menjaga jarak dari mereka agar tidak ditipu. Jika pertemuan tak bisa dihindari, ya lebih baik terus terang saja, "Aku tidak mempercayaimu."

Amsal 10:19 (TB) Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.

Sekalipun mereka banyak mengucapkan perkataan manis, semuanya sia-sia karena yang terpenting bukan meyakinkan manusia lewat perkataan.

Hal yang terpenting adalah takut akan Tuhan, sesuai ayat pertama tadi. Ah, kapan drama Para Manipulator ini berakhir? Karena hal ini, aku lebih suka tetap bermimpi sekalipun mendapat serangan pagi buta... hahaha...

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.