Dia hanya Berbohong
Catatan
Ibadah ke-1 Minggu 30 Nov 2025
"Oh
Tuhan, Kau tahu aku tidak suka dibohongi, tetapi mengapa Kau malah
mempertemukanku dengan beberapa pembohong, bahkan penipu?"
MENANTI KEJUJURAN
Lari
dan lepaslah segala impian akan indahnya hari depan. Nikmatnya kedamaian yang
kudambakan, masih tetap impian.
Kini
kuberpijak di persimpangan, tanpa arah pasti kujelang. Tak pernah kumengerti
arti kedamaian yang pernah kau janjikan.
Menanti
kejujuran, harapkan kepastian, hanya itu yang sanggup aku lakukan. Menanti
kejujuran, harapkan kepastian. S'moga damai jadi kenyataan.
Bila
janji—janji yang pernah kau beri, akan kunikmati dalam hidup ini. Bila
janji—janji yang pernah kau beri, akan kunikmati dalam hidup ini. Bila
janji—janji yang pernah kau beri, akan kunikmati.
Ah, lagi
bete dengan pembohong dan penipu malah ada yang menyanyikan lagu tahun 1990-an
itu. Kataku kepadanya, "Daripada menanti kejujuran dan mengharap kepastian
dari penipu, lebih baik cari orang baru yang jujur."
Lihat
saja penipu ulung di Alkitab yang bernama Yakub. Dia menjadi penipu karena
diajari oleh ibunya. Berapa lama ayah dan saudaranya harus menanti kejujurannya? 14 tahun. Ini lama sekali loh.
Kalau kita bisa tidur selama ini, penantian tak akan terasa.
Namun,
jika kita sadar, keburu tua dalam derita lha. Bahkan, Yakub (penipu) tak pernah lagi bertemu ibunya setelah
penipuan itu karena ibunya meninggal sebelum Yakub kembali kepada keluarganya.
Dia juga harus ditipu oleh pamannya sebelum dia menyesali penipuannya dan
berubah menjadi Israel.
Jadi, menanti kejujuran tuh pasti lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa dan harus sabaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar. Selain itu, masa depannya serba tidak pasti. Kalau menunggu, ada batas waktu yang jelas. Kalau menanti, benar-benar tidak ada batasan waktu yang pasti.
Andaikata
pemilik klub bola tidak mengganti Carlos Kaiser dengan pemain baru, akankah
klub bolanya tetap bertahan? Mana mungkin dia terus menanti kejujuran dan mengharap kepastian dari Carlos? Tidak mungkin
pemilik klub bola mau melakukan hal itu. Mencari orang baru yang jujur dan
mengusahakan kepastian tentu lebih mudah daripada menanti kejujuran dan
mengharap kepastian dari penipu.
Semalam
aku kehilangan KTPku sehingga tidak bisa mengikuti kegiatan sekolah. Sepertinya
identitas diriku itu terjatuh ketika aku berjalan di sekitar lingkungan
sekolah. Maka, aku kembali menyusuri jalan-jalan yang kulalui untuk menemukan
KTPku itu. Sayangnya, KTPku tetap raib.
Lantas
meme bungsu memanggilku dan menunjukkan KTPku yang baru seraya berkata,
"Wanita ini menjual jasa cetak KTP dan harganya Rp 80.000,-" Aku pun
memegang KTP baruku sambil berpikir, "Bayar atau tidak ya?" Ehmm...
ketika menimbang-nimbang hal itu, aku pun terbangun dari mimpi. Lalu terdengar
suara hati berkata, "Di dalam Kristus kamu memiliki identitas baru. Yang
lama sudah berlalu dan yang baru akan datang."
2 Korintus 5:17 (TB) Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang
lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
Wah,
siapa yang tidak suka mendapatkan hal-hal baru? Namun, sesuatu yang baru kadang
kala berasal dari sesuatu yang lama, tetapi telah diperbarui, seperti potongan
rambutku yang baru... wkwwkw...
Identitas
baru kita di dalam Kristus tuh tak terbatas, sesuai angka 8 mendatar (∞) dan juga tak ternilai
harganya, seperti
angka 0.000. Jadi, perlukah kita bayar Rp80.000,-? Ah, semua telah lunas
dibayar oleh Yesus di kayu salib karena kita tidak akan mampu membayarnya.
Hmm...
kenapa jawabannya begini? Mungkin aku akan diberi kemampuan melupakan segala
kepalsuan dunia ini, seperti drama kocak Sup Meng Po ini.
ANUGERAH TERINDAH
Kau
tahu hatiku Tuhan. Kau tahu rinduku Tuhan. Kau tahu harapku. Kau tahu mimpiku
di tangan-Mu Tuhan.
Dalam
segenap jalanku, dalam setiap langkahku, hanya Kau Tuhan yang kuandalkan
menghadapi semua.
Reff:
Yesus Kau anugerah terindah dalam hidupku. Kau sungguh berarti di setiap
jalanku. Anugerah-Mu selalu mempesonaku. Yesus Kau terbaik. Yesus Kau termanis
di dalam hidupku.







0 komentar:
Post a Comment