Catatan Ibadah ke-1 Minggu 7 Des 2025
Efesus 2:10 (TB) Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk
melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya
kita hidup di dalamnya.
Setiap
orang yang lahir di dunia ini adalah buatan Allah. Namun, yang membedakan
adalah kalimat selanjutnya, yaitu kita diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik. Pekerjaan tersebut sudah Tuhan
siapkan sejak semula dan Dia mau kita hidup di dalam pekerjaan baik itu.
Melalui pekerjaan baik yang kita lakukan, kemuliaan Tuhan akan dinyatakan.
Iblis
ingin merusak pekerjaan baik yang sudah Tuhan siapkan. Namun, lewat Natal, Tuhan ingin
mengembalikan pekerjaan baik tersebut. Contohnya terlihat dalam kehidupan
Yusuf.
1.
Kemuliaan Tuhan makin bersinar ketika dinyatakan, bukan disimpan.
Kejadian 37:5 (TB) Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya
kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.
Ketika
Yusuf mendapat mimpi yang jelas dari Tuhan, dia menceritakannya kepada
keluarganya. Ini bukan kesombongan, tetapi kejujuran. Mimpi adalah visi yang
belum tahu waktu realisasinya. Visi harus disampaikan. Keberanian kita
menyampaikan visi akan mendapatkan konfirmasi dari Tuhan. Maka, Yusuf bermimpi lagi tentang
hal yang sama. Orang besar akan menceritakan visinya sebelum hal itu terjadi.
Setiap organisasi juga memiliki visi. Untuk mencapai visi, ditetapkan goal (tujuan) 10 atau 5 tahunan. Untuk mencapai goal, ditetapkan target tahunan. Jika tidak memiliki visi, seringkali kita menjadi lelah karena tidak memiliki arah yang jelas. Tanpa arah jangka panjang yang jelas, kita cenderung melakukan berbagai aktivitas untuk mengejar target bulanan saja.
Namun,
ketika memiliki visi dari Tuhan, kita akan bersemangat. Contoh: Pak Paulus
mendapat visi untuk menjadi teladan bagi 250.000 orang di marketplace. Ini berarti dia harus sering
berkhotbah agar visinya tercapai. Setelah berkhotbah, dia juga masih menghadiri
rapat komisaris. Dia juga masih perlu berolahraga dan bangun pagi untuk berdoa.
Jika tidak berolahraga, tentu akan mudah mengantuk.
Tanpa
visi, semua hal ini akan terasa melelahkan. Namun, visi membuat kita tetap
bersemangat karena masih ada yang diharapkan.
2. Visi untuk Kemuliaan Tuhan pasti mendapatkan Penolakan.
Kejadian 37:10-11 (TB) Setelah hal ini diceritakannya kepada ayah dan saudara-saudaranya,
maka ia ditegor oleh ayahnya: "Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan
ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?"
Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu
dalam hatinya.
Visi
Yusuf dianggap berbahaya, terlalu jauh, terlalu besar, tidak realistis, dan
mengancam posisi mereka. Memang visi dari Tuhan selalu bertentangan dengan dunia ini karena visi Tuhan akan
mengubahkan dunia. Penolakan bukan berarti visi kita salah. Namun, penolakan
justru merupakan konfirmasi bahwa kita sedang mengubah sesuatu yang sudah usang.
Saat kita
berinovasi, pasti ada yang menolak. Saat kita mendorong integritas, pasti ada yang benci. Saat kita memiliki visi besar,
pasti ada yang takut. Namun, orang yang dipakai oleh Tuhan harus kuat. Ketika
Tuhan memberikan visi kepada pak Paulus untuk membangun jalan tol bagi
Indonesia, dia harus menghadapi hambatan regulasi. Namun, bersama Tuhan semua
bisa diatasi tanpa menyuap.







0 komentar:
Post a Comment