Catatan Ibadah ke-1 Minggu 28
Agustus 2016
Selain kemarahan, area lain yang harus dikendalikan adalah nafsu seks dan lidah.
2. Nafsu Seks
Nafsu seks bukan sesuatu yang buruk karena ini dibutuhkan untuk
menghasilkan keturunan. Namun, nafsu ini harus dikendalikan agar tidak membuat
kita jatuh ke dalam dosa. Hubungan seks hanya boleh dilakukan dengan pasangan
yang sah. Bukan 1 pria dengan 1 pria atau 1 wanita dengan 1 wanita. Bukan pula
1 pria dengan banyak wanita. Namun, hendaklah dilakukan antara 1 pria dengan 1
wanita yang telah disahkan sebagai suami isteri.
1 Tesalonika 4:3-4 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan,
Amsal 6:32-33 Siapa melakukan zinah tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian merusak diri. Siksa dan cemooh diperolehnya, malunya tidak terhapuskan.
3. Lidah
Yakobus 3:8 tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.
Yakobus 3:9-10 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.
Berhati-hatilah dengan lidahmu agar tidak sampai mengeluarkan kutuk. Ada
suatu keluarga yang memelihara burung beo. Suatu hari mertua dan menantu
bertengkar lalu dengan marah menantu berkata: "cepat mati sana" dan burung beo menirukan kata-kata
tersebut. Karena merasa tak enak punya burung beo yang selalu mengulang
perkataan tersebut, burung beo pun dititipkan ke pendeta.
Karena burung beo pendeta telah lahir baru, mertua berharap burung beonya
akan diajari oleh burung beo pendeta agar mengucapkan perkataan positif.
Setelah sekian waktu lamanya pendeta mengembalikan burung beo tersebut. Suatu
hari mertua kembali bertengkar dengan menantu hingga kembali terucap kata: "cepat mati sana". Seketika
itu juga burung beo berkata: "Haleluya...
Amin".
Yakobus 1:19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
Berkat dari Penguasaan Diri:
1. Menjadi Pemenang Kehidupan
Orang yang ber-IQ (Intelligence
Quotient) tinggi belum tentu lebih sukses daripada orang ber-IQ rendah.
Setelah diteliti ditemukanlah bahwa orang yang ber-IQ rendah tetap bisa sukses
bila memiliki EQ (Emotional Quotient)
tinggi.
Amsal 16:32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.
2. Berkenan Diselamatkan Tuhan
1 Korintus 9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
KARYA
TERBESAR ~ Sari Simorangkir
Kasih yang terindah
Hati yang mulia
Hanya ku temukan di dalam-Mu
Yesusku
Pujian dari hatiku Selalu di
setiap waktuku
Tiada pernah berubah kasih-Mu
Chorus:
Karya terbesar dalam hidupku
Pengorbanan-Mu yang s'lamatkanku
Engkaulah harta yang tak ternilai
Yang kumiliki dan kuhargai
Yesus Engkau kukagumi
0 komentar:
Post a Comment