Sunday, April 12, 2026

Bukan Hasil Usaha Manusia

Berterima Kasih kepada Manusia
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 12 April 2026

Menjelang malam dia baru membalas pesanku, "Rully,客氣了!" Lantas aku segera cek artinya di Google dan dijawab, "Rully, you're too kind!" >> Hah! Dipuji manusia aja tak percaya. Masa dipuji aplikasi malah percaya? Om Google pasti keliru nih. Coba ke dalam bahasa Indonesia, "Rully, kamu terlalu baik!"

Ah, Om Google ngaco nih. Dulu dia pernah bilang aku baik. Kalau dipuji pemuda Indonesia, dengan santai akan kujawab, "Tidak usah gombal. Bilang saja kamu mau apa." Namun, kalau orang Taiwan yang mengatakannya, aku tak bisa menjawab seperti itu karena khawatir aplikasi salah menerjemahkan. Jadi, kugunakan firman yang tak mungkin salah.

路加福音 18:19 (CKJVGS) 稣对他说:「你为甚麽称我是良善的?除了 神一位之外,再没有良善的。

Hahaha... sejak saat itu dia tidak pernah mengatakan bahwa aku baik, tetapi dia bilang Tuhan itu baik. Sebaik-baiknya orang, tentu saja masih ada tidak baiknya. Kalau sedang marah, aku tak mungkin pasang topeng baik karena topengnya pasti hangus terbakar amarah. Jadi, lebih baik apa adanya. Nah, kalau Om Google menerjemahkan seperti itu, kemungkinan besar pasti salah.

Jadi, kutanya DeepL, "Rully, tidak usah sungkan!" Sepertinya ini baru benar, tetapi harus dipastikan lagi dengan chatgpt, "Tidak perlu sungkan / sama-sama". Nah, ini arti yang benar... wkwwkw... Namun, kenapa ya kebanyakan guru mandarin di Indonesia hanya mengajarkan kata 不客氣 dan tidak pernah mengajarkan kata 客氣了? Hmm... bisa salah paham nih jika hanya percaya Om Google.

Mazmur 25:21 (TB) Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau.

Jadi, mau tak mau, aku pun harus menepati perkataanku tadi. Sekalipun tak seorang pun mendengarnya, jika kuingkari, lambat laun aku bisa meragukan perkataanku sendiri. Maka, aku memberitahu Tuan Atas untuk berhati-hati terhadap emak QC karena dia terlalu munafik. Aku membongkar kebusukannya dan berpesan, "Jangan sampai kamu terjebak olehnya hingga dimanfaatkan olehnya. Dari secangkir kopi, dia bisa meminta lebih banyak lagi."

Inilah intuisi atau tuntunan ilahi. Bayangkan, sebelum drama dimulai, hari itu di dalam mobil dia hanya menatapku sambil berkata, "Oke, akan kusampaikan semuanya kepada Tuan Atas."

Namun, ketika lama kulihat wajahnya, aku seperti membaca pikirannya sedang berkata, "Tunggu saja nanti. Aku akan mendapatkan gaji berkali lipat lebih tinggi darimu. Kalau perlu, aku akan pura-pura resign." Tulisan tak terlihat itu terbaca dengan sangat sangat jelas. Aneh tapi nyata.

TUNTUNAN ILAHI
Verse 1: Bila Roh-Mu bekerja, Tak ada yang mampu menahannya. Pribadi yang agung nan mulia Tercurah 'tuk hati yang terbuka.
Verse 2: Bila Roh-Mu berkarya, Hati yang keras dilembutkan. Tak ada yang mampu hentikan Kuasa-Mu bekerja.
Chorus: Ini waktu-Mu Roh Kudus penuhi Setiap hati yang haus akan-Mu. Kulakukan perkara yang mustahil. Setiap hari bergerak dengan Tuntunan ilahi.

Nah, ketika rencananya itu kusampaikan kepada HRD, dia tidak percaya karena beberapa bulan sebelumnya emak QC telah mendapat kenaikan gaji. Namun, tak lama berselang, HRD langsung berkata, "Kamu benar. Dia resign dengan cerita bombastis."

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.