Sunday, April 12, 2026

Kasih Tuhan Memulihkan

Bukan Hasil Usaha Manusia
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 12 April 2026

Lantas aku berbicara dengan beberapa orang untuk memberitahu mereka bahwa cerita tersebut hanya karangan AI. Ada yang percaya dan menjadikan hal itu taruhan. Nah, kini dia menang semangkok mie ayam dari taruhan tersebut... wkwwkw... Aku sih tidak mau ikut bertaruh karena informasi dari surga bukan untuk kepentingan pribadi.

Namun, ada yang tidak percaya dengan intuisiku karena cerita emak QC tampak meyakinkan. Bahkan, HRD juga berkata, "Dia sudah sewa apartemen di Jakarta dan semua orang sudah mendengar ceritanya. Jika sampai batal, dia akan malu." Dengan santai kujawab, "Jika dia tidak malu berdua terus dengan suami orang lain, dia tidak akan malu jika hanya pura-pura resign."

Jadi, ketika HRD kuberitahu bahwa pembatalan resign emak QC sudah disetujui oleh Tuan Atas, dia kesal dan mengerjainya dengan bertanya, "Emak, surat referensi kerjamu sudah siap, kapan mau diambil?" Lantas emak QC mengatakan bahwa dia sedang menunggu keputusan dari Tuan Atas dan asistennya. Hahaha... padahal seisi pabrik sudah tahu loh kebohongannya.

Kemudian asisten Tuan Atas hanya memberitahu HRD bahwa emak QC batal resign dan dia tidak perlu lagi menangani QC dan QA. Pekerjaan barunya hanya menangani ISO. Kenaikan gajinya pun belum dibahas. Namun, banyak orang telah iri kepadanya karena dia telah melepaskan banyak tanggung jawab, tetapi gaji akan ditambah.

Jika hanya menangani ISO, ini artinya dia makan gaji buta karena pelatihan ISO dilakukan oleh pihak eksternal. Lalu pekerjaan dia hanya keliling sambil ngerumpi dan foto-foto masalah untuk dikirim di grup WA sambil berpesan kepada orang lain, "Kerjakan ini, kerjakan itu sebelum tanggal sekian." Untuk pekerjaan seperti ini, cukuplah dia diberi sekotak biscuit saja toh. Bukan bos kok sudah berlagak seperti bos?

Namun, aku berkata kepada mereka, "Jangan ditiru loh! Tidak perlu iri. Dia tidak akan bahagia. Dia pasti kehilangan damai sejahtera. Berkat Tuhan bukan hanya uang. Lagipula uang haramnya tuh dari setan."

Beberapa bulan lalu tiba-tiba aku mendapat uang kaget. Karena mendekati momen Idul Fitri, aku bertanya kepada Tuhan, “Apa uang ini untuk diberikan kepada orang lain? Namun, suara hatiku berkata, “Simpan saja. Kamu akan memerlukannya nanti.”

Tak lama berselang kusadari ada sekelompok ulat yang bergerombol di dalam salah satu dinding rumahku. Dindingnya terlihat menghitam seperti gigi busuk. Aku semprot baygon, ulatnya tidak langsung mati, tetapi berlarian ke sana kemari. Ngeri dengan hal ini, lubangnya kututup dengan lakban bening. Lalu kufoto dan kukirimkan kepada chat gpt, “Ini ulat apa?” Kata chat gpt, “Dilihat dari jejak kotorannya, itu rayap tanah dan mereka mampu berkembang biak dengan sangat cepat.”

Hah! Bagaimana jika rumah roboh dimakan rayap? Alhasil, aku segera menggunakan uang kaget itu untuk memanggil tenaga ahli pembasmi rayap. Sehari sebelum kami pergi berlibur, mereka telah menyemprotkan cairan pembasmi rayap. Jadi, kami bisa berlibur dengan tenang. Ah, bikin kaget saja.

Nah, paska kebakaran sekitar 2007 silam ada banyak kamitetep – si biang gatal yang bermunculan di rumah. Sekalipun mereka bilang rayap dan kamitetep tidak saling berhubungan sehingga mereka hanya bertugas membasmi rayap, bonusnya, kamitetep ikut menghilang. Luar biasa ya… sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui… xixixi…

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.