Sunday, April 12, 2026

Berterima Kasih kepada Manusia

Salvation and Sanctification
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 12 April 2026

Ketika hendak tidur, seorang pemuda Jawa berkata, "Dugaanmu benar. Dia tidak jadi pindah dan gajinya akan dinaikkan, tetapi belum tahu dinaikkan berapa." Aku pun langsung bisa menebak wanita yang dimaksudkannya.

Demi uang, rupanya dia memilih skenario drama pertama. Ah, sungguh tak tahu malu dan masih berani kembali. Jika memilih skenario drama kedua, dia akan mendapatkan gaji buta setahun, tetapi kehilangan banyak kesempatan untuk bersama PIL (Pria Idaman Lain).

Lantas keesokan harinya aku berkata kepada pemuda Cindo, "Bulan lalu aku bertanya kepadamu apa emak QC sudah mengajukan pembatalan resign dan kamu menjawab belum. Nah, tadi malam dia sudah menyampaikan maksudnya kepada Tuan Atas. Kamukah penerjemahnya?"

P: "Bukan. Apa Tuan Atas mengirim pesan untuk memberitahumu?"

R: "Tidak. Kami sedang perang dingin. Dia pasti gengsi kalau kirim pesan lebih dulu. Aku juga malas bicara dengannya karena dia selalu membela pembohong dan tidak pernah percaya kepadaku." Lantas kuceritakan semua pembohong yang pernah kuhadapi sendirian (bersama Tuhan) hingga satu per satu menghilang.

Eh, keesokan harinya, semua orang sudah heboh membicarakan drama tidak masuk akal tersebut sekalipun Tuan Atas belum mengumumkan pembatalan resign emak QC. Rupanya ceritaku tersebar dengan cepat padahal aku hanya bercerita kepada empat orang yang bulan lalu kuberitahu tentang prediksiku. Aku hanya terlalu senang karena mengetahui bahwa kepalsuannya sudah terbongkar. Otomatis kebenaran menang dan harus segera diceritakan.

H: "Dia layak mendapatkan piala citra."
R: "Mari kita gelar karpet merah."
H: "Dilempari bunga."
R: "Jangan bunga. Dilempari kaktus saja."
C: "Nanti kamu bisa kena pasal pembulian."
H: "Tidak apa kalau orangnya layak dibully."
Hahaha...

Eh, hari itu ada tamu sehingga Tuan Atas belum membuat pengumuman. Namun, tiba-tiba pemuda Cindo memberiku sekotak biskuit kopi sambil berkata, "Ini dari Tuan Atas." Tanyaku, "Ini mau menyuapku?", tetapi dia buru-buru pergi. Lalu seseorang berkata, "Dia masih mengingatmu. Ayo segera berterima kasih kepadanya. Kirim ke Line."

Jawabku, "Kamu tidak tahu jika aku sudah menghapus Line. Aku kirim WA saja." >> "谢谢你的饼干"
Lalu kataku dalam hati, "Jika dia membalas pesanku, aku akan memberitahu hot drama yang sedang viral ini. Namun, jika dia tidak membalasku, aku akan membiarkan dia ditipu mentah-mentah oleh emak QC, seperti dia ditipu oleh para senior terdahulu (karena tidak mau percaya kepadaku)."

Bukan Hasil Usaha Manusia

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.