Dipanggil untuk Dimuliakan
Catatan
Ibadah ke-1 Minggu 30 Nov 2025
Cara
menjadi anak Tuhan yang mulia:
1.
Dipimpin oleh Roh Allah untuk mematikan kedagingan.
Roma 8:6 (TB) Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah
hidup dan damai sejahtera.
Kedagingan
adalah keinginan-keinginan jahat. Jika kita berusaha menjadi serupa dengan
Kristus, tetapi menggunakan kekuatan kita sendiri, hal ini juga termasuk
kedagingan. Jika kita memelihara rambut agar seperti Yesus, ini kedagingan.
Jika kita melayani di gereja dengan kekuatan kita sendiri, tentu saja bisa
berhasil, tetapi ini kedagingan.
Namun,
jika kita melayani dengan berdoa, inilah yang dipimpin oleh Roh Allah. Jika kita ingin
dimuliakan, kita harus membiarkan diri kita dipimpin oleh Roh Allah. Kedagingan meminta kita korupsi
untuk menambah uang karena tidak ada yang melihatnya, tetapi Roh Allah meminta kita tetap jujur sekalipun tidak dilihat orang.
2.
Menderita bersama Kristus.
Siapa
yang suka bermain sepak bola? Pada tahun 1980-1990an ketika internet belum
selancar sekarang, ada pemain bola terbaik bernama Carlos Kaiser. Namun,
sebagai pemain bola terbaik, dia tidak pernah bermain bola. Dia tidak pernah menderita
di lapangan.
Dia mempromosikan dirinya sendiri sebagai pemain bola terbaik. Dia berpakaian seperti pemain bola dan rambutnya pun disesuaikan sehingga semua yang melihatnya percaya bahwa dia memang pemain bola. Maka, beberapa klub bola Brasil hingga Perancis merekrutnya sebagai pemain bola. Namun, ketika diminta turun ke lapangan, dia menggunakan alasan kaki cedera atau neneknya meninggal. Maka, dia tidak perlu bermain.
Suatu
kali timnya di Brasil menderita kekalahan lalu dia dipaksa turun ke lapangan.
Karena tidak bisa menendang bola, dia pun mensiasatinya dengan memukul para
suporter lawan. Alhasil, dia diberi kartu merah dan dikeluarkan dari lapangan.
Apa
dia dipecat?
Tidak. Dia berkata, "Bos, tadi para suporter menghinamu dan aku harus
membelamu." Padahal, hal ini tidak benar. Sayangnya, bos itu percaya dan
berkata, "Bagus. Saya naikkan gajimu karena telah membela kehormatan
klub." Hehehe... sebenarnya dia bukan pemain bola, tetapi penipu ulung.
Bagaimana
dengan orang Kristen? Jika tidak pernah ke gereja, tidak pernah baca Alkitab, tidak pernah
mengikuti kelompok sel, tidak pernah mengabarkan Injil, dan tidak pernah
menderita bersama Kristus, apakah masih bisa disebut orang Kristen?
ALLAH SUMBER KUATKU
Hanya
Kau milikku di surga. Tiada yang ku ingini di bumi, hanya Kau.
Tak kuandalkan kekuatanku. Namun, yang pasti Kau tetap selamanya.
Reff:
Allah sumber kuatku. Allah sumber kuatku. Allah sumber kuatku dan bagianku
selamanya.







0 komentar:
Post a Comment