Sunday, November 30, 2025

Dimuliakan ~ Ps. Robert Tedjasukmana

Dipanggil untuk Dimuliakan
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 30 Nov 2025

Cara menjadi anak Tuhan yang mulia:

1. Dipimpin oleh Roh Allah untuk mematikan kedagingan.

Roma 8:6 (TB) Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

Kedagingan adalah keinginan-keinginan jahat. Jika kita berusaha menjadi serupa dengan Kristus, tetapi menggunakan kekuatan kita sendiri, hal ini juga termasuk kedagingan. Jika kita memelihara rambut agar seperti Yesus, ini kedagingan. Jika kita melayani di gereja dengan kekuatan kita sendiri, tentu saja bisa berhasil, tetapi ini kedagingan.

Namun, jika kita melayani dengan berdoa, inilah yang dipimpin oleh Roh Allah. Jika kita ingin dimuliakan, kita harus membiarkan diri kita dipimpin oleh Roh Allah. Kedagingan meminta kita korupsi untuk menambah uang karena tidak ada yang melihatnya, tetapi Roh Allah meminta kita tetap jujur sekalipun tidak dilihat orang.

2. Menderita bersama Kristus.

Siapa yang suka bermain sepak bola? Pada tahun 1980-1990an ketika internet belum selancar sekarang, ada pemain bola terbaik bernama Carlos Kaiser. Namun, sebagai pemain bola terbaik, dia tidak pernah bermain bola. Dia tidak pernah menderita di lapangan.

Dia mempromosikan dirinya sendiri sebagai pemain bola terbaik. Dia berpakaian seperti pemain bola dan rambutnya pun disesuaikan sehingga semua yang melihatnya percaya bahwa dia memang pemain bola. Maka, beberapa klub bola Brasil hingga Perancis merekrutnya sebagai pemain bola. Namun, ketika diminta turun ke lapangan, dia menggunakan alasan kaki cedera atau neneknya meninggal. Maka, dia tidak perlu bermain.

Suatu kali timnya di Brasil menderita kekalahan lalu dia dipaksa turun ke lapangan. Karena tidak bisa menendang bola, dia pun mensiasatinya dengan memukul para suporter lawan. Alhasil, dia diberi kartu merah dan dikeluarkan dari lapangan.

Apa dia dipecat? Tidak. Dia berkata, "Bos, tadi para suporter menghinamu dan aku harus membelamu." Padahal, hal ini tidak benar. Sayangnya, bos itu percaya dan berkata, "Bagus. Saya naikkan gajimu karena telah membela kehormatan klub." Hehehe... sebenarnya dia bukan pemain bola, tetapi penipu ulung.

Bagaimana dengan orang Kristen? Jika tidak pernah ke gereja, tidak pernah baca Alkitab, tidak pernah mengikuti kelompok sel, tidak pernah mengabarkan Injil, dan tidak pernah menderita bersama Kristus, apakah masih bisa disebut orang Kristen?

ALLAH SUMBER KUATKU
Hanya Kau milikku di surga. Tiada yang ku ingini di bumi, hanya Kau.
Tak kuandalkan kekuatanku. Namun, yang pasti Kau tetap selamanya.

Reff: Allah sumber kuatku. Allah sumber kuatku. Allah sumber kuatku dan bagianku selamanya.

 Dia hanya Berbohong

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.