Sunday, November 23, 2025

Antusias ~ Pdr. Arif Multi

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 23 Nov 2025

Ketika mengikuti seminar motivasi, seringkali kita menjadi semangat atau bergairah. Ketika mulai mengantuk atau tak bersemangat, pembicara akan meminta kita berteriak, "Bakar, bakar, semangat, semangat." Namun, ini bukan antusias yang sebenarnya. Antusias berasal dari kata entheos, yang artinya di dalam Tuhan. Jadi, antusias berasal dari dalam diri kita, bukan dari luar. Antusias tidak muncul karena kita teriak-teriak terus sampai suara kering.

Goliat berteriak-teriak untuk menakut-nakuti orang Israel. Maka, raja dan para tentara Israel tidak berani menghadapinya. Namun, Daud tak peduli dengan teriakan-teriakan Goliat. Antusias Daud muncul dari tujuan Tuhan di dalam dirinya. Tanpa banyak teriak, Daud berhasil mengalahkan Goliat.

Efesus 2:10 (TB) Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Kita bisa antusias jika kita memiliki tujuan Tuhan dan kuat di dalam tujuan tersebut. Ketika berada di luar gereja, Kristen dan non-Kristen tidak terlihat bedanya karena semua berjuang untuk lulus ujian atau mendapatkan pekerjaan. Namun, perbedaannya bisa terlihat pada tujuan hidupnya. Jika orang Kristen hidup untuk tujuan Tuhan, bukan untuk tujuan pribadinya, dia akan kuat dan pasti berbuah banyak. Sebaliknya, orang yang hidup untuk tujuan pribadi, ketika jatuh, langsung tergeletak.

Yohanes 15:6 (TB) Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Jika sering berkumpul dengan pencemooh atau orang-orang yang perkataannya kering, kita juga bisa menjadi kering seperti mereka. Ketika sesama orang kering berkumpul, tentu mudah terbakar amarah. Sedikit, sedikit, pasti marah.

Efesus 6:10 (TB) Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

Jika ingin antusias dan tidak kering, kita harus berada di dalam Tuhan, artinya hidup sesuai jalan-jalan Tuhan. Namun, ada lagu sekolah Minggu yang mengatakan bahwa jalan Tuhan tidak mudah. Mau berbisnis saja, ada aturannya. Mau mendirikan gereja, izinnya susah keluar. Namun, saat mendirikan tempat mabuk-mabukan, izinnya justru mudah. Masa mendirikan gereja juga harus menyogok?

Pilih jalan lebar atau sempit? Kalau pilih jalan lebar, ujungnya binasa di neraka. Kalau pilih jalan sempit, ujungnya kehidupan kekal. Jadi, kalau memilih jalan Tuhan, kita harus siap pikul salib dan tidak bisa hanya mau enaknya saja. Agar tetap antusias, kita harus menjadi kuat di dalam Tuhan. Bukan kekuatanku adalah Tuhan. Namun, Tuhan adalah kekuatanku. Kalau mau antusias, kita tidak bisa bersandar pada kekuatan kita sendiri. Kita harus bersandar pada kekuatan Tuhan.

Ketika setan mencobai Yesus, dia minta Yesus menyembahnya jika ingin diberkati. Yesus pun menolaknya. Di sini pasti juga tidak ada yang mau menyembah setan agar diberkati.  Namun, jika kita menyembah Tuhan agar diberkati oleh-Nya, berarti kita menyamakan Tuhan dengan setan. Seharusnya kita menyembah Tuhan karena Tuhan sudah baik kepada kita. Dialah yang memberi kita kehidupan.

Orang Antusias

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.