Antusias
Catatan
Ibadah ke-1 Minggu 23 Nov 2025
Sebelum
Tuhan menciptakan ikan, Dia menciptakan air. Lalu ikan hidup di dalam air. Jika
mati, ikan juga akan kembali ke dalam air. Demikian pula hewan di darat. Jika
mereka mati, mereka kembali ke tanah. Manusia juga terbuat dari tanah dan
menjadi hidup karena Tuhan menghembuskan nafas ke dalamnya. Jadi, manusia membutuhkan Tuhan
agar tetap hidup.
Tanpa Tuhan, roh manusia akan mati dan kembali ke tanah. Ini kematian kekal.
Namun,
jika manusia hidup di dalam Tuhan, ketika tubuhnya mati, rohnya kembali kepada
Tuhan. Ini sebabnya manusia hidup bukan hanya dari roti atau bakmi atau kwetiau
saja, melainkan dari firman Allah. Maka, seharusnya kita membaca firman setiap
hari agar bisa hidup dengan antusias.
Orang
yang Antusias akan:
1. Mulai dengan Tuhan.
Nehemia 1:4 (TB) Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung
selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,
Seseorang
yang antusias tidak selalu tertawa, tetapi ada kalanya juga menangis atau
berduka. Namun, semuanya dilakukan di dalam Tuhan.
Nehemia 2:2 (TB) bertanyalah ia kepadaku: "Mengapa mukamu muram, walaupun
engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati." Lalu aku menjadi sangat
takut.
Raja bisa membaca kesedihan Nehemia dan ketika dia menyampaikan masalahnya, raja segera membantunya. Jika kita melekat kepada Tuhan, apapun yang kita minta pasti dikabulkan karena sesuai dengan kehendak-Nya.
2.
Menularkan Antusias kepada Orang Lain. Sebagai pemimpin yang antusias, Nehemia juga
menarik antusias dari orang-orang di sekitarnya. Kita cenderung menarik hal
yang sama dengan diri kita.
Nehemia 2:18 (TB) Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku
yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah
mereka: "Kami siap untuk membangun!" Dan dengan sekuat tenaga mereka
mulai melakukan pekerjaan yang baik itu.
3.
Menjadi Daya Dorong untuk Bergerak Maju.
Nehemia 4:6 (TB) Tetapi kami terus membangun tembok sampai setengah tinggi dan
sampai ujung-ujungnya bertemu, karena seluruh bangsa bekerja dengan segenap
hati.
Sekalipun
menghadapi ancaman dan hambatan, Nehemia tidak menyerah. Mungkin ada pemimpin
CG yang ingin menyerah. Biasanya mereka akan berkata, “Saya mau istirahat dulu.
Tolong berikan kesempatan kepada orang lain.” Tidak. Kita tidak boleh menyerah
terhadap keluarga atau pekerjaan atau pelayanan yang sesuai dengan tujuan Tuhan
karena kita memiliki Tuhan yang besar.
Amsal 18:14 (TB) Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi
siapa akan memulihkan semangat yang patah?
TUHAN yang BESAR
Kuhidup
kar’na percaya. Kau yang berjanji setia. Pengharapanku s’lalu ada di dalam-Mu.
Ku
tidak akan menyerah meski dalam kesesakan. S’luruh hidupku dalam genggaman-Mu.
Aku
punya Tuhan yang besar yang t’lah berjanji dan sanggup menggenapi.
Imanku
bersepakat percaya kuasa-Nya. Kut’rima s’karang, kemenangan dari-Mu.







0 komentar:
Post a Comment