Sunday, November 10, 2024

Badai di Dalam Mobil

Dia Lebih Berani daripada Laki-Laki
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 11 Okt 2024

Sopirku sebelumnya mengaku bahwa dia adalah mantan preman di Bungurasih. Dia selingkuh dengan bawahanku, sebut saja WIL. Bahkan, dia pernah meminjam uangku dengan alasan bapaknya sakit. Ternyata uangnya untuk membeli jam tangan couple yang harganya bisa sebesar gajinya sebulan. Jam ini pun untuk WIL itu.

Kemudian kukabulkan permintaan istri sopir itu untuk memecat WIL dan sopir itu. Karena ini, dia dicekik oleh suaminya dan khawatir dengan keselamatanku. Aku sih percaya kepada Tuhan dan menenangkan dia. Padahal, sebenarnya Tuhan juga sempat sibuk menenteramkan hatiku yang bergejolak... wkwwkw...

Lalu sopir penggantinya adalah teman dari sopir yang selingkuh itu. Pemilik mobil was-was menerimanya, tetapi dia tidak punya pilihan lain. Lalu kudengar kabar bahwa dia pernah keluar masuk penjara. Dia memang mudah marah dan modelnya seperti tukang pukulnya debt collector.

Dia suka menolak pekerjaan yang melebihi kesepakatan awal. Aku pun hanya berbicara seperlunya dengan dia agar tidak salah bicara. Orang melankolis tuh berbahaya karena kemarahannya dipendam dulu. Jika sudah berbuah, baru diungkapkan, seperti api dalam sekam.

Saat itu aku hanya bercerita kepada Tuhan. Lalu tiba-tiba bos mau ke Jakarta, tetapi sopirnya sedang sakit. Lantas bos meminta sopirku itu, tetapi dia menolak. Bos marah dan memecatnya saat itu juga. Pemilik mobil berkata kepada sopir bos yang sakit, "Sebenarnya aku sudah mengetahui kelakuan dia seperti itu, tetapi kubiarkan. Orang seperti dia pasti kena sendiri. Benar kan."

Sementara itu, setelah sopir yang punya WIL dipecat, bos memberiku sopir baru – mantan TKI dari Taiwan. Ternyata sopir ini suka berhutang. Dia beralasan bahwa keponakannya sering sakit kepala dan dokter tidak menemukan penyakitnya. Dia menduga keponakannya diguna-guna. Ini sebabnya dia perlu biaya rutin untuk mengobatinya. Ketika kusarankan memakai BPJS sepertiku, dia mengatakan tidak bisa karena keponakannya berasal dari luar kota. Kalau beda kota, tidak diberi rujukan.

Ah, ada saja alasannya untuk berhutang. Lama-lama aku curiga karena dia tidak tepat waktu dalam membayar hutang. Aku pun berhenti memberinya pinjaman setelah dia selesai mengembalikan semua hutangnya. Lantas dia kuberi ebook tentang cara bebas hutang yang ditulis oleh orang Islam agar sesuai imannya.

Namun, dia tetap saja mau meminta pinjaman. Aku tetap tidak mau memberinya karena zaman sekarang orang yang berhutang bisa lebih galak daripada debt collector-nya yang manis ini... xixixi… Usut punya usut dia pun telah memiliki banyak hutang kepada banyak orang.

Nah, setelah drama di atas sopir bos langsung ditukar dengan sopirku yang suka berhutang. Jadi, sekali tepuk, Tuhan telah menjauhkan dua sopir itu dari hidupku. Eh, beberapa bulan kemudian sopir itu malah meninggalkan STNK mobil untuk ditukar dengan bensin. Alhasil, pemilik mobil marah dan memecatnya karena khawatir ban mobilnya dijual pula.

Pada akhirnya bos mengetahui bahwa sopir itu memiliki hutang ratusan juta. Bos masih kasihan kepadanya sehingga mau memberinya kesempatan untuk bekerja sebagai tukang bersih-bersih. Namun, dia lebih suka menjadi satpam atau sopir.

Maka, dia dibelikan tiket oleh kakaknya untuk menjadi sopir di Kalimantan. Dia pun telah diberi sejumlah uang untuk membeli tiket. Namun, setelah dia diantar ke Juanda, secara diam-diam dia malah kembali dan bersembunyi di rumah temannya. Rupanya dia lebih suka menggunakan uang itu untuk berjudi. Siapa lagi yang mau menolongnya jika dia terus berulah seperti itu?

Orang yang berjudi seringkali berbohong dan terlilit hutang. Jika sudah tidak bisa menipu untuk mendapatkan pinjaman lagi, biasanya mereka akan mencuri atau merampok. Inilah potensi bahayanya. Jika kita tidak percaya kepada Tuhan, bagaimana kita bisa tenang menghadapi situasi semacam ini? Ketika aku meminta HRD untuk mengganti sopirku, mereka tidak berani menyampaikannya kepada bos karena takut kepada pemilik mobil.

Ketika aku meminta sopir bos untuk memberitahu pemilik mobil perihal kelakuan sopir-sopirku, dia juga tidak bisa menyampaikannya, kecuali ditanyai olehnya. Aku sih maklum saja karena pemilik mobilnya adalah anggota preman setempat.

Mazmur 138:7-8 (TB) Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku. TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!

Jadi, saat itu aku curhat kepada Tuhan. Ketika Tuhan sudah selesaikan masalahku, kenapa pria 80 tahunan itu baru berkata, "Kalau ada masalah dengan sopirmu, beritahu aku." Kenapa tidak dari dulu? Maka, lagunya, "Terlambat Sudah Kau Datang Padaku..." Hehehe... lanjutan lagunya jangan dicari ya karena kelanjutannya benar-benar tidak sesuai... wkwwkw... Selain itu, lagunya jadul banget.

SUJUD dan TERIMA KASIH (JCC Worship)
Kasih Tuhan sungguh mulia, tulus dan sempurna mengasihiku. Pengorbanan di Kalvari, sungguh berharga Kau tebus dosaku. Terpujilah Tuhan Yesus, ditinggikan di atas pujian. Dari dalam lubuk hatiku, kusujud dan bert'rima kasih.
Kasih Tuhan tak bersyarat, tak seperti cinta yang ada di dunia, s'lalu memb'ri lebih dari yang layak kuterima di hidupku. Salib-Mu kemenanganku. Bilur-Mu kesembuhanku. Salib-Mu kemenanganku. Bilur-Mu kesembuhanku.

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.