Sunday, September 22, 2024

Hidup Hampa

Mutiara Berharga
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 22 Sept 2024

"Siapa yang mau menyelesaikan masalah ini? Jika berhasil, akan saya beri hadiah Rp 50 juta." Ujar Mr Money. Namun, tak seorang pun bersedia menerima tawarannya.

Maka, dengan gusar Mr Money berkata, "Di negara saya setiap orang akan berlomba-lomba menyambut tawaran saya, tetapi di sini malah tidak ada yang mau mengambil kesempatan ini." Lantas dia langsung pergi untuk menenangkan diri.

Sementara itu, Nona Syukur bertanya kepada seseorang, "Mengapa kamu tidak mau mencobanya?" Dia menjawab, "Tugas saya sudah banyak." Jawaban ini pun senada dengan isi hatinya. Bahkan, seandainya dia ditawari 1 Miliar Rupiah untuk makan kecoak atau ditawari 1 Triliun Rupiah untuk memandikan anjing, dia tidak akan mau.

1 Timotius 6:17 (TB) Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.

Ketika malam tiba, secara diam-diam Nona Syukur mengirim pesan kepada Mr Money.

"Pelajaran hari ini dari pertemuan hari ini:

>> Tidak semua orang bisa termotivasi oleh uang.<<
Bagi sebagian orang, tenaga dan waktu lebih berharga daripada uang karena:

1. Uang tidak bisa membeli waktu dan tenaga. Berapa pun uang yang kita miliki, waktu kita tetap sama dengan mereka yang tidak punya uang. 1 hari tetap 24 jam, tidak bisa ditambah atau dikurangi.
Meskipun uang bisa membeli minuman berenergi, nyatanya minuman tersebut telah menyebabkan papa saya terkena diabetes dan tidak menambah tenaganya dalam jangka panjang.

2. Kalau kita masih punya waktu dan tenaga, tentu masih ada peluang untuk menghasilkan uang. Kalau waktu dan tenaga kita habis, apa gunanya punya banyak uang? Hidup hampa.

Hidup yang puas bukanlah hidup yang berlimpah uang, tetapi hidup yang penuh rasa syukur dalam segala keadaan. 😇"

Lalu Mr Money menjawab, "Faktanya, banyak orang bekerja demi uang dan hanya segelintir orang yang sepertimu." Nona Syukur pun menimpali, "Ya, ini karena mereka belum mengenal Tuhan sehingga mereka khawatir dengan banyak hal. Mereka berpikir bahwa uang bisa memberikan rasa aman, tetapi mereka salah."

Hehehe... akhirnya Mr Money pun mengakui bahwa setiap orang tidak bisa disama-ratakan. Mungkin beberapa orang akan berubah setelah diperlakukan dengan baik.

Tentu saja dia benar. Ketika pertama kali bekerja, GM pernah menegurku karena layar komputerku berdebu. Lalu kujawab, "Ini screen filter" dengan tujuan menyindir perusahaan yang tidak memberiku screen filter. Lalu atasanku buru-buru membersihkan layar komputerku.

Saat itu pria yang menjabat sebagai GM adalah penganut Budha yang baik. Dia tersenyum dan hanya berkata, "Dulu kamu ini nakal ya sehingga dimasukkan asrama?" Hehehe... memang benar.

Tak lama berselang aku diminta menjadi salah satu tim penilai audit 5S untuk menilai kebersihan dan kerapian di departemen lain. Sementara itu, 5 orang dari departemen lain juga dikirim untuk menilai kebersihan dan kerapian di departemenku.

Dari kejadian ini aku memahami tujuan perusahaan menjaga kebersihan dan kerapian serta belajar menyikapi masalah dengan bijak. Sekalipun tidak ada bonus dan sanksi terkait kebersihan ini, aku dan karyawan lain jadi makin peduli dengan hal ini karena kami segan terhadap kebaikan GM.

MUJIZAT-MU TERJADI (GMS Living Worship)
Kudatang kepada-Mu membawa hatiku, membawa asaku ke dalam tangan-Mu. Lewati lembah kelam kutetap percaya Kau selalu ada menuntun langkahku.
Tak ada yang mustahil bagi-Mu. Segenap harapanku kuletakkan di bawah kaki-Mu. Oh Yesusku, kupercaya Kau sanggup melakukan perkara yang besar. Mujizat-Mu terjadi.

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.