Sunday, August 18, 2024

Memberi Hingga Sakit

Giving the Best
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 18 Agustus 2024

A: "Bu, enak ya Mr. Santuy, dia tidak masuk sekitar seminggu karena kakinya sakit. Kita mana bisa seperti itu?"

B: "Iya, dulu C tetap masuk kerja sekalipun sakit ambeien." C pun membenarkan.

A: "Iya, dulu kamu juga tetap masuk kerja setelah jatuh terpeleset hingga pantat sakit. Apa kakinya sakit parah?"

C: "Kakinya bengkak. Dia meminta bantuanku untuk mencari tukang pijat, tetapi aku tidak ada kenalan."

A: "Kenapa dia tidak ke dokter?"

Sekitar tahun 2010 motor yang kutumpangi terperosok ke dalam sela-sela jalan raya yang berada tak jauh dari kebun binatang Surabaya. Saat itu memang sedang hujan gerimis sehingga jalan raya agak licin. Aku diantar papaku ke Adi Jasa untuk melayat kerabat temanku yang baru saja meninggal. Dalam keadaan kaki kiri lecet dan perih, kukatakan kepada papa bahwa aku baik-baik saja agar aku bisa tetap maesong.

Maka, kami meneruskan perjalanan ke Adi Jasa. Setiba di rumah, barulah kusadari bahwa kaki kiriku bengkak dan memerah dengan sedikit luka menganga. Aku pun ke dokter untuk meredakan bengkaknya. Setelah dokter selesai melakukan pemeriksaan, dia pun meresepkan sejumlah obat. Lalu perawat menyerahkan obatnya kepadaku. Tak lama berselang aku bertanya kepadanya, "Mbak, ini kok salep untuk mata? Yang bengkak kaki saya, bukan mata."

Seketika dia meminta maaf dan segera menukar obatnya. Meskipun demikian, salep pemberiannya tidak langsung membuat bengkakku lenyap. Aku pun harus tetap bekerja karena tak ada yang menggantikanku. Alhasil, aku harus membebat kakiku dengan perban, membungkusnya dengan kaos kaki, dan memasukkan kakiku ke dalam sepatu kets agar bengkak dan sakitnya agak berkurang.

Ketika mengingat peristiwa yang kualami tersebut, tentu saja aku agak iri dengan Mr. Santuy. Jika dia tidak masuk kerja karena kaki sakit, aku dan temanku harus menggantikan dia menangani pekerjaannya. Maka, ketika dia kembali masuk kerja, tak ada tumpukan tugas yang menunggunya. Namun, jika aku tidak masuk kerja, seringkali tak ada yang menggantikanku. Maka, ketika aku kembali masuk kerja, tumpukan tugas sudah menungguku.

Hal tersebut bukan hanya terjadi di masa lalu, tetapi terus berlanjut hingga sekarang. Aku sudah berusaha mengajari beberapa orang. Bahkan, mewawancarai beberapa orang untuk menemukan orang lain yang bisa menggantikanku, tetapi belum ketemu juga. Ini sebabnya aku terpaksa menolak tawaran dari bapak senior yang dulu berhasil keluar dari medan perang.

Aku pun tidak bisa sakit berlama-lama. Bahkan, sakit pun harus tetap bekerja. Aku batal desersi ke tempat bapak itu karena aku tidak bisa meninggalkan mereka dalam masalah. Sebenarnya ini disebut berkah atau musibah ya? Kalau sedang stres, kuanggap ini musibah. Namun, jika sedang sehat, kuanggap ini berkah... hahaha... Jadi, semua bergantung pada kondisi hati.

DOA YABES
Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku.
>> Kupercaya Engkau bekerja.
Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku.
>> Tuhan mendengarkan dan menjawab doaku.

Doa yang Berdampak

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.