Sunday, August 16, 2026

Hidup Berkenan - Bu Gina Dharmawan

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 16 Agustus 2026

Agar mengalami perubahan karakter kita harus mengalami pembaruan akal budi. Ada dua cara untuk hidup dalam roh, yaitu:
1. Pikiran terbuka untuk menerima perubahan.
2. Hati yang terluka sehingga akan mencari cara untuk pemulihan.

Efesus 4:1 (TB) Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.

Pada usia 81 tahun Indonesia telah memiliki unsur berdaulat, adil, dan makmur. Adil dan makmur seringkali merupakan satu kesatuan tak terpisahkan, tetapi jika dipisah per kata, ada tiga kata.
* Berdaulat: merdeka (bebas dari segala penjajahan), tetapi kebebasan ini jangan sampai kebablasan (melebihi batas).
* Adil: proporsional dan tidak memihak.
* Makmur. Kita tidak perlu mengejar kemakmuran. Asalkan kita bisa bersikap adil, kemakmuran pasti datang.

Indonesia merupakan negara yang kaya raya dengan ribuan suku bangsa yang tinggal di dalamnya. Jika ada persatuan tanpa dasar perseteruan, tentu segalanya akan baik. Ini sebabnya kita semua harus senantiasa berdoa untuk Indonesia.

1 Timotius 2:1-2 (TB) Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.

Dengan menjadi negara yang berdaulat, adil, dan makmur, tujuan kita adalah hidup tenang dan tenteram. Inilah standar hidup kebanyakan orang. Namun, sebagai pengikut Kristus, kita harus menetapkan tujuan yang lebih tinggi, yaitu hidup berkenan.

1 Timotius 2:3-4 (TB) Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.

Tentu mudah untuk membedakan antara baik dan tidak baik. Namun, untuk membedakan antara baik, berkenan, dan sempurna, kita perlu belajar. Tuhan ingin menyelamatkan semua orang. Jika semua orang bisa hidup dalam kebenaran, inilah hidup yang berkenan.

Efesus 4:17-18 (TB) Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.

Jika berdasarkan kitab Efesus saja, ada tiga cara untuk hidup berkenan, yaitu:
1. Memelihara Kesatuan Gereja.

Kita pasti memelihara mereka yang kita kasihi. Kita tidak akan memberikan opini kepada gereja lain, tetapi memberikan review. Jika mengasihi Indonesia, kita juga tidak akan memberikan opini tentang Indonesia, tetapi review. Opini kita seringkali berbeda dengan opini orang lain sehingga bisa menimbulkan perseteruan.

Namun, review berarti memeriksa hati kita sendiri. Kita perlu meminta Tuhan menyelidiki hati kita untuk memastikan kita tetap berada di jalan yang benar. Dalam proses ini Tuhan akan menggeledah hati kita, yang artinya mengacak-acak, bukan sekedar memeriksa sehingga Dia dapat menemukan kesalahan kita dan memperbaikinya.

TETAP SETIA
Selidiki aku, lihat hatiku. Apakah ku sungguh mengasihi-Mu Yesus. Kau yang maha tahu dan menilai hidupku. Tak ada yang tersembunyi bagi-Mu.
Chorus: T'lah kulihat kebaikan-Mu yang tak pernah habis di hidupku. Kuberjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia.

Hidup yang Berkenan

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.