Hidup Berkenan
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 16 Agustus 2026
Efesus 4:2-3 (TB) Hendaklah
kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam
hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai
sejahtera:
Rendah hati tidak sama dengan rendah diri. Rendah hati juga
tidak bisa kita akui dan hanya orang lain yang bisa menyatakannya. Ketika kita
berkata, "Saya orang yang rendah hati," saat itu pula kita telah
menjadi sombong. Bahkan, ahli taurat pun direndahkan sehingga ada kesetaraan
dengan kita.
Semuanya harus tetap belajar rendah hati. Orang yang
rendah hati tidak suka pamer karena dia punya daya juang. Orang yang suka
pamer hanya punya daya jual. Orang yang rendah hati juga mau dinasihati.
Lemah lembut dan sabar juga harus ditunjukkan dalam setiap
tindakan kita. Ketika kita sabar menunggu jawaban doa, ini disebut iman. Sekalipun
doa belum dijawab dan kita tetap percaya Tuhan hingga akhir usia, inilah iman.
Ketika Tuhan datang, inilah yang dia cari.
Lukas 18:8b (TB) Akan
tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"
Ketika kita sabar terhadap orang tua, ini disebut hormat. Ketika
kita sabar terhadap keluarga, ini disebut cinta. Hal ini hanya bisa
dipraktekkan ketika kita berinteraksi dengan sesama. Kita mengasihi Tuhan
(hubungan vertikal) dan sesama (hubungan horizontal) sehingga terbentuk salib
yang sempurna. Selain itu, kita harus saling membantu.
Efesus 4:21-23 (TB)
Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia
menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan
kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang
menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui
di dalam roh dan pikiranmu,
Jadi, untuk mengenakan manusia baru, kita harus telanjang
lebih dulu di hadapan Tuhan. Harus, berarti bukan pilihan. Jika kita sudah
menanggalkan manusia lama, barulah kita bisa mengenakan manusia baru.
Efesus 4:24 (TB) dan
mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di
dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
Berapa usia lahir baru kita? Ini bukan usia fisik karena
usia fisik dihitung dari sejak kita dilahirkan. Namun, usia lahir baru dimulai
sejak kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Jika sudah lahir
baru, seharusnya kita telah mengenakan manusia baru agar makin serupa dengan
Kristus.
3. Menghidupi Identitas sebagai Anak Terang. Setelah
lahir baru, kita menerima identitas baru agar bisa hidup seperti Kristus.
Kristus ini seperti cermin. Jika kita bercermin dan melihat ada jerawat, yang
kita bersihkan bukan cerminnya, tetapi wajah kita.
Demikian pula, saat ada yang salah dengan diri kita, yang
seharusnya kita bersihkan adalah kesalahan di dalam diri kita. Kristus seperti
cermin yang menunjukkan terang agar kita bisa berbuahkan kebaikan, keadilan,
dan kebenaran.
Efesus 5:8-10 (TB) Memang
dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam
Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya
berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan
kepada Tuhan.
Seperti bejana di tangan Tuhan, Dia bebas membentuk kita.
Kadang kala mungkin akan menekan kita. Pada akhirnya, Dia akan membuat kita
makin serupa dengan-Nya.
BAGAIKAN BEJANA
Bagaikan bejana siap dibentuk, demikian hidupku di tangan-Mu. Dengan urapan
kuasa Roh-Mu kudibaharui selalu.
Jadikanku alat dalam rumah-Mu. Inilah hidupku di tangan-Mu. Bentuklah s’turut
kehendak-Mu. Pakailah sesuai rencana-Mu.
Kumau s’perti-Mu Yesus disempurnakan selalu. Dalam segenap jalanku memuliakan
nama-Mu.







0 komentar:
Post a Comment