Catatan Ibadah ke-1 Minggu 8 Maret 2026
Akhir-akhir ini
kita mendengar berbagai berita buruk tentang perang Iran dan Israel. Ada pula
Jakarta, Serang, Banten. Ah, lain ya... ketiganya merupakan nama kota. Siapa
yang siap menyambut kedatangan Tuhan? Siapa yang tidak siap menyambut
kedatangan Tuhan? Jika tidak ada yang angkat tangan, silahkan angkat kaki...
hehehe...
Setiap tahun bu
Debby membawa rombongan ke Israel. Tahun ini dia juga akan membawa rombongan ke
Israel, tetapi tidak bisa karena penerbangan ditunda oleh pihak maskapai. Pada
2024 lalu bu Debby juga menceritakan perjalanannya ke Israel dan cara mengatasi ketakutannya.
Kata bu Debby,
"Jika belum waktunya mati, tentu tidak akan mati. Jika sudah waktunya
mati, di kamar mandi pun bisa mati." Jadi, serahkanlah kekuatiranmu kepada
Tuhan. Asalkan kita sudah bertobat, mau kiamat tahun depan atau kiamat
besok, kita sudah siap.”
Bayangkan kita
mengadopsi seorang anak yang tampak kumuh di pinggir selokan. Lalu kita
memandikan dia hingga bersih. Namun, keesokan harinya anak itu justru kembali
kotor di tempatnya semula. Lantas kita membawanya lagi dan membersihkannya
lagi. Jika terus menerus seperti ini, apa kita tidak bosan? Tentu lama
kelamaan kita akan membiarkan anak itu kembali ke sana karena dia lebih suka
kotor.
Sekalipun sudah
bertobat, kita masih bisa murtad. Jika sampai murtad dan menghina Roh Kudus,
tentu kita akan kehilangan keselamatan kekal, kecuali kita sudah bertobat
sebelum dipanggil Tuhan.
Kita bisa murtad
jika kehilangan iman. Iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan.
Namun, jika kita sering mendengarkan berita buruk serta tidak pernah
mendengarkan firman dan mendengarkan khotbah pak Caleb atau khotbah bu Debby di YouTube (jangan lupa subscribe), tentu saja iman kita akan menjadi
lemah.
Ibrani 6:4-8 (TB)
4 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap
karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus,
5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia
dunia yang akan datang,
6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian,
hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri
mereka dan menghina-Nya di muka umum.
7 Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang
menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya,
menerima berkat dari Allah;
8 tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah
ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.







0 komentar:
Post a Comment