Catatan Ibadah
ke-1 Minggu 1 Maret 2026
Membangun Gereja
adalah membangun masyarakat yang benar. Gereja pasti menerima berbagai orang
yang rusak atau berdosa karena gereja merupakan tempat untuk memperbaiki
mereka. Namun, jika kita sudah lama berada di gereja dan tidak berubah, berarti
selama ini kita hanya menganut agama dan tidak pernah memiliki hubungan dekat
dengan Tuhan.
2 Korintus 13:13 (TB) Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan
kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.
Kita sering
mendengar tentang kasih karunia. Hal ini merupakan kemampuan ilahi karena
pekerjaan Roh Kudus. Jika kita sudah lama menjadi Kristen, tetapi tidak
mengalami perubahan karakter menjadi makin serupa dengan Yesus, kita hanya
mengikuti agama. Padahal, Yesus mati di kayu salib bukan untuk kita, tetapi Dia
mati sebagai kita. Tuhan ingin menjalin hubungan dengan kita. Setelah lahir
baru dan menerima Roh Kudus, Roh kita sudah benar dan pasti masuk surga. Namun,
kita masih harus berjuang untuk daging dan jiwa kita.
Di dalam Perjanjian Lama dikisahkan orang Israel takut mengenal Tuhan sehingga mereka meminta Musa yang berbicara dengan-Nya dan menyampaikan keinginan-Nya untuk mereka lakukan. Lalu Tuhan memberikan 10 perintah Allah kepada Musa, “Inilah 10 standar-Ku yang perlu kamu sampaikan kepada mereka.” Nah, setelah diberitahu oleh Musa, apakah mereka bisa melakukannya? Ternyata mereka tetap tidak bisa. Pada masa Perjanjian Lama Roh Kudus berada di luar diri mereka. Roh Kudus harus mendatangi mereka sebelum mereka bisa bernubuat.
Yohanes 16:7 (TB) Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu:
Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi,
Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan
mengutus Dia kepadamu.
Dengan adanya
Perjanjian Baru, setelah Yesus terangkat ke Surga, Roh Kudus ada di dalam diri
kita. Dengan bantuan Roh Kudus kita bisa melakukan kehendak Tuhan. Selain itu,
Roh Kudus juga memberi kita kuasa untuk menaklukkan dunia, termasuk sakit
penyakit. Jangan ada yang mengatakan bahwa Tuhan mengizinkan kita sakit agar
rendah hati. Ini salah. Penyakit tidak membuat kita rendah hati. Hanya Roh
Kudus yang bisa membantu kita untuk bersikap rendah hati.
Jika tidak mau
memberikan ruang untuk Roh Kudus bekerja, kita tidak akan mampu melakukan
kehendak Allah. Bumi adalah tempat tinggal, tetapi dunia adalah sistem. Jika
kita tidak memilih untuk mengikuti Roh Kudus, kita akan mudah dipengaruhi oleh
dunia yang sudah jatuh ke dalam dosa.
Mazmur 8:5-6 (TB) apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya?
Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah
membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan
dan hormat.
Setiap seniman memiliki masterpiece, seperti lukisan, ukiran patung, dan sebagainya. Tuhan pun seniman yang membuat manusia sebagai masterpiece-Nya. Oleh karena itu, manusia sangat berharga di mata Allah. Dulu setiap orang langsung dipimpin oleh Tuhan yang tak terlihat, “Kamulah imamat rajani, bangsa yang terpilih...” Namun, orang Israel menolak hal ini dan meminta raja yang terlihat untuk memimpin mereka.
Sekalipun manusia
jatuh ke dalam dosa, Tuhan akan tetap mengasihi-Nya karena Allah adalah
Kasih. Kasih bukanlah sifat, melainkan pribadi. Jadi, Dia tidak akan
menyerah dengan kita sekalipun kita jatuh ke dalam dosa. Maka, Yesus mati untuk
memulihkan hubungan kita dengan Tuhan.
Sejak saat itu, kita
semua adalah imamat rajani, tidak ada anak emas. Setiap kita adalah hamba Tuhan
sekalipun bukan pendeta dan hanya cleaning service. Perbedaannya hanya
terletak pada fungsinya. Namun, kita semua wajib menjadi saksi-Nya. Menjadi
saksi bukan hanya lewat perkataan, tetapi juga dalam perbuatan sehari-hari.
Yohanes 16:8 (TB) Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan
dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;
Dulu pada saat
kerusuhan berdarah di Ambon, pak Chris mendirikan menara doa. Namun, motifnya
salah. Menara ini dibangun karena dia takut mati. Di dalam menara doa dia sudah
menyiapkan daftar laporan tentang situasi yang dihadapinya. Dia menceritakan
kepada Tuhan tentang korban-korban yang didengarnya (tanpa dilihatnya). Lalu
ada pendoa yang datang terlambat. Ketika mendengar doanya, dia langsung
menambahkan, "Benar Tuhan, saya baru saja datang ke sana dan saya melihat
ada korban ..."
Dengan cara ini
mereka seolah-olah memberitahu dan mengajari Tuhan tentang hal-hal yang harus
dilakukan-Nya. Padahal, Tuhan sudah tahu semuanya. Namun, karena kasih, Roh
Kudus tidak menghakimi mereka. Kehadiran-Nya justru untuk membuat mereka insaf
akan dosa dan membuat mereka mengetahui kebenaran. Baik belum tentu benar,
tetapi benar sudah pasti baik.
Ketika kita
menyembah Tuhan di gereja, kita melakukannya karena aturan-aturan gereja atau
kita memang ingin melakukannya? Jika kita hanya mengikuti aturan gereja, ini
agama. Namun, jika kita sampai menangis padahal Worship Leader (WL)
tidak meminta kita menangis pada saat penyembahan, inilah hubungan. Jika
memiliki hubungan dengan Tuhan, kita bisa merasakan jamahan-Nya.
Suatu hari nanti
kita akan menikah dengan kekasih jiwa kita, yaitu Kristus. Ketika hari
kedatangan-Nya makin dekat, seharusnya kita berdandan rohani. Tidak wajar jika
kita malah takut bertemu Kekasih kita itu. Kita disebut Kristen bukan karena
agama, melainkan karena memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan. Kedekatan
hubungan kita dengan-Nya akan tercermin dari sikap kita yang makin lama makin
serupa dengan-Nya.
TERHUBUNG
Kasih-Mu layakkan s'luruh
hidupku, Mampukanku melakukan yang Kau inginkan. Tak bisa kuterlepas. Kau
menggenggam tanganku, Ingin lebih mengenal pribadi-Mu.
Reff: Kuterhubung dengan-Mu. S'lalu melekat di hati-Mu. Firman-Mu,
itulah dasar hidupku, yang berdaulat atasku.








0 komentar:
Post a Comment