Saturday, February 28, 2026

Sadar akan Tuhan ~ Pdt. Chris Manusama

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 1 Maret 2026

Membangun Gereja adalah membangun masyarakat yang benar. Gereja pasti menerima berbagai orang yang rusak atau berdosa karena gereja merupakan tempat untuk memperbaiki mereka. Namun, jika kita sudah lama berada di gereja dan tidak berubah, berarti selama ini kita hanya menganut agama dan tidak pernah memiliki hubungan dekat dengan Tuhan.

2 Korintus 13:13 (TB) Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.

Kita sering mendengar tentang kasih karunia. Hal ini merupakan kemampuan ilahi karena pekerjaan Roh Kudus. Jika kita sudah lama menjadi Kristen, tetapi tidak mengalami perubahan karakter menjadi makin serupa dengan Yesus, kita hanya mengikuti agama. Padahal, Yesus mati di kayu salib bukan untuk kita, tetapi Dia mati sebagai kita. Tuhan ingin menjalin hubungan dengan kita. Setelah lahir baru dan menerima Roh Kudus, Roh kita sudah benar dan pasti masuk surga. Namun, kita masih harus berjuang untuk daging dan jiwa kita.

Di dalam Perjanjian Lama dikisahkan orang Israel takut mengenal Tuhan sehingga mereka meminta Musa yang berbicara dengan-Nya dan menyampaikan keinginan-Nya untuk mereka lakukan. Lalu Tuhan memberikan 10 perintah Allah kepada Musa, “Inilah 10 standar-Ku yang perlu kamu sampaikan kepada mereka.” Nah, setelah diberitahu oleh Musa, apakah mereka bisa melakukannya? Ternyata mereka tetap tidak bisa. Pada masa Perjanjian Lama Roh Kudus berada di luar diri mereka. Roh Kudus harus mendatangi mereka sebelum mereka bisa bernubuat.

Yohanes 16:7 (TB) Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Dengan adanya Perjanjian Baru, setelah Yesus terangkat ke Surga, Roh Kudus ada di dalam diri kita. Dengan bantuan Roh Kudus kita bisa melakukan kehendak Tuhan. Selain itu, Roh Kudus juga memberi kita kuasa untuk menaklukkan dunia, termasuk sakit penyakit. Jangan ada yang mengatakan bahwa Tuhan mengizinkan kita sakit agar rendah hati. Ini salah. Penyakit tidak membuat kita rendah hati. Hanya Roh Kudus yang bisa membantu kita untuk bersikap rendah hati.

Jika tidak mau memberikan ruang untuk Roh Kudus bekerja, kita tidak akan mampu melakukan kehendak Allah. Bumi adalah tempat tinggal, tetapi dunia adalah sistem. Jika kita tidak memilih untuk mengikuti Roh Kudus, kita akan mudah dipengaruhi oleh dunia yang sudah jatuh ke dalam dosa.

Mazmur 8:5-6 (TB) apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

Setiap seniman memiliki masterpiece, seperti lukisan, ukiran patung, dan sebagainya. Tuhan pun seniman yang membuat manusia sebagai masterpiece-Nya. Oleh karena itu, manusia sangat berharga di mata Allah. Dulu setiap orang langsung dipimpin oleh Tuhan yang tak terlihat, “Kamulah imamat rajani, bangsa yang terpilih...” Namun, orang Israel menolak hal ini dan meminta raja yang terlihat untuk memimpin mereka.

Sekalipun manusia jatuh ke dalam dosa, Tuhan akan tetap mengasihi-Nya karena Allah adalah Kasih. Kasih bukanlah sifat, melainkan pribadi. Jadi, Dia tidak akan menyerah dengan kita sekalipun kita jatuh ke dalam dosa. Maka, Yesus mati untuk memulihkan hubungan kita dengan Tuhan.

Sejak saat itu, kita semua adalah imamat rajani, tidak ada anak emas. Setiap kita adalah hamba Tuhan sekalipun bukan pendeta dan hanya cleaning service. Perbedaannya hanya terletak pada fungsinya. Namun, kita semua wajib menjadi saksi-Nya. Menjadi saksi bukan hanya lewat perkataan, tetapi juga dalam perbuatan sehari-hari.

Yohanes 16:8 (TB) Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

Dulu pada saat kerusuhan berdarah di Ambon, pak Chris mendirikan menara doa. Namun, motifnya salah. Menara ini dibangun karena dia takut mati. Di dalam menara doa dia sudah menyiapkan daftar laporan tentang situasi yang dihadapinya. Dia menceritakan kepada Tuhan tentang korban-korban yang didengarnya (tanpa dilihatnya). Lalu ada pendoa yang datang terlambat. Ketika mendengar doanya, dia langsung menambahkan, "Benar Tuhan, saya baru saja datang ke sana dan saya melihat ada korban ..."

Dengan cara ini mereka seolah-olah memberitahu dan mengajari Tuhan tentang hal-hal yang harus dilakukan-Nya. Padahal, Tuhan sudah tahu semuanya. Namun, karena kasih, Roh Kudus tidak menghakimi mereka. Kehadiran-Nya justru untuk membuat mereka insaf akan dosa dan membuat mereka mengetahui kebenaran. Baik belum tentu benar, tetapi benar sudah pasti baik.

Ketika kita menyembah Tuhan di gereja, kita melakukannya karena aturan-aturan gereja atau kita memang ingin melakukannya? Jika kita hanya mengikuti aturan gereja, ini agama. Namun, jika kita sampai menangis padahal Worship Leader (WL) tidak meminta kita menangis pada saat penyembahan, inilah hubungan. Jika memiliki hubungan dengan Tuhan, kita bisa merasakan jamahan-Nya.

Suatu hari nanti kita akan menikah dengan kekasih jiwa kita, yaitu Kristus. Ketika hari kedatangan-Nya makin dekat, seharusnya kita berdandan rohani. Tidak wajar jika kita malah takut bertemu Kekasih kita itu. Kita disebut Kristen bukan karena agama, melainkan karena memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan. Kedekatan hubungan kita dengan-Nya akan tercermin dari sikap kita yang makin lama makin serupa dengan-Nya.

TERHUBUNG
Kasih-Mu layakkan s'luruh hidupku, Mampukanku melakukan yang Kau inginkan. Tak bisa kuterlepas. Kau menggenggam tanganku, Ingin lebih mengenal pribadi-Mu.
Reff: Kuterhubung dengan-Mu. S'lalu melekat di hati-Mu. Firman-Mu, itulah dasar hidupku, yang berdaulat atasku.

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.