Hidupku Karya Roh Kudus
Catatan Ibadah
ke-1 Minggu 15 Feb 202
Kenapa ya ada
orang yang 85% karakternya sangat mirip dengan karakter shio-nya? Padahal,
manusia itu memiliki kombinasi yang unik dalam pembentukan karakter. Ada faktor
pendidikan, kerohanian, keluarga, pergaulan, budaya, dan sebagainya. Kok bisa
Mr. Puzzle justru sangat mirip dengan karakter shio-nya?
Semula kukira dia
mengalami gangguan kepribadian karena memiliki kecenderungan hati untuk
membela orang-orang jahat. Namun, ternyata dia tuh normal dari sudut
pandang shio-nya. Dia terlalu keras kepala, seperti Siluman Kerbau dalam film
Kera Sakti.
Jadi, sekalipun
salah, dia tidak akan langsung percaya bahwa dirinya salah. Dia akan
mengemukakan alasan panjang lebar untuk membenarkan kesalahannya. Bahkan, fakta
tidak relevan pun akan dikemukakan olehnya untuk membenarkan kesalahannya.
Apa Putri Kipas
cocok dengannya? Menurutku sih tidak karena mereka sering ribut. Lalu
iseng-iseng aku bertanya kepada chatgpt, "Apa shio Kerbau bisa menjadi
rekan kerja yang cocok dengan shio Anjing?" Jawabannya pun tidak masuk
akal, "85% cocok karena shio kerbau menggunakan logika dan shio anjing
menggunakan intuisi sehingga bisa saling melengkapi."
A: "Ah, kali
ini prediksimu salah. Justru shio Kerbau dan shio Anjing sangat tidak cocok
karena perbedaan nilai."
C: "Iya,
memang karakter menurut shio adalah gambaran umum, tetapi manusia memiliki
banyak faktor lain, seperti elemen dan kedewasaan."
A: "Lalu
siapa yang paling keras kepala?
C: "Kedua shio itu sama-sama keras kepala dalam hal yang berbeda. Shio kerbau cenderung keras kepala dalam hal mempertahankan strategi. Namun, shio anjing cenderung keras kepala dalam hal mempertahankan nilai. Biasanya pejuang nilai lebih keras kepala daripada pejuang strategi."
Berulang kali
kunyatakan ketidakcocokkan nilai di antara kami dan memintanya untuk segera
mengakhiri kerjasama. Namun, Mr. Puzzle tetap mengatakan bahwa kami punya
kesamaan nilai dengan tiga kata favoritnya, "kamu salah paham". Akhirnya
jembatan salah paham membuat kami tetap bekerja sama selama tiga tahun
sekalipun tidak cocok. Namun, benarkah semua itu hanya salah paham? Karena
perbedaan bahasa ibu, hal ini sulit dipastikan.
Meskipun
demikian, intuisiku tidak percaya dengan jembatan itu. Maka, kuputuskan agar
semua perkataan dia dan kroni-kroninya selalu ditulis dengan tiga alasan:
* Perkataan lisan mudah dilupakan,
* Perkataan lisan bisa berubah secepat kilat,
* Perkataan lisan tidak bisa dibuktikan.
Jika nantinya ada perbedaan antara perkataan lisan dan tulisan, aku akan
memercayai tulisan.
Nah, dengan
adanya tulisan, aku bisa meminta banyak pihak menafsirkannya. Ada chatgpt,
gemini (ini bukan tentang zodiak-nya, tetapi AI penerjemah di WA), deepL,
Google, teman-teman atau papa yang lancar dalam bahasanya. Hehehe... mau sampai
kapan dia membohongiku dengan jembatan salah paham? Bukankah sudah jelas jika
tidak ada kecocokan nilai di antara kami? Mengapa harus dicocok-cocokkan
sih? Ini susah 'tuk dimengerti.
HATIKU PERCAYA
Saat ku tak melihat jalan-Mu,
saat ku tak mengerti rencana-Mu. Namun tetap kupegang janji-Mu, pengharapanku
hanya pada-Mu. Hatiku percaya, hatiku percaya, hatiku percaya, s'lalu
kupercaya.
Lord I will trust in You, Lord I will trust in You, Lord I will trust in
You, my heart will trust in You.







0 komentar:
Post a Comment