Catatan Ibadah ke-1 Minggu 15 Feb 2026
Di dalam Galatia
5:16-26 kita bisa membaca hidup menurut daging atau Roh. Kita semua mengetahui
perbuatan daging itu nyata, seperti iri hati, kebencian, amarah, dan
sebagainya. Kita juga pasti hafal tentang buah Roh, yaitu kasih, sukacita,
damai sejahtera, kebaikan, kemurahan, kesabaran, kelemahlembutan, dan
pengendalian diri.
Namun, mengapa
disebut buah Roh dan bukan perbuatan Roh? Ini karena buah harus melekat
kepada pohonnya. Demikian pula, kita harus melekat kepada Kristus agar bisa
menghasilkan buah Roh. Kita tidak bisa berusaha dengan kuat gagah kita sendiri.
Roma 7:18 (TB) Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di
dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang
ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.
Sebelum Saulus
bertobat dan menjadi Paulus, dia suka marah dan menganiaya jemaat Kristen.
Namun, ketika Kristus menjamah hati-Nya, dia berubah. Kita semua juga cenderung
berbuat hal-hal tidak baik jika tidak melekat kepada Kristus.
Roma 7:19 (TB) Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang
baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang
jahat, yang aku perbuat.
Proses perubahan
karakter Paulus tidak terjadi secara instan. Ada waktu yang Tuhan izinkan untuk
memprosesnya. Dalam proses tersebut Paulus menyadari bahwa sekalipun dia ingin
berbuat baik, justru hal jahat yang dia lakukan.
Roma 7:24 (TB) Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan
melepaskan aku dari tubuh maut ini?
Paulus terkesan
sangat frustasi ketika berusaha menjadi orang baik. Namun, dengan bersandar
kepada Tuhan, dia pun dimampukan untuk menghasilkan buah Roh. Ketika dipenjara,
dia mampu bersukacita. Sekalipun dia juga banyak menderita karena Kristus, dia
tidak meninggalkan Tuhan karena pondasinya sudah kuat. Dari pemarah, dia
berubah menjadi orang yang sabar dan mampu mengendalikan dirinya.
Hidup Karya
Roh Kudus berarti:
Galatia 5:24 (TB) Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia
telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
2. Aku Hidup
Dipimpin oleh Roh. Dipimpin oleh Roh berarti ada hubungan timbal balik.
Kita meminta Tuhan mendengar keinginan kita dan kita pun mau mendengarkan suara
Tuhan, lewat doa dan firman-Nya.
Galatia 5:25 (TB) Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup
kita juga dipimpin oleh Roh,
Jadi, jika ingin
hidup dipimpin oleh Roh, kita harus berdoa serta membaca dan merenungkan firman
Tuhan karena inilah dasar kehidupan.
Ketika ada yang
menghina pak Hendra lewat tulisan yang diletakkan di mobil, "parkirnya
goblok", dia ingin marah, tetapi tidak tahu harus marah kepada siapa
karena dia tidak tahu siapa yang menulisnya. Jadi, dia memilih untuk memaafkan.
Bagaimana jika
kita bukan hanya disalahpahami, tetapi juga difitnah? Apakah kita tetap bisa
menghasilkan buah Roh? Akhir-akhir ini banyak juga perceraian dengan
alasan, "sudah tidak cocok". Padahal, saat pacaran sudah tahu tidak cocok, tetapi tetap dicocok-cocokkan.
Jika ingin tetap
menghasilkan buah Roh dalam keadaan yang tidak baik (seperti Paulus), kita
harus selalu terhubung dengan Kristus. Kita juga harus berserah kepada Tuhan.
Berserah bukanlah pilihan akhir, tetapi harus dilakukan sejak awal.
TERHUBUNG
Kasih-Mu layakkan s'luruh
hidupku, mampukan kumelakukan yang Kau inginkan. Tak bisa kuterlepas, Kau
menggenggam tanganku. Ingin lebih mengenal pribadi-Mu.
Reff: Kuterhubung dengan-Mu. S'lalu melekat di hati-Mu. Firman-Mu,
itulah dasar hidupku, yang berdaulat atasku.







0 komentar:
Post a Comment