Sudah Tidak Cocok dari Awal
Catatan Ibadah
ke-1 Minggu 15 Feb 2026
Ps. Caleb,
"Hari Valentine diperingati karena dulu ada pria Kristen bernama
Valentinus yang dimasukkan penjara karena tidak mau menyangkal imannya. Di
penjara dia justru berteman dengan anak kepala penjara yang buta. Jadi, dia
berteman dengan anak dari orang yang menjerumuskannya ke penjara. Dia pun
mendoakannya supaya sembuh.
Ketika akan
dieksekusi, Valentinus menulis surat agar anak itu kuat. Dia pun mengatakan
bahwa dia akan selalu menjadi sahabatnya atau Valentine-nya. Jadi, di balik
Valentine ada cerita tentang kasih Kristus yang tidak pernah diungkap.
Valentine bisa mengasihi karena dia terlebih dahulu dikasihi oleh
Kristus."
Ada beberapa
versi cerita tentang asal usul hari Valentine. Kisah di atas sesuai dengan 'Surat
Pertama Valentine'. Namun, ada pula yang merujuk pada 'Legenda Santo
Valentinus'. Menurut legenda ini, saat itu Kaisar Claudius II di Roma
mengharuskan pria muda fokus menjadi tentara dan tidak boleh menikah. Namun,
sebagai pastor, Valentinus malah menikahkan pasangan muda secara rahasia.
Sayangnya, rahasia ini terbongkar dan dia dihukum mati."
Lalu cerita mana
yang paling benar? Tidak penting mana cerita yang benar karena ada satu
kebenaran yang hakiki, yaitu Allah adalah Kasih.
1 Yohanes 4:8 (TB) Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak
mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
Bukan hanya kisah
masa lalu yang simpang siur. Kisah masa depan pun ikut simpang siur. Beberapa
hari lalu ada orang Taiwan yang membagikan prediksi Elon Musk tentang masa
depan.
Dia memprediksi
bahwa pengangguran akan meningkat karena teknologi AI dan uang fisik akan
digantikan oleh uang digital. Pemilik energi akan memimpin masa depan karena
teknologi AI membutuhkan banyak energi. Bahkan, pembuat AI juga mulai
mencemaskan bahaya AI.
Di sisi lain,
justru ada yang memprediksi kebalikannya. Karena ancaman perang dunia ketiga,
diprediksi satelit akan hancur sehingga tak ada lagi jaringan internet dan
listrik. Lalu semua orang akan kembali bertransaksi dengan cara barter.
Nah, mana
prediksi yang benar? Tentu saja tidak penting mana yang benar karena sama
seperti kisah Valentine, ada satu kebenaran hakiki yang tidak berubah dan
jarang diungkap di media massa. Kata hatiku, "Masa depan adalah milik
mereka yang percaya pada keindahan mimpi-mimpi mereka."
Ibrani 10:38 (TB) Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh
iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan
kepadanya."
Pengkhotbah 3:11 (TB) Ia membuat segala sesuatu indah pada
waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia
tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Tugas kita hanya
mengelola pemberian Tuhan dengan baik. Untuk hal-hal di luar kendali, seperti
masa depan, seharusnya kita berserah kepada-Nya. Selama Tuhan masih memegang
kendali, apa yang harus dikhawatirkan?
1 Petrus 5:7 (TB) Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya,
sebab Ia yang memelihara kamu.
Menjadi
pengangguran juga belum tentu buruk. Kadang kala beberapa mantan karyawan
justru menunjukkan potensi terbaiknya ketika dipaksa oleh keadaan. Inilah yang
disebut the power of kepepet (keterdesakan). Meskipun ada yang jadi
jahat karena terpaksa, tetapi jauh lebih banyak yang justru jadi lebih baik
dalam situasi tersebut. Beberapa industri kreatif justru bisa muncul dari
situasi semacam ini.
Selain itu, efek
negatif AI tak perlu dikhawatirkan jika kita masih mengutamakan Tuhan dan
nilai-nilai kemanusiaan. Inilah dua hukum utama yang selaras dengan sila
ke-1 dan ke-2 Pancasila (Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang Adil dan
Beradab).
Matius 22:37-39 (TB) Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah
Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan
segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum
yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti
dirimu sendiri.
Beberapa saat
lalu kubaca bahwa ada restoran yang mempekerjakan robot untuk memasak nasi
goreng. Rasanya tetap enak seperti masakan manusia. Namun, beberapa orang
berkomentar, "Jika bos hanya mempekerjakan robot, pasti dia akan kesepian
karena tidak ada teman bicara."
Itu benar.
Manusia adalah makhluk sosial. Sekalipun pengusaha bisa memiliki banyak uang,
jika kesepian, uang itu terasa tak berguna. Bahkan, ada orang yang menikah
dengan robot atau chatgpt. Apa hal ini memang bisa mengisi kekosongan hati
mereka? Jika mereka mau jujur, tentu saja mereka akan menjawab tidak karena hal
ini tidak sesuai rancangan Tuhan.
Kejadian 2:18 (TB) TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik,
kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang
sepadan dengan dia."
Rancangan-Nya
adalah sesama manusia harus saling menolong. Robot atau AI hanyalah alat dan
bukan penolong yang Tuhan rancangkan. Jika berjalan di luar rancangan Tuhan,
tentu saja akan sulit melihat masa depan indah yang telah Tuhan siapkan. Jadi,
untuk menghadapi ketidakpastian masa depan, kuncinya hanya percaya dan
mempercayakan diri kepada Tuhan – Sang Pencipta dan Pemilik Hidup Kita.
KESUKAAN-MU
Kubersyukur kumilik-Mu, menjadi kesukaan-Mu. Inilah hidupku di dalam kasih-Mu. Kubersyukur kumilik-Mu,
menjadi kesukaan-Mu. Inilah hidupku di dalam kasih-Mu.
Reff: Seindah pelangi kutahu janji-Mu 'tuk masa depanku. Kau mengurapiku
penuh kemuliaan. Bagai bintang yang bersinar, terangi jalan hidupku. Oh
Yesusku, Kaulah segalanya.







0 komentar:
Post a Comment