Catatan Ibadah ke-1 Minggu 22 Feb 2026
Amsal 16:32 (TB) Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan,
orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.
Merebut kota
merupakan hal yang luar biasa. Namun, orang yang sabar akan melebihi pahlawan.
Alexander the Great bisa menaklukkan banyak wilayah pada usia 32 tahun, tetapi
dia mati karena tidak bisa menguasai dirinya. Dia mati karena kebanyakan
minuman keras dan gaya hidup yang salah.
Galatia 5:22-23 (TB) Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita,
damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan
diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
Seorang peneliti
mengumpulkan beberapa anak untuk marshmallow test. Anak-anak tersebut
diberi 1 marshmallow (permen manis seperti busa). Mereka boleh langsung
memakannya, tetapi jika mereka ingin mendapatkan 2 marshmallow, mereka harus
menahan diri selama 15 menit untuk tidak memakan marshmallow pertama.
Mereka
ditempatkan secara terpisah. Ada anak yang tidak bisa menahan diri dan langsung
memakannya. Ada anak yang memegang dan mencium-ciumnya karena ingin segera
memakannya. Ada yang menutup matanya agar tidak melihatnya. Namun, ada pula
yang bernyanyi selama 15 menit hingga mendapatkan hadiahnya.
Setelah mereka
dewasa, peneliti mencari mereka. Dia menemukan bahwa anak-anak yang dulu mampu
menguasai dirinya cenderung lebih sukses daripada mereka yang langsung
memakan marshmallow-nya. Ini membuktikan bahwa orang yang mampu menguasai
dirinya akan memiliki masa depan yang baik.
Mujizat
Penguasaan Diri:
1. Menyelamatkan Kita dari Kehancuran. Banyak orang ingin mujizat yang terlihat di luar, tetapi mujizat terbaik justru terjadi di dalam diri kita. Jika kita bisa menguasai diri seperti Yusuf yang kabur dari godaan Potifar, kita akan selamat. Sekalipun Yusuf harus masuk penjara karena hal itu, akhirnya dia dipromosikan dengan luar biasa setelah dia siap.
Ada suami istri
pendeta yang sedang bertengkar. Di tengah keributan suami harus pergi
pelayanan. Ketika pulang, dia merasa lapar dan melihat istrinya makan sate ayam
kesukaannya. Maka, dia meminta istrinya untuk berbagi sate.
Istri berkata, "Jangan mengingini milik sesamamu." (Keluaran 20:17)
Suami menyadari bahwa istrinya masih marah sehingga berkata, "Janganlah
matahari terbenam sebelum padam amarahmu." (Efesus 4:26)
Istri, "Cukuplah kasih karuniaku bagimu." (2 Korintus 12:9)
Suami, "Ampunilah musuhmu yang berbuat salah kepadamu." (Matius 5:44)
Istri (sambil memberikan sebatang sate), "Ini, ambillah. Pergi dan jangan
berbuat dosa lagi." (Yohanes 8:11)
Wah, ini merupakan perang ayat.
Yakobus 1:15 (TB) Dan apabila keinginan itu telah dibuahi,
ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
Penguasaan diri
merupakan buah Roh sehingga Roh Kudus yang membantu kita melakukannya. Namun,
tetap saja harus ada niat dari kita untuk membiarkan Roh Kudus bekerja. Tidak
semua kehancuran disebabkan oleh iblis. Beberapa kehancuran disebabkan oleh
keinginan pribadi. Semua bermula dari keinginan kita yang salah. Jika keinginan
tersebut berubah menjadi tindakan, inilah dosa dan dosa akan melahirkan maut.
Orang Eskimo
menangkap serigala bukan dengan berburu. Mereka hanya menancapkan pisau
berlumuran darah ke atas salju. Serigala yang mencium bau darah segera
menjilati pisau tersebut. Makin dijilat, makin nikmat. Pada akhirnya, serigala
akan mati kehabisan darah. Mereka menikmati darahnya sendiri karena mengira itu
darah hewan lain. Begitu pula keinginan jahat. Jika dinikmati, akan berujung
maut. Keinginan >> Dosa >> Maut.







0 komentar:
Post a Comment