Catatan Ibadah ke-1 Minggu 8 Februari 2026
Suatu hari bu
Levi meminta sopirnya untuk mengantar dia ke gereja. Sebelum itu dia meminta
pembantunya memasukkan barang-barangnya ke dalam mobil. Setelah pembantunya
memberitahu bahwa semua barang sudah dimasukkan ke dalam mobil, dia pun keluar
dan membuka pintu mobil. Ternyata dia tidak bisa masuk ke dalam mobil lewat
pintu tersebut karena penuh barang.
Maka, dia menutup pintu mobil dan berputar ke arah pintu satunya. Eh, sopirnya mengira dia sudah
berada di dalam mobil sehingga langsung melajukan mobilnya. (Wah, ternyata
kisah seperti ini masih ada lagi padahal lokasi dan tokohnya berbeda.
Rupanya ada sopir yang satu frekuensi dengan sopir yang sudah resign
itu. Pssst... mungkin alasan sopirnya tidak berani melihat ke belakang juga
sama... hahaha..., red.)
Bu Levi berteriak sekencang-kencangnya untuk memanggil sopirnya sambil melambai-lambaikan tangan di belakang mobilnya. Namun, sopirnya tetap melaju. Dia tidak bisa langsung menelepon sopirnya karena ponsel rusak. Perjalanan ke gereja akan memerlukan waktu sekitar sepuluh menit. Maka, bu Levi kembali ke dalam rumah dan menelepon satpam gereja. Dia berpesan, "Jika sopirku sampai di sana, tolong minta dia langsung kembali karena ada yang ketinggalan."
"Siapa yang ketinggalan?"
Tanya satpam. Tentu saja bu Levi yang tertinggal. Ketika sopir tiba di gereja,
dia pun langsung diminta kembali oleh satpam karena bu Levi tertinggal. Namun, dia
tidak percaya dan tetap mengatakan bahwa bu Levi ada di dalam mobil. Lantas
dari luar dia berusaha melihat melalui kaca jendela mobil. Karena tidak melihat
bu Levi, dia pun bergegas kembali.
Galatia 5:19-21 (TB) Perbuatan daging telah nyata, yaitu:
percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan,
perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh
pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya
itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa
melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan
Allah.
Nah, selama menunggu sopir kembali, bu Levi memiliki pilihan untuk marah atau tertawa. Karena dia ingin menghasilkan buah Roh, tentu saja dia memilih bersukacita.
Galatia 5:22-23 (TB) Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita,
damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan,
penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
Ketika sopir
kembali, bu Levi bertanya, "Kenapa kamu meninggalkan saya?" Jawab
sopir, "Di mobil saya dengar bu Levi batuk-batuk" lalu saya bertanya,
"Apa bu Levi batuk? Saya dengar Ibu menjawab ho.o." Bu Levi tertawa
dan berkata, "Makanya jangan meninggalkan saya. Kalau meninggalkan saya,
nanti malah ditempati oleh makhluk lain."
Untuk
menghasilkan buah Roh, kita semua akan mengalami proses. Setiap orang akan
mengalami proses yang berbeda-beda. Karena tidak bisa memprediksi proses yang
harus kita lewati, sebaiknya kita selalu berdoa dan membaca firman Tuhan.







0 komentar:
Post a Comment