Catatan Ibadah ke-1 Minggu 16 Nov 2025
Setiap
orang yang lahir Kristen telah memperoleh panggilan keselamatan. Namun, selain
panggilan keselamatan, ada panggilan lain yang Tuhan berikan.
Filipi 3:13-14 (TB) Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah
menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di
belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari
kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam
Kristus Yesus.
Seseorang
yang telah memahami panggilan Tuhan dapat dengan mudah melupakan masa lalunya.
Panggilan tersebut juga akan memberinya kekuatan sehingga tidak mudah lelah
sekalipun kelelahan fisik tetap dialaminya. Dulu pak Leo pernah mengajar suatu
modul selama lima hari berturut-turut. Cara mengajarnya dengan suara keras yang
tidak monoton. Orang yang melihatnya bertanya, "Apa kamu tidak
capek?"
Secara
fisik, tentu saja capek. Ketika selesai mengajar, tentu capek. Namun, keesokan
harinya kembali bersemangat lagi. Kekuatan ini muncul karena panggilan yang Tuhan berikan. Panggilan
Tuhan adalah suatu peran dan tugas yang spesifik dan unik untuk memberikan
dampak kepada lingkungan sekitar kita sesuai dengan kehendak Tuhan.
Ada orang
yang dipanggil untuk merawat anak-anak yang lahir di luar nikah. Lalu dia
mencarikan orang tua asuh untuk mereka. Bahkan, dia juga merawat anak-anak yang
down syndrome. Hal ini tidak mudah. Jika ini bukan panggilan kita, tentu
akan sangat melelahkan.
Ada orang
yang dipanggil untuk melayani orang gila. Jika ini bukan panggilan kita,
mungkin kita bisa ikut gila ketika menghadapi mereka. Namun, orang yang
dipanggil untuk melayani mereka justru bisa menyembuhkan mereka hanya dengan
mengajak mereka berdoa dan memuji Tuhan.
Panggilan
tidak sama dengan karir meskipun bisa sama. Jika seseorang tidak mengetahui
panggilannya, seringkali mereka akan menjadikan karir atau uang sebagai tujuan
hidupnya. Karir merupakan pekerjaan atau bisnis yang kita lakukan secara rutin
untuk mendapatkan penghasilan agar dapat memenuhi kebutuhan kita. Namun,
panggilan akan memberikan kita kemampuan untuk melakukan sesuatu yang unik
sesuai kehendak Tuhan.
Tuhan tidak memanggil orang yang memiliki kualifikasi, tetapi dia akan memampukan orang yang dipanggilnya. Dulu pak Leo dipanggil untuk menulis buku. Padahal, ketika di sekolah, dia tidak pernah berhasil membuat karangan. Setiap kali harus mengarang, dia akan menulis dan mencoretnya hingga tak bisa menghasilkan karangan.
Namun,
ketika Tuhan memanggilnya untuk menulis, dia bisa menulis 300 halaman. Lalu dia
meminta istrinya untuk mengedit tulisannya karena bahasa Indonesia istrinya
lebih baik darinya. Setelah diedit, hanya tersisa 100 halaman karena istrinya
bertanya, "Jika 2 paragraf ini dijadikan 1 kalimat ini, apa maknanya
sama?" Karena pak Leo mengatakan bahwa maknanya sama, 2 paragraf itu pun
menjadi 1 kalimat.
Namun,
karena Tuhan memanggilnya untuk menulis buku dan telah belajar dari istrinya,
buku kedua dan ketiga tidak perlu diedit lagi. Jika kita terus melatih diri untuk menghidupi
panggilan Tuhan, lama-lama kemampuan kita akan makin tajam di area tersebut.






0 komentar:
Post a Comment