Bukan Meleset
Catatan
Ibadah ke-1 Minggu 2 November 2025
Matius 7:22-23 (TB) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru
kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir
setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu
itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal
kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Bayangkan
ada orang yang telah aktif melayani Tuhan, dia bisa bernubuat, mengusir setan,
menyembuhkan orang sakit, dan membuat banyak mujizat. Namun, Tuhan tidak
mengenalnya karena ternyata dia bukan mengerjakan agenda Tuhan, melainkan
agendanya sendiri. Ini meleset.
Matius 6:33 (TB) Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka
semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Sekalipun
kita tidak tenar, jika kita taat, segala sesuatu akan Tuhan tambahkan. Tuhan tidak memberkati
perusahaan. Tuhan memberkati orang. Sebuah perusahaan diberkati karena ada orang
diberkati di dalam perusahaan itu. Jika orangnya pergi dari perusahaan itu,
berkatnya juga ikut pergi bersamanya. Jadi, jangan kejar berkat, kerjarlah Sang
Pemberi Berkat.
1 Yohanes 2:4 (TB) Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.
Sebelum
kita meminta berkat dari Tuhan, tentu ada proses yang akan kita lewati.
Prosesnya dimulai dari mengetahui Dia, mengalami Dia, mengenal Dia, menuruti
perintah-Nya, lalu baru meminta kepada-Nya.
1 Yohanes 2:3 (TB) Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita
menuruti perintah-perintah-Nya.
Kita
tidak mungkin meminta sesuatu kepada orang yang belum kita kenal. Jika kita
sudah mengenal-Nya, tentulah kita berani meminta kepada-Nya dan permintaan kita
pasti dikabulkan jika sesuai kehendak-Nya.
Jika permintaanmu belum dikabulkan, mungkin karena permintaanmu tidak sesuai kehendak-Nya. Mungkin permintaanmu hanya untuk memuaskan keinginanmu, bukan kebutuhanmu. Tuhan berjanji untuk memberkati kita hingga kenyang, bukan kekenyangan.
Kita
harus taat kepada Tuhan karena hal-hal rohani tidak bisa dipahami dengan
kepintaran. Hal
rohani hanya bisa dipahami oleh orang yang taat. Ketaatan mendatangkan berkat (menjadi
kenyang). Ketidaktaatan mendatangkan kutuk (menjadi kekenyangan).
Kita
harus memperhatikan EGP (Ending Gospel Poverty), yaitu mengakhiri
kemiskinan Injil. Kita memiliki panggilan mulia untuk melesat dengan melakukan
amanat agung, bukan EGP satunya – Emang Gue Pikirin.
Matius 28:19-20 (TB) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah
mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan
segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai
kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
MENYENANGKAN-MU
Tuhan
kumau menyenangkan-Mu. Tuhan bentuklah hati ini jadi bejana untuk hormat-Mu,
cemerlang bagai emas murni. Menyenangkan-Mu senangkan-Mu, hanya itu
kerinduanku. Menyenangkan-Mu senangkan-Mu, hanya itu kerinduanku.
Tuhan
kuserahkan hatiku, semua kuberikan pada-Mu, kuduskan hingga tulus selalu agar
aku menyenangkan-Mu. Menyenangkan-Mu senangkan-Mu, hanya itu
kerinduanku. Menyenangkan-Mu senangkan hati-Mu, hanya itu kerinduanku.







0 komentar:
Post a Comment