Sunday, November 2, 2025

Melesat ~ Gina Dharmawan

Bukan Meleset
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 2 November 2025

Matius 7:22-23 (TB) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Bayangkan ada orang yang telah aktif melayani Tuhan, dia bisa bernubuat, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, dan membuat banyak mujizat. Namun, Tuhan tidak mengenalnya karena ternyata dia bukan mengerjakan agenda Tuhan, melainkan agendanya sendiri. Ini meleset.

Matius 6:33 (TB) Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Sekalipun kita tidak tenar, jika kita taat, segala sesuatu akan Tuhan tambahkan. Tuhan tidak memberkati perusahaan. Tuhan memberkati orang. Sebuah perusahaan diberkati karena ada orang diberkati di dalam perusahaan itu. Jika orangnya pergi dari perusahaan itu, berkatnya juga ikut pergi bersamanya. Jadi, jangan kejar berkat, kerjarlah Sang Pemberi Berkat.

1 Yohanes 2:4 (TB) Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.

Sebelum kita meminta berkat dari Tuhan, tentu ada proses yang akan kita lewati. Prosesnya dimulai dari mengetahui Dia, mengalami Dia, mengenal Dia, menuruti perintah-Nya, lalu baru meminta kepada-Nya.

1 Yohanes 2:3 (TB) Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.

Kita tidak mungkin meminta sesuatu kepada orang yang belum kita kenal. Jika kita sudah mengenal-Nya, tentulah kita berani meminta kepada-Nya dan permintaan kita pasti dikabulkan jika sesuai kehendak-Nya.

Jika permintaanmu belum dikabulkan, mungkin karena permintaanmu tidak sesuai kehendak-Nya. Mungkin permintaanmu hanya untuk memuaskan keinginanmu, bukan kebutuhanmu. Tuhan berjanji untuk memberkati kita hingga kenyang, bukan kekenyangan.

Kita harus taat kepada Tuhan karena hal-hal rohani tidak bisa dipahami dengan kepintaran. Hal rohani hanya bisa dipahami oleh orang yang taat. Ketaatan mendatangkan berkat (menjadi kenyang). Ketidaktaatan mendatangkan kutuk (menjadi kekenyangan).

Kita harus memperhatikan EGP (Ending Gospel Poverty), yaitu mengakhiri kemiskinan Injil. Kita memiliki panggilan mulia untuk melesat dengan melakukan amanat agung, bukan EGP satunya – Emang Gue Pikirin.

Matius 28:19-20 (TB) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

MENYENANGKAN-MU
Tuhan kumau menyenangkan-Mu. Tuhan bentuklah hati ini jadi bejana untuk hormat-Mu, cemerlang bagai emas murni. Menyenangkan-Mu senangkan-Mu, hanya itu kerinduanku. Menyenangkan-Mu senangkan-Mu, hanya itu kerinduanku.
Tuhan kuserahkan hatiku, semua kuberikan pada-Mu, kuduskan hingga tulus selalu agar aku menyenangkan-Mu. Menyenangkan-Mu senangkan-Mu, hanya itu kerinduanku. Menyenangkan-Mu senangkan hati-Mu, hanya itu kerinduanku.

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.