Melesat Bukan Meleset
Catatan
Ibadah ke-1 Minggu 2 November 2025
Yeremia 17:7-8 (TB) Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya
pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di
tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya
panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak
kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Jika saat
ini kita belum melihat buah, mungkin saat ini kita masih berada dalam tahap
bertumbuh. Tidak masalah jika belum berbuah, tetapi masih bertumbuh. Namun,
mungkin kita juga belum bisa melihat pertumbuhan. Jika ini terjadi, mungkin
kita perlu bertahan, seperti rumput di bawah terik mentari. Jika tidak bisa
bertahan, tentu tidak bisa bertumbuh.
Agar
mampu bertahan, kita harus memperkuat akar-akar iman kita kepada Kristus. Iman timbul dari pendengaran akan
firman Kristus. Jika banyak membaca firman, kita akan mampu bertahan dan tetap
berbuah sekalipun dalam musim kering.
Yohanes 15:8 (TB) Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah
banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."
Ada pohon
yang berbuah manis sehingga buahnya sudah dipetik orang sekalipun masih
setengah matang. Namun, ada pohon yang buahnya asam sehingga sampai busuk dan
berjatuhan ke tanah karena tidak ada yang memetiknya.
1. Lewat
firman Tuhan yang kita baca.
2. Lewat
orang lain. Dengan cara ini mungkin kita akan kesal karena orang yang menegur kita
belum tentu sudah lebih baik dari kita. Kita mendengar dengan telinga, tetapi
sakitnya di hati.
3. Lewat
peristiwa. Jika teguran level 1 dan 2 tidak membuat kita bertobat, Tuhan akan
menegur dengan cara ini dan perlu waktu lama untuk dipulihkan. Meskipun
demikian, Tuhan tetap akan melakukannya karena Dia mengasihi kita. Nilai kita
pun sangat mahal karena telah dibeli dengan darah-Nya.
Jika kita
bisa memilih, lebih baik pilihlah teguran level 1. Jika kita langsung bertobat ketika ditegur lewat
firman Tuhan, kita tidak perlu ditegur oleh orang lain dan tidak perlu
mengalami peristiwa yang menyakitkan. Jika saat ini kita sedang mengalami
kekeringan dan keretakan hubungan, ini hanya masalah eksternal (di luar Anda).
Tuhan masih bisa memulihkan keadaan kita selama kombinasinya tepat.
Mazmur 69:33 (TB) Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang
mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali!
Jika
dikombinasikan dengan akar yang dangkal terhadap firman Tuhan, tentu bisa
meleset. Namun, jika dikombinasikan dengan akar yang dalam terhadap firman
Tuhan, tentu akan melesat.
Kolose 2:7 (TB) Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia,
hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan
hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
Murid
Tuhan pasti akan berbuah manis jika senantiasa melekat kepada-Nya. Lewat
buah-buah tersebut, nama Tuhan akan dipermuliakan. Agar bisa berbuah lebat,
kita harus lebih mengutamakan esensi daripada sensasi.
Esensi: mengenal Tuhan, mengutanakan kehendak Tuhan, melayani, memberi,
mengutamakan kewajiban, ketaatan.
Sensasi: memukau manusia, mengutamakan diri sendiri, dilayani, diberi, menuntut
hak, ketenaran.







0 komentar:
Post a Comment