Sunday, November 9, 2025

Bertahan Sebagai Terang ~ Bpk. Paulus Bambang

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 9 Nov 2025

Matius 5:14-16 (TB) Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Ayat tersebut mungkin sudah kita dengar sebanyak seratus kali. Hal ini menunjukkan identitas kita sebagai Terang Dunia. Ini bukan pilihan, tetapi identitas kita. Maka, tidak cukup jika kita hanya menerangi diri sendiri atau keluarga sendiri.

Terang kita harus bisa berdampak bukan hanya di Yudea dan Yerusalem, tetapi di seluruh dunia. Maksudnya, bukan di dunia yang luas, melainkan berdampak bagi lingkungan sekitar kita, dimanapun kita ditempatkan, termasuk di marketplace.

Jika pengusaha masih menggunakan banyak buku untuk memperkecil pajak atau melakukan suap untuk melancarkan proyek, tentu saja dia tidak menjadi Terang. Seringkali pengusaha tidak suka jika pak Paulus menyampaikan hal tersebut. Mereka berharap gereja bisa mengerti kesulitan pengusaha. Padahal, firman Tuhan tidak bisa dikompromikan.

Dulu pak Paulus pernah nyaris dipecat karena tidak mau berkompromi. Dia pun siap mengajukan surat resign demi imannya. Singkat cerita, dia tetap bertahan dan berhasil menyelesaikan proyek tanpa suap. Namun, orang yang bekerja dengannya tentu tidak senang karena tidak bisa menerima uang sesuka hatinya.

Jika terang Kristus tidak ada di dalam diri kita, kita tidak akan bisa memancarkan terang.

Ada dua jenis terang:

1. Internal Light: terang di dalam diri kita. Terang ini tidak akan bisa padam, kecuali kita sendiri yang memadamkannya.

2. External Light: terang yang keluar dari dalam diri kita. Ketika keadaan sekitar menjadi gelap lalu ada setitik terang, sekalipun hanya seperti lilin kecil, orang-orang akan melihat terang tersebut. Terang selalu mengalahkan kegelapan.

Cara Menjadi Terang dengan Bertahan:

1. Uncompromise Principle. Kebanyakan orang Kristen tidak kuat karena mereka belum memiliki prinsip yang tidak bisa dikompromikan. Agar kuat, kita harus memiliki prinsip yang tidak dapat dikompromikan, seperti Daniel. Ini bukan karena kita orang yang kaku, tetapi ada nilai-nilai yang tidak boleh dikompromikan.

Daniel 1:8 (TB) Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

Bagi kebanyakan orang, minum anggur adalah hal biasa, tetapi bagi Daniel hal itu najis. Mengapa Daniel bisa memiliki prinsip seperti ini? Dia dibuang ke Babel pada usia 17 tahun (setara dengan anak kelas 2 SMA). Namun, dia kuat karena selama bertumbuh, dia telah menginternalisasi firman ke dalam hidupnya.

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.