Sunday, November 9, 2025

Menjadi Terang dengan Bertahan ~ Bpk. Paulus Bambang

Bertahan Sebagai Terang
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 9 Nov 2025

Daniel merupakan keturunan nabi Yehezkiel dan raja Yosia. Daniel pasti sering melihat Yehezkiel berdoa sehingga dia pun suka berdoa. Daniel juga pasti melihat perubahan yang dibuat oleh raja Yosia demi Tuhan. Sebagai pangeran, di istana dia juga dididik dengan baik.

Maka, ketika dibuang ke goa singa, dia berdoa. Tiap hari dia pun selalu berdoa secara rutin. Dia berada di Babel selama 67 tahun dan selama itu dia mendapat posisi tinggi di bawah pemerintahan raja. Dia juga memiliki teman seiman, yaitu Hananya, Misael dan Azarya.

Daniel 3:17-18 (TB) Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

Pak Paulus juga suka berdoa karena ketika berdoa, banyak ide baru bermunculan. Banyak masalah juga bisa diselesaikan dengan berdoa. Dia bisa melihat banyak mujizat karena berdoa. Ketika proyek stuck dan menemui jalan buntu, pak Paulus mengajak para tukang berdoa dan masalah selesai. Ketika tidak menemukan ide, pak Paulus berdoa. Dengan berdoa, ide-ide baru pun bermunculan.

Proposal yang seharusnya selesai dalam beberapa bulan justru bisa dikerjakan dalam waktu 15 menit dan langsung diterima oleh rekan bisnis. Seringkali pak Paulus juga tidak paham dengan penjelasan yang dia sampaikan. Maka, dia heran bagaimana rekan bisnisnya bisa memahami penjelasannya. Ini semua karena doa.

2. Underlying Principle (motivasi yang benar dalam melakukan sesuatu). Jika kita beramal atau melayani dengan tujuan mendapatkan pujian atau apreasiasi dari manusia, ini tidak berkenan bagi Tuhan. Ini sebabnya Tuhan memilih Daud karena Tuhan bisa melihat hati.

1 Samuel 16:7 (TB) Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

Ketika terjadi krisis karena Covid, pak Paulus berusaha untuk tidak melakukan PHK (pemecatan karyawan). Sekalipun perusahaan rugi, dia tetap berdoa agar tidak perlu melakukan PHK. Tuhan tahu motivasinya bukan untuk kepentingan pribadi. Namun, pak Paulus juga pernah melakukan PHK atau mutasi terhadap beberapa direktur karena kinerja mereka. Motivasinya untuk membuat perusahaan menjadi lebih baik. Kita harus senantiasa membaca Alkitab agar bisa mengevaluasi setiap motivasi dan keputusan kita.

3. Universal Principle (prinsip-prinsip yang berlaku umum), seperti disiplin, datang kerja tepat waktu, tidak mencuri jam kerja dengan bermalas-malasan. Namun, seringkali orang Kristen sama saja dengan orang non-Kristen. Kalau istirahat, baru kembali ke kantor jam setengah 2. Kalau begini, mana bisa menjadi terang? Jika orang Kristen menyerobot antrian padahal di bagian belakang mobilnya tertulis ‘glorius calling’, tentu saja pak Yusuf (gembala gereja) akan merasa malu.

Orang Kristen seharusnya menjadi transformer yang mulai menjadi terang dengan bertahan lalu bersinar. Hidup kita harus seperti sebuah rumah. Atapnya adalah universal principle. Pilar-pilar rumahnya adalah underlying principle. Pondasinya adalah uncompromise principle.

BUKTI KEBESARAN-MU
Tuhan Kau sempurna dalam rencana-Mu dan karya-Mu. Kuserahkan hidupku, murnikan dengan roh-Mu. Hidupku menggenapi firman-Mu. Tanda mujizat sertai tiap langkahku. Kau bersamaku, di dalamku, jadi bukti kebesaran-Mu.

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.