Catatan Ibadah ke-1 Minggu 28 Sept 2025
St. Augustine, "Perjanjian Baru
tersembunyi di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Lama dinyatakan di dalam
Perjanjian Baru." Kristus dinyatakan berkarya di Perjanjian Baru dan di
dalam Perjanjian Lama kita bisa melihat pola yang terus terjadi pada
tokoh-tokoh Alkitab hingga Perjanjian Baru.
1 Samuel 18:7 (TB)
dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: "Saul
mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa."
Daud merupakan pendatang baru. Dia tidak
pernah diperhitungkan akan bisa mengalahkan Goliat. Ayahnya pun tidak
memikirkan dia pada saat Samuel ingin mengurapi calon raja. Daud hanya diminta
menggembalakan 2-3 ekor kambing domba. Syukur syukur jika dia pulang dengan
selamat. Namun, Daud justru berhasil mengalahkan Goliat. Karena hal ini, rakyat
menari dan menyanyi untuk memuji Daud.
1 Samuel 18:8-9 (TB)
Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan
hatinya, sebab pikirnya: "Kepada Daud diperhitungkan mereka
berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya
jabatan raja itu pun jatuh kepadanya." Sejak hari itu maka Saul selalu
mendengki Daud.
Sejak mendengar nyanyian itu, Saul iri
kepada Daud. Dia lupa jika ada panggilan spesifik dalam diri Daud.
Urapan Tuhan akan menyertai orang yang dipanggil-Nya. Itulah pola yang terus
terjadi hingga sekarang. Seringkali pendatang baru kurang dianggap. Orang lama
tidak suka jika pendatang baru bisa lebih sukses darinya. Jadi, orang lama
berusaha menghalangi pendatang baru.
Susah lihat orang senang dan senang
lihat orang susah. Inilah pola yang sering terjadi.
Semua ini karena rasa tidak aman. Jika Anda punya bisnis, jangan seperti ini.
Berilah kesempatan kepada pendatang baru. Mungkin saja dia bisa membuat
perusahaanmu lebih sukses.
Suatu hari ada nomer tak dikenal yang mengirim pesan kepada pak Antoni untuk menanyakan nomer rekening pendeta lain. Pak Antoni meminta orang itu untuk menanyakannya sendiri, tetapi orang itu tidak punya kontaknya. Sebenarnya pak Antoni bisa menolak memberikan nomer kontaknya karena pengirim pesan ingin memberkati pendeta lain. Namun, pak Antoni tidak senang membuat orang lain susah sehingga dia memberikan nomernya.
Selain itu, tidak masuk akal jika pak
Antoni tidak memiliki nomernya. Namun, zaman sekarang kebohongan tetap
dipaksakan agar masuk akal sekalipun tetap tidak masuk akal. Mungkin ada
yang iri ketika melihat seseorang pergi ke Amerika karena dia pergi dengan uang
tidak halal. Namun, sebenarnya kita tidak perlu iri. Tuhan punya cara sendiri
untuk menunjukkan keadilan-Nya.
Yohanes 3:26 (TB)
Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang
bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau
telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi
kepada-Nya."
Ketika Yesus mulai membaptis dan
orang-orang berbondong-bondong datang kepada-Nya, Yohanes tidak iri. Berkat
tidak mungkin salah pintu karena semuanya dari Tuhan.
Yohanes 3:27 (TB) Jawab
Yohanes: "Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya,
kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.
Banyak orang mengatakan bahwa saat ini
keadaan sedang susah. Banyak orang pengangguran. Maka, banyak orang
menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Bahkan, gereja pun bisa
rebutan. Ketika pak Antoni akan melayani di sebuah gereja, di parkiran dia
ditemui oleh tiga usher yang membawa goodie bag. Mereka bertiga
mengajak pak Antoni untuk datang ke gereja mereka sebagai jiwa baru.
Jika mau, pak Antoni bisa memilih goodie
bag terbaik dan datang ke gereja itu. Namun, pak Antoni menjelaskan bahwa
dia pendeta yang akan melayani di suatu gereja. Jangan iri dan dengki.
Belajarlah ikut senang ketika orang lain senang.
Hidupku Adalah Anugerah (Franky Kuncoro)
Verse 1: Nafas yang kuhirup
dari Tuhan. Talenta yang kupunya dari Tuhan. Pengampunan dosa dan hidup yang
kekal, semuanya dari Tuhan. Semuanya dari Tuhan.
Verse 2: Bila ku masih ada kar'na Tuhan. Bila kuberhasil kar'na Tuhan.
Melewati rintangan, kuraih kemenangan.







0 komentar:
Post a Comment