Sunday, February 9, 2025

Melompati Keterbatasan

Jangan Minta Saya Menerjemahkan
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 9 Feb 2025

Sebelumnya tentara Kristus tertawa karena menurutnya kesalahan para penguasa sangat konyol. Bayangkan saja, para istri mereka sudah menceraikan mereka. Ini berarti suka tidak suka, istri mereka sudah memberikan lampu hijau agar mereka bisa menikahi selingkuhannya.

Jadi, status mereka sudah memungkinkan untuk melakukan pernikahan dengan pelakor yang cinta uang. Bahkan, mereka punya uang untuk bersenang-senang dan menyelenggarakan pesta pernikahan. Lalu mengapa mereka malah kumpul kebo dan tidak menikah? Nunggu apa? Konyol toh. Jelas saja hampIr setiap orang menertawakan hal ini.

Namun, setelah ditegur oleh Roh Kudus, alih-alih menertawakan kekonyolan mereka, tiba-tiba dia merasa jijik, sangat jijik, jijik sekali, seperti melihat manusia yang belepotan kotoran. Jadi, dia mengingatkan anak penguasa itu, "Jika ingin diberkati Tuhan, lebih baik segera nikahi pasangan kalian dan jangan selingkuh lagi (jika dulu pernah)."

Lalu dia menjawab, "Aku memang akan menikahinya, tetapi aku tidak perlu menjelaskan tindakanku kepada orang lain. Saat ini dunia juga sudah rusak. Bagaimana kamu menyeimbangkannya?"

Tentara Kristus menjawab pula, "Tentu saja kamu tidak perlu menjelaskan tindakanmu kepada orang lain karena tindakanmu selalu berbicara lebih keras daripada perkataanmu. Sebelum menikah, jangan tidur bersama. Seharusnya tidak sulit mengikuti kehendak Tuhan karena kita ini ciptaan-Nya.

Efesus 2:10 (TB) "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."

Eh, dia tidak mau membacanya. Konyol. Habis bertanya, kok tidak mau menerima jawabannya? Padahal, selain jawaban itu, tentara Kristus juga menjelaskan bahwa keseimbangan tidak mungkin dilakukan karena jika berusaha netral, pasti akan terbawa arus pencobaan.

Selain itu, Tuhan tidak mau kita suam-suam kuku, seperti jemaat di Laodikia yang merasa kaya dan tidak kekurangan apapun. Padahal, sebenarnya mereka tuh miskin, telanjang, dan buta. (Wahyu 3)

Wahyu 3:19 (TB) Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

Bahkan, tentara Kristus juga berusaha mengingatkan anak penguasa akan kisah nabi Nuh yang hidup pada zaman yang lebih rusak daripada zaman sekarang. Sayangnya, dia tidak mau membacanya pula. Seharusnya setiap orang di dunia ini sudah mendengar kisah tersebut. Ketika Tuhan membersihkan bumi dari segala yang jahat, hanya Nuh dan seisi rumahnya yang diselamatkan bersama setiap jenis hewan.

Selama berada di dalam bahtera, Nuh tidak perlu mendengar jeritan orang-orang jahat di luar bahtera. Bahkan, ketika Nuh keluar dari bahtera, dia juga tidak perlu mencium bau amis atau melihat mayat bergelimpangan. Inilah hebatnya Tuhan sehingga Nuh langsung sujud syukur.

TAK PERNAH HABIS AIR MATAKU (Gaby Bettay)
Apa yang telah kulihat membuat hidupku mengerti. Rancangan kebaikan-Mu Tuhan di dalam hidupku.
Saat aku berjalan dalam rencana-Mu Tuhan, Kau mengajariku untuk mengerti kehendak-Mu Tuhan.
Tak pernah habis air mataku melihat kebaikan-Mu Bapa. Aku percaya Kau memulihkanku di dalam hidupku.
Tak pernah habis air mataku melihat kebaikan-Mu Tuhan. Aku percaya saat Kau bertindak, mujizat-Mu nyata.

Tanpa membaca semua jawaban tersebut, dia menyindir, “Mana bisa mencari orang seperti dia yang begitu jujur, terus terang, dan tidak munafik? Tidak ada orang yang seperti dia. Temannya hanya sedikit karena dia menyaringnya sehingga tidak ada yang munafik. Pada akhirnya siapa yang bahagia? Tentu saja dia.”

Waduh, bukankah dia pernah mengatakan bahwa dia mau menarik orang-orang yang senilai dengannya. Lalu mengapa dia harus mencari orang sepertiku yang berbeda nilai dengannya? Jelas saja tidak ada karena ciptaan Tuhan tuh tiada duanya. Seharusnya dia mencari orang-orang yang senilai dengannya… hasil karya iblis pasti banyak. Apa sih maunya? Mengapa perkataan dan tindakannya tidak sejalan?

Ah, setelah menegur perbuatannya, malam berikutnya tiba-tiba mobil di depanku mendadak berhenti. Seketika mobil yang kutumpangi juga mendadak berhenti. Bruaaak… seketika aku menoleh ke belakang dan melihat masih ada jarak dengan mobil di belakangku. Lantas pengemudi mobil yang ada di belakangku segera keluar dari mobilnya sekalipun hujan deras masih mengguyur. Tampaknya mobil dia yang ditabrak dari belakangnya.

Ih… nyaris deh. Untung Tuhan meluputkanku lagi. Ah, semoga pemilik mobil tersebut juga tidak mengalami kesulitan keuangan karena ulah iblis. Kemudian mobil-mobil di depanku mulai melaju dengan normal. Apa sih yang terjadi? Siapa atau apa yang membuat mobil-mobil di depanku mengerem mendadak? Ternyata di depan tidak terlihat hal aneh, semua tampak biasa saja, tetapi dengan iman bisa kulihat bahwa masa depan ada di tangan Tuhan… wkwwk…

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.